ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
55


__ADS_3

Di dalam mobil revan begitu senang , tersenyum hingga tak menyadari sepasang mata sedang mentapnya , ya siapa lagi kalau bukan pak deden ,


pak deden begitu bingung , tapi sedikit senang juga , melihat wajah tuannya yg tersenyum , tak seperti biasanya ,


" tuan revan begitu senang pasti karna kedatangan nona melda tadi , tapi ko tadi nona melda keluar dengan wajah yg terlihat kesal , ahh , sudahlah bos mah bebas , " batin pak deden ,


sementara di tempat lain , farel mendatangi kediaman adrian , setelah ke rumah sakit tadi tak mendapati keberadaan adrian di sana , membuat farel semakin penasaran ,


" bi , adriannya ada , " tanya farel pada salah satu pembantu adrian ,


" oh , den adriannya ada , silahkan masuk , " ucap si pembantu yg bernama bi siti


bi siti menghampiri adrian di kamarnya ,


tok , tok ,tok ,


" den adrian ada tamu di luar , " ucap bi siti ,


" siapa bi , " tanya adrian di dalam kamar ,


" den farel , " jawab bi siti ,


" ngapain farel datang pagi - pagi begini , " gumam adrian ,


" ya uda , bibi bikinkan teh , nanti aku keluar sebentar , " ucap adrian , dan bi siti langsung pergi ke dapur untuk membuat teh ,

__ADS_1


adrian keluar menemui farel dengan wajah penasaran ,


" lo ngapain datang pagi - pagi ke rumah gue , " tanya adrian , duduk di hadapan farel ,


" gue langsung saja yan , sebenarnya lo ada masalah apa sama revan , " tanya farel to the point ,


adrian diam tak menjawab , sebenarnya dia juga nggak tau harus mulai dari mana untuk menjelaskan , melihat adrian yg diam saja , membuat farel menjadi tambah penasaran ,


" sejak kapam lo mulai kepo urusan gue sama revan , bukannya lo sibuk dengan wanita - wanita lo , " tanya adrian mengalihkan pembicaraan ,


farel memincingkan matanya menatap adrian ,


" lo nggak usa alihkan pembicaraan , " jawab farel ,


" lo nggak usa bohong yan , gue tau lo ada masalah dengan revan , tadi gue ke rumah sakit , kata susternya lo uda satu minggu nggak ke sana , sebenarnya apa sih masalah lo , , " ucap farel , karna tak percaya jawaban adrian ,


adrian tak tau harus menjawab apa , hingga bi siti datang membawa teh serta cemilan ,


" silahkan den , " ucap bi siti , menyimpan teh dan cemilan di atas meja ,


" makasih ya bi , " jawab farel , dan langsung meminum tehnya ,


" yan , kita bertiga bukan cuma sekedar sahabat , gue anggap lo dan revan itu sebagai saudara gue , yg tau semua kelakuan gue , cuma lo dan revan , bahkan ortu gue , nggak taua apa yg di lakukan anaknya , jadi kalau ada masalah antara lo dan revan , lo bisa cerita ke gue , itupun kalau lo memang anggap gue sahabat lo , " ucap farel panjang lebar ,


entah mengapa adrian begitu sulit untuk memberitahukan farel , walaupun sebenarnya kata - kata farel itu ada benarnya , mereka bertiga sudah mengetahui masing - masing sifat dan kelakuan ,

__ADS_1


"rel , gue nggak ke rumah sakit , karna ada pekerjaan yg lain , yg di berikan revan ke gue , jadi , " ucap adrian terpotong yg langsung membuat tawa farel pecah , walaupun tawa yg di buat - buat ,


" hahaha , pekerjaan lo bilang , pekerjaan apa , dokter seperti lo ini adalah dokter kepercayaan keluarga wiguna , mana mungkin revan akan memberikan pekerjaan lain di luar pekerjaan lo sebagai dokter , " ucap farel yg mulai meninggikan suara , karna kesal adrian yg tak kunjung menjelaskan ,


" lo nggak usa bohong yan , apa lo tau tadi malam , gue jemput revan di bar reno , dan lo tau , revan mabuk , dan meracau tidak jelas , dan gue sempat mendengar nama lo di sebut , " ucap farel dan langsung membuat adrian terkejut ,


" apa , revan ke bar , dan mabuk , " tanya adrian dengan raut wajah kaget , adrian tau , revan kalau ada masalah pasti melampiaskan ke minuman ,


" hmmm , bukan itu yg mau gue bahas , gue ingin lo ceritakan apa masalah lo sama revan , " tanya farel , menatap adrian dengan tatapan butuh penjelasan , ,


adrian tak bisa menutupi lagi , akhirnya dia mulai menceritakan apa permasalahannya dengan revan , hingga membuatnya tak masuk ke rumah sakit lagi , dan farel begitu terkejut karna adrian dan farel tau , revan selalu mengutamakan ibunya di banding apapun , dan yg paling membuat mereka berdua penasaran , revan seakan menjauh dari melda ,


" begitulah rel , gue akui gue salah , tapi gue lakuin ini demi kebaikan revan , lo tau kan , betapa besarnya cinta revan pada melda , dan lo juga tau kan , gimana hancurnya hati revan saat melda meninggalkannya , dan saat ini , gue nggak tau gimana harus jelaskan keadaan ibu diana , yg harapan hidupnya sangat tipis , " ucap adrian panjang lebar , terlihat raut wajah kesedihan terpancar jelas di wajah tampannya ,


" gue juga nggak tau yan , mau ngomong apa , lo berdua sahabat gue , gue nggak ingin gara - gara masalah ini , persahabatan kita hancur , gue nggak bisa juga menyalahkan lo , dan gue juga nggak mungkin membenarkan revan , soalnya lo tau kan revan anaknya keras , dan revan begitu menyayangi ibu diana , apa lagi hanya ibu diana yg dia punya , " ucap farel , yg masih bingung juga dengan permasalahan kedua sahabatnya ,


" itulah yg gue bingungkan , gue benar - benar nggak tau harus menjelaskan gimana lagi ke revan , berulang kali gue menemuinya tapi revan seakan menghindari gue , dan juga gue menelfonnya tapi tak pernah di angkat , " ucap adrian yg sudah pasrah ,


" lo tenang saja , masalah itu , gue bakalan atur pertemuan lo dan revan , " ucap farel , dengan senyum yg sulit di artikan ,


adrian hanya bisa berharap semoga apa yg akan di rencanakan farel nanti bisa berhasil , dan membuat persahabatan mereka kembali seperti semula , .


🌼...🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak , 😊

__ADS_1


__ADS_2