
Seorang wanita cantik dengan rambut lurus terurai dengan indahnya , memakirkan motornya di sebuah toko kue yg terlihat sederhana ,
" Alhamdulillah , hari ini pesanan kue kita lumayan banyak , semoga bisa melunasi utang kita pada paman , " ucapnya sambil menyeka peluh di dahinya ,
" iya kak , Alhamdulillah , hari ini banyak yg pesan , semoga saja usaha kita ini lancar kak , Aamiin , " ucap sang adik menimpali ,
" Aamiin , " jawab sang kakak yg ikut mengamini ,
sebuah toko kue yg terdapat di ujung jalan kota , kedua kakak beradik ini mengais rezeki , berkat ketekunan sang kakak yg hobi membuat kue , akhirnya toko kue ini berdiri , walaupun kecil tapi bisa menghidupi mereka berdua ,
" kak ayu , apa kakak nggak ada rencana untuk menikah , " tanya alisa , mengingat sudah banyak lelaki yg ingin meminang sang kakak ,
mendengar pertanyaan alisa , membuat ayu hanya diam seketika , entah kenapa sampai saat ini hatinya belum bisa terbuka ,
" kak , ini sudah setahun lebih , aku yakin dia sudah menikah sekarang atau bahkan dia sudah punya anak , " ucap alisa lagi , melihat ayu yg hanya diam saja ,
" de , bisakah kamu untuk tidak membahas itu lagi , lagian kakak ingin fokus dengan toko kue ini dan melunasi utang kita pada paman , " ucap ayu tanpa menanggapi pertanyaan alisa ,
jawaban ayu masih saja sama seperti biasa , sekarang dipikirannya hanya ingin membesarkan usahanya dan melunasi utang ,
mendengar jawaban sang kakak , alisa menjadi tak enak hati , dia tau ayu belum bisa melupakan farel begitu saja , selama bersama , Alisa terus saja membahas pernikahan , bukan tanpa alasan Alisa berkata demikian , karna mengingat sang kakak yg enggan menikah walaupun sudah cukup umur untuk membina ruumah tangga , dan juga banyak lelaki yg ingin meminang sang kakak ,
" kak , aku minta maaf , " ucap alisa merasa tak enak hati dengan pertanyaannya ,
" nggak apa - apa , kakak harap ini yg terakhir kalinya kamu bertanya , " ucap ayu ,
Alisa hanya mengangguk , dia tau sang kakak pasti merasa terusik dengan pertanyaannya ,
Ayu bergegas meninggalkan alisa , kali ini pertanyaan alisa membuatnya teringat kembali pada sosok lelaki yg sudah merenggut kehormatannya dalam semalam ,
" aku yakin kak , di hati kakak hanya ada kak farel seorang , " gumam alisa melihat kepergian ayu ,
seperti biasa setelah menutup toko kue , ayu dan alisa menghitung hasil jualan hari ini , tapi sepertinya ayu tak fokus di situ , pikirannya melayang entah kemana , alisa hanya membiarkan sang kakak , tak ingin mengganggu lamunannya , dan fokus menghitung ,
tiba - tiba , tepukan di bahu membuat ayu terkejut ,
" dorr , " ucap sang lelaki , dan itu berhasil membuat lamunan ayu buyar begitu saja ,
" astaga kak doni , untung saja jantungku nggak copot , " ucap ayu memegang dadanya ,
" siapa suruh dari tadi melamun saja , aku panggil - panggil nggak di jawab , emangnya apa yg kamu pikirkan " tanya doni ,
lelaki yg sejak pertama kali melihat ayu langsung jatuh hati , dan terus datang ke toko kue , entah hanya sekedar beli atau hanya ingin melihat wajah sang pujaan hati ,
" nggak ada , " jawab ayu singkat ,
" masa ia nggak ada , atau jangan - jangan kamu lagi mikirin aku ya , hayoo ngaku , aku tau kamu pasti mikirin aku yg ganteng sedunia ini kan , " ucap doni ,
ayu hanya tersenyum mendengar ucapan doni yg selalu saja bisa membuatnya tersenyum , sementara Doni begitu menikmati senyuman ayu yg menurutnya begitu manis bahkan mengalahkan manisnya madu ,
__ADS_1
" tuh kan senyum , berarti benar kan , " ucap doni lagi ,
alisa begitu senang melihat interaksi kakaknya dan doni , dalam hati kecilnya alisa berharap ayu bisa membuka hatinya untuk doni , walaupun harapan itu sangat sulit terwujud ,
🏵️.....🏵️
di tempat lain ,
" dita muka kamu kenapa , kayak baju tak di setrika saja , " tanya kirana yg melihat muka dita tiap datang ke rumahnya dengan wajah yg selalu cemberut ,
" biasalah ana , dokter menyebalkan itu , selalu membuatku susah , " ucap dita ,
Dita menemui kirana sekedar curhat sekalian melihat azka yg membuat moodnya langsung bagus , hanya melihat wajah imut azka ,
" kenapa lagi dengan dokter adrian , " tanya kirana , walaupun sebenarnya dia sudah mengerti jika sahabatnya itu datang menemuinya , bukan hanya ingin melihat azka tapi juga curhat dan pasti membahas adrian yg menurut dita lelaki paling menyebalkan baginya ,
" dokter menyebalkan itu selalu membuatku susah , tiap hari dia selalu melimpahkan pekerjaannya padaku , belum lagi jadwal oprasinya yg begitu banyak , dia pikir aku nggak cape apa , mengerjakan semua pekerjaannya , " ucap dita mengeluarkan semua uneg - unegnya ,
" kamu sabar saja , anggap saja ini cobaan untukmu , " ucap kirana ,
" aku sudah cukup sabar ana menghadapi dokter menyebalkan itu , entah sampai kapan kesabaran ini habis , " ucap dita ,
kirana hanya diam saja mendengar ucapan dita , dia juga tak tau harus memberi solusi apa pada sang sahabat ,
" ana , sini azka biar aku gendong , " ucap dita mengambil azka dari gendonga kirana ,
" wajah azka begitu menggemaskan , melihat wajahnya saja hatiku tenang , tapi jika melihat wajah dokter menyebalkan itu benar - benar membuat aku ingin sekali menyumbat mulutnya biar tak menyuruh aku mengerjakan pekerjaannya , " ucap dita ,
" dita itu , " sela kirana menahan dita agar tak melanjutkan ucapannya lagi ,
" kamu kenapa sih ana , aku masih mau curhat tentang dokter menyebalkan itu , " kesal dita yg tak terima kirana memotong ucapannya ,
" ummm , dita , " ucap kirana , melihat ke arah pintu , tapi seseorang melambaikan tangannya agar kirana tak melanjutkan ucapannya ,
" ana , hari ini aku mau curhat banyak jadi tolong jangan potong ucapan ku , " ucap dita dan mulai melanjutkan curhatnya , sementara kirana hanya diam saja tak tau harus berbuat apa ,
" kamu tau ana , betapa bodohnya aku dulu pernah memuji kegantengan dokter menyebalkan itu , aku benar - benar menyesal telah memujinya , tapi sekarang pujian itu aku tarik kembali , " ucap dita sambil mengambil kue yg di suguhkan di meja ,
" seandainya saja dokter menyebalkan itu kue ini , mungkin saja aku akan , "
" akan apa , " sela adrian yg sedari tadi sudah panas mendengar ocehan dita tentang dirinya ,
dita begitu terkejut mendengar suara adrian ,
" ana , " ucap dita melihat ke arah kirana yg hanya diam saja ,
" akan apa , katakan , " tanya adrian yg sudah ada tepat di hadapan dita ,
dita begitu gugup melihat adrian , bibirnya begitu kelu , dia hanya meremas tangannya yg sudah berkeringat ,
__ADS_1
" oh jadi ini tujuanmu tiap datang ke rumah revan , menjelekanku di depan kirana , " ucap adrian terus menghakimi dita ,
Dita tak dapat berkutik lagi , dia bagaikan patung yg tak dapat berbuat apa - apa , hanya bisa mendengar setiap ucapan yg keluar dari mulut adrian , dan memandang kirana dengan tatapan meminta pertolongan ,
" kamu nggak perlu melihat yg lain , hari ini saya akan memberimu hukuman , dan tak akan ada yg bisa menolongmu , sekalipun itu sahabatmu sendiri , " ucap adrian seakan tau maksud tatapan dita ,
Dita tak tahan lagi mendengar ucapan adrian , diapun berlari membuat adrian semakin kesal ,
" hey saya belum selesai bicara , " ucap adrian dan langsung mengejar dita ,
dita berlari ke kamar mandi , di dalam sana dia hanya mondar - mandir , rasanya ingin menenggelamkan dirinya di dalam bath up ,
" aghhh , apa yg harus aku lakukan , dokter menyebalkan itu mendengar semuanya , " ucap dita ,
Dita mencuci mukanya untuk menyegarkan pikirannya saat berhadapan dengan adrian nanti , tapi di kejutkan dengan ketukan dari luar ,
tok , tok , tok ,
" hey cepat keluar , " ucap adrian menggedor pintu ,
" bagaimana ini , " gumam dita merasa takut ,
" kalau kamu tidak keluar saya akan dobrak pintunya sekarang juga , " ancam adrian , dan berhasil membuat dita membuka pintu ,
setelah terbuka dengan cepat adrian langsung mendorong dita masuk ke dalam dan mengunci pintu ,
" ka , kamu , apa yg kamu lakukan , " ucap dita takut karna melihat adrian mengunci pintu ,
bukannya jawab adrian malah mendekat membuat dita semakin takut ,
" ka , kamu jangan macam - macam ya , nanti aku teriak , " ucap dita terus mundur ,
" coba saja teriak , " tantang adrian , dengan tersenyum miring ,
saat dita akan berteriak adrian langsung membungkam mulutnya dengan tangannya ,
" jika kamu berani teriak saya akan menciummu , " ancam adrian , menatap dita dengan tatapan yg sulit di artikan ,
bukannya takut dengan ancaman adrian , dita langsung berteriak dan alhasil adrian membungkam mulut dita dengan bibirnya ,
mata dita melotot melihat adrian tepat di depannya , dan tak ada jarak yg membatasi mereka , ciuman itu berlangsung lama , hingga membuat dita hampir kehabisan napas , dan mendorong adrian dengan kuat ,
tanpa bicara , dita langsung membuka pintu berlari meninggalkan adrian yg mematung ,
entah kenapa , melihat dita tadi yg terus bicara sedari tadi membuat adrian tak dapat beralih melihat bibir ceri milik dita yg begitu manis menurutnya ,
" sial , " gerutu adrian menarik pelan rambutnya ,
adrian terus merutuki kebodohannya telah berani mencium dita , apalagi ciuman itu ciuman pertama baginya .
__ADS_1
☀️......☀️
Jangan lupa tinggalkan jejak😊