
Matahari telah menyambut datangnya pagi , kini di kediaman wiguna , semua pekerja sudah di sibukan dengan pekerjaan masing - masing , termaksud kirana , walaupun bi murni melarangnya dia tetap mengerjakan pekerjaan ,
dari atas terdengar suara revan yg memanggil ,
" bi , " panggil revan ,
bi murni yg mendengar , bergegegas ke atas , tapi langsung di tahan oleh kirana ,
" biar saya saja , bibi lanjutkan saja pekerjaannya " ucap kirana ,
" baik non , " ucap bi murni dan langsung melanjutkan pekerjaanya ,
kirana bergegas menemui revan di kamar ,
" bi tolong buatkan , "
" mas , " panggil kirana ,
ucapan revan terhenti , karna mendengar suara kirana yg memanggilnya ,
revan tak melihat siapa yg datang di kamarnya , karna terlalu sibuk menyiapkan berkas ,
revan langsung berbalik melihat kirana dengan tatapan dinginnya ,
" mas , apa kamu butuh sesuatu , " tanya kirana ,
" tidak , " jawab revan singkat , dan melanjutkan menyiapkan berkas ,
" mas , kalau kamu butuh sesuatu biar aku siapkan , " ucap kirana lagi , berharap revan menyuruhnya menyiapkan sesuatu ,
revan terhenti , dia menatap tajam ke arah kirana ,
" apa kamu tuli , aku tidak membutuhkan sesuatu , " marah revan ,
" kenapa kamu begini mas , aku ini istrimu , setidaknya kalau kamu butuh sesuatu , kamu tinggal nyuruh aku , " ucap kirana , yg sudah di iringi dengan tangisan ,
" ya , kamu memang istriku , tapi ISTRI YG TAK DI INGINKAN , " ucap revan menekankan kata terakhirnya ,
mendengar itu , hati kirana begitu sakit , kata - kata itu mengingatkannya pada saat pertama kali dia menginjakan kaki di rumah revan , dan sekarang kata - kata itu terulang kembali ,
" sebaiknya kamu pergi , aku tidak butuh sesuatu , dan tidak membutuhkanmu , " ucap revan mengusir ,
kirana tetap tak bergeming , dia tak mau juga keluar , dia malah menghampiri revan ,
" mas , " panggil kirana menghampiri , dan memegang tangan revan ,
revan langsung menepis kasar tangan kirana ,
" pergilah , aku tidak ingin melihatmu , " usir revan , masih dengan nada dingin ,
lagi - lagi kirana tak menghiraukan ucapan revan , dia tetap tak ingin keluar , walaupun revan sudah mengusirnya ,
" mas , aku , " ucapan kirana terhenti karna revan sudah menyela ,
" kamu benar - benar tidak mengerti bahasa rupanya , aku bilang pergi , pergi , " marah revan , karna kirana tak mau juga pergi ,
" hikss , mas , " tangis kirana ,
revan benar - benar muak melihat kirana , yg begitu keras kepala , karna tak mau juga keluar walupun sudah diusir , akhirnya revan yg mengalah dan keluar meninggalkan kirana , berlama - lama di sana membuat emosinya semakin meninggi ,
__ADS_1
" mas , mass , " panggil kirana melihat revan keluar dari kamar ,
revan tak menghiraukan panggilan kirana , dia terus berjalan sementara kirana dari belakang mengejar revan ,
kirana terus memanggil revan , tapi revan tak menghiraukannya ,
kirana berlari menuruni tangga , melihat itu bi murni terkejut , kawatir kirana kenapa - napa , karna kirana sedang hamil ,
" non , hati - hati , " ucap bi murni kawatir , melihat kirana yg terburu - buru ,
sementara revan , dia tak menghirakan kirana yg terus mengejarnya , dia tetap berjalan tanpa menengok ke belakang ,
" mas , tunggu , " ucap kirana terus mengejar revan ,
tapi revan seakan tuli , dia tak menghiraukan panggilan kirana ,
kirana tak perdulikan lagi dengan keadaannya saat ini , dia bahkan melupakan kalau saat ini dia tengah hamil , dan terus mengejar revan yg hampir sampai di pintu utama ,
dengan suara ngos - ngosan akhirnya kirana berhasil mengejar revan dan langsung memeluknya dari belakang ,
" hikss , mas , " tangis kirana , memeluk revan ,
" lepaskan , " ucap revan dingin ,
kirana tak melepaskan pelukannya ,
" kirana , aku bilang lepaskan tanganmu , " ucap revan marah ,
kini nada bicaranya sedikit meninggi , membuat kirana terpaksa harus melepaskan pelukannya ,
revan berlalu pergi , tapi terhenti mendengar ucapan kirana ,
revan hanya diam , tanpa menanggapi ucapan kirana , dan terus berjalan ,
" mas , apa karna ibu kamu membenciku , " tanya kirana , dan ucapan kirana berhasil menghentikan langkah revan ,
revan langsung berbalik menatap kirana dengan penuh amarah ,
" apa kamu ingin tau kirana , " tanya revan menjeda ucapannya , wajahnya kini terlihat merah padam ,
bi murni begitu takut melihat wajah revan yg di penuhi aura kegelapan , sorot matanya begitu tajam melihat kirana ,
bi murni benar - benar kawatir , jika revan akan berbuat nekat pada kirana seperti dulu , sedangkan kirana hanya diam menatap revan ,
" dengarkan aku baik - baik , " ucap revan , rahangnya begitu keras menahan amarah ,
" ya , kamu benar karna ibu , aku membencimu , " ucap revan menjeda ucapannya , wajahnya terlihat sendu ,
" tapi kenapa mas , kenapa " tanya kirana yg masih tak mengerti ucapan revan ,
revan berjalan menghampiri kirana , aura kemarahan terpampang jelas di wajahnya ,
semua art begitu takut , sedangkan bi murni terlihat kawatir ,
" kamu , " tunjuk revan ,
" istri pembawa sial , karna kamu ibuku menderita , karna kamu , aku kehilangan ibuku untuk selamanya , semua itu karna kamu , kamu menghancurkan hidupku , dan betapa bodohnya aku menikahi wanita seperti dirimu , " ucap revan berapi - api , mengeluarkan semua kesedihan di hatinya ,
kirana terkejut mendengar ucapan revan ,
__ADS_1
" ibu , " ucap kirana menangis ,
" ya , ibuku telah tiada , itu semua karna kamu , " ucap revan marah ,
kirana hanya bisa menangis mendengar semua ucapan revan ,
revan mendekat dan memegang dagu kirana dengan kasar ,
" aku membecimu kirana , aku muak melihat wajahmu yg sok polos , " ucap revan , kemarahannya tak bisa di kendalikan lagi ,
" tuan , " panggil bi murni menghampiri ,
revan langsung mengangkat seblah tangannya , mengisyaratkan untuk bi murni agar tidak ikut campur ,
" dengarkan baik - baik , mulai sekarang kamu bukan istriku lagi , aku menalakmu , " ucap revan penuh penekanan ,
jedarrr
hati kirana bagai tertusuk panah api mendengar ucapan revan , bibirnya seketika membeku , tak dapat mengeluarkan sepatah katapun , hanya air mata yg mengalir terus tanpa henti , seakan menjelaskan perasaannya saat ini ,
revan langsung pergi meninggalkan kirana , dia tak perduli lagi semua tentang kirana , hatinya sudah di kuasai oleh kebencian ,
" tuan , " panggil bi murni mengejar revan , dia tak terima dengan ucapan revan ,
revan tidak perduli dengan panggilan bi murni ,
" tuan tunggu , " panggil bi murni , seketika revan langsung terhenti ,
" tuan nggak boleh bicara seperti itu , karna non kirana , " ucap bi murni terhenti karna revan sudah menyela ucapannya ,
" sudahlah bi aku tidak ingin membahas wanita itu , urus dia , aku tak ingin melihat wajahnya lagi " ucap revan dan berlalu pergi ,
" tuan , tuan , " panggil bi murni , tapi revan tak menghirukannya , dia langsung masuk ke mobil dan meninggalkan kediaman wiguna ,
kirana hanya menatap nanar kepergian revan , hatinya begitu hancur ,
" hikss , bi , mas revan , " tangis kirana memeluk bi murni ,
bi murni juga tak tau harus berbuat apa , revan sedang di kuasai amarah , jadi sangat sulit untuk menasehatinya ,
" non , sudahlah tidak usa perdulikan ucapan tuan revan , " ucap bi murni menenangkan ,
" tapi mas revan sudah menceraikan aku , " ucap kirana , tangisannya begitu terdengar pedih ,
" non , biar beribu kali tuan revan menceraikan non itu tidak akan sah , karna sekarang non sedang hamil , darah daging tuan revan , jadi non masih tetap istri tuan revan , " ucap bi murni mengingatkan ,
" tapi bi , " ucap kirana terpotong ,
" sudah , non nggak usa nangis , tuan revan sedang emosi makanya berbicara seperti itu , non nggak usa dengarkan , " ucap bi murni ,
" sekarang ayo kita makan , bibi sudah masakan makanan kesukaan non , " ucap bi murni dan membawa kirana ke meja makan ,
kirana hanya menurut saja , dia harus makan , walaupun selera makannya sudah hilang karna drama pagi ini , tapi kirana tak mau egois , biar bagaimanapun bayinya butuh asupan ,
dengan keadaan sedih terpaksa kirana makan , bi murni dan bi inem hanya menatap iba pada kirana tanpa berbuat apa -apa .
" kasihan non kirana " batin bi murni sedih ,
🌼.....🌼
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊