
Hiii๐
Maaf ya baru up soalnya beberapa hari ini author sibuk ngurusin cowoknya ๐
disini ada yang punya pacar anggota atau suaminya anggota mungkin kalau ada kita satu jurusan ya๐ yap beberapa hari ini author sibuk bulak balik ngurus perlengkapan yang ga sempat dia bawa. jadi mohon di maafkan yaaaaa.๐๐๐
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Author tau kalian baik hati, tidak pelit dan tidak sombong yaa..
ayooo kasi like kasi vote dan komentar kaliaaan๐
Selamat membaca๐
------------
Aku tak bisa begitu saja pulang sebelum Rafka pulang ya begitulah tugas menjadi seorang sekretaris, aku pun menunggu di meja sambil membereskan barang-barangku sekalian menunggu Rafka keluar. Tak lama kemudian dia pun keluar dari balik pintu itu sepertinya keadaannya sudah membaik.
"Siapkan file baru untuk rapat besok, kamu boleh mengerjakannya di rumah" ucapnya dengan datar.
"Baik Pak saya mengerti, ada hal lain?"
"Tidak hanya itu saja, selebihnya kamu boleh pulang sekarang" ucapnya seraja meninggalkan ku sendiri dimeja.
Ya hari pertama bekerja tak terlalu buruk hanya saja aku penasaran dengan obrolan yang Rafka dan Naufal bicarakan di ruangan Rafka tadi, tapi ah yasudah lah aku tak terlalu ambil pusing sekarang yang aku rasakan sedikit kebahagiaan mulai muncul di hati ini ntah kenapa aku merasa lebih lega.
Disaat aku sedang mengendarai motor aku berhenti di salah satu restoran cepat saji karena aku ingin membelikan beberapa makanan kesukaan Yaya Kebetulan ada Sarah juga jadi bisa memakannya bersama di tambah aku belum berbelanja keperluan masak dan isi kulkasku.
Setelah selesai semua aku mulai lanjut menyusuri jalanan sore hari ini, matahari yang menerpa wajahku cukup membuatku hangat karena sepertinya tadi hujan turun. Tak lama kemudian aku sampai di depan pagar rumahku.
'Ah aku lupa sepertinya aku harus mencari seseorang untuk berjaga keamanan disini dan satu seseorang untuk mengurus rumah ini' bathinku seraya turun dari sepeda motorku untuk membuka gerbang yang akan ku lewati.
Aku pun bergegas untukmembawa makanan dan masuk ke dalam.
"Assalamualaikum" ucapku seraya membuka pintu, dan kulihat Sarah, Yaya dan Alya sedang ada di ruang TV.
"Eh kamu udah pulang Tih"ucap Sarah.
"Udah ko, oiya udah pada makan belum? Kalau belum kita makan bareng aku bawa ayam goreng kesukaan Yaya" ucapku seraya memperlihatkan yang aku bawa.
__ADS_1
"Waaaaa mama baik deeeh Yaya mau ma Yaya mau" ucap Yaya girang.
"Sebenernya tadi aku udah masakin buat makan tapi Yaya bilang harus tunggu kamu pulang biar makan bareng yaaaa jadi aku nahan lapar deeeh" ucap Sarah dan cemberut yang di buatnya yang di balas cengiran oleh Yaya.
"Yaudah mama mau mandi sama ganti bajubduku bentar yah abis itu kita makan" ucapku seraya membelai rambut Yaya yang di balas anggukan oleh Yaya.
Aku pun bergegas ke kamar di lantai dua yang masi kosong melompong hanya ada barang yang di kasih oleh pemilik rumah ini mungkin nanti jika aku luang aku akan membawa Yaya dan Alya juga Sarat untuk berbelanja keperluan sedikit demi sedikit. Sarah bilang tadi barang Yaya dan Alya sudah di bereskan olehnya karena barang mereka hanya sedikit.
Setelah aku selesai aku pun turun ke bawah dan ternyata mereka udah siap-siap makan malam, kami pun makan malam bersama dengan tenang.
Di tengah makan malam Sarah pun bertanya kepadaku Apa yang terjadi hari ini aku pun menceritakan semua kejadian hari ini termasuk disaat Rafka pingsan di kantornya.
Malam ini aku tidur bersama Yaya dan Sarah bersama Alya, ah sepertinya Alya mulai biasa dengan Sarah aku cukup bersyukur atas hal itu, aku pun memilih untuk istirahat setelah file besok yang di pinta Rafka selesai.
Malam ini aku tertidur dengan tenang bersama kebiasaan-kebiasaan baruku.
------------------------
Satu minggu kemudian....
Tak terasa aku sudah bekerja selama satu minggu di perusahaan Rafka dan alhamdulillah Rafka sudah mulai terbiasa tak sekaku pertama kali aku bekerja.
Sekarang saatnya aku istirahat bersiap untuk menghadapi hari esok, tetapi lagi lagi mataku tak bisa terpejam beberapa kenangan bersama Mas Arga selama delapan tahun berputar di bayanganku mulai dari dia berjanji kepada orang tuaku di hari pernikahan kami hingga kejadian dia mentalakku di depan perempuan itu.
Ting!
Tanda pesan masuk ke handphone ku, dan ternyata pesan dari Sarah yang masuk.
'Tih kamu baik-baik aja kan? Jam berapa besok mau berangkat sidang aku ikut ya sekalian aku jemput kamu dan Alya aku kangen'
Dan aku pun membalas pesan itu dengan singkat.
' Aku baik ko Sar, jam delapan, iya aku tunggu di rumah'
Begitulah pesan yang aku kirim pikiranku mendadak kembali kepada masa dimana Mas Arga belum seperti sekarang hatiku mendadak sakit dan aku pun mencoba untuk menutup erat mata ini agar bisa tertidur.
------------
__ADS_1
Pagi ini sebelum aku berangkat sidang aku telah menyiapkan perlengkapan Yaya dan Alya. Setelah sarapan bel berbunyi dan aku melihat Sarah datang sepertinya dia semangat sekali menghadiri persidangan ini karena geram kepada Mas Arga dan Lily.
"Kebetulan Tante Sarah datang ayo Yaya kita berangkat sekolah nanti telat loh"ucapku kepada Yaya.
"Iya ma ayoo"
Akhirnya aku dan anak-anak juga Sarah menaiki mobil Sarah menuju tempat persidangan kebetulan madrasah Yaya juga satu arah. Aku sudah menyerahkan semuanya ke pengacaraku aku tidak perlu ambil pusing lagi perihal ini.
Begitu aku sampai di tempag tujuan aku melihat mobil Mas Arga sudah terpakir di parkiran, Aku dan Sarah pun masuk menuju ruangan itu.
Yang pertama kali ku lihat ternyata Mas Arga datang tak hanya sendiri melainkan bersama perempuan itu ah semakin lengket ternyata mereka.
Mas Arga pun menoleh ke arah ku. aku tak terlalu memikirkan dia yang aku pikirkan sekarang adalah semoga hak asuh anak jatuh ditanganku.
Beberapa jam berlalu kini sidang telah selesai dan kini aku dan Mas Arga sudah sah bercerai begitu pula dengan apa yang kuharapkan sesuai harapanku hak asuh Yaya dan Alya jatuh di tanganku karena disini Mas Arga yang menyelingkuhiku.
Disaat aku menunggu Sarah yang ke kamar mandi seseorang memanggilku.
"Mbak Ratih" aku pun menoleh dan ternyata yang memanggilku adalah Lily.
'Ada apa lagi dia menghampiriku'batinku.
"Mbak masih marah ya karena Mas Arga lebih pilih aku?"
"Saya tidak marah, dan untuk apa saya marah bahkan amarah saya pun tidak pantas untukmu" ucapku datar yang berusaha tenang.
"Aduh Mbak Ratih jangan galak dong kan Mbak Ratih udah hidup sama Mas Arga sebelum aku dan kini giliranku, selamat ya Mbak atas kekalahannya saya menang loh" ucapnya sembari tertawa.
"Jika memang kamu merasa bangga atas kemenangan ini saya harap kamu jangan ganggu saya dan anak-anak lagi kamu bisa ambil hati Mas arga tapi tidak atas anak-anakku" ucapku yang mulai teraulut emosi.
"Hahaha buat apa aku ambil anak Mbak? aku juga ga mau kali urusin anak orang lain karena sebentar lagi aku dan Mas Arga akan mempunyai bayi juga" ucapnya dengan menang yang malah membuatku kaget karena mereka bahkan belum menikah.
Aku pun terdiam tak bisa berkata apa-apa.
'Mas kenapa hidupmu jadi seperti ini?' batinku.
"Ah kalau gitu aku mohon sama Mbak supaya ga ganggu Mas Argaku lagi ya, aku pamit sekarang ya Mbak soalnya Mas arga mau ajak aku beli perlengkapan bayi nih. Selamat tinggal Mbak Ratih mantan istrinya Mas Arga" ucapnya sembari melambaikan tangan.
__ADS_1
Geram sungguh geram hati ini ingin rasa ya aku memberi pelajaran kepada mulutnya itu. Aku tidak keberatan sama sekali perihal dia mengandung anak Mas Arga di luar pernikahan tetapi yang membuat aku marah Mas arga dengan cepat melupakan anak-anak yang telah bersamanya selama ini. Ya Allah tolong kuatkan hatiku dan anak anakku.