
Tak terasa seminggu telah berlalu pak Sanjaya sudah mulai sehat , hubungan Risa dan farel juga sudah ada kemajuan , farel sudah mulai membuka hatinya , walaupun hati kecilnya masih mengharapkan ayu ,
" Minggu depan pernikahan kalian akan di laksanakan , " ucap pak Sanjaya , membuat farel tersedak makannya ,
uhukk ,
ibu tina langsung memberikan segelas air untuk farel ,
" pelan - pelan makannya , " tegur ibu tina , dia tau anaknya ini pasti terkejut karna pernikahan yg di putuskan sebulan lagi malah kini menjadi satu Minggu ,
farel rasanya ingin protes , tapi dia mengingat janji yg di buatnya sewaktu di rumah sakit , jadi tak ada gunanya untuk menolak atau bahkan membantah seperti biasa , dia tak mau kesehatan pak Sanjaya memburuk ,
" apa nggak terlalu cepat pah , " sela ibu tina , dia juga tidak tega melihat anaknya yg seakan belum siap dan memang kenyataannya farel benar-benar belum siap untuk menikah dengan risa , wanita pilihan sang papa ,
" lebih cepat lebih baik , " putus pak Sanjaya tanpa mau mengerti perasaan farel saat ini ,
pak Sanjaya memang sengaja memajukan pernikahan farel dan risa , dia tak mau ambil resiko , jika farel sampai berubah pikiran , dia tau watak anaknya walaupun berjanji , bisa saja farel akan ingkari , apalagi mengingat farel yg begitu mencintai ayu ,
" farel berangkat , " pamit farel , rasanya selera makannya hilang seketika mendengar ucapan pak Sanjaya ,
" farel jangan lupa jemput Risa , hari ini kalian harus ke butik , " ucap pak Sanjaya mengingatkan , sementara farel hanya mengangguk , apa lagi yg bisa dia lakukan selain menuruti keinginan sang papa ,
sepanjang perjalanan farel hanya bisa menahan kekesalannya , bagaimana bisa pak Sanjaya memutuskan secara sepihak tanpa memberitahunya ,
farel tau dia memang sudah berjanji akan melakukan semua keinginan pak Sanjaya , tapi bukan berarti menikahi Risa secepat itu , apa kabar dengan hatinya yg belum bisa melupakan ayu , bahkan mungkin Takan bisa melupakannya untuk selamanya ,
" agghhhh , " geram farel memukul stir mobilnya ,
" kenapa , kenapa jadi seperti ini , aku belum siap kehilangan ayu , aku benar-benar belum siap , aghhh , " geram farel mengingat ucapan pak Sanjaya ,
" nggak , pokoknya aku harus bicarakan ini pada risa , " ucap farel , melajukan mobilnya , mungkin sebaiknya masalah pernikahan ini dia bicarakan dengan risa , siapa tau Risa mau membantunya untuk bicara dengan pak Sanjaya ,
__ADS_1
" semoga Risa mau membantu , " gumam farel , ya walaupun dia tidak yakin ini akan berhasil , mengingat Risa yg juga memang menginginkan pernikahan ini ,
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
berbeda dengan farel , di rumah sakit dita tak hentinya melihat ruangan seseorang , ya siapa lagi kalau bukan ruangan dokter adrian , lelaki yg menolong dan merawat dirinya sampai sembuh ,
" dokter , " panggil dita saat melihat adrian baru keluar dari ruangannya ,
" iya ada apa , " tanya adrian heran , setahunya hari ini jadwal operasi tidak ada dan semua berkas juga sudah dia tanda tangani ,
" ini untuk dokter , " Dita memberikan kotak yg sepertinya berisi makanan ,
" maaf Dita , bukannya nolak , tapi saya sudah makan , " tolak adrian , karna memang dia baru saja selesai makan ,
Dita hanya tersenyum menarik kembali kotak makanannya , entah kenapa penolakan adrian membuatnya sedikit kecewa , padahal dia sudah susah payah menyiapkan makanan itu khusus untuk adrian , sebagai rasa terima kasihnya karna Adrian sudah menolongnya ,
" Dita saya duluan , kamu juga pulang saja , hari ini tak ada lagi kegiatan , " pamit adrian dan berlalu pergi ,
adrian sebenarnya ingin sekali mengambil kotak itu , tapi rasanya berdekatan dengan dita hanya akan membuat jantungnya bermasalah , tanpa dia sadari penolakannya itu membuat dita kecewa ,
jangan tanya bagaimana perasaan dita , dia hanya menatap nanar punggung Adrian hingga menghilang dari pandangannya ,
Dita duduk termenung mengingat kejadian demi kejadian saat dia sering mengabaikan Adrian , bahkan dia memberi gelar adrian sebagai dokter yg paling menyebalkan , apakah sekarang adrian ingin membalas dendam padanya , karna dia sering menghindarinya , mengingat itu dita begitu menyesal , apalagi adrian sudah menolongnya , dan lelaki itu bahkan rela terluka demi dirinya ,
" aku terlalu banyak salah padanya , apakah sekarang dia mau membalas ku , " gumam dita pada diri sendiri ,
dia terus termenung memikirkan sikap Adrian , hingga bunyi ponsel membuyarkan lamunannya ,
tertera nama sang sahabat di sana ,
setelah berbincang cukup lama , dita memutuskan menemui Kirana , sepertinya dia butuh masukan pada wanita yg baru bergelar ibu itu , dan juga dia ingin menemui Kirana , sudah lama mereka tidak bertemu , semenjak Kirana sibuk mengurus suami dan anaknya , banyak hal yg ingin dita bicarakan ,
__ADS_1
sesampainya di kediaman revan , dita langsung menemui Kirana yg sedang bermain dengan baby Azka ,
" muka kamu kusut banget , kayak pakaian yg belum di setrika , " celetuk kirana , melihat wajah Dita yg cemberut ,
dita hanya bisa menghela nafasnya , mendengar ucapan kirana ,
" ada masalah lagi dengan dokter itu , " tebak Kirana , siapa lagi yg bisa membuat mood sahabatnya berubah kalau bukan dokter menyebalkan itu , yg tak lain adalah Adrian ,
" apa dia mengganggumu , atau dia menciummu lagi , " ucap kirana santai , dan itu berhasil membuat dita melirik tajam padanya ,
yang di lirik hanya nyengir , tanpa pikir bagaimana malunya dita saat Kirana mengatakan itu ,
" ada apa " tanya Kirana mulai serius , entah kenapa dari tadi dita hanya diam saja ,
Dita langsung memeluk Kirana , entah kenapa dia jadi sedih mengingat adrian yg terlihat dingin padanya ,
" ada apa , coba cerita , mungkin saja aku bisa bantu , " ucap kirana , sepertinya kali ini Dita benar-benar sedih , tak biasanya wanita cerewet ini jadi pendiam ,
dita terlihat menghela nafasnya , mencoba menenangkan perasaannya sebelum bercerita ,
" dokter adrian terlihat dingin padaku , bahkan dia tidak mau terima makanan pemberianku , padahal aku sudah buatkan khusus untuknya , tapi dia malah menolaknya , " ucap dita memulai sesi curhatnya ,
" selama ini aku tidak pernah memasak , tapi kali ini aku memasak untuknya , sebagai terima kasih padanya karna dia sudah menolongku , tapi dia benar-benar tak menghargai usahaku , dasar dokter menyebalkan , " ucap dita lagi , mengeluarkan semua uneg-uneg nya , sementara Kirana hanya menjadi mendengar setia saja ,
" kamu tau ana , bahkan aku tidak membiarkan mama ataupun bibi bantu aku , karna aku ingin masak khusus untuknya , tapi dia _ , "
" oh jadi kamu masak khusus untukku , " Dita langsung terhenti mendengar suara lelaki yg sedang di bicarakan , kedua wanita itu begitu terkejut ,
" dokter adrian " gumam dita .
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1
Maaf kurang memuaskan 🙏🏻
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊