
Seorang wanita sedang menangis , tak hentinya dia menatap layar ponselnya , entah apa yg di lihat , ya wanita itu adalah ayu , tatapan matanya begitu sendu , belum hilang rasa sakit yg di torehkan pak sanjaya padanya , kini luka itu bertambah lagi , hingga rasanya ayu seakan berhenti bernafas , luka ini begitu sakit , sakit sekali ,
pupus sudah harapan ayu , kini orang yg dia cintai akan menjadi milik orang lain , , ya farel bertunangan dengan seorang wanita yg cantik , terpandang dan berpendidikan , berbeda jauh dengan dirinya yg hanya tamatan SMA saja , mereka berdua terlihat sangat serasi ,
" inikah caramu membuatku berhenti berharap farel , " gumam ayu di sela tangisannya , "
" kak , " panggil alisa membuat ayu langsung menghapus sisa air mata yg membekas di pipinya ,
" iya , ada apa , " jawab ayu sambil tersenyum , senyum yg menurut alisa begitu terpaksa ,
alisa dapat melihat jelas , jika mata cantik itu terlihat sembab ,
" ayo makan , dari kemarin kakak tidak makan sama sekali , " ajak alisa , dia begitu khawatir melihat keadaan sang kakak ,
" kakak masih kenyang , " lagi jawaban ayu tetap sama seperti kemarin ,
alisa hanya bisa menghela nafasnya , ayu wanita cantik dan ceria ini , kini jadi pendiam , hanya bicara seadanya ,
" apakah kakak masih mengharapkan dia , " tebak alisa , dia tau ayu saat ini sedang memikirkan farel , lelaki yg viral pertunangannya dengan seorang model ,
ayu hanya diam , jelas saja pertanyaan alisa tak perlu di jawab ,
" hikssss , " tangis ayu pecah di pelukan sang adik ,
rasanya hanya alisa yg bisa mengerti perasaannya saat ini , tangisan ayu mengingatkan alisa pada kematian kedua orang tuanya , sangat sakit hingga begitu menyayat hati alisa ,
" menangis lah kak , jika itu bisa membuatmu melupakannya , tapi setelah ini , aku tidak ingin melihat air mata kakak lagi , " ucap alisa penuh penekanan , kali ini dia akan membuat ayu merasa bahagia hingga melupakan farel untuk selamanya .
__ADS_1
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
" dita tunggu , " panggil adrian ,
jujur saja adrian sudah kehabisan akal , dita benar _ benar menghindari dirinya ,
" apalagi , bukankah pekerjaanku sudah selesai , " kesal dita , sekarang waktunya pulang dan tak ada lagi urusannya dengan rumah sakit ,
" biar saya antar , " ucap adrian menawarkan diri , apalagi melihat waktu yg sudah hampir tengah malam , pasien hari ini sangat banyak , di tambah lagi dengan jadwal operasi , membuat waktu mereka lama di rumah sakit ,
" tidak perlu , " jawab dita singkat ,
" bagaimana jika terjadi apa _ apa padamu , rumah sakit ini yg akan bertanggung jawab , dan saya akan di salahkan karna membiarkan kamu pulang sendiri , " ucap adrian , dia khawatir karna dita tak membawa mobilnya ,
" jangan lupa kalau kau itu asistenku , " lagi , ucap adrian penuh penekanan memperingati posisi dita padanya ,
" wanita itu benar _ benar keras kepala , " gumam adrian yg melihat dita naik gojek .
Untuk mengurangi kekesalannya , dita mencoba memainkan ponselnya , hingga tak menyadari jika jalan yg mereka lalui kini berbeda , tatapan sang pengemudi tak hentinya menatap dita , sementara yg di tatap asyik dengan ponselnya ,
dita mulai menyadari jika perjalanan kali ini terasa jauh , padahal jarak rumah orang tuanya dan rumah sakit tidaklah jauh , tapi ini ,
" pak , ini di mana , kenapa jalanan nya berbeda , " tanya dita heran ,
" i , iya neng , ini berbeda , soalnya jalanan yg biasa di lalui sedang ada perbaikan , " jawab sang gojek dengan nada gugup ,
" masa sih pak , " dita masih belum percaya , soalnya saat melewatinya tadi pagi jalanan itu baik _ baik saja , dan juga tak ada tanda perbaikan , tapi beruntung mobilnya sudah di bawa ke bengkel saat mogok di jalan , jadi dia tak perlu mengkhawatirkan mobilnya jika memang ada perbaikan jalan ,
__ADS_1
tak mau ambil pusing , tanpa merasa curiga dita percaya saja ucapan sang gojek , hingga tiba-tiba motor sang gojek berhenti ,
" Loh pak ko berhenti di sini " tanya dita mulai khawatir ,
sang gojek mulai tersenyum , senyuman yg membuat dita merasa takut dan mulai waspada ,
" serahkan semua barang bawaanmu , " tekan sang gojek ,
mendengar itu , dita mulai khawatir , apakah saat ini sang gojek berubah jadi begal ,
" cepat serahkan , " gegas sang gojek lagi , memaksa dita agar memberikan tasnya ,
" ja , jangan macam-macam ya pak , nanti saya teriak , " ancam dita , walaupun sebenarnya dia begitu takut ,
" hahahaha , teriak , teriak saja , nggak akan ada yg mendengar suaramu di sini , " ucap sang gojek , membuat dita semakin takut , karna memang benar tempat mereka berhenti bisa di katakan sepi , dan mungkin jarang di lalui kendaraan melihat jalanan yg rusak parah ,
dita benar _ benar takut melihat sang gojek yg mulai mendekatinya , seandainya waktu bisa di putar kembali , dita ingin di antar oleh adrian saja , tak hentinya dita merutuki kebodohannya karna menolak ajakan adrian untuk mengantarnya pulang ,
" cepat serahkan , atau kau akan tau akibatnya , " ucap sang gojek memaksa ,
" tolong , tolong , " teriak dita ,
" minta tolonglah , nggak akan yg datang menolong mu , " ucap sang gojek terus mendekat ,
dita semakin memeluk erat tasnya , berdoa dalam hati semoga ada yg datang menolong dirinya , tanpa sadar dia berdoa agar adrian datang menolongnya saat ini .
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊