
" kenapa mas revan belum pulang , " gumam kirana , terus melihat ke arah pintu ,
bi murni hanya bisa melihat kirana , tanpa bisa berbuat apa - apa ,
kirana terus mondar - mandir , menunggu revan yg tak kunjung pulang ,
" non , sebaiknya non istrahat saja , mungkin malam ini tuan revan larut malam pulangnya , " ucap bi murni menghampiri , berharap kirana tak menunggu kepulangan revan ,
" aku belum ngantuk bi , biasanya mas revan akan menelfon jika lembur , tapi dari tadi dia nggak ngasi kabar , bahkan aku telfon nggak di angkat , " ucap kirana sedih ,
tak berapa lama terdengar suara mobil , kirana berlari menuju pintu utama , dia yakin kalau itu adalah revan , dan benar saja revan turun dari mobil ,
" mas , " panggil kirana menghampiri ,
revan tak menjawab , dia terus berjalan , tanpa menghiraukan kirana yg terus memanggil namanya ,
bi murni , bi inem dan pak deden begitu iba melihat kirana , kini kehangatan di kediaman wiguna hilang seketika , sikap revan telah berubah seperti semula ,
" kasihan non kirana , " ucap bi inem ,
bi murni sudah menceritakan semua pada bi inem dan pak deden , mereka juga sangat terkejut , tapi mereka tak ingin memberitahukan kirana , takut membuatnya berpikir , apalagi sekarang dia sedang hamil ,
kirana terus mengikuti revan dari belakang , sampai di kamar revan langsung menutup pintu dengan kasar membuat kirana kaget ,
brakkk ,
" m , mas , " panggil kirana pelan ,
revan tetap diam , seolah menganggap kirana tak pernah ada ,
revan berjalan ke kamar mandi , tanpa menghiraukan keberadaan kirana ,
__ADS_1
" hikss , mas , kenapa kamu berubah , aku merindukanmu mas , " tangis kirana , sikap revan begitu dingin padanya ,
walaupun sedih , kirana tetap menyiapkan pakaian dan minuman kesukaan revan , tapi lagi - lagi revan tak menyentuh semua yg di siapkan kirana , membuat hati kirana begitu sakit ,
revan berlalu meninggalkan kirana , tapi sebelum sampai di pintu , kirana mengejar dan memeluknya dari belakang ,
" mas , " ucap kirana memeluk revan ,
" hiks , mas , kenapa kamu dingin padaku , apa salahku mas , katakan , jangan diamkan aku seperti ini , aku merindukanmu , " tangis kirana , masih memeluk erat revan ,
revan tetap diam , mendengar kirana menangis , hati revan begitu sakit , apalagi semenjak kedatangannya , dia begitu cuek pada kirana , jangankan bicara melirikpun tak pernah ,
tapi lagi - lagi kebencian mengalahkan semuanya , bayangan ibu diana menari - nari di pikirannya ,
tanpa menjawab , revan berlalu pergi , rasanya dia nggak sanggup mendengar tangisan kirana , keegoisan dan kebenciannya tak dapat dia kendalikan ,
" hikss , mas , mas , hikss , " tangis kirana terus memanggil nama revan , hingga hilang di balik pintu ,
.💮......💮
revan benar - benar nggak bisa tidur , bayangan kirana yg menangis membuatnya tak tenang ,
" kenapa sakit sekali melihatnya sedih , kenapa aku sulit untuk memaafkannya , aku membencinya , tapi kenapa hatiku sakit melihat dia menangis , " ucap revan , yg tak mengerti dengan jalan pikirannya ,
" tidak , tidak , aku tidak boleh lemah melihat tangisannya , dia hanya berpura - pura , dia yg membuat ibuku menderita , " ucap revan dingin menyakinkan dirinya lagi ,
" ya , aku akan memberi pelajaran padanya , lihat saja kirana , aku akan membuatmu merasakan apa yg aku rasakan , " gumam revan tersenyum miring ,
di kamar kirana begitu gelisah , rasanya malam ini dia merindukan pelukan revan ,
" hikss , mas , aku rindu pelukanmu , apa kamu tau mas , di sini ada malaikat kecil yg ingin di peluk , " tangis kirana , mengelus perutnya ,
__ADS_1
malam ini kirana menghabiskan waktunya menunggu revan dan terus menangis , rasa rindu teramat dalam pada revan , dia tak mengerti kenapa sikap revan berubah padanya ,
sementara revan , terus terjaga , matanya enggan untuk tertutup , tiba - tiba ponselnya berbunyi , tapi di abaikan , dia masih fokus dangan pikirannya , tapi lagi - lagi ponsel itu terus berbunyi membuatnya tak konsen berpikir , dengan kesal dia mengangkat telfonnya ,
" hallo , " kesal revan mengangkat telfon ,
" hey , ada apa denganmu , sepertinya lo sedang kesal , " ledek sang penelfon ,
" katakan ngapain lo nelfon , " tanya revan yg masih terlihat kesal ,
" enggak , kangen aja sama lo , " ucap farel terkekeh ,
ya , yg menelfon revan adalah farel ,
" cih , katakan ada apa , kalau nggak gue tutup telfonnya , " ucap revan , merasa kesal dengan farel ,
" hehehe , ok , ok , kita ketemu di tempat biasa , ada yg mau gue omongin sama lo , dan juga gue , " ucap farel terpotong ,
tanpa menunggu lanjutan ucapan farel , revan langsung mematikan telfonnya , membuat farel kesal ,
" dasar , gue belum selesai ngomong uda di tutup , dasar cowo arogan , " umpat farel kesal ,
" pokoknya besok gue harus selesaikan masalah mereka , " gumam farel , dan langsung menelfon seseorang ,
malam ini revan tidur di ruang kerjanya , sementara kirana tidur di kamar revan , setelah lelah dengan pikiran masing - masing akhirnya mereka tertidur menuju alam mimpi tapi di tempat yg berbeda ,
🌼....🌼
Segini dulu
Maaf kurang memuaskan 🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊