ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
91.


__ADS_3

skrip


tiga bulan telah berlalu , selama itu , kirana meninggalkan kediaman wiguna ,


" apa ini kerjaan kamu selama tiga bulan ini , bahkan mencari satu wanita saja kamu tak bisa , " ucap revan memarahi alex ,


" maafkan saya bos , " ucap alex pasrah menerima kemarahan revan ,


selama tiga bulan pencarian , alex benar - benar gagal menjalankan tugas yg di berikan revan , bahkan selama itu dia mendapatkan amukan dan kemarahan dari revan ,


tiga bulan pencarian , tapi tak ada hasil , membuat revan semakin murka ,


revan bingung , kemana kirana pergi , padahal setaunya kirana tak punya teman ataupun kenalan yg lain ,


" saya tidak ingin mendengar maaf darimu , cepat pergi dan cari wanita itu , " ucap revan mengusir ,


" baik bos , " ucap alex berlalu pergi ,


" kirana , pintar juga kamu sembunyi dariku , " geram revan ,


.....


hari ini , kirana sedang bersiap - siap untuk memeriksakan kandungannya ,


" kirana , apa hari ini kamu mau periksa kandunganmu , " tanya vemas ,


" iya kak , aku sudah janjian sama dita , akan periksa kandunganku di tempat kerjanya , " jawab kirana ,


" ya sudah biar saya temani , hari ini saya tidak ke kantor , " ucap vemas ,


sebenarnya vemas sengaja temani kirana periksa kandungannya , karna dia begitu penasaran dengan kondisi kandungan kirana , karna selama ini kirana tak pernah menginginkan sesuatu seperti wanita hamil pada umumnya ,


walaupun kirana tak pernah meminta , vemas selalu membawakan buah , bahkan membelikan semua jenis susu hamil dengan berbagai rasa ,


kirana sebenarnya ingin menolak , tapi mengingat kebaikan vemas selama ini , akhirnya diapun setuju vemas menemaninya ,


sesampainya di rumah sakit , kirana langsung menemui dita ,


" kak vemas , ko nggak ke kantor , " tanya dita ,

__ADS_1


bukannya menjawab vemas malah bertanya ,


" apa kamu lupa siapa saya , " tanya vemas , dengan gaya sombongnya ,


" ya sudah , ayo ana , aku periksa , " ucap dita , mengajak kirana ke ruangannya ,


vemas terlihat kesal melihat dita yg pergi begitu saja , tanpa menjawab pertanyaannya , walupun tak di jawab , dita pasti sudah tau siapa vemas sebenarnya , makanya dari pada menjawab mendingan dia pergi ,


dita mulai memeriksa kirana , terlihat di monitor janin yg mulai berkembang , bahkan detak jantungnya terdengar begitu keras , membuat kirana terharu mendengarnya ,


" kandungan kamu baik , janinnya juga sehat , tapi ingat jangan terlalu banyak pikiran , " ucap dita memperingati , karna memang akhir - akhir ini , kirana terlihat kurang semangat , entah apa yg dia pikirkan ,


setelah memeriksa kandungannya , kirana memutuskan untuk pulang ,


tanpa mereka sadari sepasang mata sedari tadi sedang mengintai mereka ,


" kirana istrahatlah , kalau ada apa - apa , jangan lupa telfon saya , dan kalau ingin sesuatu tinggal panggil bi nunung , " ucap vemas ,


kirana hanya mengangguk , vemas begitu perhatian padanya ,


" bi , tolong jaga kirana , dan jangan biarkan mengerjakan pekerjaan , sekalipun dia memaksa , " ucap vemas memperingati ,


" iya tuan , " jawab bi nunung ,


setelah kepergian vemas , kirana hanya diam menatap foto pernikahannya , yg sengaja dia bawa saat keluar dari rumah revan ,


" mas , aku merindukanmu , apakah kamu juga merindukanku , sudah tiga bulan kita berpisah aku benar - benar sangat merindukanmu mas , " ucap kirana menatap foto pernikahannya ,


sementara di tempat lain , di kafe , pertemuan dua keluarga membicarakan hal begitu serius ,


" jadi kapan kita mulai melakukan pertunangannya , " tanya pak bambang selaku ayah dari risa ,


" kalau bisa minggu depan , lebih cepat kan lebih baik , lagian nggak baik menunda hal yg bahagia seperti ini , " jawab pak sanjaya antusias ,


farel hanya diam mendengarkan , tanpa menanggapi pembicaraan orang tuanya , percuma juga bicara karna pendapatnya tak akan di terima terutama pak sanjaya ayahnya sendiri ,


kedua keluarga sedang membicarakan pertunangan antara farel dan risa ,


" jadi sudah di sepakati minggu depan pertunangannya , dan besok kalian mulai memesan cincinnya , " ucap pak sanjaya , menatap farel dan risa ,

__ADS_1


" maaf pah , kalau besok farel nggak bisa , soalnya besok farel ada miting , " ucap farel beralasan karna malas jalan bersama risa ,


" kamu kan bisa menyuruh sekertarismu menggantikan kamu , " ucap pak sanjaya yg mulai tersulut emosi , mendengar ucapan farel ,


" nggak bisa , miting besok itu penting , jadi nggak bisa di tunda , dan tak bisa di wakilkan oleh siapapun , " ucap farel tetap kekeh ,


" tapi rel , kamu kan , "


" nggak apa - apa om , kan masih ada waktu lain kalau mas farel nggak sibuk , " ucap risa menghentikan perdebatan ,


lisa tak ingin melihat perdebatan antara farel dan ayahnya , apalagi di depan kedua orang tuanya ,


" iya pah , benar kata risa , kan masih banyak waktu , lagian pertunangannya kan minggu depan , " ucap ibu tina menimpali ,


pak sanjaya begitu geram melihat sikap farel , kali ini dia mengalah , tapi bukan berarti dia kalah , hanya saja tak ingin berdebat lebih panjang lagi , apalagi di depan calon besannya , dan tak ingin memperlihatkan bagaimana hubungannya dengan farel saat ini ,


" baiklah , tapi selesaikan secepatnya urusanmu , dan setelah itu fokuslah mengurus pertunanganmu , " ucap pak sanjaya pasrah ,


sesampainya di rumah , pak sanjaya langsung meluapkan amarahnya , yg sedari tadi dia tahan ,


" farel , kamu benar - benar mempermalukan papa di depan orang tua risa , papa nggak mengerti dengan jalan pikiran kamu , apa kurangnya risa , dia bahkan jauh lebih baik dari wanita itu , " ucap pak sanjaya marah ,


" itu menurut papa , tapi tidak denganku , jadi papa tidak perlu membandingkan risa dengan ayu , karna bagi farel ayu jauh lebih baik dari risa , " ucap farel , yg tak terima ucapan pak sanjaya ,


" wanita baik mana yg mau menjual harga dirinya , wanita mana farel , jangan di butakan oleh cintanya , jika dia wanita baik - baik , pasti dia tidak akan mau tidur denganmu , " ucap pak sanjaya berapi - api ,


" cukup , papa tidak perlu menghina ayu , karna sampai kapanpun farel tidak akan bisa menerima wanita lain selain ayu , " ucap farel berlalu meninggalkan kedua orang tuanya ,


" anak itu benar - benar keras kepala , " geram pak sanjaya ,


" sudahlah pah , berikan farel waktu untuk berpikir , papa kan tau gimana farel , jadi biarkan saja dulu , " ucap ibu tina menenangkan pak sanjaya ,


pak sanjaya hanya diam , lalu menelfon seseorang ,


" cari tau wanita yg bersama farel di bar malam itu , , " ucap pak sanjaya menelfon seseorang ,


" lihat saja saya tidak akan membiarkan satu wanitapun menghalangi jalanku , " gumam pak sanjaya ,


🌼........🌼

__ADS_1


Maaf kurang memuaskan 🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak😊


__ADS_2