ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
80.


__ADS_3

" kenapa mas revan belum pulang , " gumam kirana , terus melihat ke arah pintu ,


bi murni hanya bisa melihat kirana , tanpa bisa berbuat apa - apa ,


kirana terus mondar - mandir , menunggu revan yg tak kunjung pulang ,


" non , sebaiknya non istrahat saja , mungkin malam ini tuan revan larut malam pulangnya , " ucap bi murni menghampiri , berharap kirana tak menunggu kepulangan revan ,


" aku belum ngantuk bi , biasanya mas revan akan menelfon jika lembur , tapi dari tadi dia nggak ngasi kabar , bahkan aku telfon nggak di angkat , " ucap kirana sedih ,


tak berapa lama terdengar suara mobil , kirana berlari menuju pintu utama , dia yakin kalau itu adalah revan , dan benar saja revan turun dari mobil ,


" mas , " panggil kirana menghampiri ,


revan tak menjawab , dia terus berjalan , tanpa menghiraukan kirana yg terus memanggil namanya ,


bi murni , bi inem dan pak deden begitu iba melihat kirana , kini kehangatan di kediaman wiguna hilang seketika , sikap revan telah berubah seperti semula ,


" kasihan non kirana , " ucap bi inem ,


bi murni sudah menceritakan semua pada bi inem dan pak deden , mereka juga sangat terkejut , tapi mereka tak ingin memberitahukan kirana , takut membuatnya berpikir , apalagi sekarang dia sedang hamil ,


kirana terus mengikuti revan dari belakang , sampai di kamar revan langsung menutup pintu dengan kasar membuat kirana kaget ,


brakkk ,


" m , mas , " panggil kirana pelan ,


revan tetap diam , seolah menganggap kirana tak pernah ada ,


revan berjalan ke kamar mandi , tanpa menghiraukan keberadaan kirana ,

__ADS_1


" hikss , mas , kenapa kamu berubah , aku merindukanmu mas , " tangis kirana , sikap revan begitu dingin padanya ,


walaupun sedih , kirana tetap menyiapkan pakaian dan minuman kesukaan revan , tapi lagi - lagi revan tak menyentuh semua yg di siapkan kirana , membuat hati kirana begitu sakit ,


revan berlalu meninggalkan kirana , tapi sebelum sampai di pintu , kirana mengejar dan memeluknya dari belakang ,


" mas , " ucap kirana memeluk revan ,


" hiks , mas , kenapa kamu dingin padaku , apa salahku mas , katakan , jangan diamkan aku seperti ini , aku merindukanmu , " tangis kirana , masih memeluk erat revan ,


revan tetap diam , mendengar kirana menangis , hati revan begitu sakit , apalagi semenjak kedatangannya , dia begitu cuek pada kirana , jangankan bicara melirikpun tak pernah ,


tapi lagi - lagi kebencian mengalahkan semuanya , bayangan ibu diana menari - nari di pikirannya ,


tanpa menjawab , revan berlalu pergi , rasanya dia nggak sanggup mendengar tangisan kirana , keegoisan dan kebenciannya tak dapat dia kendalikan ,


" hikss , mas , mas , hikss , " tangis kirana terus memanggil nama revan , hingga hilang di balik pintu ,


.💮......💮


revan benar - benar nggak bisa tidur , bayangan kirana yg menangis membuatnya tak tenang ,


" kenapa sakit sekali melihatnya sedih , kenapa aku sulit untuk memaafkannya , aku membencinya , tapi kenapa hatiku sakit melihat dia menangis , " ucap revan , yg tak mengerti dengan jalan pikirannya ,


" tidak , tidak , aku tidak boleh lemah melihat tangisannya , dia hanya berpura - pura , dia yg membuat ibuku menderita , " ucap revan dingin menyakinkan dirinya lagi ,


" ya , aku akan memberi pelajaran padanya , lihat saja kirana , aku akan membuatmu merasakan apa yg aku rasakan , " gumam revan tersenyum miring ,


di kamar kirana begitu gelisah , rasanya malam ini dia merindukan pelukan revan ,


" hikss , mas , aku rindu pelukanmu , apa kamu tau mas , di sini ada malaikat kecil yg ingin di peluk , " tangis kirana , mengelus perutnya ,

__ADS_1


malam ini kirana menghabiskan waktunya menunggu revan dan terus menangis , rasa rindu teramat dalam pada revan , dia tak mengerti kenapa sikap revan berubah padanya ,


sementara revan , terus terjaga , matanya enggan untuk tertutup , tiba - tiba ponselnya berbunyi , tapi di abaikan , dia masih fokus dangan pikirannya , tapi lagi - lagi ponsel itu terus berbunyi membuatnya tak konsen berpikir , dengan kesal dia mengangkat telfonnya ,


" hallo , " kesal revan mengangkat telfon ,


" hey , ada apa denganmu , sepertinya lo sedang kesal , " ledek sang penelfon ,


" katakan ngapain lo nelfon , " tanya revan yg masih terlihat kesal ,


" enggak , kangen aja sama lo , " ucap farel terkekeh ,


ya , yg menelfon revan adalah farel ,


" cih , katakan ada apa , kalau nggak gue tutup telfonnya , " ucap revan , merasa kesal dengan farel ,


" hehehe , ok , ok , kita ketemu di tempat biasa , ada yg mau gue omongin sama lo , dan juga gue , " ucap farel terpotong ,


tanpa menunggu lanjutan ucapan farel , revan langsung mematikan telfonnya , membuat farel kesal ,


" dasar , gue belum selesai ngomong uda di tutup , dasar cowo arogan , " umpat farel kesal ,


" pokoknya besok gue harus selesaikan masalah mereka , " gumam farel , dan langsung menelfon seseorang ,


malam ini revan tidur di ruang kerjanya , sementara kirana tidur di kamar revan , setelah lelah dengan pikiran masing - masing akhirnya mereka tertidur menuju alam mimpi tapi di tempat yg berbeda ,


🌼....🌼


Segini dulu


Maaf kurang memuaskan 🙏

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2