ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
41


__ADS_3

Kirana menunduk dengan deraian air mata , kata - kata revan membuatnya tak dapat menahan air mata yg lolos membasahi wajah cantiknya , kali ini kirana tak dapat menahannya lagi ,


rasa kesal , dan kecewa , telah menyelimuti hati kirana , dengan rasa marah , kirana memberanikan diri memandang revan yg menatap dirinya dengan tajam ,


" cukup revan , cukup , " hardik kirana dengan kasar , dia tak memanggil dengan sebutan tuan lagi , air mata masih membanjiri pipi mulusnya ,


" hikss , cukup , selama ini aku sabar menghadapi sikap kasarmu , aku bisa terima jika kamu terus menyiksaku , bahkan kamu mengatakan aku wanita pembawa sialpun aku terima , tapi aku tidak bisa terima kalau kamu menghina keluargaku , hikss , " ucap kirana mengeluarkan semua beban di hatinya , di iringi dengan tangisan ,


" kamu bisa memarahiku , menyiksaku , tapi jangan bawa nama keluargaku dalam hubungan kita , mereka tak ada hubungannya dengan semua ini , hiks , hikss , " ucap kirana membentak sambil terisak , membuat revan naik pitam ,


plak ,


revan menampar wajah kirana , dengan kasar , wajah revan begitu merah padam ,


" apa sekarang kamu juga di ajarkan oleh orang tuamu untuk bicara kasar padaku , apa hak kamu untuk melawanku , " ucap revan dengan nada marah , karna tidak terima dengan ucapan kirana ,


" apa kamu mau , aku membuat seluruh keluargamu meninggalkanmu , apa kamu lupa kirana , bahkan bapak kamu tega menukar dirimu dengan perusahaannya , " ucap revan mengingatkan ,


"apa kamu lupa , bahkan sekarang ibu tirimu yg gila harta itu membencimu , apa kamu pikir ibu tirimu itu , tak akan meninggalkan bapakmu setelah dia miskin , ingat kirana , jangan pernah mencoba untuk melawanku , karna nasib keluargamu ada di tanganku , " ucap revan yg masih marah , seakan kata - katanya sebuah ancaman bagi kirana ,

__ADS_1


"aku bisa saja membuat keluargamu hancur , bahkan membuatnya miskin , jadi jangan coba - coba untuk melawanku kalau kamu masih sayang sama keluargamu , dan satu lagi , nasib keluargamu tergantung kelakuanmu , " ucap revan tajam , meninggalkan kirana yg diam mematung dengan deraian air mata ,


💮 ....💮


Revan yg masih di rasuki amarah , langsung menelfon seseorang ,


" tarik semua saham di perusahaan xxx , dan semua yg bekerja sama dengannya batalkan , " ucap revan tegas menelfon seseorang ,


" kirana lihat saja , apa yg bisa aku lakukan untuk menghancurkan keluagamu , " batin revan tersenyum licik ,


sementara di kamar , kirana menangis , menahan marah , sakit yg menusuk hatinya ,


Kirana terdiam sejenak mengingat kata - kata revan , " ingat kirana nasib kelurgamu tergantung kelakuanmu , " kata itu selalu menari - nari di pikirannya , kirana tidak bisa berbuat apa lagi ,


" enggak , aku harus menyelamatkan keluargaku , karna revan tidak segan - segan untuk menghancurkannya , aku harus sabar menghadapinya , " ucap kirana , yg terus berpikir ,


💮 ....💮


Sementara di tempat lain ,

__ADS_1


pak iwan begitu kaget mendengar kabar dari asistennya , kalau seluruh asetnya di sita bahkan semua kolega membatalkan kerjasamanya ,


" pah , apa yg harus kita lakukan sekarang , revan menyita semuanya , bahkan sebentar lagi rumah ini juga akan di ambilnya , apa yg harus kita lakukan , mama nggak mau jadi gelandangan pah , " ucap ibu mirna marah ,


" aduh mah , apa mama bisa diam , papa juga lagi pusing ini , kalau mama terus mengomel , kepala papa bisa pecah , " ucap pak iwan frustasi ,


" bagaiman mama bisa diam , mama benar - benar nggak nyangka , nasib kita akan begini , dan papa , lihatlah hasil dari menantu pilihan papa , yg ternyata menghancurkan kita , apa kirana tidak tau apa yg suaminya lakukan , dasar anak itu memang tak bisa di harap , " ucap ibu mirna yg terus mengomel tiada henti , membuat pak iwan tambah pusing ,


lisa hanya diam saja , melihat perdebatan pak iwan dan ibu mirna , dia juga tak tau harus melakukan apa ,


" untung saja bukan aku yg menikah dengan lelaki kejam itu , ternyata ketampanannya tidak bisa menjamin , " batin lisa berpikir legah ,


sementara pak iwan terlihat terus berpikir ,


" besok aku harus menemui revan , " batin pak iwan , mengingat perusahaannya ,


.🌼..🌼


Maaf kurang memuaskan 🙏

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2