
Di kantor , farel benar _ benar tak tenang , panggilan telfon dari pak sanjaya mengacaukan konsentrasinya , pikirannya semakin kacau mengingat malam ini pertunangannya , farel tak mengerti jalan pikiran papanya yg begitu ingin menjodohkannya dengan risa ,
" apa sih hebatnya wanita itu hingga papa begitu ingin menjodohkan ku , " gumam farel tanpa mau menyebut nama calon tunangannya ,
memikirkan itu membuat kepala farel semakin sakit ,
" agghhhh , " geram farel , melihat layar ponselnya tertulis " yg terhormat memanggil " , astaga farel , bisa _ bisanya nama sang papa di tulis seperti itu ,
karna pusing mendengar ponselnya yg tak berhenti berbunyi , akhirnya farel menggeser tombol hijau , dan terdengarlah suara lelaki paruh baya yg menggelegar di telinga ,
" farel , kenapa dari tadi tak mengangkat telfon , apa kamu pura _ pura lupa pertunanganmu malam ini , " marah pak sanjaya di sebrang sana "
" pokoknya papa tidak mau tau , kamu harus pulang sekarang .
klik .
panggilan pun berakhir , dan pastinya yg mengakhirinya itu adalah pak sanjaya , farel hanya bisa menghela nafasnya , mendengar kemarahan papanya itu ,
sementara pak sanjaya setelah mengakhiri panggilan , dia begitu geram , bagaimana tidak , dia sengaja membatalkan semua mitingnya hari ini hanya untuk mengingatkan farel , dan menunggu kepulangannya , dia yakin pasti farel akan mencari alasan agar pertunangannya batal ,
" anak itu benar _ benar membuat kepalaku pusing , " kesal pak sanjaya ,
" sudahlah pah , jangan terlalu memikirkan farel , nanti jantung papa kumat lagi , " ucap ibu tina menenangkan suaminya ,
" bagaimana papa tidak memikirkannya , farel itu akan bertunangan malam ini , dan lihatlah jam segini dia masih di kantor , apa dia itu karyawan , " kesal pak sanjaya yg tak terima ucapan istrinya yg selalu saja membela farel ,
" pah , farel itu putra kita satu _ satunya , biarkanlah dia memilih pasangan hidupnya sendiri , kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan yg terbaik untuknya , " ucap ibu tina menasehati suaminya , jujur saja , dia lelah mendengar suami dan anaknya selalu bertengkar dan permasalahannya hanya satu yaitu perjodohan , biar bagaimanapun dia ingin farel bahagia dan pastinya dengan pilihan nya sendiri ,
pak sanjaya tak terima ucapan istrinya , dia semakin kesal seolah ibu tina mendukung semua keputusan farel ,
__ADS_1
" jadi maksud mama , farel harus memilih wanita itu , " selidik pak sanjaya ,
" bukan begitu , mama hanya ingin yg terbaik untuk farel , dan _ "
" dan menurut mama yg terbaik wanita itu , " gegas pak sanjaya langsung menyela ucapan ibu tina ,
ibu tina hanya bisa diam , berdebat dengan suaminya tidak akan ada ujungnya ,
" keputusan papa sudah bulat , malam ini farel tetap bertunangan dengan risa , " ucap pak sanjaya mengakhiri perdebatan ,
tak berselang lama , terdengar suara mobil memasuki halaman rumah , dan bisa di pastikan kalau sang pemilik mobil itu adalah farel ,
baru saja masuk , suara pak sanjaya sudah terdengar ,
" jam segini kamu baru pulang , apa begitu banyaknya pekerjaan di kantor , hingga pertunanganmu tidaklah penting , " kesal pak sanjaya , yg menunggu farel terlalu lama ,
farel hanya diam mencoba mengabaikan ucapan papanya ,
mendengar itu farel mulai tersulut emosi , apalagi mendengar kata " wanita itu " yg di maksud papanya tak lain adalah ayu , tapi saat akan menjawab tatapannya bertemu dengan ibu tina , lagi farel hanya bisa menghela nafasnya menahan emosi yg mulai terpancing ,
" sudahlah pah , biarkan farel istirahat sebentar , dia pasti cape pulang dari kantor , " ucap ibu tina , yg kasian melihat anaknya baru masuk rumah sudah di marahi ,
" farel pergilah istirahat , nanti mama akan nyuruh bibi siapkan air hangat untukmu , " ucap ibu tina , dan farel hanya bisa menurut , jujur saja farel juga lelah seharian di kantor , lelah mendengar kemarahan sang papa , lelah memikirkan pertunangannya , semuanya lelah termaksud hatinya saat ini , sangat _ sangat lelah ,
" pah sudahlah, apa papa tidak cape tiap bertemu pasti bertengkar , mama lelah melihat suami dan anak sendiri bertengkar , mama ingin rumah ini tenang , " ucap ibu tina mengeluarkan semua keluhannya ,
" kalau mama ingin rumah ini tenang , ingatkan farel bertunangan dengan risa , itu jalan satu-satunya, " ucap pak sanjaya dan berlalu pergi ,
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
__ADS_1
Berbeda dengan farel yg harus di pusingkan dengan pertunangannya , di kediaman Revan dan Kirana , mereka sedang menikmati masa _ masa menjadi orang tua baru , revan benar _ benar menjadi ayah yg siaga tiap di butuhkan , seperti saat ini ,
" mas , tolong dong gantikan popok baby Az , aku mau mau bantu bibi siapkan makanan , , " ucap kirana ,
revan yg mendengarnya langsung menggantikan popok untuk baby Az , tanpa merasa jijik , walaupun pada awalnya dia risih , tapi lama kelamaan dia mulai terbiasa , apalagi melihat wajah Kirana yg kelelahan mengurus baby Az yg mulai aktif bergerak , pernah sekali revan menawari Kirana pengasuh untuk baby Az , tapi dengan tegas kirana menolak , karna baginya mengurus baby Az lebih aman , di banding orang lain ,
" selesai deh , anak papa sudah harum nih , " ucap Revan sambil menciumi pipi baby Az yg gembul ,
" mas ayo makan , biar baby Az sama aku , " ucap kirana menyuruh makan ,
" sayang biar baby Az sama aku , kamu makan saja dulu , " jawab revan , dia tau Kirana pasti kelelahan menjaga baby Az , walaupun ada pembantu di kediamannya tapi Kirana tak ingin merepotkan apalagi menyangkut baby Az ,
" mas saja yg makan , aku masih kenyang , " tolak Kirana , dia juga mengerti pasti revan cape ngurusi pekerjaan di kantor yg akhir _ akhir ini banyak menyita waktunya ,
" gimana kalau kita makan bersama , sudah lama kan kita tidak makan bersama , " ajak revan , ya memang sudah lama mereka tidak menghabiskan makan bersama , apalagi revan yg selalu pulang malam , jarang _ jarang kan punya waktu luang seperti sekarang ,
" ayo , " Kirana dengan senang hati menerima ajakan revan , dan baby Az begitu senang seakan mengerti kebersamaan kedua orang tuanya ,
mereka berjalan bersama , dengan baby Az dalam gendongan Revan , itu tak luput dari mata semua pembantu di sana yg menyaksikan kebahagiaan kedua majikannya ,
bi murni begitu bahagia , sampai tak sadar air matanya jatuh ,
" seandainya nyonya Diana di sini , pasti dia akan bahagia melihat revan , ya Allah semoga kebahagiaan ini Takan pernah berakhir , Aamiin , " batin bi murni .
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Maaf kurang memuaskan
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1
sekedar info , mungkin akan banyak membahas farel dan ayu , serta adrian dan dita , jadi jangan bosan mengikuti alur ceritanya . 😊😊😊😊