ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
98.


__ADS_3

Dita begitu khawatir melihat keadaan Kirana yg terus memegang perutnya menahan sakit ,


" Dita sakit , "ringis Kirana ,


" Kirana , kamu tahan ya , sebentar lagi kita sampai , " ucap Dita mencoba menenangkan ,


" kak vemas cepat lajukan mobilnya , kasian Kirana , " ucap Dita menyuruh vemas melajukan mobilnya ,


" iya Dita ini sudah cepat " ucap vemas , dia juga begitu khawatir melihat Kirana ,


mobil vemas memang sudah melaju begitu cepat , tapi kemacetan begitu tak terkendalikan , sehingga mobil vemas melaju tapi masih dengan mode hati - hati ,


" Kirana , Kirana , " panggil Dita panik , tiba- tiba melihat Kirana yg tak bersuara lagi ,


" Dita , Kirana kenapa " tanya vemas yg mulai kawatir ,


" Kirana pingsan kak , " jawab Dita , dengan deraian air mata ,


mendengar jawaban Dita , vemas langsung panik , dia takut terjadi apa - apa pada Kirana ,


vemas seketika menyelip mobil pada pengendara lain , umpatan terus di ucapkan mobil lainnya , tapi vemas tak menghiraukannya , yg terpenting baginya Kirana sampai di rumah sakit dengan cepat ,


di belakang terdengar tangisan Dita , yg terus memanggil nama Kirana ,


💮....💮


sesampainya di rumah sakit , vemas langsung menggendong Kirana , dan Dita langsung menelfon Adrian ,


" cepat bawa keruang bersalin , " ucap Adrian tegas ,


suster langsung membawa Kirana ke dalam ruang bersalin sesuai perintah Adrian ,


" hallo Van , cepat datang ke rumah sakit , " ucap Adrian menelfon Revan , dan langsung mematikan telfonnya ,


Revan terlihat kesal , karena Adrian mematikan telfon secara sepihak ,


" berani sekali dia mematikan telfonnya , awas saja kamu " kesal Revan ,


tanpa menunggu waktu lama , Revan bergegas ke rumah sakit ,


Revan bingung melihat vemas dan Dita berdiri di depan ruang bersalin ,


" kak vemas bagaimana ini , aku takut terjadi apa - apa sama Kirana , " ucap Dita kawatir ,


" Dita tenanglah , kita berdoa , semoga Kirana baik - baik saja , " ucap vemas menenangkan , padahal hatinya juga begitu kawatir dengan kondisi Kirana ,


" kalau terjadi apa- apa , aku tidak akan pernah bisa maafkan diriku sendiri , " tangis Dita memikirkan Kirana ,


vemas tak hentinya menenangkan Dita , ucapan Dita bagai tamparan untuknya ,

__ADS_1


" Dita , aku juga tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa - apa pada Kirana , " batin vemas gelisah ,


" kamu ngapain di sini , " tanya Revan tiba - tiba datang menghampiri vemas ,


vemas terkejut melihat kedatangan Revan , begitupun juga Dita , belum sempat menjawab , Adrian datang menghampiri


" van , ayo masuk , istri lo menunggu di dalam , " ucap Adrian mengajak Revan masuk di dalam , dan sekilas Revan menatap tajam pada vemas , seakan tatapannya penuh selidik ,


saat masuk , Revan begitu terkejut melihat Kirana yg sudah berbaring di ranjang , dan matanya terhenti pada perut Kirana yg besar ,


" sayang , " panggil Revan menghampiri ,


" Kirana pingsan , " ucap Adrian yg melihat tatapan Revan beralih padanya ,


" Van , Kirana harus di operasi , karna tak memungkinkan baginya untuk melahirkan normal dalam keadaan seperti ini , " ucap Adrian yg melihat Kirana pingsan dan tak kunjung bangun ,


" tapi yan , gue ingin Kirana melahirkan normal , gue yakin Kirana pasti akan bangun untuk melahirkan anak kami , " ucap Revan yg tak setuju dengan ucapan Adrian ,


Adrian hanya bisa pasrah mendengar jawaban Revan , perkataan Revan mutlak dan tak bisa di bantah , karna dialah pemilik rumah sakit , jadi apapun perkataannya , mau tak mau harus di ikuti ,


Kirana memang memungkinkan untuk melahirkan normal , tapi dalam keadaan sadar ,


revan tak dapat menahan air matanya , rasa rindu teramat dalam pada Kirana , apalagi melihat orang yg dia cintai sedang terbaring di ranjang , sayup - sayup bayangan ibu Diana terlintas di pikirannya , membuat air matanya tak berhenti mengalir ,


" sayang , ayo bangun , jangan tinggalkan mas , mas tidak bisa hidup tanpa kamu sayang , bangunlah sayang , mas mohon , buka matamu , mas ada disini , " ucap Revan menangis , menggenggam erat tangan Kirana ,


" sayang , maafkan mas , selama ini mas sudah banyak salah sama kamu , mas janji akan melakukan apa saja demi kamu dan anak kita , mas mohon sayang ayo bangun , " ucap Revan terus mencium kening Kirana ,


" maafkan papa sayang , selama ini sudah membuat kalian menderita , maafkan papa " ucap Revan mengelus perut Kirana , sambil menciumnya ,


tiba - tiba Kirana membuka matanya , merasakan elusan yg sangat lembut di perutnya ,


" sayang , " panggil Revan , melihat pergerakan pada Kirana ,


" mas , " ucap Kirana ,


" maafkan mas sayang , maafkan mas , " ucap Revan mencium kening Kirana ,


" mas , perutku , " ucap Kirana menahan sakit ,


" Yan , istri gue , "


" dokter , semua sudah lengkap , " ucap seorang suster pada Adrian ,


Revan terlihat bingung mendengar ucapan suster ,


" ayo kita mulai , " jawab Adrian ,


" Van istri lo akan melahirkan , lo mau di sini apa keluar , " tanya Adrian , mengingat Revan yg tak tahan melihat darah ,

__ADS_1


" gue tetap di sini temani istri gue , " jawab Revan tegas ,


Revan begitu terharu melihat perjuangan Kirana yg menahan sakit , untuk melahirkan anak mereka , dia teringat betapa jahatnya dia dulu memperlakukan Kirana , kebencian dan keegoisan telah menutup mata hatinya , dan mengabaikan orang yg dia cintai ,


Revan benar - benar menyesal , mengingat perlakuannya selama ini ,


Kirana wanita yg dia jadikan " ISTRI YG TAK DI INGINKAN , kini berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan keturunan seorang Revan Aditia Wiguna ,


setelah berjuang memakan waktu yg lumayan lama , dan menguras tenaga , akhirnya terdengar juga tangisan seorang bayi menggelegar di ruang bersalin , membuat yg mendengarnya terharu ,


Revan dan kirana tak dapat berkata lagi , air mata mengalir begitu saja , saat melihat bayi mungil yg menangis tanpa henti ,


" terima kasih sayang , terima kasih , kamu sudah menjadikan aku lelaki yg sempurna , " ucap Revan mencium kening Kirana ,


kirana hanya tersenyum mendengar ucapan Revan ,


" sayang maafkan aku , selama ini , aku , "


" aku sudah memaafkanmu , sebelum kamu meminta maaf mas , jadi berhentilah mengucapkan itu , " ucap Kirana menyela ucapan Revan ,


Revan tak dapat berkata apa - apa lagi mendengar ucapan Kirana yg begitu tulus memaafkan semua kesalahannya ,


" sayang aku beruntung mendapatkan wanita yg begitu tulus seperti dirimu , memaafkan semua kesalahanku , selama ini aku telah di butakan oleh kebencian tanpa melihat kebenaran yg ada , " ucap Revan ,


Kirana hanya tersenyum mendengar semua ucapan Revan , dia juga tau Revan adalah laki - laki yg baik , hanya saja kebencian dan keegoisannya menutupi mata hatinya ,


Revan tidak henti - hentinya mencium Kirana , tanpa memperdulikan tatapan suster yg berada di ruangan itu ,


" Van , Lo bisa keluar dulu , Kirana akan di bersihkan dan dipindahkan ke ruang rawat , " ucap Adrian ,


" anak lo , lagi di bersihkan sama suster , " ucap Adrian lagi ,


" Iyan , terimakasih Lo sudah menyelamatkan istri dan anakku , " ucap Revan ,


Adrian begitu kaget mendengar ucapan Revan , baru kali ini kata itu terucap dari seorang Revan Aditia Wiguna , lelaki yg terkenal dingin dan arogan ,


" Lo nggak perlu berterima kasih , karna itu sudah menjadi tanggung jawabku sebagai seorang dokter , seharusnya Lo harus berterima kasih pada istri lo yg berjuang demi melahirkan anak lo , " ucap Adrian ,


" Van , selamat , Lo akhirnya jadi seorang ayah , gue harap Lo bisa menyikapi segala permasalahan yg Lo hadapi , dan Lo harus belajar mendengarkan setiap penjelasan seseorang dan juga berhentilah menyimpan dendam di hati , karna itu bisa merusak jiwa Lo sendiri , " ucap Adrian panjang lebar ,


Revan hanya diam mendengar ucapan Adrian , memang yg di katakan Adrian benar , kebencian hanya akan merusak segalanya ,


" makasih yan , pesan Lo akan gue ingat selamanya , " ucap Revan ,


Kebencian yg selama ini tertanam di hati Revan kini sudah hilang , tergantikan oleh kebahagiaan


yg begitu terpancar di wajah tampan seorang Revan Aditia Wiguna .


🌼......🌼

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2