
Kirana tak hentinya memikirkan revan yg tak kunjung pulang , lelah menunggu akhirnya dia tertidur , pagi hari seperti biasa kirana sudah berada di kamar mandi , rutinitas pagi bumil itu hanya muntah saja ,
revan memasuki kamar bersamaan dengan keluarnya kirana dari kamar mandi ,
kirana terkejut melihat revan , sosok lelaki yg sangat dia rindukan ,
" hikss , mas , aku merindukanmu , kenapa kamu tidak memberi kabar , aku sangat merindukanmu mas , " tangis kirana memeluk erat , rindunya teramat dalam ,
revan hanya mematung tanpa ekspresi , ingin menolak , tapi hatinya berkata lain , pelukan ini juga sangat dia rindukan , tapi ingatannya terlintas kembali dengan kejadian di singapura membuatnya melepaskan pelukan kirana dengan kasar ,
kirana terkejut pelukannya di lepas , ingin protes tapi revan sudah berlalu ke kamar mandi , ada rasa sedih menyelimuti hatinya , tapi sebisa mungkin dia tak hiraukan , mungkin saja revan banyak masalah di kantor , atau juga dia mungkin kecapean , itu pikiran kirana saat ini ,
kirana menyiapkan pakaian untuk revan , dan menyiapkan makanan untuknya ,
revan turun dari tangga , dan di sana kirana sudah menunggu di meja makan , , kirana mencoba untuk memanggil sekedar mengajak makan ,
" mas , ayo kita makan , " ajak kirana ,
revan hanya diam , dan berlalu pergi tanpa menghiraukan keberadaan kirana , terselip rasa sedih di hatinya , apalagi revan tak memakai pakaian yg dia siapkan , tapi lagi - lagi di tepisnya , dia masih berpikir kalau revan banyak pekerjaan makanya dia buru - buru ke kantor ,
bi murni dan bi inem memandang satu sama lain , mereka menatap iba pada kirana ,
" non , ayo makan , biar bibi temani , " ajak bi murni ,
" iya non , ayo kita makan , " ucap bi inem menimpali ,
" aku nggak lapar bi , kalian saja yg makan , aku mau ke kamar , " ucap kirana menolak dengan wajah terlihat sedih ,
kirana berdiri hendak meninggalkan meja makan , tapi bi murni menahannya ,
__ADS_1
" non " panggil bi murni , sambil memegang tangannya dan mendudukannya di kursi ,
" non , sekarang kamu tidak sendiri lagi , ingat , ada malaikat kecil di sini yg membutuhkan nutrisi , " ucap bi murni mengingatkan , sambil memegang perut kirana ,
kirana tersadar , apa yg di katakan bi murni memanglah benar ,
" hikss , bi , kenapa mas revan tidak mau menemani aku makan , " tangis kirana ,
" non , mungkin saja tuan revan lagi banyak pekerjaan di kantor makanya dia buru - buru , non sebagai istri harus bisa memakluminya , non kan tau tuan revan pengusaha hebat , dan tentunya pekerjaannya pasti banyak , " ucap bi murni mencoba menenangkan ,
sebenarnya bi murni juga merasa sedih , melihat sikap revan yg begitu tak perduli pada kirana , tapi bi murni juga tak mau menyalahkan revan , karna dia tau bagaimana hancurnya revan saat ini ,
akhirnya mau tak mau kirana makan , walaupun dalam keadaan sedih , di temani bi murni dan bi inem ,
💮.....💮
Revan tak fokus mengerjakan pekerjaannya , walaupun dia merasa benci pada kirana , tapi hatinya begitu merindukan kirana , apalagi melihat wajah kirana tadi pagi yg terlihat sedih saat di abaikan , begitu membuat hatiya sakit ,
" kamu yg membuat ibuku pergi meninggalkanku , tapi kenapa aku sedih di saat hatiku membencimu , ada apa denganku , " ucap revan , terus mengumpat kirana ,
" tu , tuan , " panggil dian tiba - tiba ,
dian terkejut melihat revan yg terlihat berantakan , sedari tadi dian mengetuk pintu tapi revan tak mendengarnya karna sibuk dengan pikirannya , akhirnya dia langsung masuk saja ,
revan menatap dingin pada dian membuat dian menelan ludahnya dengan susah ,
" ada apa , " tanya revan ,
" tu , tuan ada seseorang yg ingin bertemu , " jawab dian gugup , keringat telah membasahi wajahnya , melihat revan dengan ekspresi dingin ,
__ADS_1
" katakan padanya , aku sedang sibuk , " ucap revan ,
dian langsung menutup pintu , tak ingin berlama - lama di ruangan revan ,
" maaf tuan , tuan revan lagi sibuk jadi silahkan anda datang lain waktu , " ucap dian ,
" baiklah , " ucap seseorang yg tak ingin menyebut namanya itu ,
.....
" ada apa lo ngajak gue ketemu , " ucap farel ,
kedua lelaki itu sedang makan di kafe faforit , adrian sengaja mengajak farel bertemu untuk meminta bantuannya ,
adrian mulai menceritakan masalahnya dengan revan , tak lupa dia juga memberitau farel tentang ibu diana ,
farel setia mendengarnya , dia juga merasa sedih kehilangan ibu diana , yg memang dia juga sudah anggap sebagai ibu sendiri , tapi dia tidak terlalu terkejut jika revan terlihat marah , karna begitulah sifat revan , jika ada masalah yg menyangkut orang yg di cintainya , dia akan bersikap dingin , apalagi ini menyangkut ibu diana , wanita yg sangat dia hormati dan cintai , wajar saja sikapnya begitu , apalagi ibu diana meninggalkannya untuk selamanya ,
" gue nggak tau rel , gimana menjelaskan sama revan , gue terima dia pecat gue dari rumah sakit , tapi gue benar - benar nggak terima dia memutuskan persahabatan kita , " ucap adrian , memulai pokok permasalahannya dengan revan ,
" ya , lo tau kan , itulah sifat revan , apalgi menyakut ibu diana , tapi lo tenang saja , gue akan bantu lo , gue juga nggak mau hanya masalah ini persahabatan kita bubar , " ucap farel meyakinkan ,
" maksih rel , gue harap revan mau mengerti , " ucap adrian ,
" ya , semoga saja , " ucap farel ,
adrian senang mendengar ucapan farel , dia percaya farel pasti bisa membantunya seperti dulu , saat dia lagi punya masalah dengan revan , farel lah yg menyatukan mereka kembali ,
" semoga semuanya kembali seperti semula " batin adrian berharap ,
__ADS_1
.🌼.....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak😊