
Di dalam mobil , revan masih bergelut dengan perasaan mengingat adegan pagi ini ,
sementara pak deden hanya memperhatikan raut wajah tuannya dari kaca spion ,
tak ada pembicaraan dalam perjalanan ke kantor , biasanya pak deden akan mengajak revan ngobrol , sekedar tanyakan keadaan , tapi setelah melihat revan yg hanya diam saja , pak deden tak ingin banyak bertanya ,
bunyi ponsel membuyarkan lamunan revan , dan di sana tertera nama dian sang sekretaris ,
" hallo , " ucap revan ,
" (....) "
" ok , saya segra ke sana , " ucap revan dan mematikan ponselnya ,
kini raut wajah revan berubah seketika setelah selesai berbicara dengan dian , entah apa penyebabnya , pak deden tambah bingung melihat perubahan raut wajah revan yg menyiratkan kemarahan ,
" pak deden , lajukan mobilnya , " ucap revan tegas dengan wajah menahan emosi ,
" baik tuan , " jawab pak deden melajukan mobil , tapi dengan masih dalam keadaan hati - hati ,
" wanita ular itu , benar - benar cari masalah , " geram revan ,
umpatan terus di ucapkan revan , pak deden hanya diam mendengar umpatan revan , dia tau siapa wanita yg di maksud revan ,
tak berapa lama sampailah mereka di gedung menjulang tinggi , tempat sang pemilik tuan Revan aditia wiguna , untuk bekerja atau mengontrol pekerjaan karyawannya ,
revan keluar dari mobil dengan tergesa - gesa , aura dingin , serta tatapan tajam terpancar jelas di wajahnya ,
saat masuk ke kantor , revan terkejut mendengar suara kegaduhan dari dalam , dan betapa terkejutnya revan kala melihat melda yg bertengkar dengan sekuritinya ,
" lepaskankan tanganku , jangan mencoba menyentuhku dengan tangan kotormu itu , " marah melda karna tak terima sekuriti memegang tangannya untuk menyeretnya keluar ,
" maaf nona , kami tidak bisa membiarkan nona seenaknya masuk ke kantor ini lagi , " ucap sekuriti dan terus memegang tangan melda ,
" lepaskan , aku ingin ketemu sama calon suamiku , lepaskan , " ucap melda terus berusaha melepaskan pegangan sekuriti ,
para karyawan hanya bisa diam menyaksikan pertengkaran melda , apalagi saat melihat dari arah depan revan dengan tatapan membunuhnya , siap melumpuhkan mangsanya ,
" melda , " teriak revan dengan tatapan tajam ke arah melda ,
melda dan sekuriti kaget kala melihat revan yg mendekat dengan wajah merah padam , sekuriti melepaskan pegangannya dari tangan melda ,
" sayang , " ucap melda memeluk revan ,
revan mendorong kasar melda hingga terjatuh , kini revan benar - benar muak melihat wajah melda , rasanya ingin mencincang habis melda yg ada di hadapannya sekarang ,
melda berdiri meringis menahan sakit , rasanya tidak percaya revan mendorongnya dengan kasar ,
" sayang , aku minta maaf , aku mohon tolong berikan aku kesempatan kedua , aku ingin perbaiki semuanya , aku mohon sayang , " ucap melda memohon sambil memegang tangan revan , tapi revan menghempaskan tangan melda dengan sangat kasar ,
revan hanya tersenyum sinis mendengar ucapan melda ,
__ADS_1
" melda , apa kamu lupa kata - kataku dulu , aku paling benci seorang pembohong , apalagi wanita penghianat seperti dirimu , " tunjuk revan , tepat di muka melda ,
melda tidak percaya kalau revan akan mengucapkan kata kasar itu padanya , melda kehabisan kata - kata , dia tidak menyangka kalau revan benar - benar sudah berubah , bahkan mungkin revan sudah melupakan dirinya untuk selamanya ,
" melda , " revan menjeda ucapannya , sambil memegang dagu melda dengan kasar ,
" aku peringatkan sekali lagi , jika kamu masih sayang pada kakimu , jangan pernah menginjakan kakimu lagi di kantorku , jika sampai itu terjadi , aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa kemana - mana lagi , seperti saat ini , camkan itu , " ucap revan , membuat melda mematung , seolah kata - kata revan sebuah ancaman atau peringatan baginya ,
melda hanya diam , menahan amarahnya , revan begitu menyakiti hatinya , entahlah melda akan menuruti kata - kata revan atau bahkan menentangnya , hanya melda yg tau ,
setelah mengucapkan kata ancaman pada melda , revan berlalu pergi , sambil menatap tajam karyawannya , yg mulai terburu - buru pergi ke ruangan mereka masing - masing , adegan live pagi ini , sangat menegangkan , karyawan tak bisa berkutik mendengar ucapan revan , di tambah tatapannya yg tajam , seakan memancarkan sebuah pedang yg siap membunuh lawannya ,
melda keluar dari kantor revan , membawa kemarahannya yg tak bisa dia salurkan , perasaannya saat ini , benar - benar sakit , hancur , seorang revan yg dulu memuja - muja dirinya kini hilang bagai di telan bumi , bahkan ucapan revan mengisyaratkan permusuhan di antara mereka ,
" aku tak bisa terima ini , revan , aku pastikan kamu akan membayar semua rasa sakit hatiku ini , " gumam melda mengepalkan tangannya ,
💮.....💮
Ayu hanya diam merasakan aroma bunga lili di kamar mandi , pandangannya menerawang jauh di sana , nasib benar - benar mempermainkan hidupnya , setelah kehilangan kedua orang tuanya , kini dia harus berjuang untuk menyelamatkan adiknya ,
flash back
" ka ayu , " panggil seorang gadis yg di pegang oleh kedua bodigar dan di sampingnya berdiri orang yg sangat di kenal oleh ayu ,
" alisa , " ucap ayu terkejut menghampiri adiknya yg di pegang oleh kedua bodigard pamannya ,
" paman lepaskan alisa , " ucap ayu ,
" hikss , kak ayu , tolong alisa , paman roni mau jual alisa , " tangis alisa meminta tolong pada ayu ,
ayu begitu terkejut mendengar ucapan adiknya , dia tak menyangka paman yg selama ini dia percayai tega menghancurkan hidupnya ,
" paman , ayu mohon , jangan lakukan itu , kami ini ponakan paman , kenapa paman tega berbuat jahat pada kami , " tangis ayu pecah kala melihat adiknya di masukan ke dalam mobil paman roni ,
" urus dia , " ucap paman roni dan berlalu pergi meninggalkan ayu yg tengah di pegang oleh kedua bodigard ,
mobil melaju dengan kencang , ayu berusaha melepaskan diri dari kedua bodigard pamannya , dengan sekuat tenaga dan berusaha akhirnya ayu bisa melepaskan diri ,
ayu berlari ke jalanan melihat mobil pamannya yg sudah hampir menghilang dari pandangannya , sedangkan kedua bodigard itu , sudah tak memperdulikan ayu lagi mereka pergi entah kemana ,
ayu menahan motor yg lewat , yg ternyata ojek , lalu mengejar mobil pamannya ,
" pak , cepat , kejar mobil yg di ujung sana , " ucap ayu menunjuk mobil pamannya yg hampir saja menjauh dari pandangannya ,
motor ojek itu melaju dengan kencang , mengejar mobil paman roni , agar tidak kehilangan jejak ,
sedangkan di dalam mobil , alisa terus menangis minta di turunkan ,
" hikss , paman tolong turunkan alisa , alisa ingin bertemu kak ayu , alisa mohon paman , " ucap alisa menangis memohon pada paman roni ,
paman roni hanya diam mendengar ucapan alisa yg terus menangis , tanpa memperdulikannya , alisa terus saja menangis hingga membuat paman roni yg sedari tadi diam menatap tajam padanya ,
__ADS_1
" kalau kamu tidak berhenti menangis sekarang juga , maka paman , akan langsung membawa kamu kerumah om bram , biar dia yg ngurus kamu di sana ,
mendengar ucapan paman roni , alisa langsung berhenti menangis , dia tau siapa orang yg di maksud pamannya ,
" hikss , kak ayu , tolong alisa , " batin alisa menangis ,
om bram seorang lelaki tua kaya , ya bisa di bilang kakek - kakek , dengan mempunyai banyak istri ,
pernah sekali ketemu alisa , dan ingin menjadikan alisa istri ke 7 , mengingat wajahnya saja , alisa merasa ingin muntah , menurut alisa , om bram yg senang di panggil begitu namannya , cocoknya menjadi kakeknya ,
motor ojek yg di naiki ayu , terus mengejar mobil paman roni , hingga tak terasa mobil paman roni berhenti pas di depan bar reno , dan ayupun juga ikut berhenti , sambil menunggu adiknya turun dari mobil paman reno ,
paman roni sering datang di bar reno , hampir semua wanita yg kerja di bar reno mengenal paman roni ,
ayu yg melihat adiknya turun , langsung menghampiri membuat paman roni terkejut tak menyangka ayu akan mengikuti mobilnya ,
" kak ayu tolong alisa , " ucap alisa yg mulai menangis ,
" paman , ayu mohon lepaskan alisa , jangan jual alisa di tempat terkutuk ini , ayu mohon paman , " ucap ayu memohon ,
" ayu , ayu , apa untungnya om melepaskan alisa , dia cantik , bahkan dia masih perawan , paman yakin banyak lelaki yg akan membelinya dengan harga tinggi , " ucap pamannya , dan langsung membawa alisa masuk ke bar reno ,
tapi sebelum masuk ayu mengejar pamannya ,
" jangan lakukan itu paman , ayu mohon , biarkan ayu yg menggantikan alisa , " ucap ayu seketika yg tak dapat membayangkan nasib adiknya jika akan di jual oleh pamannya ,
alisa terkejut mendengar ucapan ayu , sedangkan pamannya malah tersenyum senang , karna memang ayu lebih cantik , di bandingkan alisa dan bodi ayu juga bagus ,
" kak ayu , jangan , jangan lakuin itu , biar alisa saja , " ucap alisa yg tak terima ucapan ayu ,
" alisa , biar kakak yg gantikan , kamu harus lanjut sekolah , kakak nggak mau menghalangi cita - citamu , " ucap ayu menangis memeluk alisa ,
" sudah , hapus drama nangisnya , sekarang kamu ikut paman , " ucap paman roni , dan membawa ayu ke dalam bar ,
" paman , ayu punya permintaan , " ucap ayu yg berhenti berjalan ,
" katakan apa permintaanmu itu , " tanya paman roni ,
" tolong biarkan alisa sekolah , dan biarkan ayu ketemu alisa juga nanti , " jawab ayu , sambil melihat alisa yg sedang menangis ,
" baiklah , " ucap paman roni ,
ayu dan paman roni masuk ke bar reno , dan tak lama paman reno keluar sendiri tanpa ada ayu lagi ,
alisa hanya bisa menangis mengingat nasib kakaknya, yg rela menggantikan dirinya ,
" hikss , kak ayu " tangis alisa ,
flsh off
🌼....🌼
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊