
Kirana di rumah begitu gelisah menunggu kedatangan revan yg tak kunjung pulang , sambil melihat jam , yg jarum jamnya semakin berjalan ,
" kemana tuan revan , kenapa belum pulang juga , " ucap kirana dengan raut wajah gelisah ,
kirana begitu tak tenang pikirannya selalu tertuju pada revan ,
sedangkan di tempat lain revan begitu menikmati minuman yg baru saja di berikan oleh reno ,
" eh van , lo tumben nggak ngajak melda temani lo minum , biasanya kan lo kayak prangko nggak bisa lepas dari melda , " ucap reno duduk di seblah revan sambil meneguk minumannya ,
revan tak menghiraukan ucapan reno , dia menikmati minumannya , reno begitu bingung melihat revan yg minum begitu banyak , apalagi revan terlihat seperti sudah mabuk ,
" van , uda minumnya , lo uda mabuk banget , " ucap reno seraya mengambil minuman dari tangan revan ,
revan menatap tajam ke arah reno karna tidak terima sudah berani mengambil minumannya ,
" lo , berani ngambil minuman gue , mau cari mati lo , " geram revan menarik baju reno ,
reno begitu takut melihat revan dengan wajah merah padam , seakan siap menerkamnya ,
" van , lo , " ucap reno yg langsung di potong oleh revan ,
" kalau lo masih inginkan tempat lo buka , jangan berani mengusik gue , " hardik revan dengan tatapan membunuhnya ,
reno meninggalkan revan yg sudah di kuasai amarah , revan begitu berbeda dengan leleki yg lainnya , kalau lagi mabuk begitu menyeramkan , baru beberapa langkah , terdengar suara ,
brukkk ,
reno membalikan badannya , dan kaget melihat revan tergeletak di lantai , dan tak sadarkan diri ,
" van , bangun , " panggil reno , sambil menggoyangkan tubuh revan,
reno begitu panik , pasalnya baru kali ini melihat revan tumbang karna minuman , maklum saja minuman yg di berikan reno adalah minuman yg terbaik tapi juga memabukan ,, tanpa menunggu lama lagi , reno mengambil ponsel di saku celananya dan menelfon seseorang ,
" hallo , ngapain lo telfon gue tengah malam begini , ganggu saja , " marah farel di sebrang sana ,
awalnya reno menelfon melda , tapi entah kenapa nomor melda nggak aktif dan ya akhirnya reno menelfon farel , karna dia tau hanya farel yg bisa mengatasi revan ,
" lo kesini sekarang , revan lagi di tempat gue , dan dia nggak lagi mabuk, , " ucap reno, dan langsung mematikan telfon tanpa menunggu jawaban farel , dia masih memandang revan yg meracau entah apa yg di katakannya ,
tak berapa lama farel pun muncul dengan pakaian tidurnya , banyak pasang mata yg menatap farel dengan raut wajah berbeda - beda , tapi farel tak menghiraukannya , di sana farel begitu terkejut , sebab revan nggak pernah seperti itu , apalagi sampai mabuk , terakhir dia melihat revan mabuk , saat di tinggalkan oleh melda ,
__ADS_1
" kenapa revan bisa begini , " tanya farel penasran ,
" gue juga nggak tau , tiba- tiba saja muncul di sini , gue kira dia bersama lo , ,ternyata dia sendiri , " jawab reno menjelaskan ,
" dasar wanita sialan , penghianat gue benci lo melda , benci , " racau revan ,
" woi van , sadar , bangun lo , " ucap farel , memukul - mukul pelan pipi revan ,
revan membuka mata dan melihat farel dengan tatapan tajamnya ,
" lepasin gue brengsek " ucap revan yg menepis tangan farel ,
" lo hianati gue , dokter sialan lo , gue percaya lo , tapi lo hianati gue , sahabat macam apa lo , " ucap revan yg tiba - tiba menarik baju farel ,
farel diam memikirkan semua ucapan revan , sebab selama ini , dia nggak tau sebenarnya yg terjadi antara revan dan adrian , tanpa menunggu lama lagi farel meminta reno membantunya untuk memapah revan dan membawa revan ke mobilnya , sementara mobil revan di tinggal di tempat reno ,
" makasih bro , " ucap farel ,
revan sudah tertidur pulas di dalam mobil , walaupun sesekali masih terdengar meracau ,
" oke , " jawab reno mengacungkan jempolnya , dan berlalu pergi , belum juga berapa langkah , farel sudah memanggilnya lagi ,
" ada , tapi lo berani bayar berapa , soalnya yg ini tak tanggung - tanggung , masih segar dan satu lagi masih ting - ting , " jawab reno dengan senyum liciknya ,
mendengar itu , farel begitu semangat , kapan lagi dapat yg masih tersegel , maklum selama ini hanya dapat barang bekas ,
" tapi kayaknya gue pengen coba dulu , nanti lo belakangan , " ucap reno dan langsung saja dapat pukulan dari farel ,
" lo , " ucap farel terpotong karna mendengar suara revan yg meracau begitu keras ,
" brengsek lo semua , " racau revan sambil menendang kursi yg ada di dalam mobil ,
" urusan kita belum selesai , awas saja lo , kalau mendahului gue , " ancam farel sebelum meninggalkan reno yg tertawa melihat farel yg berhasil dia kerjai ,
" dasar farel , nggak mau juga rugi , hahaha , " ucap reno dengan tertawa melihat kepergian farel ,
farel masuk ke mobil dengan wajah yg kesal , di tambah melihat revan yg terus , meracau tidak jelas ,
" dasar revan , bikin repot saja , " kesal ferel dan melajukan mobilnya ke kediaman revan ,
💮 ...💮
__ADS_1
mobil dengan warna silver memasuki kediaman wiguna , mendengar suara mobil , kirana berlari dengan wajah masih terlihat kawatir ,
" iya pak , tolong bantu saya memapah revan , " ucap farel pada pak deden ,
sebenarnya pak deden sedari tadi menunggu revan , karna tak biasanya tuannya itu pulang selarut ini , walaupun kirana sudah menyuruhnya untuk tidur , tapi pak deden tetap kekeh menunggu kepulangan revan ,
kirana menghampiri revan yg di papah oleh farel dan pak deden , wajahnya terkejut melihat keadaan revan , dengan baju yg berantakan di tambah dengan bau alkohol , menyeruak ke indra penciumannya ,
" tuan farel ada apa dengan tuan revan , kenapa jadi seperti ini , " tanya kirana , terlihat jelas kekawatiran diraut wajahnya yg cantik ,
" dia mabuk , " jawab farel singkat , dan membawa revan di kamarnya ,
saat ini farel enggan untuk menjelaskan , pikirannya di penuhi dengan banyak pertanyaan yg ingin segra di ketahui ,
kirana di luar begitu gelisah , dengan pikiran tak karuan ,
" ada apa sebenarnya dengan tuan revan , apa dia lagi ada masalah dengan melda atau dokter adrian , atau , ahh , otakku benar - benar buntu sekarang , " batin kirana tak tenang ,
farel menghampiri kirana yg terus mondar - mandir ,
" kirana , " panggil farel , membuat kirana terkejut ,
" eh , iya tuan , gimana ke , " jawab kirana dan langsung di potong oleh farel ,
" kamu istrahat saja , ini sudah larut malam , revan baik - baik saja , kamu nggak usa kawatir , " ucap farel tersenyum ,
" i , iya tuan , " jawab kirana , sedikit legah mendengar penjelasan farel ,
"aku pulang dulu , " pamit farel ,
" iya , hati - hati tuan , " ucap kirana ,
farel hanya mengangguk sambil tersenyum , diapun masuk ke mobilnya dan meninggalkan kediaman revan , dengan banyaknya pertanyaan yg mengganggu otaknya ,
" besok aku harus menemui adrian , " gumam farel dan melajukan mobilnya dengan memecah keheningan malam , .
🌼 .....🌼
Maaf baru up , 🙏🙏🙏 tuntutan pekerjaan yg tak bisa di tinggalkan , 🙂
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1