
Kirana sedang berkutat di dapur , membuat sarapan untuk sang tuan pemarah ,
sementara revan menunggu di kamar dengan wajah yg terlihat kesal karna menunggu terlalu lama dalam keadaan lapar , dan tak lama kirana muncul di balik pintu , membawa semangkuk makanan ,
" ini tuan makanannya , " ucap kirana menyimpan bubur di meja samping tempat tidur ,
" lama banget sih , kamu ngapain saja di dapur , jangan - jangan kamu tidur lagi , " cerca revan marah , karna memang sudah lapar , maklum saja , dari semalam belum makan , kekenyangan makan hati ,
" maaf , " ucap kirana menunduk ,
" dalam keadaan sakit saja , masih bisa marah - marah , " batin kirana kesal ,
revan terlihat diam , saat melihat makanan di atas meja ,
" tu , tuan kenapa nggak di makan , katanya tadi bilang lapar , " tanya kirana heran , saat revan hanya menatap buburnya ,
" kirana , sebenarnya makanan apa yg kamu berikan ini , apa kamu ingin membunuhku , " jawab revan dengan tajam ,
bukannya takut , wajah kirana terlihat kesal saat mendengar ucapan revan , tapi sebisa mungkin dia bersabar menghadapinya , mengingat revan saat ini sedang sakit ,
" dasar tuan revan , apa dia pikir saya akan meracuninya , mana mungkin saya membunuh suami saya sendiri , batin kirana marah ,
" tuan , ini namanya bubur , " ucap kirana menjelaskan , walaupun dengan wajah kesal ,
" aku nggak mau , ini seperti makanan muntahan , ganti yg lain , buatkan aku nasi goreng , " ucap revan memalingkan wajahnya ,
kirana hanya bisa menghela napasnya dengan kasar ,
" astaga ini orang kenapa sih , apa semua orang sakit seperti ini , hmmmm , sabar , sabar kirana , " batin kirana jengkel ,
__ADS_1
" tuan , ini bubur , cocok untuk orang sakit , jadi kalau mau cepat sembuh harus makan bubur ini , kalau nasi goreng , itu untuk orang penyakitan , " jawab kirana asal , karna tak tahan lagi menghadapi sikap revan ,
" ow , jadi kamu pikir aku orang penyakitan karna ingin makan nasi goreng , begitu maksudmu , " ucap revan penuh selidik ,
" tuan revan yg baik hati , bukan begitu maksudku , tapi , nasi goreng itu memang nggak baik untuk orang sakit , karna mengandung minyak , jadi aku buatkan bubur untuk memulihkan tenagamu tuan , " ucap kirana panjang lebar , karna tak tau harus gimana lagi menghadapi revan saat ini , yg sikapnya seperti anak kecil , tapi dengan sikap revan seperti ini membuatnya menjadi begitu dekat dengannya ,
dengan berat hati , akhirnya revan hanya bisa mengalah , walaupun sebenarnya melihat bubur itu , membuatnya hilang selera , tapi berdebatpun nggak akan menyelesaikan masalah , jadi pasrah saja ,
" ya sudah kalau gitu suapi aku , " ucap revan , membuat kirana kaget ,
" a , apa , " tanya kirana bingung ,
" suapi aku kirana larasati " ucap revan memanggil kirana dengan nama panjangnya ,
akhirnya dengan berat hati , kirana menyuapi revan dengan tangan gemetar dan wajah memerah , karna ini pertama kalinya dia begitu dekat sama revan ,
" tuan , semua orang sakit lidahnya pasti pahit , jadi apapun makanan yg di makan rasanya pasti terasa pahit , termaksud air , jika di minum rasanya pasti pahit juga , " jawab kirana menjelaskan , melihat revan yg ingin memuntahkan makanannya ,
revan hanya mengangguk menelan kembali buburnya , karna memang lidahnya terasa pahit ,
karna revan terus berbicara , membuat sedikit belepotan , tercecer bubur di sudut bibirnya , kirana mengambil tissu untuk melapnya , dan tak sengaja mata mereka bertemu , terkunci sedikit lama ,
deg , deg , deg ,
jantung revan dan kirana berdetak begitu kencang ,
" jantungku , ada apa dengan jantungku , apa gara - gara sakit aku kena penyakit jantung , " batin revan ,
" apa revan dengar suara jantungku , kenapa detaknya begitu kencang , " batin kirana ,
__ADS_1
kirana buru - buru mengakhiri tatapan mereka , karna saat ini perasaannya tak karuan ,
" maaf , " ucap kirana , hanya kata itu yg bisa dia ucapkan ,
" nggak apa - apa , " jawab revan santai , walaupun sebenarnya jantungnya masih berpacu ,
entah kenapa jawaban revan , membuat kirana terlihat senang ,
" tu , tuan ini obatnya , nanti kalau perlu apa - apa , panggil saya saja di kamar bawah , " ucap kirana , memberikan obat ,
" hmmmm , " jawab revan ,
" kalau gitu saya permisi tuan , " pamit kirana , dan revan hanya mengangguk ,
saat sudah beranjak pergi , revan memanggilnya lagi ,
" kirana , " panggil revan ,
" iya tuan , apa perlu sesuatu , " tanya kirana , di depan pintu ,
" terima kasih , " ucap revan tersenyum ,
" sama - sama tuan , " jawab kirana tersenyum , dan pergi dengan cepat ,
" senyum yg manis , " gumam revan tersenyum , saat melihat kepergian kirana ,
🌼 ....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak , 😊
__ADS_1