ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
102.


__ADS_3

di tempat lain seorang wanita cantik , sedang menahan kekesalannya mendengar berita dari orang suruhannya ,


" jadi sekarang kamu sudah bersatu lagi dengan wanita itu , " ucap melda menatap foto revan ,


" lihat saja revan , selama aku masih hidup , aku tidak akan pernah membuat hidupmu bahagia , " ucap melda tersenyum licik ,


.💮....💮


Malam hari di kediaman Wiguna , sedang mengadakan pesta , tak lupa kedua orang tua kirana juga ikut hadir , pastinya bukan kemauan revan tapi kirana yg memaksa revan mengundang pak iwan dan ibu mirna ,


di atas panggung revan memberikan sambutan untuk tamu yg hadir tak lupa dia memperkenalkan kirana dan anaknya ,


" terima kasih atas kedatangan kalian semua untuk menghadiri acara kelahiran anak pertama kami yg bernama Azka Pratama Wiguna , dan wanita di samping saya adalah wanita yg sangat saya cintai , sekaligus ibu dari anakku Kirana Larasati , " ucap revan memperkenalkan kirana dan azka di depan semua orang yg menghadiri pesta penyambutan kelahiran anak mereka , tak lupa revan juga menghadiahi ciuman di dahi kirana ,


terlihat ketiga sahabat revan juga turut menghadiri pesta itu ,


" saya harap kalian menikmati pesta ini , selamat menikmati , " ucap revan , mengakhiri sambutannya ,


" selamat ya tuan revan , nyonya kirana untuk kelahiran anak pertamanya , " ucap tuan hwang menghampiri , memberikan bingkisan kecil berwarna gold ,


" terima kasih tuan hwang , sudah jauh - jauh datang ke sini , untuk menghadiri acara anak kami , saya harap tuan menikmati acaranya , dan juga terima kasih hadiahnya , " ucap revan tersenyum ,


" sama - sama tuan revan , " ucap tuan hwang ,


Revan sengaja mengundang langsung tuan hwang kolega bisnisnya dari Korea , mengingat kerja sama mereka saat ini berjalan lancar ,


" van selamat ya , maaf baru ngasi ucapan selamat buat lo , dan ini hadiah buat ponakan gue yg ganteng ini , " ucap farel sambil mencubit gemes pipi Azka ,


" makasih , " ucap revan , mengambil hadiah farel ,


Adrian dan vemas juga ikut memberikan selamat buat revan tak lupa vemas memberikan wejangan untuk lelaki yg baru menyandang gelar bapak itu ,


" sekarang lo sudah jadi bapak , gue harap sifat lo bisa berubah , agar bisa menjadi contoh buat anak lo nantinya , " ucap vemas ,


walaupun sakit vemas harus bisa mengikhlaskan kirana , apalagi melihat senyum kirana yg tak pernah pudar sedari tadi ,


" ya , saya akan ingat pesanmu , lagian saya juga tidak akan menyakiti orang yg saya cintai , " ucap revan merangkul pinggang kirana , memperlihatkan di depan vemas jika kirana adalah miliknya ,


terlihat jelas revan begitu posesif terhadap kirana , mengingat vemas yg pernah mencintai kirana , bahkan berniat untuk menikahinya , sedangkan farel dan adrian hanya geleng kepala melihat kelakuan revan ,


" ayo kita cari minum , rasanya kerongkonganku kering berlama - lama di sini , " ajak adrian , karna sudah melihat perubahan wajah vemas ,

__ADS_1


ketiga sahabat itu pergi meninggalkan revan dan kirana ,


" yan , rel , saya ke toilet dulu , " ucap vemas , rasanya hanya di sana semua rasa sedih bisa di tuangkan bersama air , memang tak mudah untuk vemas mengikhlaskan kirana begitu saja ,


" ok , kita tunggu di sini , jangan lama - lama , nanti makanannya habis di makan farel , " ucap adrian , dan langsung mendapat tatapan tajam dari farel ,


vemas hanya tersenyum kecil , dan berlalu pergi , terlihat jelas wajahnya sedih ,


" kasian juga vemas , cinta bertepuk sebelah tangan , " ucap adrian melihat kepergian vemas ,


" Lo benar , rasanya sakit karna gue sudah mengalaminya , " ucap farel mengiyakan , karna memang dulu dia sempat menaruh hati pada kirana ,


vemas berjalan dengan hati yg kecewa , sungguh tak bisa membayangkan , ketika merasakan cinta tapi tak terbalaskan ,


" kenapa hati ini tak bisa mengikhlaskan , " batin vemas sedih ,


vemas terus berjalan hingga tak menyadari seseorang yg baru keluar dari toilet ,


bugh ,


" aw , " pekik sang wanita , dan ponselnya terjatuh ,


" tu , tuan vemas , " ucap sang wanita kaget ,


" maaf , " ucap vemas , hanya kata itu yg dia ucapkan , dan langsung memberikan ponsel sang wanita ,


setelah memberikan ponsel , vemas berlalu ke toilet pria ,


" ada apa dengannya apa dia ada masalah , " gumam sang wanita , dan langsung berlalu pergi ,


💮.....💮


pagi hari matahari sudah menyambut dengan cerahnya , secerah hati lelaki anak satu ini ,


" wah , anak papa uda ganteng nih , harum lagi , " ucap revan mencium pipi azka ,


" iya dong papa , kan cudah mandi , nggak bau acem lagi kayak papa , " ucap kirana menirukan suara anak kecil , menyinggung revan yg baru bangun tidur ,


" kamu nyinggung papa ya , mentang - mentang harum , " ucap revan mentoel pipi Azka ,


" kan kenyataan pah , " ucap Kirana masih dengan suara anak kecilnya ,

__ADS_1


" ya sudah papa mandi dulu , biar harum juga kayak Azka , " ucap revan berlalu ke kamar mandi , tak lupa mencium pipi azka sebelum pergi ,


sedangkan di tempat lain ,


" farel , sampai kapan kamu mencari wanita itu , " tanya pak Sanjaya , mengetahui farel menyuruh orang untuk mencari ayu ,


" sampai saya menemukan dia , " jawab farel tegas ,


" kamu benar - benar keras kepala , " geram pak sanjaya yg sudah cape tiap hari menasehati farel agar tak mencari keberadaan ayu ,


farel tak menanggapi ucapan pak sanjaya lagi , dia juga sudah cape bertengkar terus dengan ayahnya ,


" mah , farel berangkat , " pamit farel , karna tak ingin berlama - lama di rumah ,


" papa akan mempercepat pernikahan farel dengan risa , biar anak itu berhenti mencari tau ke keberadaan wanita itu , " ucap pak sanjaya , melihat kepergian farel ,


" terserah papa , tapi ingat , jangan nyesal jika farel pergi lagi seperti dulu , " ucap ibu tina mengingatkan ,


ibu tina juga sudah cape tiap hari mendengar perdebatan anak dan suaminya , yg di bahas hanya itu saja , entah kapan perdebatan itu akan berakhir ,


farel melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh , kekesalan akibat pertengkaran pagi ini , membuatnya tak tenang , apalagi sampai sekarang keberadaan ayu belum di temukan juga ,


saat lampu merah , tak sengaja mata farel melihat sesosok wanita yg di kenalnya di atas motor berada tepat di depan mobilnya ,


" ayu , " gumam farel ,


tak lama lampu jalan berubah hijau , farel langsung mengikuti motor yg di depannya ,


motor itu melaju dengan kencang dan juga mobil farel melaju dengan kecepatan penuh , farel menyelip mobil lainnya , walaupun umpatan terus di dengarnya , farel tak menghiraukan , dia tetap mengejar motor itu , saat hampir sampai pada motor tersebut , tiba - tiba lampu jalan berwarna merah , dengan perasaan kesal mobil farel terpaksa harus berhenti , sedangkan motor itu terus jalan ,


farel terlihat kesal sambil memukul setir mobilnya ,


" sial , " umpat farel ,


farel hanya menatap nanar motor yg sudah melaju jauh menghilang dari pandangannya ,


" aku yakin itu pasti ayu , " gumam farel penuh keyakinan ,


🌼.....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊

__ADS_1


__ADS_2