ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
32


__ADS_3

Seorang wanita baru baya , sedang marah tanpa henti , karna tiba - tiba pihak rumah sakit memberhentikan pengobatan suaminya , dan lebih parah lagi , mereka harus keluar dari rumah sakit itu , tanpa alasan , dan juga harus membayar biaya rumah sakit yg begitu mahal ,


" aghhh , kenapa bisa seperti ini , punya menantu orang kaya tapi pelit , tega sekali mengusir mertuanya sendiri dari rumah sakit miliknya , " geram ibu mirna , saat seorang perawat menyuruhnya keluar dari ruangan ,


" kirana juga , apa dia sebodoh itu membuat revan murka , hingga membuat mertuanya sendiri pergi dari rumah sakit ini, " ucapnya lagi masih dengan nada marah ,


bi mirna tiada henti berteriak dan marah namun karyawan rumah sakit tak ada yg mau menghiraukan omongannya ,


" hey kalian semua , apa kalian nggak tau , yg kalian usir ini adalah mertua dari pemilik rumah sakit ini , " teriak bu mirna , karna tak terima dirinya di usir secara paksa , apalagi kondisi pak iwan saat ini belum terlalu sembuh , berjalanpun harus memakai kursi roda ,


selama seminggu , kirana belum pernah menemui pak iwan di rumah sakit , yg membuat ibu mirna menjadi marah , apalagi dengan keadaan seperti ini , nomor kirana sudah nggak aktif ,


" kalian lihat saja , aku akan menyuruh revan untuk memecat kalian semua yg berani mengusir saya dari sini , " ucap ibu mirna dengan nada emosi ,


para perawat hanya bisa tertawa melihat bi mirna yg terus teriak di depan , dan tak menghiraukannya ,


" maaf nyonya apa anda tidak tau , sebenarnya tuan revanlah yg menyuruh kami untuk mengusir anda nyonya , " jawab salah satu perawat wanita ,


" tuan revan yg anda anggap sebagai menantu itulah yg memerintahkan kami , jadi mohon anda pergi sebelum kami bertindak , " ucap seorang perawat pria menimpali , dan satu lagi nyonya , panggilah pemilik rumah sakit ini dengan sebutan tuan, " ucapnya lagi ,


ibu mirna begitu kaget , mendengar pernyataan perawat pria itu , dipun pergi dengan perasaan marah ,


💮...💮


Revan menggunakan pesawat pribadinya , karna untuk kenyaman dirinya dan ibu diana , ,


" van , gue langsung ke rumah sakit , tadi gue uda hubungi pak dion , dia dokter yg akan menangani tante diana , " ucap adrian menjelaskan ,


" ok makasih ya iyan , " ucap revan ,

__ADS_1


" sama - sama bro , ini sudah kewajiban gue , " jawab adrian membanggakan diri ,


" oy , yg gue perintahkan apa lo uda kerjakan , " tanya revan penuh selidik ,


" uda , tapi jujur gue masih penasaran dan untuk masalah ini , gue masih butuh penjelasan lo , " jawab adrian yg ingin tau alasan revan melakukan ini semua ,


revan hanya menjawab hmmm saja , pasalnya dia malas membahas tentang kirana ,


" van gue duluan , " ucap adrian dan melirik farel ,


" rel , cepat pulang lo , entar rel lo putus , karna nggak ada pegangan , " pamit adrian tertawa , farel begitu geram mendengar ejekan adrian , ucapan adrian hanya istilah untuk farel , artinya ya hanya farel yg tau ,


adrianpun pergi , tinggalah farel dan revan , kalau melda jangan tanya lagi , wanita itu pergi mengangkat telfon , entah siapa yg menelfonnya ,


" van , parah lo , napa nggak pernah bilang kalau di rumah lo ada bidadari , " ucap farel , seakan menghakimi ,


" maksud lo , " tanya revan penuh selidik ,


" tapi walaupun pembantu , gue sih mau saja , lumayan lah , buat kesenangan , sepertinya dia juga masih ting - ting gitu , " ucap farel lagi , kali ini revan terlihat marah , wajahnya menatap tajam seolah ingin melahap habis mangsanya ,


farel hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar , aura dingin dan tatapan revan seakan membunuhnya ,


" bro gue , , gue duluan ya , " pamit farel dengan tergesa - gesa meninggalkan revan ,


revan hanya diam , masih dengan tatapan dingin , melihat tingkah sahabatnya itu yg berlari , seakan ada yg mengejar , entah kenapa mendengar farel memuji kirana membuatnya tak suka ,


revan menghampiri melda yg sedari tadi menelfon , entah siapa temannya bicara di telfon saat ini ,


" iya sayang , pasti , mana mungkin aku mengingkari janjiku , " jawab melda yg sedang menelfon ,

__ADS_1


"sayang ayo kita pergi , " ajak revan , membuat melda kaget , karna revan datang tiba - tiba di belakangnya ,


" astaga , apa revan mendengar ucapanku tadi , semoga saja tidak , " batin melda gelisah ,


melda hanya diam dengan pikiran yg masih bertanya - tanya ,


" sayang , apa kamu baik - baik saja , " tanya revan bingung , sambil memegang tangan melda ,


" a , iya sayang , aku baik - baik saja , " jawab melda gugup ,


" syuklah sepertinya revan tak mendengarnya , " batin melda legah ,


" ayo sayang , pesawatnya akan terbang , kasian ibu di sana menunggu , " ajak revan ,


" umm , ini sayang , maaf , kayaknya aku nggak bisa ikut , soalnya , tiba - tiba ada pesanan gaun di butik mommy , " bohong melda , agar tidak ikut , karna ingin menemui sang penelfon ,


mendengar itu , revan hanya diam , ada rasa sedih di hatinya , pasalnya sampai di singapura , dia ingin memberikan kejutan untuk sang kekasih ,


" sayang , sekali lagi , aku minta maaf ya , apa kamu nggak keberatan sayangku , " tanya melda bergelut manja ,


" iya sayang , nggak apa - apa , " jawab revan tersenyum , walaupun hatinya kecewa ,


revan begitu percaya pada melda , cinta melda benar - benar membuatnya buta ,


akhirnya revanpun pergi dengan rasa kecewa , niat ingin bermesraan di dalam pesawat bersama melda , harus gagal ,


revan ingin menjadikan melda , sebagai orang yg pertama yg menaiki pesawat pribadinya , dan ingin merayakan anniversary mereka , tapi sayangnya melda lebih memilih pergi , dengan perasaan senang menemui sang kekasih , yg tak lain adalah martin ,


" maaf sayangku revan , aku lebih menginkan martin dari pada dirimu , " batin melda tersenyum senang ,

__ADS_1


🌼.....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2