
Pagi pun tiba , mentari sudah memancarkan cahayanya menyinari bumi yg indah ini ,
di kediaman wiguna , semua orang sibuk menyiapkan keperluan ibu diana , termaksud keperluan mereka sendiri , entah apa alasannya , karna revan tak memberi tau,
revan datang bersama adrian dan farel , hari ini adrian dan farel memang sengaja mengantar keberangkatan sahabatnya itu,
adrian bukannya nggak bisa ikut ke singapura ,tapi masih banyak yg harus di kerjakan di rumah sakit wiguna , sedangkan farel hanya mengantar sampai di bandara saja , walaupun sebenarnya revan tak mengajaknya ,
tak berapa lama , muncul seorang wanita cantik , seksi , dengan kaca mata yg menghiasi mata indahnya , membuat adrian dan farel menatap kaget padanya ,
" sayang , " ucap revan menghampiri melda ,
" maaf sayang , kayaknya aku telat ya , " ucap melda , sembari memeluk revan ,
ya revan sengaja mengajak melda ikut ke singapura ,
semua pembantu yg melihat kaget , begitupun kirana , ada rasa sakit di lubuk hatinya , melihat kemesraan revan dan melda , tapi sebisa mungkin dia tak tampakan , meskipun masih merasa sakit , tapi dia berusaha untuk menyiapkan keperluan ibu diana , walaupun revan sudah melarangnya ,
" wah , nona melda benar - benar cantik , sangat serasi dengan tuan revan yg ganteng , " ucap bi mina yg dari dapur , mengampiri bi inem yg menyiapkan perlengkapan bersama kirana ,
" benar banget , tidak kayak orang itu , " jawab bi tati melirik kirana ,
" walaupun serasi , tapi kenyataannya tuan revan lebih memilih menikah dengan nona kirana , " ucap bi murni menimpali , dia tak suka melihat tingkah melda yg sok manja ,
bi tati dan mina yg mendengar langsung pergi , karna tak suka dengan perkataan bi murni ,
__ADS_1
adrian dan farel yg sedari tadi melihat tingkah manja melda hanya cuek saja , pasalnya melda memang seperti itu , jika bertemu revan , walaupun sebenarnya revan tidak terlalu suka , apalagi jika di depan ke kedua sahabatnya ,
" sayang itu siapa , ko aku baru lihat , " tanya melda saat melewati kirana ,
revan hanya melirik kirana sekilas ,
" dia pembantu baru sayang , nggak usa di hiraukan , " jawab revan , dan lanjut menaiki lif bersama melda ke kamarnya , dengan tangan yg bergandengan ,
" mereka terlihat sangat serasi , apalah diriku ini , yg hanya istri tak di inginkan , tapi kenapa rasanya sakit sekali , " batin kirana sedih melihat kemesraan revan ,
💮.....💮
Adrian melirik kirana dengan tatapan heran , berbeda dengan farel melihat kirana dengan rasa penasaran , maklum selama datang di rumah revan , hanya melihat pembantu yg tua , ini baru lihat daun muda , membuat jiwa keponya mulai muncul ,
" wah parah nih si revan , ada cewe cantik di rumahnya , nggak ngomong - ngomong , " batin farel penasaran ,
Adrian dan farel duduk bersama , dengan pikiran yg bertanya - tanya , tiba - tiba bi inem datang menghampiri ,
" tuan mau minum apa , biar bibi siapkan, " tanya bi inem tersenyum ,
" air putih saja bi, nggak usa repot - repot soalnya kita juga nggak lama di sini , " jawab adrian ,
" iya bi , siapkan saja air putih untuk dia , dan jus alfokat buat saya , " ucap farel dengan cengengesan ,
adrian melirik tajam pada farel , tapi yg di lirik hanya pura - pura memainkan ponselnya ,
__ADS_1
" oy bi , cewe yg di sana itu siapa , ko saya baru lihat , " tunjuk farel ke arah kirana ,
" oh itu , dia nona kirana is , , " jawab bi inem terpotong ,
" dia hanya pembantu , " hardik revan yg datang menghampiri ,
sebelum turun ke bawah , revan melihat farel yg menunjuk ke arah kirana ,
" permisi tuan , " ucap bi inem gugup ,
" bi , tidak usa menyiapkan minuman untuk mereka , " ucap revan dan berlalu pergi bersama melda yg masih menggandeng tangannya ,
" dasar si revan , main pergi saja , " ucap farel dengan sedikit marah ,
" uda lo nggak usa marah , lagian lo kan nggak di ajak juga , " ucap adrian dan pergi meninggalkan farel dengan rasa jengkel ,
" kenapa bi inem panggil dia nona , " batin farel dengan rasa penasaran ,
🌼....🌼
Maaf baru up , soalnya urusan keluarga yg belum kelar , 🙏🙏🙏
Jangan bosan mengikuti ceritanya , ,
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1