
Malam hari kirana menyiapkan makan malam , walaupun masih teringat kejadian tadi , tapi sebisa mungkin kirana mencoba melupakan , dan tak lama bel berbunyi tanda ada orang yg datang bertamu ,
seorang lelaki tampan masuk dan tanpa rasa malu langsung menuju dapur , saat mencium aroma masakan yg menggugah seleranya , yg memang sedari tadi belum makan , dan butuh asupan untuk menenangkan cacing yg sedari tadi berdemo ,
" tu , tuan farel ada apa kemari , " tanya kirana yg terkejut melihat farel yg tiba - tiba ada di dapur ,
tanpa rasa malu ataupun permisi farel langsung duduk dengan santainya , membuat kirana yg sedari tadi asyik menata makanan menjadi terkejut , dan juga bingung ,
" aku hanya ingin ketemu kamu , apa nggak boleh , " tanya farel dengan senyum playboynya ,
" nggak boleh , " jawab revan yg tiba - tiba muncul , awalnya revan ingin menunggu kirana datang menghampirinya , tapi mendengar bunyi bel , segra dia melihat cctv , siapa gerangan yg datang bertamu di saat yg tidak tepat , dan mengganggu kesenangannya , revan kaget saat melihat di dalam cctv itu , sahabatnya yg sok itu , sedang berada di dapur dan mulai melancarkan gombalannya , revan buru - buru keluar dan ingin segra melabrak farel sang playboy cap kodok itu ,
farel yg melihat kedatangan revan langsung mengajak makan , tanpa merasa bersalah datang bertamu tanpa di undang , sedangkan revan jangan di tanya lagi , dia menatap tajam pada sahabatnya itu , sementara yg di tatap hanya cuek tanpa menghiraukan tuan rumah ,
" van , ayo makan gue uda lapar nih , ayo ana duduk di seblah abang , " ajak farel tanpa merasa bersalah , seakan dialah sang pemilik rumah ,
kirana hanya diam melihat tingkah farel , dan revan semakin kesal , mendengar farel memanggil kirana dengan nama ana , nama yg memang menjadi panggilan kesayangan untuk kirana di keluarganya ataupun sahabatnya , dan kesalnya lagi , farel menyuruh kirana duduk di dekatnya , membuat emosi revan naik , sebisa mungkin di tahannya mengingat mereka yg akan makan , dan juga kirana sedang di dekatnya , sebenarnya farel memang sengaja buat revan kesal , dan membuatnya jengah , karna menurut farel membuat sahabatnya kesal adalah menjadi kesenangan tersendiri kapan lagi melihat muka sang tuan arogan itu di saat kesal , pikir farel ,
revan geram melihat tingkah farel yg seakan menganggap dirinya adalah tuan rumah , dan kesalnya lagi farel datang tanpa di undang dan langsung duduk manis di meja makan bersama kirana , dan dirinya ,
" ana , tolong dong ambilkan abang lauk itu , " ucap farel menyuruh kirana mengambilkan ayam goreng ,
" cih abang , lo ambil sendiri dan jangan nyuruh kirana , dia hanya bisa melayani gue dan bukan lo , " geram revan , tak terima farel menyuruh kirana mengambilkan lauk untuknya , sedangkan revan juga ingin menyuruh kirana mengambilkan lauk untuknya , tapi di urungkan melihat kelakuan farel , niat mau bermesraan di dapur malah ambyar melihat muka farel , begitulah pikiran revan saat ini ,
" van , gue hanya menyuruh ana belajar melayani gue , sebelum dia menjadi istri gue , " ucap farel , dengan percaya diri , sedangkan kirana tak dapat berkutik mendengar ucapan farel ,
__ADS_1
" jangan mimpi lo , cepat makan dan langsung pergi , " ucap revan yg sudah malas melihat farel , yg terus memancing kekesalannya ,
farel hanya tersenyum melihat revan , dan mulai memakan makanannya ,
" wah ini makanan benar - benar enak , ana kamu memang istri idaman , " ucap farel memuji masakan kirana , yg memang enak dan sangat pas juga di lidah revan ,
revan menatap tajam farel , seakan siap merobek - robek mulutnya yg tak hentinya berbicara , apalagi melihat mata farel yg tak hentinya melirik kirana ,
" tuan kalau sedang makan nggak boleh berbicara , nanti lidahnya panjang , " ucap kirana yg sedari tadi diam , karna merasa kesal juga , mendengar farel terus berbicara tanpa henti , farel bungkam seketika , sedangkan revan tersenyum puas ,
" rasakan kamu farel , hahaha , " batin revan tertawa puas ,
mereka bertiga makan dengan keheningan hanya suara garpu dan sendok yg beradu dalam mulut , walaupun sesekali farel mengganggu kirana , tapi kirana tak merespon farel , membuat revan semakin tersenyum kemenangan ,
" lo sudah selesai kan dan sekarang lo pergi , " ucap revan melihat farel yg baru selesai makan ,
" lo tega banget ngusir gue , baru juga selesai makan , lagian kedatangan gue hanya ingin minta restu dari lo , untuk memiliki kirana , merasakan makanannya membuat gue yakin dia itu istri idaman , " ucap farel , dengan wajah serius , dan langsung saja revan menarik tangannya untuk beranjak pergi dari dapur dan membawanya ke ruang pribadinya ,
farel hanya pasrah saja di tarik oleh revan , sementara kirana hanya memandang tingkah kedua sahabat itu ,
" van , gue serius ingin menjalin hubungan sama pembantu lo , " ucap farel yg sudah duduk di kursi ,
" van , kali ini gue nggak akan menyakiti kirana , sejak awal melihatnya , gue mulai jatuh hati padanya dia sangat berbeda dengan wanita lain dan juga , " ucap farel yg langsung di potong oleh revan ,
" dia istri gue , " ucap revan seketika membuat farel bingung dan tak lama tawa farel mulai terdengar ,
__ADS_1
" hahaha , van , van , segitu takutnya lo , gue permainkan kirana , sehingga mengatakan dia istri lo , gue tau van lo hanya cinta sama melda , tak semudah itu lo berpaling , gue tau lo pasti berpikir gue bercanda tapi asal lo tau , kali ini gue serius , " ucap farel dengan nada serius walaupun di barengi dengan tawa , yg belum percaya sepenuhnya dengan ucapan revan ,
" percaya atau nggak dia istri gue , " hardik revan menatap farel dengan mimik wajah yg tak kalah serius , kali ini farel diam menatap wajah revan dengan lekat , ingin melihat apa ada kebohongan di wajah tampan revan , dan sepertinya farel tak mendapatkan kebohongan di wajah itu , rasanya tak percaya saja masa pernikahan di buat bercanda , pikir farel ,
" van , lo serius kirana istri lo , " tanya farel , kali ini dia terlihat begitu ingin tau lebih dalam lagi ,
" hmmm , " ucap revan ,
mendengar jawaban revan , farel semakin bertambah penasaran , rasa ingin taunya semakin menggebu , apalagi revan sudah jarang bertemu ataupun membicarakan melda lagi , seakan hubungan mereka bagai di telan bumi ,
" van , gue serius , apa kirana benar - benar istri lo , " tanya farel lagi dengan wajah penasaran ,
" apa muka gue kelihatan bercanda , " jawab revan santai melirik farel ,
farel memang mengakui kalau revan tak pernah bercanda jika berbicara , tapi masa ia dia tak memberi tau tentang pernikahannya , pikir ferel ,, tapi dari wajahnya revan memang terlihat serius ,
tanpa bertanya lagi , farel pergi tanpa permisi , membuat revan jadi bingung ,
" rel , lo mau pergi , " tanya revan yg melihat farel hendak beranjak pergi ,
" bukannya lo dari tadi ngusir gue , " tanya farel , yg memang ingin pergi menenangkan diri , karna saat ini hatinya sedang kacau ,
tanpa mendengar jawaban revan lagi , farel berlalu pergi , mungkin perasaan dan hatinya butuh refresing , untuk menata kembali rasa yg pernah ada , sedangkan revan hanya menatap bingung melihat kepergian sahabatnya itu , tanpa pamit , tapi di balik itu semua , revan juga merasa lega , memberi tau sahabatnya itu walaupun tak semuanya , agar farel tak berharap terlalu jauh , dan juga agar tak mempengaruhi persahabatan mereka kedepannya , mungkin jujur lebih baik , agar semuanya berjalan baik , tanpa adanya kebohongan apalagi menyangkut perasaan dan persahabatan , ,
" gue harap lo ngerti rel , " gumam revan , yg melihat kepergian farel dan menghilang di balik pintu , ,
__ADS_1
🌼....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊