ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
Part 21


__ADS_3

Sesampainya aku di rumah sarah aku melihat Alya dan Sarah sedang bermain di halaman depan. Aku dan Yaya pun menghampiri mereka.


"Eh Yaya ko nangis, kenapa?" tanya Sarah kepada Yaya.


"Tadi Yaya liat papa sama perempuan lain, Yaya ga mau mama baru" ucap Yaya sambil sesenggukan.


"Ratih ada apa sebenernya coba kamu cerita" taya Sarah padaku.


"Tadi begitu kamu dan Albi mengundurkan diri dari rumah tinggal aku, Mas Arga dan Lily yang berada di ruang tamu, Lily datang untuk memberitahuku agar tidak menganggap serius permintaan ibunya, tapi aku tak bisa menahan emosiku yang memuncak akhirnya Mas Arga memarahiku dan dia memberiku talak Sar" jelasku singkat kepada Sarah, sakit hati ini tak kunjung mereda aku merasakan ada sakit yang luar biasa air matapun ikut berjatuhan lagi.


"Apa kamu bilang Arga mentalakmu? mama dan ibu sudah tahu?" ucapnya kaget tak percaya.

__ADS_1


"Iya aku juga tidak percaya Mas Arga dengan segampang itu memberiku talak dan membela wanitanya di depanku, masalah mama dan ibu aku belum memberitahunya aku belum siap" ucapku masih terisak. Ya Allah kuatkan hatiku.


"Yang sabar ya Tih aku tahu ini berat banget buat kamu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa ini masalah pribadi kamu dan jika memang ini yang terbaik buat kamu dan anak-anak pasti ada jalannya ko tidaklah Allah memberikan cobaan kepada hambanya melebihi batas kemampuan hambanya, kamu pasti bisa lakuin semua ini ada aku disini yang siap membantu kapan pun kamu butuh bantuan kamu bicara sama aku ya dan apa rencana kamu sekarang?" ucap Sarah menguatkanku, walaupun kulihat dia menetaskan air matanya.


"Iya Sar aku minta doanya semoga aku bisa lewati masa sulit ini bersama anak-anak. Ehmmm rencanaku besok mau cari rumah buat aku dan anak-anak tinggal setelah itu aku akan mencari temanku yang pernah menawariku bekerja di perusahaan, tapi malam ini aku mau tidur di rumahmu Sar boleh kan?" jelasku pada Sarah.


"Kamu bisa tinggal disini tak perlu cari rumah biar aku juga ikut rawat anak-anak" ucapnya memandangku iba.


"Jangan sungkan Ratih aku ini temanmu, sahabatmu bahkan saudaramu" ucap Sarah padaku.


"Aku bersyukur memiliki saudara sepertimu Sar"

__ADS_1


"Ah iya Yaya belum makan ya Alya juga, yaudah yu makan dulu" ucap Sarah seraya memangku Alya aku mengikutinya menuju ruang makan.


"Suamimu mana Sar?" tanyaku setelah menyadari suami Sarah tidak ada di rumah.


"Kebetulan dia lagi ada dinas keluar di tambah bi anum lagi pualng kampung jadi aku sendiri di rumah,beruntung kalian datang jadi aku ga jombloo" ucapnya yang membuatku tertawa, dia mencoba menghiburku ah aku beruntung sekali.


Begitu selesai makan Sarah membawaku ke kamar tamu untuk tempatku bermalam malam ini. aku pun merapikan barang Alya Yaya dan sedikit barangku. sesekali air mataku terjatuh lagi. apakah aku masih bermimpi? aku tak pernah membayangkan hari ini akan datang secepat ini, apakah ini memang jalan yang terbaik untukku? tapi mengapa anakku juga harus melihat hal yang sangat menjijikan.


"Ma Yaya ngantuk" ucap Yaya menyadarkanku dari lamunan tak terasa ternyata ini sudah malam aku pun menidurkan Yaya dan sepertinya Sarah telah membantuku banyak mulai dari mengurus Alya bahkan Yaya pun dia mandikan.


Malam ini Alya tidur bersama Sarah beruntung ia tak rewel seperti biasa, entah kenapa hari ini anak-anak cukup baik Yaya hanya menangis sebentar dan sepertinya dia sudah melupakan kejadian tadi siang.

__ADS_1


Aku ingin berteriak aku ingin menangis merasakan begitu sakit dada ini tapi aku tak memiliki alasan untuk menelantarkan anaku. aku pun tertidur dalam keadaan menangis.


__ADS_2