
Sore hari kirana sedang duduk di taman kebun , melihat tanamannya yg begitu subur ,
" rasanya aku belum siap untuk pergi dari rumah ini , walaupun revan terlihat menyebalkan , suka memarahiku , tapi itu membuat aku nyaman berada di dekatnya , " gumam kirana sedih ,
revan yg sudah merasa baikan , berniat untuk menghirup udara sore hari sambil melihat pemandangan dari lantai atas , tapi matanya tertuju melihat sosok perempuan sedang duduk di taman dengan pandangan yg lurus ke depan , ,
" dia lagi ngapain di situ , taman kebun itu , ko baru aku lihat , " ucap revan saat melihat kirana yg duduk di taman kebun ,
saat sedang asyik memandangi kirana , suara ponsel revan tiba - tiba berbunyi membuat revan berdecak kesal ,
" hallo , " ucap revan dengan nada kesal ,
" hallo bro , lo lagi di mana , sudah lama nih nggak nongkrong bareng , " jawab farel di sebrang sana ,
" gue lagi sibuk , nggak ada waktu , " ucap revan , karna merasa farel menelfon di saat yg tidak tepat ,
" lo gitu ya sekarang , mentang - mentang ada melda , lo lupain gue , " jawab farel , berlagak so sedih ,
" cih , jijik gue dengar kata - kata lo , bukannya lo yg asyik pacaran , " ucap revan kesal mendengar nama melda ,
" bro selagi masih muda dan belum ada pasangan nikmatilah hidup , kita bersenang - senang dengan perempuan hanya untuk mencari kesenangan , " ucap farel , memang buaya darat ya begitu ,
" terserah lo , " ucap revan pasrah , malas berdebat , karna memang farel soal wanita tak ada kata puas dalam kamusnya ,
" bro , besok gue mau ke rumah lo sama adrian , sekalian ketemu sama pembantu lo yg cantik itu , " jawab farel , karna memang dia begitu penasaran dengan sosok kirana ,
revan terlihat kesal mendengar ucapan farel , dan mematikan telfon sepihak , membuat farel merasa heran ,
__ADS_1
" dasar revan , memuji pembantunya saja nggak boleh , tapi nggak apa - apa lah , ini menjadi tantangan buat gue , untuk bisa dapatkan pembantunya revan yg kinyis - kinyis itu , " gumam farel tersenyum genit di sebrang sana ,
sementara revan , merasa emosi , apalagi mendengar farel yg ingin datang besok ,
" aghhh , ada apa denganku , kenapa aku begitu kesal mendengar ucapan farel , , " ucap revan mengacak rambutnya ,
revan kembali melihat kirana di taman , tapi kirana sudah tak terlihat lagi ,
" kemana kirana , aghh , kenapa aku mencarinya , ada apa sebenarnya denganku , " ucap revan frustasi ,
💮 .....💮
kirana sedang menyiapkan makanan di dapur , hari ini , dia membuat udang goreng , perkedel jagung sama sambel terasi , dan tak lupa sayur bening ,
makanan yg terlihat sederhana , tapi menggugah selera bagi kirana ,
kirana yg baru datang dari arah dapur kaget melihat revan yg sudah duduk manis sambil melihat makanan yg sudah tersaji , entah apa yg di pikirkannya , saat melihat makanan itu ,
" tuan , " ucap kirana ,
revan hanya menatap kirana dengan tatapan yg sulit di artikan, membuat kirana diam mematung dan tak tau harus melakukan apa karna merasa gugup melihat revan yg terus menatapnya ,
" tu , tuan , " ucap kirana gugup ,
" duduklah , " ucap revan menyuruh kirana duduk ,
kirana menurut saja , tapi tetep masih terlihat gugup , karna mulai dari revan sakit , sikapnya begitu berbeda , entah apa yg merasuki hatinya ,
__ADS_1
kirana masih berkutat dengan pikirannya ,
" kirana , ambilkan aku makan , " ucap revan membuyarkan lamuna kirana ,
kirana mengambilkan makanan dengan tangan gemetar ,
" apa kamu kurang sehat , sehingga tangan kamu begitu gemetar , " tanya revan , membuat kirana salah tingkah ,
" a , nggak tuan , a , aku , aku hanya , " ucap kirana gugup , dan langsung di potong oleh revan ,
" makanlah , setelah itu kamu istrhat , " ucap revan , dan memakan makanannya ,
awalnya revan terlihat heran menatap makanan yg tersaji , tapi setelah merasakannya rasanya begitu pas di lidahnya ,
" wah , makanan ini begitu enak , aku belum pernah merasakan makanan seenak ini , " batin revan ,
revan begitu lahap makan , hingga tak sadar makanan di atas meja habis tak tersisa , membuat kirana heran , tapi merasa senang juga , karna ternyata revan menyukai masakannya ,
" apa tuan revan begitu lapar , " batin kirana heran , melihat revan lahap makan seperti orang kelaparan ,
" jangan menatapku terus , nanti kamu jatuh cinta , " ucap revan , tetap makan , tanpa mengalihkan pandangannya ,
kirana jadi salah tingkah mendengar ucapan revan , dan melajutkan makannya dengan perasaan tak karuan ,
" astaga tuan revan ini , apa dia punya indra keenam , " batin kirana ,
🌼....🌼
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊