
Revan menghampiri adrian dan membiarkan kirana istrahat di dalam kamar ,
" ada kabar apa di singapura , apa semuanya baik - baik saja , " tanya revan , karna tak biasanya adrian langsung mengajaknya ke singapura , padahal bulan lalu mereka baru saja dari sana ,
bukannya menjawab adrian malah mengalihkan pembicaraan yg lain ,
" kemarin dr. dion menelfon dan menyuruh kita ke singapura , " jawab adrian , berharap revan tak akan bertanya lebih banyak lagi ,
revan hanya ber oh saja , lalu mengajak adrian makan sebelum mereka berangkat , bi inem menyiapkan semuanya karna revan sudah memberi taunya kalau kirana nggak bisa menemaninya makan sebab lagi kurang sehat ,
setelah selesai makan mereka bergegas ke mobil , dan revan menyuruh adrian untuk menunggu di mobil ,
" yan , lo duluan saja , entar gue nyusul , " ucap revan menyuruh adrian pergi ,
adrian hanya menurut saja , revan bergegas ke kamar , melihat kirana yg terlelap dengan nyenyak , rasanya tak tega meninggalkan kirana dalam keadaan seperti ini ,
" sayang , " panggil revan ,
kirana menggeliat membuka mata , melihat revan ada di hadapannya ,
" mas , ko kamu belum berangkat , apa masih ada yg ketinggalan , " tanya kirana , dia pikir revan sudah pergi setelah dia tidur tadi ,
" iya sayang , ada yg ketinggalan di sini , " jawab revan , sambil menunjuk bibirnya ,
kirana hanya tersenyum , dan langsung mengecup sekilas bibir revan , tapi revan langsung menahannya , dan memperdalam ciumannya ,
revan mengecup bibir yg sudah menjadi madu untuknya itu , kini kecupannya beralih di leher yg masih terdapat bekas kecupannya , ******* kirana lolos begitu saja , sambil membaringkan kirana , revan semakin memperdalam ciumannya , ciuman itu semakin menuntut , dan melupakan seseorang yg sedang menunggu di luar ,
" ummm , mmas , " panggil kirana , melepas ciumannya ,
" ada apa sayang , " jawab revan dengan suara paraunya karna sudah di selimuti kabut nafsu ,
" bukannya kamu akan ke singapura " tanya kirana mengingatkan ,
" oh astaga , aku hampir lupa , adrian menungguku di mobil sayang , " ucap revan , sambil memukul pelan kepalanya , dan seketika langsung bangun ,
__ADS_1
betapa bodohnya revan , melupakan adrian yg berada di dalam mobil menunggunya ,
di dalam mobil adrian mulai gelisah , revan benar - benar membuatnya menunggu terlalu lama ,
" kenapa revan begitu lama , apa yg sedang dia lakukan , tak biasanya seperti ini , untung saja dia bos , kalau nggak mungkin aku sudah meninggalkannya , " kesal adrian , memaki revan tiada henti ,
pak deden hanya diam mendengar umpatan adrian , dia mengerti kalau revan saat ini pasti sedang bersama istri tercintanya ,
" sayang aku benar - benar lupa , untung kamu ingatkan , hampir saja aku melupakan adrian dan keberangkatan kami ke singapura , bersamamu membuatku lupa segalanya sayang , " ucap revan yg memang melupakan adrian kala sudah berada di dekat kirana , apalagi jika saling memadu kasih , author saja di lupakan ,
revan merapikan pakaiannya , dan segra pamit pada kirana , berlama - lama di kamar membuatnya tak bisa mengendalikan keinginannya , apalagi melihat keadaan kirana yg begitu berantakan akibat ulahnya tadi ,
" sayang , setelah aku pulang dari singapura , aku akan mengajakmu pergi berbulan madu , " ucap revan , rasanya tak ingin pergi , ingin menghabiskan waktu bersama kirana , dan memadu kasih dengannya ,
" iya mas , aku akan menunggu kepulanganmu " ucap kirana senang , karna semenjak menikah , revan belum pernah mengajaknya berbulan madu , walaupun malam pertamanya sudah lewat ,
" ya sudah sayang , aku berangkat , nanti kalau sudah sampai di singapura aku akan menelfonmu , " pamit revan mencium sekilas bibir kirana ,
kirana hanya mengangguk , rasa sedih menyelimuti hatinya , kala melihat kepergiaan revan , tapi dia juga merasa senang karna setelah revan pulang , mereka akan pergi berbulan madu , itulah yg di harapkannya , berbulan madu bersama orang yg di cintaiya ,
💮.....💮
Di dalam mobil perasaan revan tak tenang , entah kenapa pikirannya selalu tertuju pada kirana , apalagi saat ini kirana dalam keadaan kurang sehat , tapi di sisi lain dia juga penasaran dengan keadaan ibu diana , walaupun adrian sering memberinya kabar , tapi itu kurang memuaskan baginya , jika tak melihat langsung keadaan ibunya ,
adrian hanya melirik sekilas ke arah revan , terlihat jelas wajah revan menyiratkan rasa kawatir , dan itu berhasil membuat adrian tak tenang , rasa kawatir mulai menyelimuti hatinya , mengingat ucapan dr . dion ,
flash back
di singapura seorang wanita parubaya sedang terbaring lemah , siapa lagi kalau bukan ibu diana , setelah sekian lama hari ini ibu diana siuman dari tidur panjangnya ,
dr.dion selaku dokter yg menanganinya begitu senang , begitupun bi murni , yg setia menemani selama pengobatan ibu diana di singapura , tapi sayang kebahagiaan itu hanya sesaat , karna setelah sadar ibu diana langsung sesak napas , membuat bi murni panik ,
" dr . dion , nyonya diana sudah sadar , " ucap bi murni menghampiri dr. dion di ruangannya ,
dr.dion langsung bergegas menghampiri ruangan ibu diana , dengan perasaan senang karna setelah sekian lama ibu diana terbangun dari komanya ,
__ADS_1
dr. dion mulai memeriksa keadaan ibu diana , tapi tiba - tiba sesak napas menyerang ibu diana ,
wajah yg tadinya senang kini berubah menjadi rasa kawatir , melihat itu , bi murni langsung bertanya , terpampang jelas kekawatiran pada wajah bi murni ,
" dr.dion , gimana keadaan nyonya diana , " tanya bi murni dengan rasa penasaran ,
setelah memeriksa ibu diana tadi , entah kenapa dr.dion hanya diam saja , dokter itu begitu susah untuk bicara , bi murni tambah kawatir melihat diamnya dr.dion ,
" dokter , apa yg terjadi , apa semuanya baik - baik saja , " tanya bi murni yg mulai kawatir ,
lagi - lagi dr.dion hanya diam , entah mengapa lidahnya begitu kelu untuk sekedar mengeluarkan sepatah kata , hanya diam , itulah yg di lakukannya ,
" dokter , apa yg terjadi , kenapa dokter diam saja , tolong katakan sesuatu , apa yg terjadi , " tanya bi murni , air mata sudah membanjiri wajahnya , diamnya dr. dion membuatnya takut , pasti sesuatu terjadi pada ibu diana ,
" nyonya , maaf , " ucap dr . dion , hanya kata itu yg mampu di ucapkannya ,
" apa maksud dokter meminta maaf , katakan apa yg terjadi sebenarnya , " tanya bi murni , kali ini dia berani memegang baju dr. dion ,
" nyonya , sekali lagi saya minta maaf , saya tidak bisa melanjutkan pengobatan nyonya diana , akibat benturan yg keras itu menyebabkan ibu diana tak mungkin bertahan lama , pembuluh darahnya pecah , jadi kemungkinan ibu diana hanya bisa bertahan sebentar saja , " ucap dr. dion panjang lebar sambil menghela napasnya ,
mendengar itu , air mata tak bisa di tahan lagi , tanpa permisi keluar begitu saja , bi murni terduduk seketika , kakinya tak dapat lagi menahan , dia seperti kehilangan separuh nyawanya , ibu diana begitu baik padanya ,
" maafkan saya nyonya , " ucap dr. dion dan berlalu pergi , dia tak bisa berbuat apa - apa lagi ,
setelah keluar dari ruangan , dr.dion langsung menelfon adrian , memberitahukan keadaan ibu diana ,
" hallo dr.adrian , sebelumnya saya minta maaf , sepertinya kondisi ibu diana tak bertahan lama , jadi saya mohon datanglah ke singapura bersama tuan revan , karna mungkin pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir , " ucap dr.dion ,
adrian hanya terdiam mendengarkan semua ucapan dr.dion , berita ini benar - benar buruk baginya , entah apa yg akan terjadi setelah revan tau semuanya .
flash off .
🌼.....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1