ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
63


__ADS_3

Pagi hari , suara burung mulai bersahutan , menyambut pagi yg cerah ini , secerah perasaan revan saat ini ,


" rana , " panggil revan di dalam kamar ,


kirana yg mendengar suara revan langsung bergegas ke kamar ,


" iya mas , " ucap kirana menghampiri ,


" pasangkan dasiku , aku ingin hari ini istriku yg cantik ini yg akan mengerjakan semuanya , " ucap revan tersenyum ,


kirana merasa bingung dengan sikap revan , entah kenapa akhir - akhir ini , revan begitu berbeda , tapi walaupun begitu , kirana tetap menyukainya ,


" apa aku nggak salah dengar , kenapa tiba - tiba dia menyuruh aku , bukannya dia selalu mengerjakannya sendiri , " batin kirana ,


" rana sayang , " panggil revan , yg melihat kirana diam , dan mulai mendekat pada kirana ,


" a , i ,iya mas , maaf aku , aku , " ucap kirana yg gugup ,


" pasangkan dasiku ranaku , " ucap revan lagi yg membuat kirana bungkam tak dapat mengucapkan kata - kata ,


pagi ini , revan sangat senang membuat kirana jadi salah tingkah , raut wajah bingung kirana membuat revan senang melihatnya ,


kirana memasang dasi dengan tangan gemetar , karna revan terus menatapnya sambil tersenyum , sebenarnya kirana bisa memasang dasi , diakan waktu sekolah selalu lengkap dan rapi , kirana kan anak pintar dan teladan , tapi jika berhadapan dengan revan semuanya jadi tak bisa , yg gampang menjadi susah ,


revan sengaja terus menatap kirana , agar kirana mengulang berkali - kali memasang dasi , revan sangat menyukainya jika kirana mengulang - ulang memasangnya , rasanya ingin selalu memandang wajah kirana dengan dekat , tanpa mengalihkan pandangannya , kalau kirana jangan di tanya lagi , dia merasa kesal , karna revan seakan mengerjainya , yg terus menatapnya sambil tersenyum , membuatnya gugup , dan harus ekstra bisa mengendalikan kegugupannya ,


setelah lama bergelut dengan memasang dasi , akhirnya kirana bisa bernapas legah karna sudah berhasil memasangnya ,


" m , mas , dasinya sudah , " belum sempat mengucapkan kata - katanya , revan sudah mulai nyosor saja ,


cup


kirana terkejut , revan menciumnya , revan benar - benar membuat kirana tak berkutik , belum hilang kegugupannya akibat masang dasi pagi ini , revan menambah lagi kegugupannya , melihat kirana diam menatapnya membuat revan tak menyiakan kesempatan , diapun semakin mendekatkan wajahnya dan


cup ,

__ADS_1


ciuman yg begitu lama , membuat kirana hanya bisa diam , mengontrol jantung yg sedari tadi ingin keluar , kirana menutup mata , tidak menolak ataupun membalas , melihat revan mulai mencium bibirnya dengan sangat lama ,


kirana mencoba mengatur napasnya yg mulai kehabisan akibat ulah revan , revan memberikan kesempatan untuk kirana mengambil napas sebelum menciumnya lagi , setelah di rasa cukup , revan mulai lagi mencium kirana ,


entah kenapa kirana tak menolak sedikitpun , malah dia terlihat begitu menikmati dan mulai membalasnya , ciuman yg awalnya sebagai ciuman terima kasih , kini berubah menjadi ciuman yg panas , bahkan rasanya semakin membara , ciuman itu semakin lama semakin menuntut ,


tanpa di sadari , kirana mengalungkan tangannya di leher revan , dan tanpa sadar kini mereka sudah di atas tempat tidur , ciuman revan yg panas itu , membuat si bocil yg sudah lama bersemedi kini mulai memberontak ingin keluar dari tempat bersemayamnya selama ini ,


revan tak bisa mengendalikannya lagi , ciuman yg panas itu berubah menjadi ciuman yg bernafsu ,


revan mulai turun menjelajahi leher kirana yg putih , mulus , dan bersih tanpa luka sedikitpun , bahkan ini kali pertama revan melakukan penjelajahannya di area itu , sama melda saja , revan tak pernah melakukannya , paling hanya sekedar ciuman , walaupun pernah sekali melda memancing nafsunya , hampir saja hilang kendali , tapi secepatnya revan dapat menguasai dirinya , sebisa mingkin dia mengendalikannya ,


kirana terus menutup matanya , menikmati sensasi yg belum pernah di rasakannya , tanpa sadar bibir mungil itu mendesah , membuat revan semakin bersemangat dan kehilangan kendali ,


sebagai lelaki normal , suara kirana seolah mengundangnya untuk menuntaskan semuanya , jiwa kelakiannya meronta - ronta ingin di salurkan , si bocil di bawah sana benar - benar tak bisa di tahan lagi , dia memberontak ingin keluar dari tempatnya ,


baju dan dasi yg awalnya rapi , kini sudah terlepas , kancing baju kirana satu persatu mulai di lepaskan , kirana benar - benar tak menyadari itu semua , karna terus menutup mata , dan menikmati pemanasan yg di berikan revan ,


revan terus menjelajahi tak sedikitpun di lewatinya , mulai dari leher , dada , dan turun beralih mencoba meremas si buah kembar , yg selama ini tertutup rapat , oleh pakaian sedikit longgar , melihat buah kembar itu , revan seakan tertantang ingin segra mencicipinya ,


saat revan mulai betah mencicipi buah kembar itu , seketika membuat kirana seperti tersengat aliran listrik saat revan meremas buah itu , kini desahannya bertambah keras , menuntun revan untuk segra memakan buah yg lainnya ,


ponsel berbunyi , membuat revan dan kirana tersadar , kirana terkejut dan merasa malu , karna saat ini , dia lagi di bawah kukuhan revan , dan betapa terkejutnya , saat melihat bajunya sudah berantakan , kancing bajunya satu persatu terlepas , hingga menampakan baju bra berwarna pink , dan juga revan tak kalah samanya , bahkan revan tak memakai baju lagi ,


revan mengumpat kesal , saat mengambil ponselnya , karna hampir saja si bocil berhasil bertemu dengan kimocil , dan betapa murkanya revan saat melihat nama yg tertera di ponselnya , nama wanita yg sangat di bencinya ,


kirana yg sudah terbebas dari kukuhan revan , tak menyiakan kesempatan , segra berlalu pergi dengan perasaan yg tak karuan , rasa malu kini terpampang jelas di wajah cantiknya , apalagi kalau mengingat dia sampai mendesah , tanpa sadar desahannya itu membuat revan terpancing ,


kirana tidak dapat memungkiri kalau revan memperlakukannya dengan sangat lembut , dan diapun juga saat itu benar - benar menginginkan revan ,


sedangkan di dalam kamar revan tak henti - hentinya mengumpat hingga tak menyadari kepergian kirana ,


" aghhh , dasar wanita ular , mau apalagi dia menelfonku , " umpat revan melihat nomor yg menelfonnya ternyata melda ,


" kirana , kamu , " panggil revan melihat di tempat tidur yg ternyata sudah nggak ada kirana lagi ,

__ADS_1


" kemana kirana , aghh , aku benar - benar bodoh , kenapa bisa aku kehilangan kendali , hampir saja aku melakukannya , " gumam revan memukul pelan kepalanya ,


revan bergegas ke kantor tanpa pamit pada kirana , dia ingin menentralkan perasaannya yg mulai kehilangan kendali akibat pagi ini , sedangkan kirana di dalam kamar benar - benar syok melihat leher , serta dada bahkan si buah kembar yg penuh dengan tanda tangan revan ,


" mau taroh di mana mukaku ini saat bertemu mas revan nanti , aghhh , " gumam kirana mencoba menghapus bekas kissmark revan ,


💮.....💮


Di apartemen ,


kedua sejoli yg baru saja melakukan malam panjang , entah jam berapa mereka tertidur , sampai tak menyadari pagi sudah menyambut ,


farel sangat menikmati malam panjangnya bersama ayu , dia tak menyiakan kesempatan , bahkan benar - benar tak memberi kesempatan untuk ayu tidur walaupun cuma sebentar ,


ayu menggeliat merasakan seluruh badannya yg sakit akibat semalam , dan melihat seorang lelaki tampan di sampingnya sedang tertidur pulas , lelaki yg telah menghabiskan malam panjangnya , sekaligus lelaki pertama yg mengambil kehormatannya ,


memorinya ayu mulai merekam setiap kejadian yg di alaminya bersama farel , mulai di bar hingga sampai berada di kamar farel ,


" hikss , aku sekarang sudah kotor , masa depanku hancur , bahkan tak ada lagi lelaki yg mau denganku , hikss , " tangis ayu meratapi semua yg yerjadi , penyesalan datangnya terakhir , walupun farel melakukannya dengan sangat hati - hati , dan ayu mengakui sangat menikmatinya karna ini yg pertama baginya , tapi farel lelaki itu benar - benar tak memberinya jeda untuk sekedar istrahat ,


ayu terus menangis , suara tangisannya membangunkan farel dari mimpi indahnya ,


" maafkan aku , " ucap farel yg melihat ayu menangis ,


ayu terkejut melihat farel yg sudah bangun , dan ayu segra bangun untuk bergegas ke kamar mandi , tapi sayang ,


" aww , " ringis ayu yg hendak berdiri ,


adegan semalam membuatnya tak bisa menahan sakit , mungkin untuk sekedar berdiri ataupun jalan dia butuh bantuan ,


farel mengerti apa yg di rasakan ayu saat ini , tanpa menunggu jawaban ayu , farel langsung saja mengangkat ayu , dan membawanya ke kamar mandi ,


ayu benar - benar terkejut , tak dapat menyembunyikan raut wajah memerah menahan malu , setelah sampai di kamar mandi , farel langsung memasukan ayu ke bath up dan mengisi air , tak lupa membubuhkan sabun aroma bunga lili ,


ayu hanya diam melihat farel melakukan semuanya , setelah di rasa cukup , farel langsung keluar dari kamar mandi meninggalkan ayu untuk membersihkan badannya ,

__ADS_1


🌼....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2