ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
45


__ADS_3

Revan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh , tak perduli jalanan yg licin akibat derasnya hujan , makian dan cacian pengendara yg di laluinya tak di hiraukan lagi , karna rasa marah dan kecewa telah menguasai otaknya,


revan menemui melda di apartemennya , mungkin dengan menemui sang kekasih , bisa sedikit mengobati marah dan kekecewaannya , apalagi mengingat malam ini adalah malam yg spesial untuk melda , karna tepat di hari ulang tahunnya ,


saat ingin memasuki kamar melda , samar - samar revan mendengar suara ******* dari dalam kamar , tanpa pikir panjang lagi , revan mulai membuka kamar melda , dan ,


brakk ,


pintu di dobrak dengan kencang ,


dua sejoli yg di mabuk asmara itu , sedang bergulat di atas ranjang , dengan cuaca hujan dan hawa yg dingin , membuat mereka menikmati indahnya malam , dan tak menyadari kedatangan seseorang ,


" re , revan , " ucap melda kaget ,


melda kaget melihat kedatangan revan , apalagi saat ini melda dalam kukuhan martin , tanpa menggunakan sehelai benangpun,


revan tak kalah kaget , saat melihat orang yg selama ini di cintainya telah menodai cintanya , bahkan di depan matanya melda melakukan hal yg tak seharusnya di lakukan oleh pasangan yg belum menikah ,


" revan , sa , sayang , kenapa kamu , , " ucap melda terbata - bata , dengan menutupi badannya , sedangkan martin dengan santainya memakai pakaiannya , tanpa menghiraukan revan ataupun melda ,


revan mendekati martin dan menghajarnya ,


bukk , bukk , bukk ,

__ADS_1


pukulan demi pukulan di layangkan revan , dan martin tak tinggal diam , diapun membalas pukulan revan , dan tepat mengenai wajah revan ,


revan tambah murka , diapun menghajar tanpa ampun wajah martin , meluapkan semua kekesalannya ,


melda kaget melihat revan , menghajar martin , seperti orang kesetanan , tapi melda tak bisa berbuat apa - apa , karna revan yg di kuasai amarah begitu tak dapat di hindarkan ,


" hikss , revan , stop , " ucap melda menghentikan perkelahian revan dan martin ,


" revan , maafkan aku sayang , aku , " ucap melda menangis ,


" cukup melda , cukup , wanita hina sepertimu tak pantas memanggilku sayang , dengan mulut kotormu itu , " ucap revan marah , sambil menunjuk ke arah melda dengan tatapan tajam ,


" re , revan aku bisa jelaskan , " ucap melda memohon ,


" apa yg kamu mau jelaskan , semuanya sudah jelas melda , kamu pikir , aku bodoh tak bisa membedakan semuanya , mulai sekarang kita PUTUS , " ucap revan menekankan kata terakhirnya ,


revan meninggalkan melda yg sedang menangis , sementara martin sudah tak sadarkan diri , akibat pukulan revan ,


" hikss , revan , jangan tinggalkan aku , hikss , " isak melda melihat kepergian revan ,


💮 ....💮


di tempat lain kirana sedang kawatir menunggu kepulangan revan , dan tak lama muncul adrian dengan wajah babak belur , membuat kirana kaget ,

__ADS_1


" dokter adrian , wajahmu , " ucap kirana kaget melihat wajah adrian penuh lebam ,


" nggak apa - apa , di mana revan , " tanya adrian dengan wajah kawatir ,


" tuan revan belum pulang , aku juga nggak tau , kenapa sudah jam begini , dia belum datang , " jawab kirana , terpancar raut wajah bingung dan kawatir di wajah cantiknya ,


" dokter adrian sebenarnya apa yg terjadi , " tanya kirana penasaran ,


adrian mulai menceritakan semua kejadiannya , betapa terkejutnya kirana mendengar semuanya , kali ini rasa kawatirnya bertambah , apalagi mengingat ibu diana ,


sedangkan di tempat lain ,


revan berdiri di pinggir pantai , guyuran air hujan tak di hiraukan lagi ,


"aaaaaggghhhhh , " teriak revan dengan keras ,


" Tuhan , kenapa semua orang mebohongiku , kenapa , " teriak revan lagi , sambil melempar batu ,


" bahkan sahabat , dan orang yg aku sayangi menghianatiku , kenapa semua orang melakukan semua ini kepadaku , kenapa , " teriak revan frustasi ,


" melda , wanita sialan itu , bahkan bercinta di depan mataku , apa kurangnya aku , aku punya segalanya , harta , kedudukan , semuanya aku punya , tapi kenapa dia tega menghianatiku , aaaaggggghhhhh , " teriak revan , mengacak rambutnya ,


revan meluapkan semua emosi dan kekesalannya di pinggir pantai , guyuran hujan yg semakin deras tak di hiraukan , kini revan terlihat basah kuyup , malam yg semakin larut , dingin merasuki tulang - tulang tak di rasakan lagi , kini revan hanya duduk terdiam merenungi semua yg terjadi di hidupnya , .

__ADS_1


🌼 ....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak , .😊


__ADS_2