
Kirana begitu bahagia , akhirnya impiannya melahirkan di temani revan kini terwujud , dan kebahagiaanya bertambah saat melihat sosok malaikat kecil yg baru beberapa menit di lahirkannnya ,
" sayang , wajah anak kita mirip sekali denganku , matanya , bibirnya , bahkan hidungnya sangat mirip , " ucap revan yg tak hentinya menatap wajah sang anak ,
" jelas mirip lah , itu kan anak lo , jadi wajar lah kalau mirip lo , nggak mungkin kan mirip si itu , " jawab adrian menimpali , membuat Revan menatap tajam padanya ,
" Lo , "
" baru beberapa menit tuh pesan , lo uda mulai emosi , " ucap Adrian mengingatkan ,
Revan hanya menghela napasnya dengan kasar mendengar ucapan adrian ,
" wah lo memang benar van , wajahnya sangat mirip dengan lo , tapi gue harap hanya wajah saja yg mirip , jangan sampai kelakuannya mirip dengan ayahnya , " ucap adrian santai , tanpa merasa bersalah ,
" Adrian , " geram Revan ,
" Maaass , " panggil kirana , yg melihat revan sudah terbakar emosi akibat ucapan adrian ,
" ya sudah gue mau keluar dulu , sepertinya AC di sini rusak , membuat hawanya menjadi panas , " ucap adrian dan berlalu pergi tanpa menghiraukan tatapan revan padanya ,
" mas , " panggil Kirana ,
Revan tak menghiraukan panggilan kirana , karna emosinya sudah mulai terpancing akibat perkataan adrian ,
" mas , " panggil Kirana lagi ,
terlihat dari tatapannya , kirana tau revan sedang menahan emosinya ,
" iya sayang , " jawab revan mencoba tersenyum ,
" mas , apakah boleh aku bertemu , " tanya kirana hati - hati ,
" baiklah , aku akan memanggilnya , " ucap revan langsung menyela ucapan Kirana , revan mengerti maksud dari ucapan kirana ,
.💮.....💮
sedangkan di luar ,
" kak vemas mau ke mana , " tanya dita yg melihat vemas akan pergi ,
" maafkan saya dita , saya harus pergi , " ucap vemas ,
vemas menyadari keegoisannya selama ini telah menyakiti hati kirana , dia terlalu terobsesi ingin memiliki kirana seutuhnya tanpa memikirkan akibat yg terjadi nantinya ,
" tapi kak , "
" maaf kan saya dita , sepertinya kehadiranku di sini sudah tak di butuhkan lagi , " ucap vemas , menyela ucapan dita ,
__ADS_1
" siapa bilang kehadiranmu di sini tak di butuhkan , " tanya revan , tiba - tiba datang menghampiri ,
vemas terkejut melihat kedatangan revan , berbeda dengan dita , dia kawatir revan akan menyakiti vemas , mengingat vemas lah yg merencanakan semua ini ,
" Revan , saya minta maaf , karna saya , kirana jadi seperti ini , ini semua salahku , seandainya saya jujur dari awal , semua ini tak akan pernah terjadi , " ucap vemas , merasa bersalah ,
" saya akui saya salah , kamu selalu datang mencari kirana , tapi saya terus menghalanginya , maafkan saya , " ucap vemas meminta maaf , sedangkan revan hanya diam saja , mendengar ucapan vemas yg sedari tadi tak hentinya mengucapkan maaf ,
Vemas menyadari kesalahannya selama ini , telah berniat memisahkan kirana dan revan ,
Kirana hanya menganggapnya kakak , tapi vemas menanggapinya sebagai cinta seorang kekasih , panggilan kakak yg di jadikan kirana sebagai simbol panggilan untuk vemas , merubah vemas menjadi seorang yg ingin memiliki hati kirana seutuhnya , tanpa melihat dan memikirkan status yg di sandang kirana saat ini ,
" sekali lagi saya minta maaf , " ucap vemas lagi , hanya kata maaf yg terus di ucapkanya ,
" apa kamu sudah selesai bicaranya , dari tadi kamu selalu meminta maaf , bahkan tak membiarkan saya untuk bicara , " ucap revan , yg sedari tadi diam , mulai mengeluarkan suaranya , sedangkan dita sudah mulai gelisah melihat kedua lelaki di hadapannya ,
" sekarang giliran ku untuk bicara , " ucap revan , memulai pembicaraan ,
" saya akui kamu memang salah , tapi saya tidak ingin menyalahkanmu , karna jika saya ada di posisimu , mungkin saya akan melakukan hal yg sama , saya akan melakukan apa saja demi orang yg saya cintai , " ucap revan , seakan menyatakan jika vemas menyukai Kirana ,
vemas hanya diam mendengar ucapan revan , tanpa menanggapinya ,
" vemas , terima kasih , selama ini kamu sudah menjaga kirana dengan baik , terima kasih , " ucap revan langsung memeluk vemas ,
vemas terkejut , dia pikir revan akan menghajarnya , karna tadi ucapan revan seakan menyinggung dirinya , tapi ternyata dugaannya vemas salah , justru revan berterima kasih padanya ,
walaupun revan tau vemas salah , sudah berniat memisahkan dia dan kirana tapi revan tidak mau menyalahkan vemas sepenuhnya , karna dia sadar keegoisannya lah yg menjadikan kirana meninggalkannya ,
kini revan sudah mulai melupakan kejadian - kejadian yg di alaminya dengan vemas , sebagai lelaki , wajar saja vemas memiliki perasaan lebih pada kirana , karna kirana wanita yg baik , dan tulus ,
" sahabat , " ucap revan , sambil mengulurkan tangannya ,
vemas tak dapat berkata apa - apa lagi , seorang Revan Aditia Wiguna , mengajaknya berteman , ini hal yg mustahil , setelah apa yg terjadi pada kirana dengan gampangnya revan menawarkan persahabatan ,
tanpa pikir panjang , vemas langsung menjabat tangan revan , dengan tersenyum , sebagai tanda dia terima persahabatan itu ,
" wah , ini momen langka , seharusnya gue abadikan , " ucap adrian datang menghampiri , membuat revan melepaskan tangannya ,
sedari tadi , adrian mendengar pembicaraan revan dan vemas ,
" gue nggak nyangka van ternyata lo bisa juga berterima kasih , " ucap adrian ,
" cih , lo pikir gue apa , hingga tak tau terima kasih , " kesal revan mendengar ucapan adrian ,
" Van lo tuh harus rubah sedikit sifat lo itu , sekarang lo sudah jadi seorang ayah , kurangi tuh emosi , jangan sampai lo cepat tua , " ucap adrian mengingatkan ,
" sialan lo bilang gue tua , " hardik revan ,
__ADS_1
" itu sudah kenyataan , " ucap adrian santai ,
" Uda lo pergi sana , urus pekerjaan lo dengan baik , " usir revan , karena sudah kesal dengan adrian yg terus menjawab ucapannya ,
" gue nggak mau pergi , karna lagi nunggu seseorang , " jawab adrian santai , tanpa beranjak sedikitpun ,
" nah , itu dia orangnya , " ucap adrian menunjuk seorang lelaki , yg dari jauh sudah menunjukan barisan giginya ,
" farel , " gumam revan , dan langsung menatap tajam pada adrian ,
sedangkan adrian jangan di tanya lagi , dia tak berani menatap revan yg dalam mode hot itu ,
" Lo ngapain ke sini , " tanya revan kesal , ternyata yg di tunggu adrian adalah farel ,
" wah , wah , wah , gue baru datang lo sudah bertanya begitu , " ucap farel terkekeh , membuat revan bertambah kesal ,
" rel , kenalkan ini vemas , sahabat baru kita , " ucap adrian , mengalihkan pembicaraan , karna revan sudah menatap tajam padanya ,
" kenalkan , gue vemas sanjaya , anak pak sanjaya , " ucap farel memperkenalkan diri ,
" vemas , " ucap vemas singkat ,
" wah , rel , lo berbeda sekarang , stelan jas yg lo pakai , benar - benar membuat lo sangat berbeda , " ucap adrian memuji farel , membuat Revan memutar bola mata malas ,
" ya ialah , sebagai pemimpin , stelan kita harus terlihat gagah dan tampan di mata karyawan , " ucap farel dengan gaya sombongnya ,
kali ini revan semakin kesal , farel dan adrian benar - benar mengabaikan keberadaannya ,
" cih , baru jadi pemimpin saja sudah pamer , dulu saja pakaiannya kayak gembel bahkan harus moroti cewe - cewe , " hardik revan menimpali ,
" Van , itu kan dulu , semua orang itu bisa berubah , nggak mungkin akan begini terus , kayak lo nggak pernah alami saja , " ucap farel , tanpa merasa bersalah ,
" maksud lo , " geram revan ,
" rel , lo bilang tadi mau ketemu ponakan lo kan , ayo gue antar , " ucap adrian mengalihkan pembicaraan ,
Adrian sudah tau , revan sudah terbakar emosi sekarang , jika di biarkan akan menjadi perang dunia kedua , biasanya jika bertemu dengan farel , adrian yg sering bertengkar , tapi kali ini berbeda , sepertinya mood revan lagi nggak stabil ,
tanpa menunggu jawaban farel lagi , adrian langsung menarik tangan farel , dan meninggalkan revan yg terus memanggil namanya ,
" farel , adrian , " panggil revan , tapi panggilannya tak di hiraukan ,
"sialan lo rel , van , " geram revan melihat kepergian kedua sahabatnya itu ,
sedari tadi vemas hanya diam , melihat perdebatan ketiga sahabat itu yg terlihat akrab seperti saudara tapi tak sedarah , ada rasa bahagia telah menjadi bagian ketiga sahabat itu , dan juga vemas baru tau kalau revan lelaki yg gampang emosi ,
dengan wajah kesal , revan langsung menyusul farel dan adrian , tak lupa mengajak vemas , sedangkan dita sedari tadi pergi ke ruang rawat kirana , di saat perdebatan farel dan revan berlangsung .
__ADS_1
🌼.....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊