
Dita terus berlari , dia tak menghiraukan panggilan kirana , sementara revan dan farel bingung melihat dita berlari dengan deraian air mata ,
" mana dita " tanya adrian , datang menghampiri ,
" pulang , "
kali ini kirana yg menjawab sementara revan dan farel hanya diam saling bertatapan , mereka tak ingin ikut campur jika kirana yg sudah bicara ,
kirana menatap adrian dengan tatapan sulit di artikan ,
" sayang sini sama papa , " ucap revan mengambil azka dari gendongan kirana ,
Revan tau kali ini istrinya itu akan berubah menjadi macan jika ada yg berani menyakiti sahabatnya , jadi dia beralasan mengambil azka dan berlalu pergi meninggalkan kirana sedangkan farel dia juga langsung pamit pergi melihat tatapan kirana yg begitu tajam ,
" Van , gue balik ya , baru ingat ada janji makan malam keluarga , " ucap farel dan langsung buru - buru pergi tak ingin berlama - lama di sana ,
kini tinggallah adrian dan kirana di ruangan yg begitu terasa hening bagi adrian , entah kenapa melihat wajah kirana yg dingin membuat adrian susah menelan ludahnya ,
" Ki , Kirana , saya "
" apa yg kamu lakukan sama dita , " sela kirana tegas langsung memotong ucapan adrian ,
" saya nggak buat apa - apa padanya , " jawab adrian masih dengan nada terbata ,
kirana menatap tajam adrian , tatapan itu seakan mengintimidasi ,
" kalau kamu tidak berbuat apa - apa , kenapa wajah dita terlihat sedih , apa kamu melakukan sesuatu padanya , katakan , " tanya kirana menatap tajam adrian ,
adrian tak dapat menjawab , tidak mungkin dia akan mengatakan yg sebenarnya terjadi ,
" i , itu , " ucap adrian gugup mencoba mencari jawaban yg tepat , agar kirana tak banyak bertanya lagi ,
sementara di ruang lain seorang lelaki sedang tertawa melihat istri dan sahabatnya , di temani jagoan kecilnya yg anteng dalam gendongannya ,
" kasian juga adrian , " ucap revan melihat adrian yg terlihat takut ,
tiba - tiba revan di kejutkan dengan suara azka yg menangis ,
" sayang , jangan nangis ya , " ucap revan menenangkan azka , tapi sang jagoan kecilnya , sepertinya tak henti menangis ,
revan tak tau harus berbuat apa , entah kenapa azka tak berhenti menangis ,
" sayang " panggil revan menghampiri ,
__ADS_1
kirana langsung mengambil azka , tak menghiraukan lagi adrian yg sudah ketakutan mencoba mencari jawaban yg tak kunjung dapat , baginya sang jagoan lah yg utama , apalagi mendengar tangisannya ,
kirana mulai menenangkannya azka , dan meninggalkan kedua sahabat itu begitu saja ,
huft ,
rasa legah langsung menyelimuti hati adrian , melihat kepergian kirana yg hampir saja membuat jantungnya copot ,
" Van , istri lo benar - benar menakutkan , rasanya jantung gue mau keluar dari tempatnya , " ucap adrian ,
" gue saja takut lihat dia apalagi lo , " ucap revan mengiyakan ,
tak ingin berlama - lama , adrian langsung pamit pergi sebelum kirana kembali lagi ,
🏵️.....🏵️
di perjalanan pulang , farel mendapat telfon dari ibu tina agar membelikan sang ibu kue ,
" mama ada - ada saja , pengen kue ko yg online , " ucap farel heran , mengingat perkataan sang ibu yg ingin merasakan postingan kue yg di lihatnya di medsos ,
" nggak salah ini tempatnya , " ucap farel melihat toko kue sederhana ,
farel langsung masuk ke toko kue tersebut , disana ada seorang wanita sedang membungkus kue pesanan pelanggan ,
deg ,
farel tak dapat berkata lagi , saat melihat wajah sang wanita , yg begitu mirip dengan seseorang yg dia cintai ,
" wajah itu , " batin farel ,
sang wanita bingung melihat farel yg hanya diam saja ,
" mas , " panggil sang wanita , membuat farel terkejut ,
" mas mau pesan kue apa , " tanya sang wanita ,
di tengah kebingungan , farel memesan semua kue yg ada di toko tersebut ,
" saya mau pesan semua kue yg ada di ini , " ucap farel ,
kali ini sang wanitalah yg terkejut , karna baru kali ini ada yg mau memborong semua kuenya , bukan tanpa alasan farel membeli semuanya , tapi dia lupa menanyakan kue apa yg mau di pesan sang ibu , mau nelfon baterei hp sudah low , jadi terpaksa dia pesan saja semua kuenya ,
wanita itu langsung membungkus semua kue yg ada , tatapan farel selalu tertuju melihat sang wanita yg begitu cekatan memasukan kue ke dalam kotak ,
__ADS_1
setelah memberikan kue , farel mengeluarkan 2 lembar uang berwarna merah , untuk membayar kue yg di pesannya dengan harga 170 , tapi sang wanita tak punya kembalian ,
" maaf mas , apa tidak punya uang pas , " tanya sang wanita ,
farel tak punya uang yg pas , karna di dompetnya hanya ada uang berwarna biru dan merah saja ,
" nggak ada , uangnya untuk kamu saja , " ucap farel ,
" tapi mas , " tolak sang wanita ,
" nggak apa - apa untukmu saja , " ucap farel yg tak mempermasalahkan kembalian uangnya ,
" terima kasih , di tunggu kedatangannya kembali , " ucap sang wanita tersenyum ,
itulah ucapan yg sering di ucapkanya setelah memberikan pesanan kue ,
farel bergegas pergi dengan hati yg bingung , sementara sang wanita hanya menatap kepergian mobil yg di kendarai farel sampai menghilang ,
" lelaki itu sudah ganteng baik lagi , Alhamdulillah rezeki hari ini , " ucap sang wanita ,
setelah kepergian farel , ayu muncul , baru pulang dari mengantar pesanan kue pelanggannya ,
ternyata toko kue yg di datangi farel adalah toko kue milik ayu , dengan nama toko kue 🍰 A2 , singkatan ayu dan alisa ,
" loh de , ko toko kuenya sudah tutup " tanya ayu yg melihat alisa menutup toko kue ,
" iya kak , Alhamdulillah , tadi ada seorang lelaki baik , memborong kue kita , " jawab alisa senang ,
" siapa , " tanya ayu penasaran , soalnya selama ini jarang orang yg datang membeli kue langsung di tokonya , mengingat toko kuenya yg jauh di ujung , adanya cuma online saja itupun pengantaran kuenya juga tak jauh ,
" aku nggak tau , tapi aku baru kali ini melihatnya , " jawab alisa , yg memang baru melihat farel ,
ayu tak bertanya lagi , walaupun dalam hati dia juga begitu penasaran , tapi baginya penjualan hari ini sudah lumayan memuaskan ,
ayu dan alisa begitu senang hingga tidak menyadari sedari tadi seseorang memantau semua kegiatan mereka ,
setelah sampai di rumah , farel memberikan pesanan kue sang ibu tercinta , di sana juga terlihat sang ayah yg menatap tajam padanya , tapi farel tak menghiraukan tatapan itu , dia langsung bergegas pergi , karna jika berlama - lama di sana mungkin akan terjadi lagi pertengkaran jadi sebelum terjadi farel menghindarinya ,
" siapa wanita itu , kenapa wajahnya mirip ayu , " gumam farel yg masih memikirkan pertemuannya dengan alisa .
☀️......☀️
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1