
" Kirana , " panggil dita dengan iringan air mata menghampiri dan memeluk kirana ,
" Dita , " ucap kirana kaget ,
" Kirana maafkan aku , karna aku , kamu seperti ini , aku benar - benar takut jika terjadi apa - apa sama kamu , maafkan aku , " ucap dita menangis ,
" Dita kamu bicara apa sih , aku tidak apa - apa , aku baik - baik saja , " ucap kirana menenangkan ,
Dita begitu merasa bersalah , dia tak hentinya meminta maaf ,
" Dita , lihat aku , " ucap kirana berhadapan ,
wajah dita sembab akibat menangis , terlihat jelas di matanya jika dita memang merasa menyesal telah membohongi kirana selama ini ,
" dita , kamu tak perlu menyesali semua yg terjadi , aku baik - baik saja , bahkan kamu lihat sendiri , aku sudah melahirkan dengan selamat , jadi berhentilah meminta maaf , " ucap kirana , menenangkan dita yg terlihat menangis tanpa henti ,
" Kirana " panggil dita dengan wajah sendu ,
" Dita , kamu adalah sahabatku , aku nggak mungkin membencimu , justru aku berterima kasih padamu , berkat kamu dan kak vemas , bayiku selamat dan juga aku bisa melahirkan di temani suamiku , " ucap Kirana , mengingat dita dan vemas yg membawanya ke rumah sakit ,
" jadi kamu tidak marah padaku , " tanya dita memastikan ,
" tak ada alasan untuk aku marah padamu , " jawab kirana tersenyum ,
" makasih ana , " ucap dita memeluk kirana ,
" berhentilah menyalahkan dirimu , aku baik - baik saja , " ucap kirana membalas pelukan dita ,
tak berapa lama , terdengar deheman dari luar , membuat kirana dan dita melepaskan pelukan mereka ,
" tu , "
" berhentilah memanggilku tuan , " sela farel ,
ternyata yg berdehem adalah farel , sedari tadi farel dan adrian sudah di depan pintu , mendengar pembicaraan antara kirana dan dita ,
" kamu adalah istri dari sahabatku revan , berarti kamu juga sahabatku , jadi berhentilah memanggilku tuan , " ucap farel , mengingatkan kirana agar tak memanggilnya tuan lagi ,
Kirana hanya diam mendengar ucapan farel ,
setelah masuk , farel langsung menghampiri bayi kirana yg berada di box bayi , dia begitu penasaran lihat wajah bayi itu , dan langsung menggendongnya ,
__ADS_1
" Lo memang benar yan , bayi ini sangat mirip dengan revan , cetakan revan benar - benar sempurnah , bahkan dia tak menyisakan sedikitpun untuk istrinya , " ucap farel menatap bayi yg ada di gendongannya ,
" ya ialah mirip , gue sudah kerja keras siang dan malam membuatnya , jadi hasilnya pun pasti sempurnah , " ucap revan , tiba - tiba datang menghampiri ,
Kirana terkejut mendengar ucapan revan , yg tanpa rasa malu , mengatakan itu di depan ketiga sahabatnya ,
" ternyata lo buas juga van , " ucap farel terkekeh ,
farel memang senang jika membahas masalah vulgar , maklum saja jiwa penjahat kelaminnya belum sepenuhnya hilang ,
" buas sama istri sendiri kan nggak apa - apa , dari pada buas sama setiap wanita , "
ucapan revan seperti tamparan keras untuk farel ,
" lo benar van , " ucap farel mengiyakan ,
" yan , gue pergi dulu , pekerjaan kantor masih banyak , " pamit farel , terlihat jelas dari raut wajahnya farel sedang tak baik - baik saja , entah apa yg di pikirkan farel saat mendengar ucapan revan tadi ,
" tapi rel , lo kan " ucap adrian terhenti karna farel sudah berlalu pergi dari hadapannya ,
melihat itu revan merasa tak enak hati , apalagi beberapa bulan ini farel sepertinya sudah berubah , dan tak pernah lagi ke bar ,
" mas , susul farel sebelum jauh , " ucap kirana tegas , terlihat jelas tatapan kirana yg kecewa pada revan ,
" farel , " panggil revan ,
panggilan revan tak di hiraukan , farel terus berjalan tanpa menengok ke belakang ,
Revan terus mengejar farel yg hampir keluar dari kawasan rumah sakit menuju mobilnya ,
" farel tunggu , " ucap revan , menghentikan langkah farel ,
" ada apa , " tanya farel ,
" rel , gue minta maaf , jika kata- kata gue menyinggung hati lo , " ucap revan merasa bersalah ,
" lo nggak perlu minta maaf , lagian semua yg lo katakan itu benar adanya , " ucap farel ,
" farel , " panggil adrian datang menghampiri ,
" rel , gue tau lo sudah berubah sekarang , jadi maafkanlah ucapan revan tadi , mungkin saja revan tak sengaja menyinggung lo , " ucap adrian mencoba menenangkan ,
__ADS_1
" bukannya lo kesini ingin melihat anak revan , " tanya adrian , yg memang tujuan farel datang ke rumah sakit , ingin melihat anak revan , dia begitu penasaran dengan ucapan adrian di telfon ,
" ya , lo benar , gue kesini ingin lihat anak revan , dan tadi gue sudah lihat , jadi gue harus pergi ke kantor sekarang , " ucap farel ,
" rel , gue minta maaf , gue akui gue salah , maafin gue , lo mau kan maafkan sahabat lo ini , " ucap revan dengan wajah memelas ,
" iya rel , maafin saja kasian kalau nggak di maafkan entar istrinya marah , " ucap adrian , dan langsung mendapat tatapan tajam dari revan ,
farel hanya menghela nafasnya dengan kasar , mendengar ucapan adrian ,
" ya gue maafkan , tapi ingat lo jangan mengungkit itu lagi , kalau nggak , anak lo gue culik , " ancam farel ,
" enak saja lo , gue yg cape bikin , lo se enaknya saja mau ambil , " ucap revan tak terima ucapan farel ,
adrian senang melihat revan dan farel terlihat akur lagi , walaupun masih terdengar pertengkaran di antara mereka ,
" kalian lanjutkan saja pertengkarannya , gue mau lihat ponakan gue dulu , " ucap adrian , membuat revan dan farel terhenti ,
" adrian tunggu , " ucap revan dan farel bersamaan menyusul adrian yg sudah terlihat jauh .
💮.....💮
sedangkan di dalam ruang rawat ,
" kirana , " ucap vemas menghampiri ,
" Kirana , saya minta maaf , ini semua salahku , bahkan saya berniat memisahkan kamu dengan revan , sekali lagi saya minta maaf , " ucap vemas , meminta maaf ,
" kak vemas , sebelum kakak minta maaf , aku sudah maafkan , lagian itu sudah lewat dan sekarang aku baik - baik saja , " ucap kirana , karena sudah tak mempermasalahkan kejadian sebelumnya ,
" terima kasih selama ini kak vemas sudah menjagaku dengan baik , jika saja waktu itu , aku tidak bertemu dengan kakak , entah apa yg akan terjadi denganku , " ucap kirana lagi , mengingat saat dirinya keluar dari rumah revan tanpa arah dan tujuan ,
" kak vemas sudah aku anggap seperti kakakku sendiri , jadi mulai sekarang kita lupakan semua kejadian yg telah di lewati , anggap saja itu pelajaran untuk kita di masa depan , " ucap kirana ,
" iya kak vemas , aku juga akan belajar dari kejadian ini , jujur aku sangat bersyukur mendapatkan sahabat seperti kirana , terima kasih ana sudah menjadi sahabatku , " ucap dita memegang tangan kirana ,
" iya , kamu benar dita , dari sini saya bisa belajar jika keegoisan tidak bisa mengalahkan ketulusan , " ucap vemas ,
Kirana senang , akhirnya vemas dan dita menyadari kesalahannya , memang benar tak akan ada yg bisa mengalahkan ketulusan hati .
🌼.....🌼
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak .😊