
Di dalam mobil revan begitu senang , tersenyum hingga tak menyadari sepasang mata sedang mentapnya , ya siapa lagi kalau bukan pak deden ,
pak deden begitu bingung , tapi sedikit senang juga , melihat wajah tuannya yg tersenyum , tak seperti biasanya ,
" tuan revan begitu senang pasti karna kedatangan nona melda tadi , tapi ko tadi nona melda keluar dengan wajah yg terlihat kesal , ahh , sudahlah bos mah bebas , " batin pak deden ,
sementara di tempat lain , farel mendatangi kediaman adrian , setelah ke rumah sakit tadi tak mendapati keberadaan adrian di sana , membuat farel semakin penasaran ,
" bi , adriannya ada , " tanya farel pada salah satu pembantu adrian ,
" oh , den adriannya ada , silahkan masuk , " ucap si pembantu yg bernama bi siti
bi siti menghampiri adrian di kamarnya ,
tok , tok ,tok ,
" den adrian ada tamu di luar , " ucap bi siti ,
" siapa bi , " tanya adrian di dalam kamar ,
" den farel , " jawab bi siti ,
" ngapain farel datang pagi - pagi begini , " gumam adrian ,
" ya uda , bibi bikinkan teh , nanti aku keluar sebentar , " ucap adrian , dan bi siti langsung pergi ke dapur untuk membuat teh ,
__ADS_1
adrian keluar menemui farel dengan wajah penasaran ,
" lo ngapain datang pagi - pagi ke rumah gue , " tanya adrian , duduk di hadapan farel ,
" gue langsung saja yan , sebenarnya lo ada masalah apa sama revan , " tanya farel to the point ,
adrian diam tak menjawab , sebenarnya dia juga nggak tau harus mulai dari mana untuk menjelaskan , melihat adrian yg diam saja , membuat farel menjadi tambah penasaran ,
" sejak kapam lo mulai kepo urusan gue sama revan , bukannya lo sibuk dengan wanita - wanita lo , " tanya adrian mengalihkan pembicaraan ,
farel memincingkan matanya menatap adrian ,
" lo nggak usa alihkan pembicaraan , " jawab farel ,
" lo nggak usa bohong yan , gue tau lo ada masalah dengan revan , tadi gue ke rumah sakit , kata susternya lo uda satu minggu nggak ke sana , sebenarnya apa sih masalah lo , , " ucap farel , karna tak percaya jawaban adrian ,
adrian tak tau harus menjawab apa , hingga bi siti datang membawa teh serta cemilan ,
" silahkan den , " ucap bi siti , menyimpan teh dan cemilan di atas meja ,
" makasih ya bi , " jawab farel , dan langsung meminum tehnya ,
" yan , kita bertiga bukan cuma sekedar sahabat , gue anggap lo dan revan itu sebagai saudara gue , yg tau semua kelakuan gue , cuma lo dan revan , bahkan ortu gue , nggak taua apa yg di lakukan anaknya , jadi kalau ada masalah antara lo dan revan , lo bisa cerita ke gue , itupun kalau lo memang anggap gue sahabat lo , " ucap farel panjang lebar ,
entah mengapa adrian begitu sulit untuk memberitahukan farel , walaupun sebenarnya kata - kata farel itu ada benarnya , mereka bertiga sudah mengetahui masing - masing sifat dan kelakuan ,
__ADS_1
"rel , gue nggak ke rumah sakit , karna ada pekerjaan yg lain , yg di berikan revan ke gue , jadi , " ucap adrian terpotong yg langsung membuat tawa farel pecah , walaupun tawa yg di buat - buat ,
" hahaha , pekerjaan lo bilang , pekerjaan apa , dokter seperti lo ini adalah dokter kepercayaan keluarga wiguna , mana mungkin revan akan memberikan pekerjaan lain di luar pekerjaan lo sebagai dokter , " ucap farel yg mulai meninggikan suara , karna kesal adrian yg tak kunjung menjelaskan ,
" lo nggak usa bohong yan , apa lo tau tadi malam , gue jemput revan di bar reno , dan lo tau , revan mabuk , dan meracau tidak jelas , dan gue sempat mendengar nama lo di sebut , " ucap farel dan langsung membuat adrian terkejut ,
" apa , revan ke bar , dan mabuk , " tanya adrian dengan raut wajah kaget , adrian tau , revan kalau ada masalah pasti melampiaskan ke minuman ,
" hmmm , bukan itu yg mau gue bahas , gue ingin lo ceritakan apa masalah lo sama revan , " tanya farel , menatap adrian dengan tatapan butuh penjelasan , ,
adrian tak bisa menutupi lagi , akhirnya dia mulai menceritakan apa permasalahannya dengan revan , hingga membuatnya tak masuk ke rumah sakit lagi , dan farel begitu terkejut karna adrian dan farel tau , revan selalu mengutamakan ibunya di banding apapun , dan yg paling membuat mereka berdua penasaran , revan seakan menjauh dari melda ,
" begitulah rel , gue akui gue salah , tapi gue lakuin ini demi kebaikan revan , lo tau kan , betapa besarnya cinta revan pada melda , dan lo juga tau kan , gimana hancurnya hati revan saat melda meninggalkannya , dan saat ini , gue nggak tau gimana harus jelaskan keadaan ibu diana , yg harapan hidupnya sangat tipis , " ucap adrian panjang lebar , terlihat raut wajah kesedihan terpancar jelas di wajah tampannya ,
" gue juga nggak tau yan , mau ngomong apa , lo berdua sahabat gue , gue nggak ingin gara - gara masalah ini , persahabatan kita hancur , gue nggak bisa juga menyalahkan lo , dan gue juga nggak mungkin membenarkan revan , soalnya lo tau kan revan anaknya keras , dan revan begitu menyayangi ibu diana , apa lagi hanya ibu diana yg dia punya , " ucap farel , yg masih bingung juga dengan permasalahan kedua sahabatnya ,
" itulah yg gue bingungkan , gue benar - benar nggak tau harus menjelaskan gimana lagi ke revan , berulang kali gue menemuinya tapi revan seakan menghindari gue , dan juga gue menelfonnya tapi tak pernah di angkat , " ucap adrian yg sudah pasrah ,
" lo tenang saja , masalah itu , gue bakalan atur pertemuan lo dan revan , " ucap farel , dengan senyum yg sulit di artikan ,
adrian hanya bisa berharap semoga apa yg akan di rencanakan farel nanti bisa berhasil , dan membuat persahabatan mereka kembali seperti semula , .
🌼...🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak , 😊
__ADS_1