ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
116.


__ADS_3

Di sebuah kafe , seorang lelaki sedang menunggu seseorang , ya dia adalah farel , sesuai ucapannya pagi tadi , dia akan menyuruh Risa sang tunangan untuk membantunya berbicara pada sang papa , perihal pernikahan yg tinggal menghitung hari ,


setelah lama menunggu , akhirnya risa muncul dengan senyuman yg mengembang , wanita cantik itu terlihat begitu anggun , dengan gaun selutut yg di kenakannya , mungkin jika pasangan yg saling mencintai , melihat Risa seperti ini , akan bertambah jatuh cinta , tapi berbeda dengan farel , lelaki itu terlihat cuek saja , saat melihat Risa sang tunangan,


ya , farel akui , Risa wanita yg cantik , tipe wanita idaman , tapi sayangnya bukan idaman farel , hati dan pikirannya sudah di penuhi pada sosok wanita yg sudah dia renggut keperawanan nya yg tak lain adalah ayu ,


" maaf , menunggu lama , " ucap Risa merasa tak enak karna sudah membuat farel menunggu terlalu lama ,


" no problem , " jawab farel santai , dan menyuruh Risa untuk duduk ,


" kamu yg pesan ini semua , " tanya Risa tersenyum , menatap makanan yg tersaji di meja , semua makanan itu adalah makanan kesukaannya,


" iya , " jawab farel singkat ,


ada rasa bahagia menyelimuti hati Risa kala melihat makanan itu , ternyata farel tau makanan kesukaannya ,


" apa dia sudah mulai membuka hatinya untukku " gumam Risa tersenyum dalam hati ,


tak ada obrolan lagi , mereka menikmati makanan dalam diam , Risa tak hentinya tersenyum , makan berdua seperti ini adalah impiannya , apalagi dengan lelaki yg sebenar lagi akan menjadi suaminya ,


" Risa , " panggil farel , rasanya dia sudah tidak sabar menyelesaikan ini semua ,


" iya , " jawab Risa , dengan senyuman yg masih menghiasai wajahnya , begitu manis ,


" bisakah kamu bantu bicara pada papa tentang pernikahan kita , " tanya farel mulai inti permasalahan,


" maksud mas , " bukannya menjawab , Risa terlihat heran dengan pertanyaan farel,


farel menghembus kan nafasnya dengan pelan , mencoba bicara dengan hati - hati , agar wanita yg berada di hadapannya kini bisa menerima apa yg dia sampaikan ,

__ADS_1


" sebelumnya aku minta maaf , bisakah kamu bicara pada papa untuk menunda pernikahan kita , kamu jelas tau Ris apa maksudku , jujur aku belum siap menikah secepat ini , " ucap farel , membuat Risa menghentikan makannya, entah kenapa makanan yg tadinya begitu nikmat di lidahnya , kini terasa hambar ,


" mas farel , tidak bisakah kamu membuka hatimu untukku , tidak bisakah kamu mencintaiku , pernikahan kita sudah di depan mata , kenapa kamu ingin menundanya , " ucap Risa sendu , air matanya mulai mengenang di pelupuk mata , tidak bisakah farel menerima semua yg telah terjadi ,


mendengar itu farel merasa bersalah , entah kenapa dia tidak bisa menerima kehadiran wanita lain , padahal Risa begitu baik dan juga cantik , tak ada celah sedikitpun pada wanita di hadapannya ini , sosok wanita idaman , tapi kenapa farel tidak tertarik sama sekali , apa sosok ayu sudah memenuhi hati seorang playboy itu ,


" maafkan aku Risa , aku melakukan ini demi papa , demi menebus kesalahan yg aku lakukan , karna sudah membuat papa masuk rumah sakit , aku hanya ingin kesehatan papa baik - baik saja , makanya aku terpaksa menerima pertunangan ini , " ucap farel panjang lebar , mencoba memberi pengertian pada sang tunangan,


Risa hanya menghela napasnya , perkataan farel tentang terpaksa membuat hatinya sakit , segitu terpaksa nya farel bertunangan dengannya ,


" tidak bisakah kamu melakukan pernikahan ini demi kesehatan papamu juga , beliau benar - benar berharap dengan pernikahan ini mas , kenapa kamu ingin menghancurkan harapan itu , " ucap Risa , berharap farel mau melanjutkan pernikahan mereka ,


" kamu jelas tau dengan siapa aku ingin menikah , " ucap farel , membuat hati Risa sakit , ya dia tau siapa wanita yg di inginkan tunangannya itu , yg jelas bukan dirinya ,


" kalau begitu aku juga minta maaf , karna tidak bisa membantumu , kamu jelas tau aku sangat menginginkan pernikahan ini , maaf mas , aku nggak bisa bantu , aku harap kamu mengerti , " ucap Risa dan berlalu pergi ,


rasanya berlama-lama di sana hanya akan membuat hatinya semakin sakit , awalnya dia berpikir farel mengajaknya makan , karna ingin memperkuat hubungan mereka , tapi apa yg terjadi , farel malah ingin menunda pernikahan yg sudah di depan mata ,


" maafkan aku mas , aku ingin pernikahan ini terjadi , dan aku hanya ingin menjadi istrimu , " gumam Risa dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan farel yg menatap mobilnya hingga menghilang ,


farel hanya mengerang kesal , dia sudah menduga , kecil kemungkinan berhasil membujuk Risa , seharusnya dia sudah prediksikan hal itu , meminta Risa untuk membantunya bukanlah solusi yg tepat , karna wanita itu begitu menginginkan pernikahan ini , apalagi farel tau Risa begitu mencintainya,


" aghhhh , " geram farel ,


benar- benar tak ada solusi sekarang , tak mungkin berbicara lagi pada sang papa , dia takut penyakit lelaki paruh baya yg sudah membesarkannya itu kambuh lagi , mungkin farel harus menerima semuanya , karna hanya itu solusi yg ada ,


setelah meninggalkan kafe , farel bukannya pulang , dia malah membelokan mobilnya pada sebuah tempat , yg sudah lama tak dia singgahi ,


dentuman musik terdengar begitu nyaring saat farel memasuki tempat itu , para wanita dan lelaki , asyik dengan dunia mereka , menggoyangkan badannya , mungkin dengan begitu menghilangkan masalah yg mereka rasakan ,

__ADS_1


" wah , ada angin apa tuan farel sanjaya , datang ke sini , " sapa Reno pemilik bar , ya di sinilah seorang farel sanjaya datang , tempat yg menurutnya bisa membuat pikirannya tenang ,


sudah terlalu lama dia tidak datang di bar Reno , tempat di mana menjadi saksi pertemuannya dengan


sosok wanita cantik pencuri hatinya ,


" berikan gue minuman terbaik lo , " ucap farel , menghiraukan candaan Reno ,


" gimana kabar Lo sekarang , gue kira sebentar lagi Lo akan menikah , beruntung banget Lo bisa dapatkan model cantik seperti risa Amelia, " ucap Reno , dan mulai memberikan minuman terbaiknya ,


farel tak menjawab, dia langsung meminum minuman yg di berikan Reno , lelaki itu seakan tuli , bahkan pertanyaan Reno bagai angin lewat ,


Reno hanya menghela napasnya dengan kasar , lelaki yg sudah menjadi pelanggannya ini seakan menganggapnya tak ada ,


" berikan lagi minuman Lo , bawa semua kesini , " ucap farel , sementara Reno walaupun kesal , dia tetap memberikan minuman yg di minta farel ,


" gimana dengan gadis itu , eh , wanita itu maksudnya, " pancing Reno , dan ya berhasil membuat farel menghentikan minumannya , dia langsung menatap tajam sang lawan bicara ,


" Lo , " tunjuk farel tepat di dahi Reno , membuat sang pemilik bar itu mulai waspada ,


dia tau farel begitu tak suka jika ada lelaki lain yg membahas wanitanya ,


" dia , wanitaku , jadi Lo jangan membahas dia di tempat seperti ini , " ucap farel penuh penekanan ,


tepat dugaan Reno , mungkin sosok ayu begitu berarti dan Reno mengerti , mungkin farel begitu mencintai wanita itu , hingga tak ingin wanitanya di bahas pada tempat yg memang menjadi tempat untuk orang- orang khilaf ,


tak ingin memperpanjang masalah , Reno langsung pergi , meninggalkan farel yg sudah mulai mabuk , tak lupa dia memberi tau anak buahnya untuk terus memantau farel , takutnya lelaki itu akan mengamuk jika sudah terlalu mabuk .


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2