ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
79.


__ADS_3

Kirana tak hentinya memikirkan revan yg tak kunjung pulang , lelah menunggu akhirnya dia tertidur , pagi hari seperti biasa kirana sudah berada di kamar mandi , rutinitas pagi bumil itu hanya muntah saja ,


revan memasuki kamar bersamaan dengan keluarnya kirana dari kamar mandi ,


kirana terkejut melihat revan , sosok lelaki yg sangat dia rindukan ,


" hikss , mas , aku merindukanmu , kenapa kamu tidak memberi kabar , aku sangat merindukanmu mas , " tangis kirana memeluk erat , rindunya teramat dalam ,


revan hanya mematung tanpa ekspresi , ingin menolak , tapi hatinya berkata lain , pelukan ini juga sangat dia rindukan , tapi ingatannya terlintas kembali dengan kejadian di singapura membuatnya melepaskan pelukan kirana dengan kasar ,


kirana terkejut pelukannya di lepas , ingin protes tapi revan sudah berlalu ke kamar mandi , ada rasa sedih menyelimuti hatinya , tapi sebisa mungkin dia tak hiraukan , mungkin saja revan banyak masalah di kantor , atau juga dia mungkin kecapean , itu pikiran kirana saat ini ,


kirana menyiapkan pakaian untuk revan , dan menyiapkan makanan untuknya ,


revan turun dari tangga , dan di sana kirana sudah menunggu di meja makan , , kirana mencoba untuk memanggil sekedar mengajak makan ,


" mas , ayo kita makan , " ajak kirana ,


revan hanya diam , dan berlalu pergi tanpa menghiraukan keberadaan kirana , terselip rasa sedih di hatinya , apalagi revan tak memakai pakaian yg dia siapkan , tapi lagi - lagi di tepisnya , dia masih berpikir kalau revan banyak pekerjaan makanya dia buru - buru ke kantor ,


bi murni dan bi inem memandang satu sama lain , mereka menatap iba pada kirana ,


" non , ayo makan , biar bibi temani , " ajak bi murni ,


" iya non , ayo kita makan , " ucap bi inem menimpali ,


" aku nggak lapar bi , kalian saja yg makan , aku mau ke kamar , " ucap kirana menolak dengan wajah terlihat sedih ,


kirana berdiri hendak meninggalkan meja makan , tapi bi murni menahannya ,

__ADS_1


" non " panggil bi murni , sambil memegang tangannya dan mendudukannya di kursi ,


" non , sekarang kamu tidak sendiri lagi , ingat , ada malaikat kecil di sini yg membutuhkan nutrisi , " ucap bi murni mengingatkan , sambil memegang perut kirana ,


kirana tersadar , apa yg di katakan bi murni memanglah benar ,


" hikss , bi , kenapa mas revan tidak mau menemani aku makan , " tangis kirana ,


" non , mungkin saja tuan revan lagi banyak pekerjaan di kantor makanya dia buru - buru , non sebagai istri harus bisa memakluminya , non kan tau tuan revan pengusaha hebat , dan tentunya pekerjaannya pasti banyak , " ucap bi murni mencoba menenangkan ,


sebenarnya bi murni juga merasa sedih , melihat sikap revan yg begitu tak perduli pada kirana , tapi bi murni juga tak mau menyalahkan revan , karna dia tau bagaimana hancurnya revan saat ini ,


akhirnya mau tak mau kirana makan , walaupun dalam keadaan sedih , di temani bi murni dan bi inem ,


💮.....💮


Revan tak fokus mengerjakan pekerjaannya , walaupun dia merasa benci pada kirana , tapi hatinya begitu merindukan kirana , apalagi melihat wajah kirana tadi pagi yg terlihat sedih saat di abaikan , begitu membuat hatiya sakit ,


" kamu yg membuat ibuku pergi meninggalkanku , tapi kenapa aku sedih di saat hatiku membencimu , ada apa denganku , " ucap revan , terus mengumpat kirana ,


" tu , tuan , " panggil dian tiba - tiba ,


dian terkejut melihat revan yg terlihat berantakan , sedari tadi dian mengetuk pintu tapi revan tak mendengarnya karna sibuk dengan pikirannya , akhirnya dia langsung masuk saja ,


revan menatap dingin pada dian membuat dian menelan ludahnya dengan susah ,


" ada apa , " tanya revan ,


" tu , tuan ada seseorang yg ingin bertemu , " jawab dian gugup , keringat telah membasahi wajahnya , melihat revan dengan ekspresi dingin ,

__ADS_1


" katakan padanya , aku sedang sibuk , " ucap revan ,


dian langsung menutup pintu , tak ingin berlama - lama di ruangan revan ,


" maaf tuan , tuan revan lagi sibuk jadi silahkan anda datang lain waktu , " ucap dian ,


" baiklah , " ucap seseorang yg tak ingin menyebut namanya itu ,


.....


" ada apa lo ngajak gue ketemu , " ucap farel ,


kedua lelaki itu sedang makan di kafe faforit , adrian sengaja mengajak farel bertemu untuk meminta bantuannya ,


adrian mulai menceritakan masalahnya dengan revan , tak lupa dia juga memberitau farel tentang ibu diana ,


farel setia mendengarnya , dia juga merasa sedih kehilangan ibu diana , yg memang dia juga sudah anggap sebagai ibu sendiri , tapi dia tidak terlalu terkejut jika revan terlihat marah , karna begitulah sifat revan , jika ada masalah yg menyangkut orang yg di cintainya , dia akan bersikap dingin , apalagi ini menyangkut ibu diana , wanita yg sangat dia hormati dan cintai , wajar saja sikapnya begitu , apalagi ibu diana meninggalkannya untuk selamanya ,


" gue nggak tau rel , gimana menjelaskan sama revan , gue terima dia pecat gue dari rumah sakit , tapi gue benar - benar nggak terima dia memutuskan persahabatan kita , " ucap adrian , memulai pokok permasalahannya dengan revan ,


" ya , lo tau kan , itulah sifat revan , apalgi menyakut ibu diana , tapi lo tenang saja , gue akan bantu lo , gue juga nggak mau hanya masalah ini persahabatan kita bubar , " ucap farel meyakinkan ,


" maksih rel , gue harap revan mau mengerti , " ucap adrian ,


" ya , semoga saja , " ucap farel ,


adrian senang mendengar ucapan farel , dia percaya farel pasti bisa membantunya seperti dulu , saat dia lagi punya masalah dengan revan , farel lah yg menyatukan mereka kembali ,


" semoga semuanya kembali seperti semula " batin adrian berharap ,

__ADS_1


.🌼.....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak😊


__ADS_2