ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
77.


__ADS_3

Entah kenapa pagi ini kirana begitu malas , di meja makan dia hanya diam menatap makanan di hadapannya , tak ada niat sedikitpun untuk mencicipinya ,


bi inem bingung melihat kirana yg sedari tadi melamun , entah apa yg di pikirkannya ,


" non , " panggil bi inem , membuyarkan lamunan kirana ,


" eh iya bi , ada apa , " tanya kirana kaget ,


" dari tadi bibi perhatikan non melamun saja , emang apa yg non pikirkan , " tanya bi inem , padahal sebenarnya dia tau , kalau kirana pasti sedang memikirkan revan ,


" nggak ada ko bi , oy , tolong buatkan susu coklat hangat ya , " ucap kirana ,


tak berapa lama , bi inem membawa susu coklat pesanan kirana ,


" ini non , " ucap bi inem menyimpan susu di meja ,


" makasih ya bi , " ucap kirana ,


bi inem hanya tersenyum , sambil melanjutkan pekerjaannya ,


baru saja menghirup aroma susu , kirana sudah mual dan secepatnya berlari ke kamar mandi ,


uekk , uekkk , uekkkk ,


bi inem bingung melihat kirana yg berlari , dan menghampirinya , kawatir terjadi sesuatu pada kirana , tapi dia mendengar kirana muntah - muntah ,


" ya Allah non , wajahnya pucat sekali , " ucap bi inem kawatir ,


kirana diam saja , lagi - lagi dia muntah , entah kenapa pas menghirup aroma susu coklat kesukaannya itu membuatnya mual , perutnya serasa di aduk - aduk dari dalam , dan kepalanya juga terasa pusing ,


bi inem tak dapat berbuat apa - apa , hanya bisa mengelus belakang kirana ,

__ADS_1


" non ayo bibi antar ke kamar , " ajak bi inem , menuntun kirana ke kamar , baru beberapa langkah kirana sudah pingsan dan tak sadarkan diri ,


bi inem panik , terus menggoyangkan badan kirana , tapi kirana tak sadar juga , akhirnya bi inem menelfon adrian ,


sebenarnya adrian enggan datang ke rumah revan , mengingat hubungannya saat ini agak renggan , tapi bi inem memaksanya dan mengatakan revan tak ada di rumah ,


tak berapa lama adrian muncul , dan segra memeriksa kirana , tapi tiba - tiba dahinya mengkerut , dan menatap bi inem dengan tatapan yg sulit di artikan ,


" tuan , gimana keadaannya , " tanya bi inem ,


" dia nggak apa - apa hanya kecapean saja , oy bi apakah kirana sudah menikah , " tanya adrian ,


bi inem bingung mau menjawab apa , masa ia adrian yg menjadi sahabatnya bahkan seperti saudara sendiri tak tau kalau revan sudah menikah ,


baru saja mau jawab , kirana sudah siuman ,


kirana bingung melihat adrian ada di kamarnya , setaunya adrian pergi ke singapura bersama revan ,


" oh , tadi bi inem nelfon , katanya kamu pingsan , " jawab adrian ,


" iya non , tadi non pingsan saat bibi mau antar ke kamar , makanya bibi langsung telfon tuan adrian , " ucap bi inem membenarkan ,


" dokter , bukannya dokter lagi di singapura bersama mas revan , kenapa tiba - tiba ada di sini , " tanya kirana penasaran , setaunya revan bilang dua hari di singapura , dan besok baru pulang ,


adrian bingung mau menjawab apa , tidak mungkin dia menceritakan semua yg terjadi selama di singapura ,


" oh , iya , saya memang ke singapura bersam revan , tapi cepat pulang karna ada urusan , " bohong adrian ,


" kirana boleh saya tanya sesuatu , " tanya adrian mengalihkan pembicaraan , dan


kirana hanya mengangguk saja ,

__ADS_1


" kirana apakah kamu sudah menikah , " tanya adrian , karna setaunya kirana tak pernah bersama lelaki ,


" iya , saya sudah menikah , " jawab kirana , merasa bingung dengan pertanyaan adrian ,


" oh syukrlah , saya kira belum , " ucap adrian legah ,


" emang ada apa dok , " tanya kirana yg masih bingung ,


" kirana , selamat kamu hamil , " ucap adrian ,


" ha , hamil , " ucap kirana yg merasa tak percaya ,


" iya , usia kandunganmu baru menginjak tiga minggu , " ucap adrian tersenyum ,


" alhamdulillah , selamat ya non , " ucap bi inem , memberikan selamat , akhirnya penerus wiguna akan lahir ,


kirana tersenyum , dia juga merasa senang mengetahui dirinya hamil ,


" tapi ingat , usia kehamilan seperti ini sangat rentan , jadi kalau bisa jangan terlalu stres dan perbanyak makan buah , serta minum susu hamil " ucap adrian menjelaskan ,


" iya dok , terimakasih , " ucap kirana ,


" iya sama - sama , " jawab adrian dan berlalu pergi , tak lupa memberikan vitamin untuk kirana ,


kirana tak hentinya tersenyum , rasanya dia sudah nggak sabar menunggu kepulangan revan untuk memberitau kabar bahagia ini ,


" mas , akhirnya kamu akan menjadi ayah , " gumam kirana sambil mengelus perutnya yg masih rata .


.🌼......🌼


Maaf kurang memuaskan 🙏

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😊


__ADS_2