ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
74.


__ADS_3

Selama perjalanan , revan dan adrian hanya diam saja , mereka larut dalam pikiran masing - masing , hingga sampai di singapura keheningan masih berlanjut ,


adrian yg biasanya banyak bicara , kini diam seribu bahasa , hanya sesekali melirik revan , tanpa bertanya satu katapun , dalam hati hanya bisa berharap semua baik - baik saja ,


sebelum menuju ke rumah sakit tempat ibu diana di rawat , adrian terlebih dahulu menelfon dr.dion ,


dr.dion sudah menunggu , perasaan kawatir menyelimutinya , apalagi melihat revan berjalan ke arahnya membuatnya tak berkutik , sekedar menelan ludah saja , begitu susah untuknya ,


sedangkan adrian jangan di tanya lagi , kekawatiran bercampur takut begitu terlihat di wajahnya , apalagi saat akan masuk ke ruangan ibu diana , serasa ruangan itu begitu mencekam baginya ,


revan memasuki ruangan , bi murni setia menemani ibu diana , tangan bi murni tak hentinya menggenggam tangan yg terlihat kurus itu ,


" bi , " panggil revan menghampiri bi murni ,


bi murni terkejut melihat kedatangan revan , dia tak menyangka revan akan datang ke singapura , apalagi dalam kondisi kritis seperti ini ,


" tu , tuan , " jawab bi murni gugup ,


revan menghampiri ibu diana yg terlihat kurus , wajah pucat , dan mata yg lelah , rasa rindu , sedih , bercampur menjadi satu , air mata jatuh begitu saja tanpa permisi ,


revan senang melihat ibu diana yg sudah sadar , tapi dia juga heran kala melihat semua alat yg terpasang di tubuh ibu diana sudah tak ada lagi , tinggal selang oksigen yg membantu pernapasannya , tapi revan sebisa mungkin tak menghiraukan itu , baginya bangunnya ibu diana sudah cukup membuatnya bahagia apalagi kalau melihat senyum ibu diana adalah suatu hidup baginya ,


ibu diana tersenyum melihat revan datang menemuinya , tangis haru tak dapat di tahan lagi , melihat anak semata wayang yg dirindukannya tepat di hadapannya ,

__ADS_1


dr.dion , adrian dan bi murni meninggalkan revan dan ibu diana di ruangan , memberikan mereka waktu untuk melepas rindu ,


" ibu , aku merindukanmu " ucap revan memeluk ibu diana , air matanya mengalir tanpa henti ,


" ibu , aku senang sekali , akhirnya ibu sadar , aku tak bisa bayangkan jika kehilangan ibu , " ucap revan lagi , masih tetap memeluk , pelukan yg sangat ia rindukan pada sosok wanita yg melahirkannya ,


ibu diana sedih mendengar ucapan revan yg terakhir , tapi sebisa mungkin dia sembuyikan , agar tak terlihat oleh revan ,


ibu diana tidak bisa bayangkan jika terjadi sesuatu padanya , entah apa yg akan di lakukan revan nantinya ,


" ibu juga merindukanmu revan , " ucap ibu diana yg memang merindukan revan ,


" ibu setelah ini , aku akan membawamu pulang , aku punya kejutan untuk ibu , " ucap revan , dia sudah berniat akan memperkenalkan kembali kirana sebagai istrinya bukan pembantu ,


" bu , aku benar - benar bahagia , bisa melihat lagi senyum ibu , " ucap revan terus menerus mengecup tangan ibu diana ,


ibu diana hanya bisa tersenyum , mendengar ucapan revan , masalah kejutan , ibu diana sudah tau , karna bi murni sudah menceritakan semuanya , perihal pernikahan revan , dan hubungannya dengan kirana ,


ibu diana menatap dalam , rasanya dia juga merindukan rumah , rindu berkumpul bersama revan , dan art lainya , karna bagi ibu diana , semua penghuni rumah sudah di anggap sebagai keluarga sendiri ,


revan tak hentinya bercerita , membuat senyuman ibu diana tak pernah luntur ,


.....

__ADS_1


di ruangan , adrian mulai bertanya tentang ucapan dr.dion di telfon , memastikan jika apa yg di katakan dr.dion tak akan pernah terjadi ,


" dr.dion , apa tak ada cara lain lagi untuk menyembuhkan ibu diana , " tanya adrian , berharap masih ada harapan untuk ibu diana ,


dr.dion hanya menghela nafas , tak ada jalan lain lagi , semua sudah di lakukan , tapi kondisi ibu diana cukup parah ,


dr.dion sudah meminta bantuan temannya , tapi semuanya angkat tangan , menyerah , benturan itu cukup kuat , pembuluh darah yg pecah , mengakibatkan saluran pernapasannya bermasalah ,


" maafkan saya dr.adrian , berbagai cara sudah di lakukan , semua nihil , kita hanya bisa berharap semoga ada keajaiban untuk ibu diana , " jawab dr.dion pasrah ,


" tapi bagaimana jika revan tau yg sebenarnya , tidak mungkin kita menyembuyikan semua ini , " ucap adrian kawatir , jikalau revan bertanya tentang kondisi ibu diana ,


" dr.adrian , biar bagaimanapun revan harus tau , karna , " ucap dr.dion terhenti , karna revan masuk ke ruangannya tiba - tiba ,


dr.dion dan adrian begitu terkejut , revan datang dengan mata yg berkaca - kaca ,


saat sedang bercerita , tiba - tiba ibu diana sesak napas , revan panik melihat ibunya , dan berlari secepat mungkin ke ruangan dr.dion , tak sempat lagi untuk menelfon karna terlajur kawatir dengan kondisi ibu diana ,


" dokter , " panggil revan dengan suara ngos - ngosan , air mata sudah membanjiri wajahnya ,


kini saatnya yg di takutkan kedua dokter itu akan terjadi , harapan yg di inginkan hanyalah angan - angan , setelah ini entah apa yg akan terjadi selanjutnya .


🌼....🌼

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😊


__ADS_2