
" mah , jangan terlalu mendekatkan lisa pada davin , sepertinya dia bukan laki - laki yg baik , " ucap pak iwan , sambil merebahkan badannya ,
" oh , jadi menurut papa , revan itu laki - laki yg baik , yg tega mengeluarkan mertuanya sendiri , sedangkan dia tau mertuanya belum sembuh , itu yg papa bilang baik , " jawab ibu mirna penuh emosi ,
" bukan begitu maksud papa , papa hanya ingin lisa itu bisa menilai seorang lelaki yg baik , bukan memasukan lelaki dalam rumah saat orang tuanya tak ada , " ucap pak iwan , yg tak terima ucapan ibu mirna ,
" sudahlah , papa nggak usa berpikiran yg macam - macam , mama lihat davin anak baik ko , jauh berbeda dengan revan , lagian apa salahnya jika lisa dekat dengannya , lagian mereka satu profesi , " ucap ibu mirna , kali ini dia membandingkan revan dan davin ,
" mama nggak usa membandingkan revan dan davin , biar bagaimanapun revan suami dari kirana , dan dia tetaplah menantu kita , " ucap pak iwan , lalu membelakangi ibu mirna , yg sedang memasukan pakaian dalam lemari ,
" iya menantu untuk papa , tapi tidak dengan mama , lagian mana ada menantu yg menyuruh mertuanya pergi dari rumah sakit miliknya , " jawab ibu mirna emosi , karna dia masih marah , soal revan yg tega melakukan itu semua ,
pak iwan hanya diam saja , dia tak menanggapi lagi ucapan ibu mirna , berdebat dengannya , tak akan ada habisnya , karna dia tau , sifat istrinya itu yg tak mau mengalah ,
melihat pak iwan diam , ibu mirna juga , tak mau bicara lagi , karna saat ini , pikiran dan hatinya sangat kacau ,
" besok aku harus menemui revan , " batin ibu mirna ,
💮 ....💮
Di kediaman wiguna ,
" ada apa ya , ko tuan revan tiba - tiba memberikan cuti , " ucap bi mina setelah selesai mengemasi pakaiannya ,
" iya , apa lagi dia akan berdua dengan si babu itu setelah kepergian kita , menyebalkan sekali , " ucap bi tati penuh emosi ,
__ADS_1
" sudahlah , lagian apa salahnya jika mereka berdua , kan mereka suami istri , jadi wajar saja , " ucap bi inem menimpali ,
" walaupun mereka suami istri , tapi kirana bukanlah istri yg di inginkan tuan revan , lagian tuan revan cocoknya sama nona melda , yg cantik , pintar , dan keluarga yg terpandang , " ucap bi tati , penuh emosi , karna merasa tak setuju dengan ucapan bi inem ,
tak ada perdebatan lagi , mereka semua sibuk dengan urusan masing - masing ,
di kamar lain ,
kirana membantu menyiapkan keperluan bi murni ,
" nona kirana , apa bibi boleh tanya sesuatu , " tanya bi murni ,
" iya bi , emang bibi mau tanya apa , " jawab kirana ,
" sebelumnya bibi minta maaf , apa nona kirana mencintai tuan revan , " tanya bi murni yg ingin tau , karna melihat ekspresi kirana , yg begitu sendu saat revan dan melda berjalan berdua ,
melihat kirana hanya diam saja , bi murni merasa bersalah ,
" nona kirana , maafka bibi , mungkin bibi terlalu lancang menanyakan hal yg tak seharusnya nona jawab , sekali lagi maafkan bibi , " ucap bi murni yg tak enak hati , melihat kirana yg tiba - tiba diam ,
" nggak apa - apa ko bi , " ucap kirana sedikit tersenyum ,
bi murni tau , senyum kirana begitu di paksakan , tapi sudahlah dia tidak mau mempertanyakannya lagi , mungkin kirana butuh waktu untuk menanyakan pada dirinya sendiri , apakah kenyaman itu bisa di bilang cinta atau hanya sebatas kenyamanan semata , hanya kirana yg tau , .
💮....💮
__ADS_1
pagi hari , semua pembantu sudah bersiap untuk pulang ke kampung halaman , tinggal bi murni yg tinggal , karna dia akan di jemput oleh orang suruhan revan sore nanti , tak ada angin dan hujan tiba - tiba ibu mirna datang dengan berteriak di depan rumah , sekuriti kewalahan menghadapi sikap ibu mirna ,
" revan , revan , keluar kamu , " teriak ibu mirna , membuat kirana dan bi mirna kaget dan keluar ,
kirana begitu kaget saat tau yg teriak di luar ternyata ibu tirinya ,
" ma , mah , " ucap kirana kaget ,
" mana revan , suruh dia keluar , cepat , " hardik ibu mirna dengan suara lantang ,
"menantu tidak tau diri , berani sekali dia mengeluarkan mertuanya sendiri dalam keadaan masih sakit , " ucap ibu mirna yg terus teriak memaki revan ,
mendengar itu , kirana begitu kaget sebab dia tidak tau apa yg sudah terjadi terhadap pak iwan ,
" kamu juga kirana , papa kamu masuk rumah sakit tak pernah kamu menjenguknya , mau jadi anak durhaka kamu , mentang - mentang menikah dengan orang kaya , jadi melupakan keluarga , " cerca ibu mirna tiada henti ,
kirana hanya diam membisu , mendengar pernyataan ibu mirna , yg lebih menyakitkan lagi , ternyata pengobatan pak iwan di berhentikan , bahkan pak iwan di keluarkan dari rumah sakit secara paksa ,
kirana benar - benar terpukul , mendengar itu semua , air mata sudah membanjiri pipi mulusnya ,
" kirana , mulai sekarang hubungan kita sudah tidak ada lagi , kamu bukan dari keluarga iwan setawan , dan kamu tidak perlu lagi menginjakan kakimu di rumah kami , " ucap ibu mirna , meninggalkan kirana yg masih terduduk mematung dengan deraian air mata yg terus mengalir ,
bi murni tak dapat berkata - kata lagi , melihat penderitaan kirana yg tiada habisnya ,
" kasian nona kirana , " batin bi murni merasa iba ,
__ADS_1
🌼...🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak , 😊