
Seorang lelaki memasuki rumah sakit , dengan stelan jas berwarna putih begitu terlihat cocok di badannya , menambah aura ketampanannya ,
adrian memasuki rumah sakit wiguna , sudah beberapa hari dia tak masuk membuat pekerjaan begitu bertumpuk , tapi sesuai yg di katakan revan , pagi ini adrian akan mendapatkan asisten ,
" pagi dokter , " sapa seorang suster ,
" pagi , " jawab adrian ,
" maaf dokter , wanita yg menjadi asisten dokter belum datang , " ucap suster yg bernama ani ,
" ya sudah , kalau dia datang nanti suruh dia langsung ke ruanganku , " ucap adrian dan berlalu pergi ,
" dokter adrian benar - benar tampan , andai saja dia mau denganku , " gumam suster ani menatap kepergian adrian ,
dengan suara ngos - ngosan , dita memasuki rumah sakit ,
" suster ani , maaf saya terlambat , tadi mobil saya mogok di jalan , " ucap dita dengan suara yg masih terdengar ngos- ngosan ,
" nggak apa - apa cepat masuk ke ruangan sana , dokter adrian sudah menunggu , " ucap suster ani , menunjukan ruangan adrian ,
" semoga saja dokter itu tak memarahi saya , " gumam dita menghampiri ruangan adrian ,
tok , tokk , tokkk ,
" masuk , " ucap adrian dari dalam ,
dengan jantung deg - deggan , dita memasuki ruangan yg berwarna putih , terlihat bersih dan rapi ,
adrian mengangkat kepalanya menatap dita yg terlihat gugup ,
" ganteng banget " batin dita memuji ,
" apakah kamu yg bernama dita rahmawati , " tanya adrian ,
dita seakan terhipnotis melihat wajah adrian , hingga tak mendengar adrian yg terus memanggil namanya ,
" dita rahmawati , " paggil adrian tegas ,
" a , i , iya dokter , " jawab dita terkejut ,
" bersikaplah profesional , baru masuk saja , kamu sudah bengong apalagi jika berhadapan dengan pasien , " ucap adrian ,
" i , iya maaf dokter , " ucap dita merasa malu , karna sudah menatap adrian terlalu lama ,
" apa kamu sudah tau tugasmu apa saja , " tanya adrian ,
__ADS_1
" belum dokter , " jawab dita ,
adrian mulai menjelaskan tugas - tugas dita , dan dita mendengar dengan baik ,
" jadi mulai hari ini kamu mulai bekerja , kapanpun di butuhkan harus siap , dan juga malam ini kita akan lembur , karna pekerjaan sangat banyak , " ucap adrian , membuat dita terkejut ,
" a , apa , " ucap dita kaget ,
" kenapa , apa kamu tidak siap , kalau ia , kamu boleh keluar karna masih banyak orang yg menginginkan posisimu di sini , " ucap adrian , melihat ekspresi dita yg begitu terkejut ,
dita terdiam mendengar ucapan adrian , rasanya dia ingin keluar , tapi kerja di rumah sakit besar ini adalah impiannya sejak dulu ,
" saya siap dokter , " ucap dita tegas , kapan lagi dia punya kesempatan kerja di rumah sakit terbesar ini , apalagi mendengar ucapan adrian , kalau bukan hanya dirinya yg menginginkan kerja di sini , dengan gaji yg lumayan tinggi ,
" baru masuk kerja , sudah di suruh lembur , " gerutu dita , saat keluar dari ruangan adrian , dan memasuki ruangannya , yg sebelumnya sudah di beritaukan oleh adrian ,
setelah dita keluar , adrian mengangkat telfon dari revan ,
" iya van , wanita itu sudah datang , dan terima kasih sudah berikan asisten untukku , " ucap adrian di balik telfon ,
💮...💮
" bagaimana , apa kamu sudah dapat informasi tentang wanita itu , " tanya revan , pada orang suruhannya ,
" saya tunggu secepatnya , " ucap revan , dan langsung menyuruh alex pergi ,
" kirana , dimanapun kamu berada , saya pasti bisa menemukanmu , " gumam revan tersenyum licik ,
sedangkan di tempat lain , kediaman vemas ,
" ka , aku ingin ngomong sesuatu sama kakak , " ucap kirana yg terlihat serius ,
" kamu mau ngomong apa , " tanya vemas penasaran ,
" begini ka , aku , ingin cari kontrakan , aku merasa nggak enak jika tinggal terlalu lama di sini , " ucap kirana , semalam dia sudah berpikir untuk cari kontrakan ,
" kirana , jujur , saya tidak keberatan kamu tinggal di sini selama yg kamu mau , kehadiranmu di sini membuat rumah ini ramai , apalagi saya sudah menganggap kamu sebagai adik sendiri , " ucap vemas , yg tak mengijinkan kirana pergi ,
" iya non , rumah ini terasa hidup sejak kedatangan non kirana , " ucap bi nunung menimpali ,
" tapi kak , aku , "
" terserah kamu saja , saya tidak bisa memaksa , karna itu hak kamu , " ucap vemas dan berlalu pergi ,
entah mengapa melihat sikap vemas seperti itu membuat kirana sedih , selama tinggal di rumah vemas , vemas begitu prhatian padanya ,
__ADS_1
" non kirana , bibi mohon tinggalah di sini , sejak kematian non kesya , tuan vemas tak pernah ceria , hanya non dita yg sering menghibur tuan vemas , " ucap bi nunung sedih ,
kirana hanya diam mendengarkan semua ucapan bi nunung ,
" tapi kedatangan non kirana membuat tuan vemas lebih ceria , bibi mohon non , tinggallah di sini , " ucap bi nunung tetap menahan kirana pergi ,
kirana terus memikirkan perkataan bi nunung , ada rasa sedih menyelimuti hatinya , kala melihat sikap vemas yg langsung berubah saat dia mengatakan ingin pergi ,
.....
tak terasa sorepun tiba , tapi vemas belum pulang dari kantor ,
" bi , apa bibi punya nomor telfon ka vemas , " tanya kirana menghampiri bi nunung yg lagi menyiapkan makan ,
bi nunung memberikan nomor telfon vemas , dengan cepat kirana langsung menelfonnya ,
beberapa kali kirana mencoba menelfon tapi tetap saja vemas tak menganggkat telfonnya ,
" apa kak vemas marah padaku , " gumam kirana , yg tak hentinya menelfon nomor vemas ,
" non , makanannya sudah siap ayo makan , " ajak bi nunung menghampiri kirana di kamarnya ,
" nanti saja bi , aku belum lapar , " ucap kirana ,
" tapi non harus makan , biar debaynya nggak lapar , " ucap bi nunung megingatkan ,
saat sedang makan tiba - tiba muncul vemas , dengan membawa sesuatu di tangannya ,
" kirana , ini buat kamu , " ucap vemas memberikan martabak ,
" makasih kak , kak vemas , " panggil kirana , menghentikan langkah vemas ,
" iya ada apa , " jawab vemas membalikan badannya ,
" maafkan aku , " ucap kirana hanya itu yg bisa dia katakan ,
" iya , nggak usa di bahas , makanlah , " ucap vemas dan berlalu pergi meninggalkan kirana yg sedang makan ,
" kirana , saya tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari sini , " gumam vemas ,
.🌼......🌼
Maaf kurang memuaskan 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1