ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
Part 23


__ADS_3

Hiii 😚


aku kangen sama kaleaaaan.


maafkan Author yang beberapa hari ini ga up yaaa🙏☹️


semoga kalian ga marah yaaa😘


dapet peluk cium dari saya deh hehe 😘😘💕💕


semoga kalian sehat terus dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakan yaaa 🙏


siapa yang Rindu Ratih?


apa ada yang Rindu Lily?


atau Rindu Arga?


Ah aku mau harap kalian bisa menempatkan rindu pada tempatnya ya 😂


Sebelum baca cerita ini jangan lupa vote dulu yah biar Authornya semakin rajin Upnya


jangan lupa komen dan like juga yaaaa shayaaang 😘


di tunggu loh...


HAPPY READING 💋💋💋


------------------------------------------


Aku pun tak terlalu ambil pusing dengan kejadian barusan kini urusanku dan urusan mereka berbeda hanya tinggal menunggu keputusan sah bercerai. Aku pun melanjutkan memesan makanan dan menyantap makananku setelah aku selesai aku pun segera mengedarkan pandanganku 'ah ku rasa mereka memutuskan untuk tidak makan di tempat ini setelah kejadian tadi' batinku.


Ting


Tanda ada pesan masuk ke hpku, aku pun segera memeriksa pesan tersebut dan ternyata temanku yang mengirimnya mengingatkan untuk segera datang keperusahaan.

__ADS_1


Aku pun beranjak pergi setelah membayar semua makanan tadi dan mulai menjalankan sepeda motorku menuju perusahaan tempat temanku bekerja.


Tak butuh waktu lama untuk sampai tempat yang ku tuju, setelah sampai aku pun mulai memarkirkan motorku di tempat parkiran yang satpam itu tunjukan.


Perusahaan ini cukup besar dan sangat terpandang di kotaku, semoga saja aku bisa bekerja disini temanku bilang gaji di perusahaan ini lumayan.


Aku pun mulai memasuki lobi perusahaan itu dan menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan temanku itu ya teman kuliahku dulu yang kini sudah menjabat sebagai HRD. Setelah resepsionis tadi menyebutkan lantai dimana temanku berada aku pun mulai menuju lift.


Beberapa saat akhirnya aku sampai di ruangan temanku.


"Ratih kan?" tanya seorang perempuan kepadaku tak lain ia adalah temanku.


"Iya, dan ini..." tanyaku kepadanya dan dia langsung memotong ucapanku.


"Ah aku ini Diana kamu makin cantik aja Tih padahal cuman beberapa tahun kita tak jumpa" aku pun hanya tersenyum mendengar nya Diana masi sama seperti dulu disaat kami sedang kuliah.


"Masih banyak yang aku ingin tanyakan tetapi saat ini bukan waktu yang tepat, mari kita keruanganku untuk membicarakan pekerjaan kebetulan waktunya sudah mendesak bos sudah sangat membutuhkannya"


Ucapnya panjang lebar dan aku pun mengikutinya menuju ruangan di mana ia bekerja. Sesampainya di ruangan dia mulai membicarakan peraturan dan semua hal yang menyangkut perusahaan ini. Sembari melihat beberapa berkas yang aku bawa.


"Tentu aku mau, ini kesempatan bagiku untuk mendapatkan biaya untuk anak-anak" jawabku dengan tersenyum senang.


"Yaudah bentar aku telepon dulu bos ya"


Diana pun menelpon bos nya itu sesaat kemudian dia sudah selesai.


"Bos bilang kamu bisa mulai bekerja besok dan untuk hari ini bos minta kamu untuk datang keruangannya nanti aku antar ya" ucapnya. dan aku hanya mengangguk saja.


Aku pun teramat sangat senang bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah seperti ini dan beruntungnya lagi aku mempunyai teman yang lulus dari universitas yang sama. Jadi bisa membantuku mendapatkan pekerjaan ini, 'aku tak akan melupakan kebaikan hatimu Diana'


batinku.


"Kita jalan sekarang aja yu Tih" ucapnya menyadarkanku dari lamunan.


"Boleh Ana tapi bos kalian baik kan" tanyaku.

__ADS_1


"Baik ko cuman dingin dan cuek aja dia masih single malah yang aku dengar si dia masih mencari teman masa kecilnya jadi dia menolak semua perempuan yang mendekati dia" ucapnya.


Ah syukurlah kalau begitu aku bisa fokus bekerja. Sepanjang jalan aku dan Diana membahas sedikit pekerjaan yang nanti akan aku kerjakan dan membahas si bos itu, aku menjadi penasaran dengan apa yang aku dengar dari diana.


Beberapa lama aku berjalan bersama diana kini aku sudah berada di ruangan bos nya itu.


"Pak ini Ratih yang akan mengisi posisi asisten bapak. dan ini berkasnya" ucap Diana sembari memberikan berkasku kepada bos itu.


Ya memang tampan dengan rahangnya yang gagah serta perawakan nya yang tinggi hanya saja dia memiliki tatapan dingin.


"Terima kasih Diana kamu boleh kembali lagi bekerja dan untuk Ratih bisa tinggal di ruanganku sebentar" ucapnya datar.


Kini hanya ada aku dan bos yang aku belum tau namannya karena aku lupa menanyakan nya pada Diana tadi.


"Ratih, perkenalkan nama saya Rafka Wiraatmadja" ucap laki-laki yang berada di hadapanku.


"Iya Pak" ucapku seramah mungkin.


"Mungkin sudah cukup dari data yang saya baca dan kamu bisa mulai bekerja besok"


"Baik Pak terima kasih apa ada tambahan" tanyaku.


"Kamu hanya menjalankan tugas sebagai sekretari saya"


"Oiya Pak baik jika seperti itu"


"Kamu boleh keluar sekarang"


"Sekali lagi terima kasih Pak Rafka" ucapku mengundutkan diri.


Baru saja aku melangkah beberapa langkah dan sudah membuka pintu ruangan ini Rafka berbicara kembali.


"Ratih. apakah kamu yang selama ini aku cari? apakah kamu ingat dengaku?"


Aku terhenti dan aku memikirkan apa yang Rafka ucapkan, apakah Rafka mengenalku atau apakah Rafka itu teman kecilku dulu tapi aku dengar kabar dia telah pindah ke luar negeri.

__ADS_1


__ADS_2