
Revan sampai di kantor , stelan jas berwarna silver , begitu pas di badannya , menambah ketampanan di wajahnya , rahang yg kokoh , serta tatapan yg tajam terkesan dingin , begitu terpancar dari seorang revan aditia wiguna , semua karyawan yg mengetahui sang bos datang mulai memperbaiki posisi masing - masing , dan sepanjang jalan , karyawan menunduk sebagai tanda hormat pada pemilik tempat mereka bekerja ,
hari ini revan terlihat berbeda , walaupun tatapannya tajam , tapi senyumannya tetap terpancar , membuat tatapan tajam itu tak menakutkan bagi yg melihatnya , tapi sayang senyuman itu seketika langsung pudar , setelah melihat seorang wanita seksi yg berjalan ke arahnya ,
" revan , aku minta maaf , aku tau aku salah , tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita lagi , aku janji akan setia sama kamu , percayalah sayang , " ucap melda mendekat memegang tangan revan ,
revan hanya diam melihat melda , tatapan dingin , seakan siap menghukum melda , semua karyawan yg melihat itu , tak menyiakan kesempatan , kapan lagi melihat sang tuan arogan dengan sejuta pesona bertengkar dengan seorang desainer terkenal , yg pernah menjadi kekasihnya itu , bahkan hubungan mereka hampir saja lanjut ke jenjang pernikahan ,
" berapa kali aku katakan padamu , jangan pernah muncul di hadapanku lagi , apa kamu tuli , atau jangan - jangan kamu memang tak punya malu , mendatangi lelaki yg sudah beristri , " geram revan memaki melda , seraya menghempaskan genggaman tangan melda dengan kasar ,
melda begitu kaget bercampur malu , revan benar - benar tak menganggapnya lagi , melda melihat tatapan karyawan seakan mengatakannya kalau dia adalah seorang pelakor , bukan seorang pacar ,
karyawan yg mendengar revan mengatakan , " lelaki yg sudah beristri " menjadi trending topik untuk menjadi bahan gosip oleh karyawan terutama kaum hawa , harapan mereka sudah pupus , mendengar kata itu ,
" van , aku nggak percaya kamu sudah menikah , apalagi kalau yg kamu maksud istri itu , pembantu di rumahmu , semua orang tau gimana hubungan kita dulu , jadi tak semudah itu ada yg menggeserkan posisiku , apalagi hanya seorang pembantu , itu hal yg nggak mungkin " ucap melda yg masih tak percaya ucapan revan ,
revan hanya tersenyum sinis , menatap melda dengan percaya dirinya ,
" melda , melda , itu dulu , dulu , sebelum kamu menghianatiku , dan aku ingatkan sekali lagi padamu , jangan pernah menyebut kirana pembantu dengan mulut kotormu itu , karna dia adalah wanita terhormat yg bahkan lebih baik dari kamu , dia istriku , istri revan aditia wiguna , " ucap revan menekankan kalimat terakhirnya ,
" jadi pergilah dari kantorku sebelum aku menyeretmu secara paksa , " usir revan dengan tatapan devilnya , karna sudah muak melihat muka melda , apalagi dia tidak ingin berbuat kasar pada melda , biar bagaimanapun melda pernah menjadi orang yg penting di hidupnya setelah ibu diana , walaupun itu hanya sebentar ,
revan berlalu meninggalkan melda yg sedang mematung menahan amarah , karna baru kali ini revan berbicara kasar , dan memarahinya di depan karyawannya , bukan melda namanya walaupun di penuhi amarah , melda tetap mengejar revan dan memeluknya dari belakang , tanpa rasa malu , atas ucapan revan ,
" hikss , van , jangan tinggalkan aku , aku , " isak melda , memeluk revan , tapi sayangnya revan melepaskan pelukan melda dengan kasar ,
" pergilah , selagi aku masih berbaik hati , karna aku tidak ingin mengotori tanganku menyentuh wanita hina sepertimu , " tegas revan menatap dingin melda ,
" sekuriti , " panggil revan , dengan nada tegas ,
sekuriti yg sedari tadi menonton adegan live antara tuan arogan dan sang kekasih , eh ralat mantan kekasih dengan sigap datang menghampiri ,
" bawa wanita ini keluar dari hadapanku , dan ingat jangan pernah membiarkan dia menginjakan kakinya lagi di kantor ini , " usir revan menunjuk tajam ke arah melda yg sedang menangis alias air mata buaya ,
__ADS_1
" baik tuan , " ucap sekuriti memegang tangan melda , tapi melda dengan cepat menepis tangan sang sekuriti ,
" lepaskan tanganmu , jangan menyentuhku , aku bisa jalan sendiri , " ucap melda dan berjalan keluar meninggalkan kantor yg dahulu bisa di masukinya kapanpun dia mau ,
melda mengepalkan tangannya , menahan emosi , dan dia keluar dengan hati yg marah , karna tak terima revan mengusirnya dengan kasar , tanpa memikirkan perasaanya ,
" awas saja kamu revan , aku akan membalas penghinaan ini , dan aku akan membuat kamu bertekuk lutut di hadapanku , " batin melda dengan senyum liciknya , memandang gedung yg menjulang tinggi ,
sepeninggal melda , revan mempeingatkan semua karyawannya ,
" kalian semua dengar , kalau ada di antara kalian , yg berani mengijinkan wanita tadi datang dikantorku , maka aku nggak akan segan - segan untuk menghukumnya , dan tak akan membiarkannya mendapatkan pekerjaan di manapun dia berada , " peringatan revan memandang semua karyawannya dengan tatapan dingin , membuat karyawan menelan ludah dengan susah ,
revan meninggalkan karyawannya dengan wajah penuh amarah , setelah kepergian revan , karyawan mulai bergosip , ada suara yg terdengar dari salah satu karyawan berbisik - bisik ,
" benar - benar menakutkan aura bos kita , tampan tapi membunuh , " bisik karyawan ,
" ya , tapi aku masih penasaran sosok kirana pembantu yg menjadi istri bos revan , " ucap salah satu karyawan menimpali ,
mereka mulai panik , dan akhirnya mulai sibuk dengan pekerjaan masing - masing ,
💮...💮
Seperti yg di rencanakan farel , hari ini dia akan melaksanakan rencananya ,
farel mendatangi kantor revan , mata karyawan menatap kagum pada sosok farel , dan hal itu tak di sia- siakan farel , sesekali membalas tatapan dengan mengedipkan seblah matanya ,
sebelum masuk ke ruangan revan , farel sudah di sambut dengan senyuman wanita cantik , siapa lagi kalau bukan dian , sekertaris revan ,
" selamat datang tuan farel , ada yg bisa saya bantu , " sapa dian tersenyum ramah , walaupun sebenarnya dia malas melihat farel , dengan gaya sok coolnya ,
"ya , ada cantik , berapa nomor telfonmu , " sapa farel sambil mengedipkan matanya ,
dian hanya menatap malas pada farel , apalagi lelaki di hadapannya ini terkenal dengan gombalan mautnya , wanita manapun tak ada yg bisa menolaknya , di tambah farel sosok lelaki yg tampan , tapi tidak seganteng revan ,
__ADS_1
" maaf , kalau tujuan anda datang kemari hanya untuk meminta nomor telfon saya tidak punya , " jawab dian ketus ,
farel hanya tersenyum menatap dian , walaupun ketus tapi masih terlihat cantik dan manis , menurut farel ,
" jangan marah - marah , nanti cantiknya hilang , " gombal farel lagi ,
" tuan farel yg terhormat kalau tak ada keperluan penting silahkan anda keluar , karna pekerjaan saya masih banyak , " usir dian karna sudah geram dengan omongan farel yg tak hentinya menggombal ,
" heheheh , baiklah , aku ke sini untuk menemui tuanmu , apa dia ada di dalam , " ucap farel sambil tersenyum manis semanis kopi pahit tanpa gula hehehe ,
" ada , tapi , " ucap dian terpotong , karna farel sudah masuk ke dalam ruangan ,
revan kaget melihat farel yg masuk tiba - tiba , dengan tanpa bersalah farel langsung duduk tanpa di suruh ,
" ada apa lo ke sini , apa lo nggak punya pekerjaan lain , selain mengganggu orang , " ketus revan ,
" hei bro , ada apa dengan lo , ketus amat , kayak cewe datang bulan saja , " ucap farel menatap bingung ,
" kalau lo nggak ada urusan mending lo keluar , gue masih banyak pekerjaan , " usir revan ,
" gue punya urusan bro , temani makan yuk , uda lama nih nggak makan bareng , sekalian gue mau curhat tentang kirana , " ucap farel memancing revan , karna dia tau revan nggak suka membahas masalah kirana , apalagi farel jelas - jelas mengatakan ketertarikannya pada sosok kirana pada revan ,
benar saja revan langsung menatap tajam ke arah farel , seakan siap memangsanya , sementara farel bukannya takut malah tersenyum , seakan jebakan yg di buatnya berhasil membuat singa buas yg ada di hadapannya marah ,
" van ayolah , gue lapar banget nih , lo itu bos , masa kerja keras terus sih , kan ada sekretaris lo , " ucap farel menatap memohon ,
revan yg awalnya marah , barangsur diam , dan akhirnya mengiyakan ajakan farel mengingat dia juga belum makan siang , karna tenaganya habis terkuras akibat pertengkarannya dengan melda tadi pagi ,
farel tersenyum penuh kemenangan karna sudah berhasil membawa revan dalam rencananya , kini dia akan melancarkan rencana kedua , untuk mempertemukan kedua sahabatnya untuk menyelesaikan masalah yg terjadi di antara mereka , .
🌼 ...🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1