ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
84.


__ADS_3

Pagi mulai menyambut , suara burung saling bersahutan ,


revan terbangun dari tidurnya karna merasakan dingin di dahinya ,


" ngapain kamu masih di sini , " bentak revan , dan langsung membuang kain yg di pakaikan untuk mengompres dahinya ,


" mas , aku hanya ingin merawatmu , semalam kamu demam , " ucap kirana ,


semalam kirana tidak bisa tidur mendengar revan yg terus mengigau , dan revan juga terlihat demam ,


" saya tidak butuh di rawat olehmu , pergilah , saya tidak ingin melihatmu lagi , " usir revan mengalihkan pandangannya ,


" mas , " panggil kirana ,


" apa kamu , ahhhh , " ucap revan terhenti , menahan sakit di kepalanya saat akan bangun ,


" mas , ijinkan aku merawatmu , setelah sembuh aku akan pergi , " ucap kirana pasrah , walaupun hatinya begitu sakit ,


revan hanya diam , melihat perlakuan kirana padanya , ada rasa sedih di hatinya , mengingat perlakuannya pada kirana , tapi lagi - lagi kebencian seakan menguasai dirinya ,


" mas ayo makan dulu , dari semalam mas belum makan , " ucap kirana , memasukan bubur di mulut revan ,


revan hanya bisa menurut , saat ini dia tidak bisa berbuat apa - apa , bahkan marah sekalipun tak bisa ,


tak berapa lama ketukan pintu dari luar terdengar ,

__ADS_1


tok , tokk , tokkk ,


" permisi tuan , nona , dokter adrian sudah datang , " ucap bi inem ,


" ya sudah bi , suruh dia kesini , " jawab kirana ,


revan menatap tajam pada kirana , dan tak lama adrian masuk ,


" dokter , , " ucap kirana


" ngapain lo kemari , " tanya revan menatap tajam pada adrian ,


" van , lo lagi sakit , jadi gue nggak ingin berdebat dengan lo sekarang , " jawab adrian dan langsung memeriksa revan tanpa minta persetujuannya ,


adrian mulai memeriksa revan , dia tak perduli umpatan yg terus di ucapkan revan ,


" baik dok , " ucap kirana ,


" kirana bisakah kamu membuatkan minum , " tanya adrian , beralasan agar kirana meninggalkan mereka berdua ,


kirana berlalu pergi meninggalkan revan dan adrian , rasanya kirana juga merasa kalau revan punya masalah dengan adrian , karna kedatangan adrian tadi membuat revan berubah ,


" van , gue minta maaf , gue akui gue salah karna nggak bisa menyelamatkan tante diana , tapi asal lo tau , gue juga terpukul dengan semua ini , gue merasa , gue dokter paling bodoh di dunia ini , karna nggak bisa menyelamatkan orang yg gue sayangi , " ucap adrian , kini wajahnya terlihat sendu , sementara revan hanya diam saja ,


" van , gue tau ini semua salah gue , lo pantas benci gue , lo pantas mecat gue , bahkan kalau lo nggak ingin melihat gue , gue janji nggak akan muncul di hadapan lo lagi , tapi gue mohon lo jangan putuskan persahabatan kita , karna sampai kapanpun lo tetap menjadi sahabat gue selamanya , " ucap adrian panjang lebar , kali ini dia uda pasrah , mungkin revan tak akan pernah memaafkannya ,

__ADS_1


" gue harap lo cepat sembuh , dan mungkin gue akan pergi dan tak akan kembali lagi , tapi satu hal yg lo harus ingat , sampai kapanpun lo tetap menjadi sahabat terbaik buat gue , " ucap adrian , dan berlalu pergi ,


revan hanya menatap kepergiaan adrian tanpa menahannya , entah kenapa hatinya juga sakit melihat sang sahabat pergi dengan air mata yg mengalir di pipinya , tapi itulah revan keegoisan dan kebencian menutupi mata hatinya ,


" dokter ini " ucap kirana , dia sudah membawa minuman untuk adrian ,


adrian tak menjawab panggilan kirana , dia tetap berlalu pergi , kali ini adrian sudah bertekad akan pergi dari hidup revan , tapi di dalam hatinya akan terus ada nama revan yg menjadi sahabatnya ,


kirana bingung melihat adrian yg menangis , baru kali ini dia melihat sosok adrian yg begitu rapuh ,


" ada apa dengan dokter adrian , " gumam kirana ,


kirana masuk menemui revan , dan membawakan obat yg sudah di belinya di apotik ,


" mas , ini obatnya di minum dulu , " ucap kirana memberikan obat ,


" keluarlah saya ingin sendiri , " ucap revan , menyuruh kirana pergi ,


" tapi mas , kamu harus minum dulu obatnya , biar demamnya turun , " ucap kirana memaksa ,


" apa kamu tuli , saya bilang keluar , kamu bukan istriku lagi , saya tidak ingin melihatmu di kamar ini ataupun di rumah ini , " ucap revan emosi ,


kirana berlalu pergi , kata - kata revan begitu menyakiti hatinya , dengan deraian air mata kirana masuk kekamarnya ,


" hikss , ternyata kamu sudah tak menganngap aku istrimu lagi mas , " ucap kirana menangis ,

__ADS_1


🌼....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2