ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
58


__ADS_3

Sore hari kirana bersantai sambil memandangi kebun tamannya , yg tanamannya subur , senyum kebahagiaan tak pernah henti di wajah cantiknya , kata - kata revan masih terngiang - ngiang di pikirannya , kejadian pagi itu membuatnya yakin kalau revan sudah mulai menganggapnya istri , walaupun kadang sikapnya masih terlihat dingin ,


revan pulang diwaktu yg tak biasanya , entah kenapa sore ini dia ingin cepat pulang menemui kirana , saat masuk di dalam rumah dia tidak mendapati sosok yg di carinya ,


" kemana dia , " gumam revan , mengintari seisi rumah , mencari keberadaan kirana , dan seketika dia tersenyum , dan lansung masuk ke dalam ruangan , dan melihat kirana sedang tersenyum memandangi taman kebunnya ,


ya revan masuk di dalam ruang cctv tempat dia bisa memantau situasi yg terjadi di dalam rumahnya , senyum kirana begitu manis di matanya , tanpa sadar bibir revan terangkat membentuk senyuman kecil ,


" ternyata dia di sana , kenapa aku nggak kepikiran untuk melihat taman kebun itu , sepertinya dia sangat menyukainya " ucap revan masih melihat kirana dalam cctv ,


revan menghampiri kirana yg masih setia memandangi tanamannya , hingga tak menyadari kedatangan revan ,


" ehmmm , " deheman revan membuyarkan pandangan kirana ,


kirana terkejut saat melihat revan yg sudah berada tepat di dekatnya , membuat jantung kirana seketika berpesta ria , melihat kedatangan sang pangeran impian ,


" tu , tuan , ko sudah , " ucap kirana terkejut dan langsung di potong oleh revan ,


" ya , hari ini aku pulang cepat , karna urusan kantor sudah selesai , kenapa , apa kamu nggak suka suamimu ini cepat pulang , " tanya revan menatap lekat kirana , dengan senyum yg mampu menghipnotis siapa saja yg melihatnya , termaksud kirana ,


deg , deg , deg ,


jantung kirana seakan berlari begitu cepat , mendengar kata suami , lagi - lagi ucapan itu membuatnya terkejut , ah benar - benar kirana tak dapat berkata - kata lagi , tapi dalam hatinya merasa sangat senang ,


" ada apa dengannya , apa tadi di luar dia salah makan , atau kepalanya kepentok pintu , kenapa dia semanis ini , walaupun belum mandi , wajahnya masih terlihat tampan , " batin kirana menatap revan dan mulai memujinya ,


revan binggung melihat kirana diam mematung dan terus menatapnya sambil tersenyum ,


" hmmm , kirana , " panggil revan , sontak kirana kaget dan salah tingkah ,

__ADS_1


kirana kaget dan gugup karna sudah ketahuan memandang revan begitu lama , apalagi revan semakin mendekatkan wajahnya ,


" a , i , iya tuan , ma , maaf aku , aku , " ucap kirana , yg tak dapat mengontrol jantungnya , di tambah revan dekat , dekat , dan dekat ke wajahnya ,


cup ,


ucapannya terpotong , dengan ciuman sekilas dari revan ,


kirana membelalak tak percaya , revan menciumnya lagi , entah kenapa revan sangat menyukai kegugupan kirana , saat salah tingkah ,


" itu hukuman karna tak meminta izin padaku , " ucap revan dan berlalu pergi dengan senyum manisnya , sebenarnya revan juga nggak tau , kenapa dia seberani itu mencium kirana apalagi jantungnya juga berdetak tak karuan saat berdekatan dengan kirana ,


" jangan lupa buatkan aku teh , " ucap revan sebelum melangkah jauh meninggalkan kirana yg sedang mematung ,


kirana jangan di tanya lagi , dia benar tak percaya dengan apa yg terjadi dengan revan , karna revan tiba - tiba menciumnya , ya ciuman kedua bagi kirana , tapi tidak untuk revan , ciuman itu bukan ciuman yg kedua lagi , tapi ciuman yg kesekian kalinya ,


kirana hanya memantung , hingga tak sadar revan sudah menghilang dari hadapannya ,


" ada apa denganku , melihat bibirnya , rasanya ingin terus menikmatinya , aghh , " gumam revan sambil memegang bibirnya ,


" tapi bibirnya benar - benar manis , rasanya tak tahan melihat bibirnya yg terus berbicara itu , " ucap revan dan langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri ,


💮 ....💮


Kirana masih berpikir kalau ini hanyalah mimpi , tapi mimpi apa yg bisa di rasakan begitu nyata di depan mata ,


setelah membuat teh , kirana bergegas ke ruang kerja yg biasa revan tempati untuk menghabiskan waktu bekerjanya , dengan perasaan dag , dig , dug , berjalan dengan pelan ,


sebelum masuk menemui sang pemilik hatinya , kirana membuang napas dan menghirupnya lagi , begitu seterusnya , menangatur napas yg mulai tak karuan , di iringi jantung yg tak ada hentinya berlari ,

__ADS_1


" semangat kirana , anggap saja dia pak deden , bukan tuanmu ataupun suami , oke , " batin kirana , menyemangati diri sendiri ,


untung saja revan tak mendengar suara hati kirana yg membandingkan revan dan pak deden , hehehe , kalau dia tau , entah hukuman apa yg akan di dapatkan kirana , anggapan itu merupakan penyemangatnya tanpa melihat revan yg sebenarnya ,


tok , tok , tok ,


" masuk , " ucap revan dari dalam sana ,


kirana masuk ke dalam dengan segelas teh di dalam nampan , pandangannya mencoba menganggap yg di hadapnnya ini pak deden , bukan revan , tapi sayang seberapapun kerasnya menganggap itu bukan revan , semakin dekat pula revan menunjukan rasa perhatiannya , senyumannya , begitu merobohkan asumsi kirana , dan akhirnya kirana yg mulai terhipnotis , mulai tak bisa menahan kegugupannya lagi , kirana yg awalnya menganggap revan sebagai pak deden kini berubah menjadi revan yg nyata di hadapannya , apalagi parfum revan begitu wangi menusuk indra penciumannya ,


" tu , tuan ini tehnya , " ucap kirana gugup menyimpan teh di atas meja dengan tangan gemetar ,


revan hanya tersenyum kecil melihat kegugupan kirana , rasanya ingin membuat kirana berlama - lama di dekatnya ,


kirana yg melihat revan tersenyum , sebisa mungkin menyembunyikan kegugupannya , tak ingin lama - lama di ruangan revan , karna hawa yg di rasakan kirana seakan panas dingin , dan segra memutuskan pergi , tapi tak semudah yg di bayangkan kirana , karna revan lebih cepat dari kirana , alhasil revan sudah berhasil membuat kirana tak bisa kemana - mana , revan mendekati kirana dengan senyum manisnya , sedangkan kirana hanya bisa mengatur nafas , yg seakan tercegat untuk keluar ,


" tu , tuan maaf , a , aku harus ke dapur menyiapkan sarapan , " ucap kirana menunduk , karna revan sudah tepat di hadapannya ,


" kenapa kamu menunduk apa itu caranya seorang istri berbicara dengan suaminya , " tanya revan yg memegang dagu kirana dan menganggakatnya agar bisa melihatnya ,


seketika mata mereka bertemu , dan terkunci , revan semakin medekatkan wajahnya , kirana hanya bisa diam meremas tangannya menjadi kepalan , melihat wajah revan semakin dekat , dan tanpa di duga bibir revan sudah menyatu dengan kirana ,


kirana hanya bisa menutup mata , tanpa membalas , degupan jantung kirana dan revan sama - sama berpacu dengan cepat , kirana hanya diam , revan memiliki cara untuk membuat kirana bisa membalasnya , revan yg awalnya tak mendapat respon dari kirana , semakin memperdalam ciumannya , dan tanpa sadar kirana mulai membalasnya , walaupun masih belum mahir , maklum saja nggak pernah ciuman ,


revan mulai menguasai seluruh area mulut kirana , perlakuan yg lembut yg di tunjukan revan , membuat kirana mulai terbuai menikmati manisnya bibir revan , hingga menyadarkan mereka dengan napas yg sudah hampir kehabisan ,


kirana yg merasa malu karna sudah ketahuan membalas ciuman revan , langsung pergi tanpa mengatakan sepatah katapun , sementara revan hanya tersenyum menatap kepergian kirana , entah kenapa revan sangat menyukai bibir kirana yg sekarang sudah menjadi candu untuknya .


🌼....🌼

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


Selamat menunaikan ibadah puasa , semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT . aamiin .


__ADS_2