
skrip
tiga bulan telah berlalu , selama itu , kirana meninggalkan kediaman wiguna ,
" apa ini kerjaan kamu selama tiga bulan ini , bahkan mencari satu wanita saja kamu tak bisa , " ucap revan memarahi alex ,
" maafkan saya bos , " ucap alex pasrah menerima kemarahan revan ,
selama tiga bulan pencarian , alex benar - benar gagal menjalankan tugas yg di berikan revan , bahkan selama itu dia mendapatkan amukan dan kemarahan dari revan ,
tiga bulan pencarian , tapi tak ada hasil , membuat revan semakin murka ,
revan bingung , kemana kirana pergi , padahal setaunya kirana tak punya teman ataupun kenalan yg lain ,
" saya tidak ingin mendengar maaf darimu , cepat pergi dan cari wanita itu , " ucap revan mengusir ,
" baik bos , " ucap alex berlalu pergi ,
" kirana , pintar juga kamu sembunyi dariku , " geram revan ,
.....
hari ini , kirana sedang bersiap - siap untuk memeriksakan kandungannya ,
" kirana , apa hari ini kamu mau periksa kandunganmu , " tanya vemas ,
" iya kak , aku sudah janjian sama dita , akan periksa kandunganku di tempat kerjanya , " jawab kirana ,
" ya sudah biar saya temani , hari ini saya tidak ke kantor , " ucap vemas ,
sebenarnya vemas sengaja temani kirana periksa kandungannya , karna dia begitu penasaran dengan kondisi kandungan kirana , karna selama ini kirana tak pernah menginginkan sesuatu seperti wanita hamil pada umumnya ,
walaupun kirana tak pernah meminta , vemas selalu membawakan buah , bahkan membelikan semua jenis susu hamil dengan berbagai rasa ,
kirana sebenarnya ingin menolak , tapi mengingat kebaikan vemas selama ini , akhirnya diapun setuju vemas menemaninya ,
sesampainya di rumah sakit , kirana langsung menemui dita ,
" kak vemas , ko nggak ke kantor , " tanya dita ,
__ADS_1
bukannya menjawab vemas malah bertanya ,
" apa kamu lupa siapa saya , " tanya vemas , dengan gaya sombongnya ,
" ya sudah , ayo ana , aku periksa , " ucap dita , mengajak kirana ke ruangannya ,
vemas terlihat kesal melihat dita yg pergi begitu saja , tanpa menjawab pertanyaannya , walupun tak di jawab , dita pasti sudah tau siapa vemas sebenarnya , makanya dari pada menjawab mendingan dia pergi ,
dita mulai memeriksa kirana , terlihat di monitor janin yg mulai berkembang , bahkan detak jantungnya terdengar begitu keras , membuat kirana terharu mendengarnya ,
" kandungan kamu baik , janinnya juga sehat , tapi ingat jangan terlalu banyak pikiran , " ucap dita memperingati , karna memang akhir - akhir ini , kirana terlihat kurang semangat , entah apa yg dia pikirkan ,
setelah memeriksa kandungannya , kirana memutuskan untuk pulang ,
tanpa mereka sadari sepasang mata sedari tadi sedang mengintai mereka ,
" kirana istrahatlah , kalau ada apa - apa , jangan lupa telfon saya , dan kalau ingin sesuatu tinggal panggil bi nunung , " ucap vemas ,
kirana hanya mengangguk , vemas begitu perhatian padanya ,
" bi , tolong jaga kirana , dan jangan biarkan mengerjakan pekerjaan , sekalipun dia memaksa , " ucap vemas memperingati ,
" iya tuan , " jawab bi nunung ,
setelah kepergian vemas , kirana hanya diam menatap foto pernikahannya , yg sengaja dia bawa saat keluar dari rumah revan ,
" mas , aku merindukanmu , apakah kamu juga merindukanku , sudah tiga bulan kita berpisah aku benar - benar sangat merindukanmu mas , " ucap kirana menatap foto pernikahannya ,
sementara di tempat lain , di kafe , pertemuan dua keluarga membicarakan hal begitu serius ,
" jadi kapan kita mulai melakukan pertunangannya , " tanya pak bambang selaku ayah dari risa ,
" kalau bisa minggu depan , lebih cepat kan lebih baik , lagian nggak baik menunda hal yg bahagia seperti ini , " jawab pak sanjaya antusias ,
farel hanya diam mendengarkan , tanpa menanggapi pembicaraan orang tuanya , percuma juga bicara karna pendapatnya tak akan di terima terutama pak sanjaya ayahnya sendiri ,
kedua keluarga sedang membicarakan pertunangan antara farel dan risa ,
" jadi sudah di sepakati minggu depan pertunangannya , dan besok kalian mulai memesan cincinnya , " ucap pak sanjaya , menatap farel dan risa ,
__ADS_1
" maaf pah , kalau besok farel nggak bisa , soalnya besok farel ada miting , " ucap farel beralasan karna malas jalan bersama risa ,
" kamu kan bisa menyuruh sekertarismu menggantikan kamu , " ucap pak sanjaya yg mulai tersulut emosi , mendengar ucapan farel ,
" nggak bisa , miting besok itu penting , jadi nggak bisa di tunda , dan tak bisa di wakilkan oleh siapapun , " ucap farel tetap kekeh ,
" tapi rel , kamu kan , "
" nggak apa - apa om , kan masih ada waktu lain kalau mas farel nggak sibuk , " ucap risa menghentikan perdebatan ,
lisa tak ingin melihat perdebatan antara farel dan ayahnya , apalagi di depan kedua orang tuanya ,
" iya pah , benar kata risa , kan masih banyak waktu , lagian pertunangannya kan minggu depan , " ucap ibu tina menimpali ,
pak sanjaya begitu geram melihat sikap farel , kali ini dia mengalah , tapi bukan berarti dia kalah , hanya saja tak ingin berdebat lebih panjang lagi , apalagi di depan calon besannya , dan tak ingin memperlihatkan bagaimana hubungannya dengan farel saat ini ,
" baiklah , tapi selesaikan secepatnya urusanmu , dan setelah itu fokuslah mengurus pertunanganmu , " ucap pak sanjaya pasrah ,
sesampainya di rumah , pak sanjaya langsung meluapkan amarahnya , yg sedari tadi dia tahan ,
" farel , kamu benar - benar mempermalukan papa di depan orang tua risa , papa nggak mengerti dengan jalan pikiran kamu , apa kurangnya risa , dia bahkan jauh lebih baik dari wanita itu , " ucap pak sanjaya marah ,
" itu menurut papa , tapi tidak denganku , jadi papa tidak perlu membandingkan risa dengan ayu , karna bagi farel ayu jauh lebih baik dari risa , " ucap farel , yg tak terima ucapan pak sanjaya ,
" wanita baik mana yg mau menjual harga dirinya , wanita mana farel , jangan di butakan oleh cintanya , jika dia wanita baik - baik , pasti dia tidak akan mau tidur denganmu , " ucap pak sanjaya berapi - api ,
" cukup , papa tidak perlu menghina ayu , karna sampai kapanpun farel tidak akan bisa menerima wanita lain selain ayu , " ucap farel berlalu meninggalkan kedua orang tuanya ,
" anak itu benar - benar keras kepala , " geram pak sanjaya ,
" sudahlah pah , berikan farel waktu untuk berpikir , papa kan tau gimana farel , jadi biarkan saja dulu , " ucap ibu tina menenangkan pak sanjaya ,
pak sanjaya hanya diam , lalu menelfon seseorang ,
" cari tau wanita yg bersama farel di bar malam itu , , " ucap pak sanjaya menelfon seseorang ,
" lihat saja saya tidak akan membiarkan satu wanitapun menghalangi jalanku , " gumam pak sanjaya ,
🌼........🌼
__ADS_1
Maaf kurang memuaskan 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak😊