ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
Part 27


__ADS_3

Mohon maaf sebanyak banyaknya saya ga up lama dikarenakan saya kemarin sakit jadi ga sempat up ini pun saya usahakan .. mohon di maafkan yaaa pengertiannya juga.


Oiya buat yang ga suka sama cerita ini boleh ko ga usah di baca tidak perlu berkomentar yang kurang mengenakan yaaa saya kan bikin cerita juga sedikitnya berfikir gtu untuk menyenangkan para pembaca jadi untuk yang berkomentar mohon dikurangi kalimat yang kurang enak di bacanya ya ..


terima kasih 🌺


-------------------------------


Setelah kejadian hari kemarin aku tak terlalu memperdulikan urusan Mas Arga dan Lily kini aku dengan mereka sudah berjalan masing-masing aku dengan kehidupan aku dan kedua malaikatku sedangkan Mas Arga dengan wanita itu.


Pagi tadi sebelum aku masuk kantor aku sempat bilang ke Bi Ati bahwa aku mungkin pulang telat dan aku minta kepadanya untuk menjemput Yaya lebih awal karena aku takut tiba-tiba nanti Mas Arga jemput Yaya seperti hari itu.


Kini aku sedang makan siang bersama Diana di tempat makan langgananku dengannya, tak sengaja di saat aku mengedarkan pandangan aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenali aku pandang semakin lama sembari mengingat dan ya itu adalah ibu dari Lily sedang bersama seorang pria dan siapa pria itu? Tapi aku tak memikirkan hal itu.


Disaat ibunya Lily dan pria itu melewatiku sayup-sayup ku dengar obrolan mereka.


"Ibu ingat jika sampai anaku yang di kandung Lily ada apa-apa aku tak segan kepada kalian berdua"ucap laki-laki itu.


"Iya nak pasti semua akan baik-baik saja tunggu kabar dari ibu saja kamu hanya tinggal duduk manis dan menunggu waktumu bersama Lily kelak"balas ibunya Lily itu.


'apa? jadi Lily tidak mengandung anak dari Mas Arga melainkan dari pria itu? lantas apa rencana mereka merusak rumah tanggaku'batinku.


Tetapi sesaat kemudian aku ingat rasa sakit ketika Mas Arga mentalakku hari itu dan akupun memilih untuk tidak mengurusi urusan mereka.


Setelah aku dan Diana selesai makan aku pun kembali ke kantor untuk meneruskan dokumen yang belum aku copy dan aku periksa yang belum selesai.


Tak terasa kini waktu menunjukan pukul lima sore karyawan lainnya sudah pulang sejak tadi pukul empat dan kini hanya ada beberapa karyawan yang masih mengotak-atik komputer mereka. Beberapa saat kemudian Rafka keluar dari ruangannya.


"Ratih apakah kamu sudah selesai?"


"Sudah pak tinggal bapak tanda tangani"


"Yasudah antarkan ke ruangan saya ya"


"Baik pak"


Rafka pun memasuki ruangan nya kembali dan aku segera membawa dokumen itu dan mengikutinya.


"Ini pak dokumen yang sudah saya copy dan saya periksa" ucapku seraya menyimpan dokumen itu di atas meja tepat di hadapan Rafka.


"Oiya terimakasih, ada hal lain?"

__ADS_1


"Ada pak, malam ini kita ada janji bersama klien dari Singapura"ucapku.


"Siapkan dokumen kontraknya saya akan menandatangani ini terlebih dahulu"


"Baik pak, saya permisi"


Tanpa ada jawaban dari Rafka aku pun bergegas keluar dari ruangan itu dan menyiapkan dokumen kontrak yang akan di gunakan nanti malam. Aku pun melaksanakan solat maghrib dulu sebelum melanjutkan pertemuan dengan klien, setelah aku melaksanakan solat aku pun kembali menuju meja dan bersiap membawa dokumen serta tasku, tak lama kemudian Rafka keluar dari ruangannya.


Aku pun membawa tas dan dokumen itu lalu mengikuti Rafka di belakang sesampainya di depan perusahaan aku melihat mobil Rafka sudah terparkir, aku hendak berjalan ke arah parkiran untuk mengambil motorku tapi Rafka menghentikanku.


"Ratih kita naik mobil saya saja biar sekalian"


"Baik pak" ucapku dengan gugup.


'lalu motorku bagaimana? paling nanti kali ya balik lagi' batinku.


Aku pun masuk kedalam mobilnya Rafka, dia duduk di kursi penumpang di belakang karena aku sekretarisnya aku pun duduk di depan di samping sopir.


"Hotel Swizh Courd"


"Baik Tuan"ucap si sopir itu.


Beberapa saat kami pun sampai di loby hotel dan langsung menuju ruangan yang kami janjikan bersama klien kami, aku pun masih mengikuti Rafka dari belakang.


-----


Dua jam telah berlalu dan meeting pun sudah selesai disaat aku sedang menyetop taksi, ada sebuah mobil berhenti di depanku dan aku mengenali mobil itu ya itu mobil Rafka.


"Mbak Ratih mari saya antar ini perintah dari tuan Rafka dan masalah motor sudah ada orang yang mengantar ke rumah mbak Ratih" ucap sang sopir dan kulihat Rafka ada di kuris belakang, aku pun memasuki mobil dan duduk di kursi depan.


Setelah beberapa saat kini aku berada di depan gerbang rumah.


"Terima kasih pak atas tumpangannya" ucapku kepada Rafka.


"Iya karena sekalian satu arah" ucapnya agak kikuk.


Satu arah? aku tau rumah Rafka berbanding arah denganku kenapa dia bisa bilang satu arah, apa dia sudah pindah rumah? Aku pun bergegas masuk kedalam rumah.


Aku pun masuk ke kamar Yaya dan Alya setelah berganti baju aku melihat mereka sangat dekat,


'Nak maafkan mama, tidak ada waktu untuk kalian tapi mama janji mama akan membuat kalian bahagia' dan mengecup kening mereka bergantian.

__ADS_1


Kini aku merasakan kantuk dan aku memilih untuk kembali ke kamarku dan tidur.


Di kamarku kini hanya ada fotoku dan kedua malaikat kecilku, Dari mereka berdua Yaya mirip denganku sedangkan Alya lebih mirip dengan Mas Arga. Aku kembali mengingat dia, apa kabar dia sekarang? Dan aku kembali teringat ucapan Ibunya Lily dengan Lelaki tempo hari itu. Aku takut Mas Arga berada dalam bahaya. Tak lama dari itu mataku terasa berat dan aku pun terlelap tak ingat apa-apa lagi.


--------------------------


Kini aku berada di meja makan bersama kedua anak ku, Bi Ati dan Pak Arman, ya aku memang suka makan bersama mereka jadi terasa ada keluarga nya karena Bi Ati adalah istri dari Pak Arman merekalah yabg mengurus rumahku jadi tak ada bedanya denganku.


"Yaya ayo cepet makannya nanti kesiangan loh"


"Iya mah ini udah ko" ucap Yaya seraya memasukan sesendok terakhir nasi goreng yang ia makan.


"Alya sayang mama kerja dulu ya" ucapku seraya mencium Alya.


"Mama mama" ucap Alya tengah belajar berbicara dengan tawanya. Ah lucunya malaikatku,


"Bi saya berangkat dulu ya"


"Iya nyonya hati-hati di jalan"


"Iya makasih Bi, ayo Yaya kita berangkat"


Aku pun berangkat kerja sekalian mengantarkan Yaya ke sekolah.


----------------


Aku kini berada di sebuah pusat perbelanjaan karena siang tadi Rafka bilang akan ada acara yang menuntut aku harus hadir dan aku baru ingat bahwa aku tak punya pakaian untuk acara acara tersebut mengingat Mas Arga tak pernah membawaku jika ada acara kantor nya.


Disaat aku melewati toko pakaian bayi aku melihat sepasang kekasih dan aku pun mengenal salah satu di antara mereka. Wanita itu adalah Lily dan kini dia sedang bersama lelaki yang tempo hari itu berbincang dengan ibunya, ko dia bisa berbelanja perlengkapan bayi bersana lelaki lain kenapa tidak bersama Mas Arga?


Aku pun cukup penasaran kini aku pun masuk ke toko itu dan berpura-pura memilih aksesoris bayi siapa tau ada yang pas untuk Alya. Aku pun mendekat ke arahnya ternyata dia melihatku dan ku lihat dia cukup terkejut.


"Eh ada Mbak Ratih" ucapnya, dan aku hanya membalas dengan senyuman.


"Kenalin mbak ini kaka aku kebetulan Mas Arga lagi sibuk jadi dia suruh aku jalan sama kaka aku buat milih baju bayi kita soalnya mas Arga khawatir banget"


"Oh sejak kapan kamu memiliki kaka laki-laki?" ucapku.


"Ehm mungkin ehm dia baru pulang dari luar negeri mbak" ucapnya terbata.


"Oh syukurlah ku kira kamu sedang memilih pakaian bayi bersama Ayah kandung dari janinmu itu" ucapku sinis.

__ADS_1


"Ih apa sih Mbak ini kan anak Mas Arga, udah ah aku duluan ya" ucapnya seraya meninggalkanku.


Aku pun keluar dari toko itu dan memutuskan untuk tidak memperdulikannya lagi kini aku sedang mencari gaun yang bisa di pakai olehku yang mengenakan hijab.


__ADS_2