
Entah kenapa pagi ini kirana begitu malas , di meja makan dia hanya diam menatap makanan di hadapannya , tak ada niat sedikitpun untuk mencicipinya ,
bi inem bingung melihat kirana yg sedari tadi melamun , entah apa yg di pikirkannya ,
" non , " panggil bi inem , membuyarkan lamunan kirana ,
" eh iya bi , ada apa , " tanya kirana kaget ,
" dari tadi bibi perhatikan non melamun saja , emang apa yg non pikirkan , " tanya bi inem , padahal sebenarnya dia tau , kalau kirana pasti sedang memikirkan revan ,
" nggak ada ko bi , oy , tolong buatkan susu coklat hangat ya , " ucap kirana ,
tak berapa lama , bi inem membawa susu coklat pesanan kirana ,
" ini non , " ucap bi inem menyimpan susu di meja ,
" makasih ya bi , " ucap kirana ,
bi inem hanya tersenyum , sambil melanjutkan pekerjaannya ,
baru saja menghirup aroma susu , kirana sudah mual dan secepatnya berlari ke kamar mandi ,
uekk , uekkk , uekkkk ,
bi inem bingung melihat kirana yg berlari , dan menghampirinya , kawatir terjadi sesuatu pada kirana , tapi dia mendengar kirana muntah - muntah ,
" ya Allah non , wajahnya pucat sekali , " ucap bi inem kawatir ,
kirana diam saja , lagi - lagi dia muntah , entah kenapa pas menghirup aroma susu coklat kesukaannya itu membuatnya mual , perutnya serasa di aduk - aduk dari dalam , dan kepalanya juga terasa pusing ,
bi inem tak dapat berbuat apa - apa , hanya bisa mengelus belakang kirana ,
__ADS_1
" non ayo bibi antar ke kamar , " ajak bi inem , menuntun kirana ke kamar , baru beberapa langkah kirana sudah pingsan dan tak sadarkan diri ,
bi inem panik , terus menggoyangkan badan kirana , tapi kirana tak sadar juga , akhirnya bi inem menelfon adrian ,
sebenarnya adrian enggan datang ke rumah revan , mengingat hubungannya saat ini agak renggan , tapi bi inem memaksanya dan mengatakan revan tak ada di rumah ,
tak berapa lama adrian muncul , dan segra memeriksa kirana , tapi tiba - tiba dahinya mengkerut , dan menatap bi inem dengan tatapan yg sulit di artikan ,
" tuan , gimana keadaannya , " tanya bi inem ,
" dia nggak apa - apa hanya kecapean saja , oy bi apakah kirana sudah menikah , " tanya adrian ,
bi inem bingung mau menjawab apa , masa ia adrian yg menjadi sahabatnya bahkan seperti saudara sendiri tak tau kalau revan sudah menikah ,
baru saja mau jawab , kirana sudah siuman ,
kirana bingung melihat adrian ada di kamarnya , setaunya adrian pergi ke singapura bersama revan ,
" oh , tadi bi inem nelfon , katanya kamu pingsan , " jawab adrian ,
" iya non , tadi non pingsan saat bibi mau antar ke kamar , makanya bibi langsung telfon tuan adrian , " ucap bi inem membenarkan ,
" dokter , bukannya dokter lagi di singapura bersama mas revan , kenapa tiba - tiba ada di sini , " tanya kirana penasaran , setaunya revan bilang dua hari di singapura , dan besok baru pulang ,
adrian bingung mau menjawab apa , tidak mungkin dia menceritakan semua yg terjadi selama di singapura ,
" oh , iya , saya memang ke singapura bersam revan , tapi cepat pulang karna ada urusan , " bohong adrian ,
" kirana boleh saya tanya sesuatu , " tanya adrian mengalihkan pembicaraan , dan
kirana hanya mengangguk saja ,
__ADS_1
" kirana apakah kamu sudah menikah , " tanya adrian , karna setaunya kirana tak pernah bersama lelaki ,
" iya , saya sudah menikah , " jawab kirana , merasa bingung dengan pertanyaan adrian ,
" oh syukrlah , saya kira belum , " ucap adrian legah ,
" emang ada apa dok , " tanya kirana yg masih bingung ,
" kirana , selamat kamu hamil , " ucap adrian ,
" ha , hamil , " ucap kirana yg merasa tak percaya ,
" iya , usia kandunganmu baru menginjak tiga minggu , " ucap adrian tersenyum ,
" alhamdulillah , selamat ya non , " ucap bi inem , memberikan selamat , akhirnya penerus wiguna akan lahir ,
kirana tersenyum , dia juga merasa senang mengetahui dirinya hamil ,
" tapi ingat , usia kehamilan seperti ini sangat rentan , jadi kalau bisa jangan terlalu stres dan perbanyak makan buah , serta minum susu hamil " ucap adrian menjelaskan ,
" iya dok , terimakasih , " ucap kirana ,
" iya sama - sama , " jawab adrian dan berlalu pergi , tak lupa memberikan vitamin untuk kirana ,
kirana tak hentinya tersenyum , rasanya dia sudah nggak sabar menunggu kepulangan revan untuk memberitau kabar bahagia ini ,
" mas , akhirnya kamu akan menjadi ayah , " gumam kirana sambil mengelus perutnya yg masih rata .
.🌼......🌼
Maaf kurang memuaskan 🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😊