ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
Part 24


__ADS_3

"Ratih. apakah kamu yang selama ini aku cari? apakah kamu ingat denganku?"


Aku terhenti dan aku memikirkan apa yang Rafka ucapkan, apakah Rafka mengenalku atau apakah Rafka itu teman kecilku dulu tapi aku dengar kabar dia telah pindah ke luar negeri.


"Maaf pak maksud bapak apa ya" ucapku seraya membangkitkan badanku.


"Ah tidak maafkan saya kamu bisa keluar sekarang" ucapnya seraya memutarkan kursi yang ia duduki di balik meja besar yang kokoh itu.


"Ah baik pak saya permisi"


Rafka Wiraatmadja? aku serasa familiar dengan nama itu apakah aku hanya merasakan familiar karena aku mempunyai teman laki-laki di saat aku kecil tapi aku tak mengingat wajah dan nama aslinya aku hanya mengingat namanya Rafka.


Sambil berjalan aku pun terus memikirkan apa yang Rafka ucapkan tadi, ah mungkin dia salah orang. Dan aku pun mengirimi pesan temanku untuk berpamit pulang duluan dan sampai bertemu besok.


Kini aku sudah berada di parkiran dan mulai menjalankan sepeda motorku menuju madrasah Yaya untuk menjemputnya kebetulan hari ini Yaya ada jadwal les jadi pulangnya agak telat.


Setelah beberapa saat akhirnya aku sampai di halaman sekolah Yaya kulihat di sana ada seseorang yang sangat aku kenal ya dia Mas Arga sepertinya dia berniat menjemput Yaya. Aku pun berjalan melewatinya.


"Ratih" panggilnya.


Aku tak ada niat sedikit pun untuk menoleh. disaat yang bersamaan juga Yaya keluar dari kelasnya, lalu kulihat Yaya berjalan ke arahku.


"Ayoo ma kita pulang Yaya laper nih ga kuat" rengek Yaya.


"Iya sayang ayo kita pulang" jawabku.


Begitu aku dan Yaya sedang berjalan menuju sepeda motorku Yaya sepertinya kaget melihat Papa nya.


"Yaya ayo pulang sama papa" ucap Mas Arga.

__ADS_1


"Gak mau Yaya gak mau sama papa lagi, papa udah jahat sama mama, Yaya ga mau pokonya Yaya ga mau" ucapnya sembari memelukku.


"Nanti papa beliin yang Yaya mau deh"


"Yaya ga mau sama papa Yaya maunya sama mama" ucap Yaya seraya menarik tanganku.


"Yaya pelan-pelan sayang nanti jatuh loh"


"Cepet ma Yaya ga mau ketemu papa lagiii!"teriaknya.


"Yaudah Yaya jangan nangis dong malu diliatin orang tuh" ucapku menenangkannya.


Setelah Yaya sedikit tenang aku pun mengajaknya untuk segera pulang dan meninggalkan Mas Arga yang berdiri mematung melihat kepergian aku dan Yaya. Apakah hatiku sudah terbiasa akan semua ini? belum sama sekali belum yang aku lakukan bertolak belakang dengan isi hatiku ada rasa sakit melihat Yaya mulai membenci papa nya ada rasa syukur karena sedikitnya Yaya mulai mengerti apa yang sedang ia alami.


Di sepanjang jalan aku mengendarai motor pikiranku sedikit terganggu tentang apa yang Mas Arga lakukan kenapa tumben sekali ia menjemput Yaya aku takut ia akan mengambil Yaya dariku.


Begitu aku sampai rumah Sarah aku mulai masuk bersama Yaya.


"Waalaikumsalam Tih ini aku di dapur" jawabnya.


"Oh sini aku bantu" ucapku setelah aku memberikan tas kepada Yaya dan menyuruh Yaya ganti baju.


"Ga usah kamu pasti capek lagian bentar lagi ko, oiya gimana rumah yang kamu lihat? trus gimana soal pekerjaanmu lancar kan?" tanyanya.


Sembari makan siang berlangsung ini aku menceritakan semuanya mulai dari aku bertemu Bu Nia dan semua kebaikan nya di lanjut dengan pertemuan aku dengan Mas Arga dan Lily, tentang diterimanya aku di perusahaan sampai aku menceritakan Rafka sampai akhirnya tentang Mas Arga yang tiba-tiba menjemput Yaya.


"Jadi kamu bakalan ninggalin aku sendiri di rumah ini Tih" ucap Sarah terlihat sedih.


"Rencana besok aku akan mulai pindah kerumah yang baru aku beli, kamu kan bisa maen atau tinggal di rumahku sampai suamimu pulang dinas kan sekalian jaga Alya" ucapku.

__ADS_1


"Ah iya juga ya aku juga penasaran gimana keadaan rumah barumu"


Begitulah keadaan hangat ini, aku entah harus berkata apalagi dengan semua kebaikan Sarah, aku akan membalas semuanya hanya dia yang aku punya saat ini.


Aku bekum mengabari keluarga ku setelah kejadian talak tempo hari itu. ah nanti juga akan ada waktunya semua mengetahui ini pikirku.


Tak terasa hari sudah malam lagi dan aku pun menyiapkan pakaian yang akan ku pakai besok beserta beberapa file yan harus aku periksa yang dikirim Rafka ke alamat emailku.


Kembali berbicara tentang dia, aku malah teringat masa kecilku.


flashback on


"Rafka kamu kenapa ko nangis" tanyaku pada pria kecil itu. tampan sungguh tampan sejak kecil dia sudah memiliki ketampanannya yang sempurna.


"Ratih kita kan sahabat kamu harus janji sama aku"


"janji apa?"


"Kamu harus tunggu aku pulang ya papaku bilang aku sama papa dan mama hanya sebentar di luar negeri"


"Waaaaah kamu mau keluar negeri terus kenapa kamu nangis"


"Karena aku ga mau jauh sama kamu, kamu harus janji dulu sama aku nanti kalau kita udah gede kita nikah yaa kamu harus jadi istri aku" ucapnya dengan muka memerah.


"Iya Rafka aku janji, kamu jangan nangis lagi yaa, yu ikut aku main"


"Janji yah tunggu aku ... yaudah yu" ucapnya seraya menautkan jari kelingking yang mungilnya.


flashback off

__ADS_1


Begitulah lintasan masa kecilku dengan Rafka jauh sebelum mengenal Mas Arga aku mencintai Rafka sejak aku masih kecil hingga Mas Arga hadir dan merubah isi hatiku. aku tertidur di dalam keheningan malam ini setelah aku menimang Alya tadi dan menidurkan Yaya tadi.


Besok adalah hari dimana aku harus melupakan semua masalaluku. dan meniti masa depan untuk dua malaikatku.


__ADS_2