ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
81.


__ADS_3

Matahari telah menyambut datangnya pagi , kini di kediaman wiguna , semua pekerja sudah di sibukan dengan pekerjaan masing - masing , termaksud kirana , walaupun bi murni melarangnya dia tetap mengerjakan pekerjaan ,


dari atas terdengar suara revan yg memanggil ,


" bi , " panggil revan ,


bi murni yg mendengar , bergegegas ke atas , tapi langsung di tahan oleh kirana ,


" biar saya saja , bibi lanjutkan saja pekerjaannya " ucap kirana ,


" baik non , " ucap bi murni dan langsung melanjutkan pekerjaanya ,


kirana bergegas menemui revan di kamar ,


" bi tolong buatkan , "


" mas , " panggil kirana ,


ucapan revan terhenti , karna mendengar suara kirana yg memanggilnya ,


revan tak melihat siapa yg datang di kamarnya , karna terlalu sibuk menyiapkan berkas ,


revan langsung berbalik melihat kirana dengan tatapan dinginnya ,


" mas , apa kamu butuh sesuatu , " tanya kirana ,


" tidak , " jawab revan singkat , dan melanjutkan menyiapkan berkas ,


" mas , kalau kamu butuh sesuatu biar aku siapkan , " ucap kirana lagi , berharap revan menyuruhnya menyiapkan sesuatu ,


revan terhenti , dia menatap tajam ke arah kirana ,


" apa kamu tuli , aku tidak membutuhkan sesuatu , " marah revan ,


" kenapa kamu begini mas , aku ini istrimu , setidaknya kalau kamu butuh sesuatu , kamu tinggal nyuruh aku , " ucap kirana , yg sudah di iringi dengan tangisan ,


" ya , kamu memang istriku , tapi ISTRI YG TAK DI INGINKAN , " ucap revan menekankan kata terakhirnya ,


mendengar itu , hati kirana begitu sakit , kata - kata itu mengingatkannya pada saat pertama kali dia menginjakan kaki di rumah revan , dan sekarang kata - kata itu terulang kembali ,


" sebaiknya kamu pergi , aku tidak butuh sesuatu , dan tidak membutuhkanmu , " ucap revan mengusir ,


kirana tetap tak bergeming , dia tak mau juga keluar , dia malah menghampiri revan ,


" mas , " panggil kirana menghampiri , dan memegang tangan revan ,


revan langsung menepis kasar tangan kirana ,


" pergilah , aku tidak ingin melihatmu , " usir revan , masih dengan nada dingin ,


lagi - lagi kirana tak menghiraukan ucapan revan , dia tetap tak ingin keluar , walaupun revan sudah mengusirnya ,


" mas , aku , " ucapan kirana terhenti karna revan sudah menyela ,


" kamu benar - benar tidak mengerti bahasa rupanya , aku bilang pergi , pergi , " marah revan , karna kirana tak mau juga pergi ,


" hikss , mas , " tangis kirana ,


revan benar - benar muak melihat kirana , yg begitu keras kepala , karna tak mau juga keluar walupun sudah diusir , akhirnya revan yg mengalah dan keluar meninggalkan kirana , berlama - lama di sana membuat emosinya semakin meninggi ,

__ADS_1


" mas , mass , " panggil kirana melihat revan keluar dari kamar ,


revan tak menghiraukan panggilan kirana , dia terus berjalan sementara kirana dari belakang mengejar revan ,


kirana terus memanggil revan , tapi revan tak menghiraukannya ,


kirana berlari menuruni tangga , melihat itu bi murni terkejut , kawatir kirana kenapa - napa , karna kirana sedang hamil ,


" non , hati - hati , " ucap bi murni kawatir , melihat kirana yg terburu - buru ,


sementara revan , dia tak menghirakan kirana yg terus mengejarnya , dia tetap berjalan tanpa menengok ke belakang ,


" mas , tunggu , " ucap kirana terus mengejar revan ,


tapi revan seakan tuli , dia tak menghiraukan panggilan kirana ,


kirana tak perdulikan lagi dengan keadaannya saat ini , dia bahkan melupakan kalau saat ini dia tengah hamil , dan terus mengejar revan yg hampir sampai di pintu utama ,


dengan suara ngos - ngosan akhirnya kirana berhasil mengejar revan dan langsung memeluknya dari belakang ,


" hikss , mas , " tangis kirana , memeluk revan ,


" lepaskan , " ucap revan dingin ,


kirana tak melepaskan pelukannya ,


" kirana , aku bilang lepaskan tanganmu , " ucap revan marah ,


kini nada bicaranya sedikit meninggi , membuat kirana terpaksa harus melepaskan pelukannya ,


revan berlalu pergi , tapi terhenti mendengar ucapan kirana ,


revan hanya diam , tanpa menanggapi ucapan kirana , dan terus berjalan ,


" mas , apa karna ibu kamu membenciku , " tanya kirana , dan ucapan kirana berhasil menghentikan langkah revan ,


revan langsung berbalik menatap kirana dengan penuh amarah ,


" apa kamu ingin tau kirana , " tanya revan menjeda ucapannya , wajahnya kini terlihat merah padam ,


bi murni begitu takut melihat wajah revan yg di penuhi aura kegelapan , sorot matanya begitu tajam melihat kirana ,


bi murni benar - benar kawatir , jika revan akan berbuat nekat pada kirana seperti dulu , sedangkan kirana hanya diam menatap revan ,


" dengarkan aku baik - baik , " ucap revan , rahangnya begitu keras menahan amarah ,


" ya , kamu benar karna ibu , aku membencimu , " ucap revan menjeda ucapannya , wajahnya terlihat sendu ,


" tapi kenapa mas , kenapa " tanya kirana yg masih tak mengerti ucapan revan ,


revan berjalan menghampiri kirana , aura kemarahan terpampang jelas di wajahnya ,


semua art begitu takut , sedangkan bi murni terlihat kawatir ,


" kamu , " tunjuk revan ,


" istri pembawa sial , karna kamu ibuku menderita , karna kamu , aku kehilangan ibuku untuk selamanya , semua itu karna kamu , kamu menghancurkan hidupku , dan betapa bodohnya aku menikahi wanita seperti dirimu , " ucap revan berapi - api , mengeluarkan semua kesedihan di hatinya ,


kirana terkejut mendengar ucapan revan ,

__ADS_1


" ibu , " ucap kirana menangis ,


" ya , ibuku telah tiada , itu semua karna kamu , " ucap revan marah ,


kirana hanya bisa menangis mendengar semua ucapan revan ,


revan mendekat dan memegang dagu kirana dengan kasar ,


" aku membecimu kirana , aku muak melihat wajahmu yg sok polos , " ucap revan , kemarahannya tak bisa di kendalikan lagi ,


" tuan , " panggil bi murni menghampiri ,


revan langsung mengangkat seblah tangannya , mengisyaratkan untuk bi murni agar tidak ikut campur ,


" dengarkan baik - baik , mulai sekarang kamu bukan istriku lagi , aku menalakmu , " ucap revan penuh penekanan ,


jedarrr


hati kirana bagai tertusuk panah api mendengar ucapan revan , bibirnya seketika membeku , tak dapat mengeluarkan sepatah katapun , hanya air mata yg mengalir terus tanpa henti , seakan menjelaskan perasaannya saat ini ,


revan langsung pergi meninggalkan kirana , dia tak perduli lagi semua tentang kirana , hatinya sudah di kuasai oleh kebencian ,


" tuan , " panggil bi murni mengejar revan , dia tak terima dengan ucapan revan ,


revan tidak perduli dengan panggilan bi murni ,


" tuan tunggu , " panggil bi murni , seketika revan langsung terhenti ,


" tuan nggak boleh bicara seperti itu , karna non kirana , " ucap bi murni terhenti karna revan sudah menyela ucapannya ,


" sudahlah bi aku tidak ingin membahas wanita itu , urus dia , aku tak ingin melihat wajahnya lagi " ucap revan dan berlalu pergi ,


" tuan , tuan , " panggil bi murni , tapi revan tak menghirukannya , dia langsung masuk ke mobil dan meninggalkan kediaman wiguna ,


kirana hanya menatap nanar kepergian revan , hatinya begitu hancur ,


" hikss , bi , mas revan , " tangis kirana memeluk bi murni ,


bi murni juga tak tau harus berbuat apa , revan sedang di kuasai amarah , jadi sangat sulit untuk menasehatinya ,


" non , sudahlah tidak usa perdulikan ucapan tuan revan , " ucap bi murni menenangkan ,


" tapi mas revan sudah menceraikan aku , " ucap kirana , tangisannya begitu terdengar pedih ,


" non , biar beribu kali tuan revan menceraikan non itu tidak akan sah , karna sekarang non sedang hamil , darah daging tuan revan , jadi non masih tetap istri tuan revan , " ucap bi murni mengingatkan ,


" tapi bi , " ucap kirana terpotong ,


" sudah , non nggak usa nangis , tuan revan sedang emosi makanya berbicara seperti itu , non nggak usa dengarkan , " ucap bi murni ,


" sekarang ayo kita makan , bibi sudah masakan makanan kesukaan non , " ucap bi murni dan membawa kirana ke meja makan ,


kirana hanya menurut saja , dia harus makan , walaupun selera makannya sudah hilang karna drama pagi ini , tapi kirana tak mau egois , biar bagaimanapun bayinya butuh asupan ,


dengan keadaan sedih terpaksa kirana makan , bi murni dan bi inem hanya menatap iba pada kirana tanpa berbuat apa -apa .


" kasihan non kirana " batin bi murni sedih ,


🌼.....🌼

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2