
Tak terasa seminggu sudah kepergiaan revan di singapura begitupun semua pembantu yg pulang kampung , termaksud bi murni yg pergi ke singapura ,
keseharian kirana hanya membersihkan rumah , memasak , dan setelah itu membaca novel kesukaannya , kadang juga bercocok tanam , seperti sayur dan buah - buahan , hitung - hitung untuk mengirit belajaan , pikirnya ,
kegiatan itu di lakukannya selama berada di rumah , begitu membosankan , tapi mau di apa kehidupan yg di jalaninya sudah begitu , mau ke rumah pak iwan , itu hal yg nggak mungkin , karna ibu mirna begitu membencinya , pernah sekali ke sana , niat jenguk pak iwan malah kena semprot oleh ibu mirna dan lisa , membuat kirana menjadi sedih ,
💮 ....💮
Siang hari , kirana sedang membaringkan badannya , untuk merenggangkan otot - otot , setelah seharian membersihkan rumah yg begitu besar , dan tak di duga , revan baru pulang dari singapura sendiri , tanpa di temani ibu diana , karna masih dalam tahap pengobatan ,
saat mobil revan memasuki kediamannya , dia sudah di sambut oleh pak deden dan penjaga rumah lainnya ,
" selamat datang tuan revan , " ucap mereka bersamaan menunduk , menyambut kedatangan tuan rumah ,
revan hanya menjawab hmmm saja , dan melajutkan jalan memasuki pintu utama , saat membuka pintu , revan terhenti saat melihat rumah yg rapi , bersih dan wangi , tapi sepi , tiba - tiba matanya tertuju , pada seorang wanita yg tidur di sofa , ingatannya berputar saat melihat sang ibu yg jatuh dari tangga dengan bersimpuh darah , tanpa aba - aba , revan mendekati kirana dengan tatapan mengerikan , dan menendangnya sampai kirana jatuh ke lantai ,
__ADS_1
bruk ,
" aw , " pekik kirana saat terjatuh , kaget , ya itulah yg di rasakannya , matanya melihat seseorang berdiri tepat di hadapannya dengan menatap tajam padanya ,
" tu , tuan , ka , kapan , " ucap kirana terpotong , dia begitu gugup dan takut melihat revan dengan wajah merah padam ,
" oh , jadi ini kerjaan kamu selama tidak ada orang di rumah , " ucap revan penuh emosi sambil menarik rambut kirana ,
" hikss , tu , tuan , tolong lepaskan tangannya , sa , sakit tuan , " rintih kirana meringis menahan sakit ,
" ini belum seberapa kirana , kamu sudah membuat ibu saya menderita , apa kamu tau dengan kejadian yg kamu lakukan membuat ibuku menjadi koma , sampai sekarang belum sadarkan juga , dan sekarang kamu malah senang - senang tidur di sini , tanpa merasa bersalah , " ucap revan emosi , tapi tetap tak melepaskan tarikannya dari rambut kirana ,
" hikss , tu , tuan tolong maafkan saya , sa , " ucap kirana terpotong ,
plak ,
__ADS_1
tamparan revan begitu keras , hingga membuat wajah kirana merah dan bekas tamparan itu membekas ,
" tu , tuan , maafkan saya , sa ,saya tidak sengaja melakukan itu semua , mana mungkin saya mencelakai mertua saya sendiri , hikss , " ucap kirana menangis , menahan sakit ,
mendengar ucapan kirana , membuat tawa revan pecah , tapi tawa itu begitu menyeramkan di telinga kirana ,
" cih , mertua kamu bilang , hahaha , apa kamu sadar , kalau kamu hanyalah istri yg tak di inginkan , ISTRI PEMBAWA SIAL , dan sampai kapanpun kamu bukannlah seorang istri ataupun menantu , " hardik revan marah penuh emosi , dan meninggalkan kirana yg terduduk menangis ,
hati kirana begitu sakit , mendengar ucapan revan , memang kirana sering mendengar ucapan itu , bahkan pembantu sering mengeluarkan kata - kata itu , tapi entah mengapa ucapan revan yg mengatakan " ISTRI PEMBAWA SIAL " begitu menyakitkan di dengar kirana , sakit rasanya saat revan dengan lantang mengucapkan itu , bukan cuma mata yg menangis , tapi hati kiran kali ini begitu sakit seperti di tusuk timah panas , betapa tidak berartinya kirana ,
" hiks , hiks , hikss , aku bukanlah istri pembawa sial , bukan, bukan , bukan, hiks , " batin kirana menangis ,
🌼 ....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak .😊
__ADS_1