
Di kediaman Wiguna
pagi - pagi pasangan orang tua muda ini sudah disibukan dengan mengurus anak mereka yg tingkahnya makin menggemaskan ,
Kirana begitu sibuk mengurus suami dan anaknya , sebenarnya revan kasian pada Kirana yg mengurus baby Az dan dirinya , mau mempekerjakan baby sitter tapi Kirana tidak mau , alasannya ,
" mas , aku ingin mengurus baby Az sendiri dan menikmati menjadi ibu tanpa bantuan baby sitter, " ucapan itu selalu terngiang di pikiran revan , dan ya dia hanya pasrah saja , tak ingin membantah , asal tidak membuat Kirana kelelahan ,
" sayang , mungkin aku agak terlambat pulang , karna aku mau menjenguk om Sanjaya di rumah sakit , " ucap revan , ya semalam dia melihat pertunangan farel dan Risa yg lagi viral di sosmed , dan tak lama terdengar berita jika pak Sanjaya masuk rumah sakit , entah siapa yg menyebarkan berita itu ,
" iya sayang, kami di sini menunggumu , " jawab Kirana tersenyum manis ,
" manis banget senyumnya istriku ini , " ucap revan mencium sekilas bibir Kirana ,
" mas apaan sih , malu tau di lihat bi murni , " protes Kirana yg melihat bi murni tersenyum kecil ,
" mereka harus terbiasa sayang melihat keromantisan papa dan mamanya baby Az , iyakan sayang , " ucap Revan sambil mencium gemes pipi anaknya ,
" terserah mas saja " pasrah Kirana ,
semenjak melalui kejadian itu , revan banyak berubah , apalagi setelah Kirana melahirkan perubahannya semakin terlihat , Revan begitu penyayang , walaupun kadang masih posesif jika Kirana membahas vemas , ya tak dapat di pungkiri vemas pernah mencintai istrinya walaupun Kirana hanya menganggapnya seorang kakak ,
" ya sudah mas berangkat dulu , kalian baik- baik di rumah , " pamit revan , tak lupa kecupan di dahi sebagai pemanis saat dia akan berangkat ke kantor ,
" sayang jangan nakal ya , dan jangan buat mama cape , ok anak ganteng , " ucapnya pada sang anak ,
" oke papa , hati - hati , " balas Kirana ,
Revan hanya tersenyum mendengar Kirana seolah menirukan suara anak kecil ,
setelah kepergian Revan , bi murni menghampiri Kirana ,
" non , ada paket , " ucap bi murni memberikan bingkisan yg berwarna merah ,
" buang saja bi , " ucap kirana , dia tak ingin mengambil atau membuka isi paket itu , masih terbayang waktu acara baby Az waktu itu , dia menerima paket dan itu membuatnya syok , dan kali ini dia tak ingin menerima apapun apalagi berupa paket yg misterius ,
__ADS_1
" bi , jika ada paket lagi , tolong langsung buang saja , " ucap kirana memperingati ,
" baik non " pamit bi murni dan berlalu pergi ,
" entah siapa yg mengirim paket itu " gumam Kirana penasaran ,
sementara di tempat lain seorang wanita begitu geram melihat bi murni membuang paket itu ,
" awas saja kamu Kirana aku bersumpah akan membuat hidupmu menderita , " sumpah Melda , dialah dalang pengiriman peket misterius itu ,
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
" gimana keadaan om Sanjaya , " tanya Revan ,
saat ini Revan berada di rumah sakit ,
" rel , lo baik - baik saja kan , " kali ini bukan suara Revan yg bertanya tapi Adrian , kedua sahabatnya itu menyempatkan diri menjenguk pak Sanjaya , entah kenapa sedari tadi farel hanya diam saja ,
" gue berasa menjadi orang jahat nggak sih menurut kalian , " bukannya menjawab , farel malah mengajukan pertanyaan pada kedua sahabatnya ,
" Lo itu ngomong apa sih rel , nggak nyambung tau nggak , " ucap Adrian , yg memang tak mengerti arah pertanyaan farel ,
" kalian tau , gara - gara gue , bokap masuk ruang sakit , gue benar - benar anak yg jahat tau nggak , gue nggak bisa membahagiakan orang tua gue , " lirih farel , tak hentinya menyalahkan diri sendiri ,
" jika terjadi sesuatu , gue nggak akan bisa memaafkan diri gue sendiri , " ucap farel lagi , terlihat jelas kesedihan di wajahnya ,
Sekarang Revan dan Adrian mulai mengerti , arah pembicaraan farel , ternyata dia begitu merasa bersalah atas apa yg menimpa pak Sanjaya ,
" rel , lo nggak boleh terus menyalahkan diri sendiri , gue yakin om Sanjaya pasti baik - baik saja , " ucap Revan meyakinkan ,
" iya rel , kita berdua akan selalu ada buat lo , kita doain semoga om Sanjaya cepat sembuh , " ucap Adrian menimpali ,
" aamiin , " ucapnya bersamaan ,
inilah yg farel suka dari kedua sahabatnya , mereka selalu ada , dan mensupport nya , itu sedikit membuat farel melupakan sejenak kesedihannya ,
__ADS_1
" makasih ya , kalian memang sahabat terbaik gue , " ucap farel merangkul kedua sahabatnya ,
farel mengajak kedua sahabatnya menjenguk pak Sanjaya , di sana terlihat seorang wanita muda dan wanita paruh baya , yg tak lain adalah ibu tina dan Risa,
farel merasa lega akhirnya pak Sanjaya sudah siuman , dan juga keadaannya sudah membaik , tapi sayang ibu tina belum mau membuka suaranya , bahkan wanita yg melahirkannya itu , enggan menatap farel sedikitpun ,
setelah kepergian kedua sahabatnya , farel mulai mendekatkan diri pada ibu tina , berharap wanita yg melahirkannya ini mau bicara padanya seperti biasa , jujur saja rasanya diamnya ibu tina begitu membuatnya sakit ,
" mah , " panggil farel sambil berlutut ,
" farel minta maaf , selama ini sudah buat mama sama papa kecewa , mama boleh lakuin apa saja , mama boleh hukum farel , tapi tolong jangan diamkan farel seperti ini , farel tak sanggup mah , " tangis farel , rasanya dia tak sanggup melihat ibu tina yg terus mendiamkannya ,
jujur saja ibu tina merasa kasian melihat farel yg terus menyalahkan dirinya tapi dia masih kecewa jika mengingat pertengkaran mereka hingga mengakibatkan pak Sanjaya masuk rumah sakit ,
" mah , farel minta maaf , farel _ " ucapan farel terhenti , ibu tina langsung memeluk putra tunggalnya itu , tangis farel pecah di pelukan sang mama , tak hentinya farel meminta maaf ,
" sudah sayang , mama sudah maafkan kamu , " tangis ibu tina , rasanya sudah cukup mendiamkan farel , dia juga tak ingin berlama - lama melihat farel yg terpuruk ,
" mah , boleh farel ketemu papa , " izin farel , takut ibu tina tak mengijinkan , walaupun sudah memaafkan ,
ibu tina hanya mengangguk sebagai jawaban , dia akan membiarkan farel ketemu dengan pak Sanjaya ,
" pah , " panggil farel , menggenggam erat tangan sang papa ,
lelaki paruh baya itu hanya diam , menatap anaknya yg berlinang air mata , dia juga tak mau menyalahkan farel atas apa yg menimpanya ,
" farel minta maaf pah , selama ini selalu membentak papa , tak mau mendengarkan papa , maafkan farel pah , " ucap farel , dia begitu menyesal , jika mengingat pertengkaran itu ,
" farel janji , farel akan melakukan apa saja keinginan papa , asal papa cepat sembuh , " janji farel , mendengar itu pak Sanjaya begitu senang , dia hanya merespon melalui gerakan matanya ,
farel berjanji mulai sekarang , akan melakukan apa saja demi membahagiakan kedua orang tuanya , bahkan mungkin akan melepaskan wanita yg di cintainya demi kebahagian sang papa ,
" ayu , maafkan aku , mungkin kita di takdirkan tidak bersama , " batin farel .
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊