ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
112.


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit , pak sanjaya langsung di bawa ke UGD , ibu tina begitu khawatir , air matanya seakan tak ingin berhenti , jujur saja melihat ibunya menangis , hati farel begitu sakit , ini kali pertama dia melihat wanita yg melahirkannya ini menangis tanpa henti ,


" mah , " panggil farel duduk di samping sang mama sambil memegang tangannya ,


ibu tina tak menjawab , pikirannya kacau mengingat sang suami di ruangan sana , diamnya ibu tina membuat farel merasa semakin bersalah ,


" mah , farel minta maaf , ini semua salah farel , seandainya tadi tidak membentak papa , mungkin tidak akan seperti ini , maafkan farel mah , " lirih farel , tak hentinya meminta maaf , dia begitu menyesali perbuatannya , sehingga membuat pak sanjaya masuk rumah sakit ,


" mah , farel _ , " ucapan farel terhenti saat melihat ibu tina langsung berdiri tanpa menghiraukannya , dan ternyata dokter sudah keluar dari UGD ,


" bagaimana keadaan suami saya dok , " tanya ibu tina , kekhawatiran jelas terlihat di wajahnya ,


" suami nyonya baik - baik saja , untung kalian cepat membawanya ke sini , jika terlambat sedikit saja , mungkin suami nyonya tak tertolong , " ucapan sang dokter hampir saja membuat ibu tina berhenti bernafas ,


" untuk saat ini suami nyonya harus butuh perawatan yg intensif , dan tolong jangan buat beliau banyak pikiran , karna itu bisa berakibat fatal untuk kesehatannya , " ucap sang dokter memperingati ,


farel hanya diam mendengar ucapan sang dokter dalam hati dia benar-benar merutuki kebodohannya , hampir saja nyawa sang papa melayang akibat pertengkaran itu ,


sepeninggal sang dokter , ibu tina langsung menemui sang suami , dia benar-benar tak menghiraukan keberadaan farel sama sekali ,


dari luar , farel bisa melihat tubuh pak sanjaya di pasang berbagai alat , membuat farel semakin bersalah , apalagi melihat ibu tina yg terus menangis , hati farel semakin sakit , rasanya dia ingin masuk dan bersujud di hadapan kedua orang tuanya meminta maaf atas kesalahannya ,


" pah maafkan farel " batin farel ,


farel duduk termenung di taman rumah sakit , menerawang jauh mengingat saat bersama pak sanjaya , hingga suara seorang wanita membuyarkan lamunannya ,


" mas , " panggil seorang wanita ,


tanpa menjawab farel sudah tau siapa pemilik suara itu , wanita yg baru saja menjadi tunangannya , ya dia adalah Risa ,


" mas , kamu yg sabar ya , aku yakin papa pasti baik - baik saja , " ucap risa menenangkan ,


tanpa di duga farel langsung berhambur memeluk Risa , tangisannya pecah di pelukan sang tunangan , rasanya farel butuh sandaran agar hatinya tenang , dengan senang hati Risa menenangkan tunangannya itu , baru kali ini Risa melihat seorang farel Sanjaya begitu cengeng , lelaki yg tak berperasaan ini kini begitu rapuh ,


" menangis lah , bahu ini akan selalu ada untukmu , " ucap risa , seraya terus menangkan farel ,


" Risa , aku bodoh , aku sudah membuat papaku masuk rumah sakit , aku benar-benar anak tak berguna , " rutuk farel pada diri sendiri , berkali kali dia terus menyalahkan diri sendiri , dia menyesal , sangat menyesal ,

__ADS_1


" mas , ini bukan kesalahanmu , aku tau kamu tidak berniat membuat papa masuk rumah sakit , tidak ada anak yg mau melihat orang tuanya menderita , " ucap risa memberi pengertian ,


" tapi kenyataannya aku sudah memberi papa penderitaan , seandainya aku tidak cepat membawa papa , mungkin saja , _ hiks " farel tak dapat melanjutkan ucapannya , rasanya sakit jika mengingat ucapan sang dokter , jika saja mereka terlambat sedikit saja , nyawa pak sanyaja tak tertolong ,


Risa terus menangakan farel , di saat seperti ini farel benar - benar membutuhkan seseorang yg mampu membuatnya tenang , dan mungkin ini juga bisa menjadi kesempatan untuk Risa mengambil hati lelaki yg begitu keras dan tak punya perasaan sama sekali padanya ,


" semua akan baik-baik saja sayang , percayalah , " ucapan risa begitu menenangkan hati farel , tanpa dia sadari , ada tersirat senyuman tipis dari bibir wanita itu ,


" menangis lah jika itu bisa membuatmu tenang , " ucapnya lagi selembut mungkin , dan Risa sudah berjanji dalam hati , akan merebut hati farel mulai saat ini ,


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


setelah kejadian semalam , dita benar - benar tak bisa tidur , bayangan gojek yg menodongkan pisau padanya selalu terngiang , hingga pagi menjelang dita juga enggan menutup mata ,


" Dita , " panggil sang mama dari luar pintu ,


" iya mah , " jawab dita langsung membuka pintu ,


ibu Sinta melihat anaknya yg terlihat lemas dan pucat ,


" kami kenapa sayang , muka kamu pucat , " tanya ibu Sinta sambil memegang dahi dita ,


dita hanya diam , memang dia merasa saat ini badannya lemas , dan kepalanya begitu berat ,


" pah , papa , " panggil ibu Sinta ,


pak Rahman yg sedang di meja makan terkejut mendengar suara ibu Sinta yg terdengar panik ,


" iya ada mah , " jawab pak Rahman menghampiri ,


" dita sakit pah , " tangis ibu Sinta , dia benar-benar panik melihat anaknya yg tak kenal sakit ini , kini terbaring lemah ,


" sudah mama jangan panik , papa akan telfon dr . Indri sekarang, " jawab pak Rahman sembari mencari kontak nama dr. Indri , ya dokter Indri spupu dari Dita ,


belum sempat menelfon , bi Nani datang menghampiri ,


" tuan ada tamu , " ucap bi Nani ,

__ADS_1


pak Rahman heran siapa pagi - pagi begini datang bertamu , setahunya dia tak ada janji dengan siapapun ,


terlihat seorang lelaki sedang duduk di ruang tamu sambil menyeruput teh yg di buatkan bi Nani ,


" maaf bertamu pagi - pagi , " ucap seorang lelaki yg ternyata adalah Adrian ,


setelah pulang dari rumah dita semalam , Adrian tak bisa tidur , dia begitu khawatir memikirkan Dita , takut Dita trauma akibat kejadian yg dia alami ,


" apa kamu dokter adrian , " tebak pak Rahman , ya dia memang pernah mendengar nama Adrian di sebut oleh Dita , dokter yg menurut anaknya itu adalah dokter yg paling menyebalkan ,


" i , iya om , " jawab adrian gugup , dia tak percaya pak Rahman bisa tau namanya ,


" kebetulan kamu datang , Dita sedang sakit , tolong periksa dia , " ucap pak Rahman , membuat adrian terkejut ,


tanpa menunggu lama , pak Rahman langsung mengajak Adrian masuk ke kamar Dita dan memeriksanya ,


" mah ini dokter adrian , bos Dita di rumah sakit Wiguna , " ucap pak Rahman ,


" saya Adrian Tante , " ucap Adrian sopan ,


Adrian mulai memeriksa keadaan Dita , suhu badan Dita sangat tinggi , inilah yg di khawatirkan Adrian , wanita di hadapannya ini pasti merasa syok , mengingat kejadian semalam , dan Adrian juga tak berniat memberitahu kedua orang tua dita apa yg menimpa anaknya , takut mereka ikut khawatir dengan kesehatan dita ,


sebenarnya Dita ingin sekali bangun dan mengucapkan terima kasih pada adrian , tapi mata dan kepalanya terasa berat , samar - samar dia mendengar Adrian yg berpamitan pulang ,


" Tante , om , saya permisi , besok saya akan ke sini lagi , " pamit adrian , dan memang dia akan kembali lagi untuk memantau keadaan Dita ,


" iya , terima kasih dokter , " balas pak Rahman dan ibu Sinta bersamaan ,


Adrian hanya tersenyum , dan berlalu pergi , sebenarnya ada rasa khawatir di hatinya , entah mengapa melihat dita yg lemah membuat hatinya tak tenang ,


" semoga kamu baik - baik saja dita , " batin Adrian berharap .


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


Jangan lupa tinggalkan jejak🙂


Maaf baru up , ada pekerjaan yg tak bisa di tinggalkan , sekali lagi maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


mungkin akan up dua hari sekali , jangan bosan ikuti ceritanya 😊😊😊😊


__ADS_2