
Adrian begitu khawatir saat melihat dita naik gojek , jadi untuk memastikan keselamatan dita , dia berniat mengikuti gojek itu , dan benar saja , gojek yg di naiki dita berbelok arah , dan bodohnya dita tak menyadari karna terlalu fokus dengan ponselnya ,
adrian semakin melajukan mobilnya , rasa khawatir semakin menyelimuti hatinya , tak lupa dia membunyikan klakson , tapi tetap saja dita tak menghiraukan suara itu , dan semakin asik bermain ponsel ,
" sial , " geram adrian memukul stir mobilnya ,
saat hampir mendekat dengan gojek , tiba - tiba mobil lain menyelip nya , dan dia kehilangan jejak ,
adrian kembali melajukan mobilnya , kali ini jalanan yg di laluinya jalanan rusak , dan juga kendaraan tak terlalu banyak , dia berharap bisa menemukan gojek tumpangan dita ,
sepertinya keberuntungan berpihak pada adrian , dari kejauhan adrian melihat motor gojek itu , tapi tak ada pemilik motor ataupun dita ,
adrian melihat sekeliling nya tapi tak mendapati tanda - tanda keberadaan sang gojek dan dita ,
" kemana kamu dita , semoga kamu baik - baik saja , " gumam adrian ,
adrian terus berjalan , berharap dia bisa menemukan dita , samar - samar terdengar suara seorang wanita yg meminta tolong , dan suara itu begitu familiar ,
" tolong , " teriak dita terus mundur ,
" hahahaha , habiskan saja suaramu itu , tidak akan ada seorangpun yg mendengarnya , ayo teriak lagi , " ejek sang gojek , yg terus maju mendekati dita ,
" sebaiknya kamu berikan tasmu , jika tidak _ " sang gojek tiba - tiba mengeluarkan sebilah pisau ,
melihat itu dita seakan berhenti bernafas , sementara sang gojek tersenyum miring ,
" serahkan tasmu atau kau _ " sambil menodongkan pisau ke arah dita , dan _
" lepaskan wanita itu , " teriak seorang lelaki dari kejauhan ,
deg
" suara itu , " gumam dita dalam hati ,
ya , suara itu tak asing di telinga dita , dan dita bisa mengenali bentuk tubuh lelaki yg berjalan dari kejauhan , bagaimana tidak , sosok itu baru beberapa jam sempat mengajak dita berdebat ,
" dokter adrian , " gumam dita tersenyum , ada rasa bahagia kala melihat sosok adrian yg mulai mendekat ,
" oh , ada pahlawan rupanya , " ledek sang gojek , melihat adrian yg menghampiri ,
__ADS_1
" jika kau berani menyentuhnya akan ku pastikan kau tak dapat menggunakan tanganmu lagi , " tekan adrian penuh penekanan ,
" oh ya , " ledek sang gojek tersenyum miring ,
" sebelum anda melakukan itu , maka saya juga memastikan anda tak dapat melihat wanita ini lagi , " ancam sang gojek sambil menunjuk ke arah dita ,
adrian begitu geram mendengar ucapan sang gojek yg ada di hadapannya ini , tanpa takut adrian maju mendekat , dan menghadiahi sang gojek dengan pukulan keras ,
bugh ,
dita terkejut melihat adrian yg meninju sang gojek , dan sang gojek pun tau mau kalah , dia balik menyerang adrian dengan pisau di tangannya , perkelahian pun terjadi,
dita begitu takut dan khawatir saat melihat adrian yg terluka akibat goresan pisau sang gojek , dia tak tau harus melakukan apa , terlintas di pikirannya untuk menelfon polisi ,
" halo , pak polisi , " ucap dita gugup , yang sebenarnya dia tidak menelfon polisi , karna baterainya sudah low , tapi dia sengaja untuk mengelabui sang gojek , dan benar saja mendengar nama polisi , sang gojek mulai berhenti ,
sang gojek yg mendengarnya , mulai khawatir dan ketakutan , dia tak ingin berurusan dengan namanya polisi , sang gojek pun mengakhiri perkelahian , berlari menghampiri motornya dan berlalu pergi ,
sepeninggal sang gojek , dita langsung menghampiri adrian , rasa takut menyelimuti hatinya , takut terjadi apa - apa padanya , takut tak bisa bersama lagi dengan orang - orang yg dia kasihi , pokoknya takut , takut sekali ,
" dokter , hikss , " tangis dita langsung memeluk adrian ,
sejenak adrian terdiam menetralisir jantungnya yg mulai berdebar begitu kencang , karna tiba - tiba dita datang memeluknya ,
" hikss , dokter aku takut , " ucap dita di sela tangisannya ,
adrian hanya diam saja membiarkan dita menangis di dadanya , dia tau dita sedang ketakutan , terasa jelas dari badannya yg bergetar ,
jujur saja adrian juga merasa takut seandainya saja dia tidak datang tepat waktu , entah apa yg akan terjadi pada dita ,
" sudah - sudah jangan nangis lagi , semua baik - baik saja " ucap adrian menenangkan , membuat dita sedikit tenang ,
" ayo kita pulang biar aku antar , " ucap adrian lagi , mengajak pulang ,
sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan , sesekali dita melirik luka adrian di pergelangan tangannya ,
" di mana alamat rumahmu , " tanya adrian memecah keheningan , membuat dita tersentak karna memang dia belum memberitahu alamat rumah orang tuanya ,
setelah mengetahui alamat rumah dita , adrian langsung melajukan mobilnya , kendaraan tak terlalu ramai , karna sudah tengah malam , tak butuh lama , mobil adrian sudah memasuki kediaman rumah orang tua dita ,
__ADS_1
" terima kasih , " ucap dita , setelah turun dari mobil ,
" sama - sama " jawab adrian singkat ,
" dita , sebaiknya besok kamu tidak usah ke rumah sakit dulu , istirahat saja , " ucap adrian , dia ingin memberikan dita waktu agar beristirahat dengan tenang akibat kejadian malam ini ,
dita hanya mengangguk mengiyakan ucapan adrian , memang untuk saat ini dia butuh waktu untuk menenangkan pikiran dan hatinya ,
tak ingin berlama - lama , adrian memutuskan untuk cepat pulang , dia juga butuh istirahat , apalagi luka di lengannya butuh di obati , biar tidak infeksi ,
setelah berpamitan adrian yg hendak masuk ke mobil terhenti karna dita memanggilnya ,
" dokter , " panggil dita menghampiri ,
kini mereka berhadapan lagi , entah mengapa posisi seperti ini membuat adrian tak nyaman , lagi - lagi jantung nya tak bisa di ajak bekerja sama , selalu saja berdebar kencang jika berhadapan dengan dita ,
" i , iya , " jawab adrian setenang mungkin , mencoba menyembunyikan kegugupannya ,
" bolehkah aku mengobati lukanya , " tanya dita , biar bagaimanapun adrian sudah menolongnya ,
" ini hanya luka kecil , tidak apa - apa , aku bisa mengobatinya sendiri , sebaiknya kamu masuk dan istirahat , tak baik terlalu lama berada di luar , " tolak adrian , jujur saja bukan ingin menolak tawaran dita , tapi berlama - lama di sini apalagi berdekatan seperti ini tak baik untuk kesehatan jantungnya ,
dita hanya diam mendengar jawaban adrian , ya memang ini sudah begitu larut malam ,
" masuklah , angin malam tak baik untukmu , " ucap adrian lagi , dan dita hanya bisa menurut , dia tak mungkin memaksa adrian , karna memang posisinya saat ini kurang pas ,
" kalau gitu saya permisi , " pamit adrian , dan masuk ke dalam mobilnya ,
" dokter , hati - hati , " ucap dita tersenyum , senyuman yg menurut adrian begitu manis ,
adrian hanya mengangguk , dan berlalu pergi meninggalkan kediaman orang tua dita ,
" astaga sepertinya besok aku harus ke spesialis jantung , " gumam adrian memecah jalanan yg sunyi .
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Maaf kurang memuaskan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1