
Dita langsung terhenti mendengar suara adrian , jangan tanya bagaimana ekspresinya saat ini , sementara Kirana walaupun sempat terkejut dia langsung mengalihkan pandangannya pada sang suami ,yg datang bersama Adrian ,
sebenarnya adrian mendengar semua apa yg di katakan Dita , dia tidak menyangka wanita secuek itu masih punya rasa terima kasih juga , dan Adrian juga senang dita mau turun tangan langsung memasak khusus untuknya , walaupun akhirnya dia harus mengecewakan wanita itu ,
melihat ketegangan yg terjadi antara sahabatnya dan sahabat sang istri , revan langsung mengajak kirana masuk ,
" sayang , ayo ikut aku , " ajak revan , menarik tangan sang istri ,
awalnya Kirana tak ingin pergi , tapi revan menatapnya tajam , jadi mau tidak mau dia ikut , tak lupa membawa anak kesayangan mereka ,
mungkin sudah saatnya adrian dan dita menyelesaikan masalah yg terjadi di antara mereka ,
sepeninggal pasangan suami istri itu , adrian dan dita hanya diam saja , adrian mencoba menenangkan jantungnya yg mulai berdetak begitu kencang , sementara dita hanya menunduk bahkan tak berani menatap wajah lelaki yg sudah berada tepat di hadapannya ,
" dita " suara bariton itu terdengar begitu lantang di telinga dita , biasanya dia akan bersikap biasa saja , tapi entah mengapa kali ini dita tak dapat berkutik mendengar panggilan adrian yg semakin mendekat , bahkan parfum Adrian begitu menyeruak di Indra penciumannya saking dekatnya mereka saat ini ,
" Dita , a , aku minta maaf , kejadian waktu itu , aku benar-benar tidak sengaja , a aku minta maaf , " ucap adrian terbata - bata , rasanya begitu gugup sedekat ini dengan wanita yg sudah beberapa bulan itu mulai mengusik hatinya , dia tak hentinya meminta maaf , jujur saja ciuman itu begitu membekas di hatinya , tak dapat di pungkiri kalau dia tak bisa melupakan kejadian itu , dan itu membuatnya semakin bersalah ,
" aku tau aku salah , kamu boleh menghukum aku , kamu boleh melakukan apa saja , tapi aku harap kamu mau memaafkan ku , sekali lagi aku minta maaf , " ucap Adrian lagi , entah mengapa mereka terlihat seperti pasangan yg baru putus dan ingin kembali , bersama ,
kali ini Adrian sudah bertekad untuk menyelesaikan masalah di antara mereka , Adrian begitu tulus meminta maaf , selama ini begitu sulit berbicara dengan dita , mungkin ini saat yg tepat untuk meminta maaf , walaupun dita saat ini masih enggan berbicara , tapi setidaknya dita sudah mendengar kata maaf darinya ,
" aku minta maaf , aku _ , "
" aku juga minta maaf , " sela dita yg sedari tadi diam , seharusnya dia tidak bersikap cuek pada Adrian hanya karna ciuman yg tanpa sengaja itu ,
Adrian begitu terkejut , dia pikir Dita diam karna tidak mau memaafkannya ,
" aku juga minta maaf dokter , dan terima kasih sudah menolong ku waktu itu , seandainya dokter tidak datang entah apa yg akan terjadi padaku , " ucap dita mengingat kejadian yg menimpanya malam itu, jujur saja kejadian itu belum bisa dia lupakan ,
__ADS_1
Dita yg hanya bicara sambil menunduk , mulai mengangkat wajahnya , ada rasa yg berdesir saat mata mereka saling menatap , jangan tanya bagaimana jantung Adrian yg bertalu-talu tak karuan menatap mata Dita , begitupun dengan Dita , jantungnya benar-benar berdetak lebih kencang tak seperti biasanya , mata Adrian begitu menghipnotisnya , hingga dita tak ingin mengalihkan pandangannya ke arah lain ,
saat keduanya masih saling diam dengan tatapan saling mengunci , tiba - tiba ,
" ekhemmm , " deheman Revan memutus kontak mata itu , membuat keduanya terkejut ,
" sudah saling tatapnya , " tanya Revan dengan santainya ,
" eh , itu , sejak kapan Lo di situ , " bukannya menjawab , Adrian malah memberikan pertanyaan ,
deheman Revan benar - benar mengganggunya , bahkan jantungnya hampir saja keluar , sahabatnya ini selalu muncul di saat yg tidak tepat ,
" sejak tadi " jawab Revan , masih dengan gaya santainya,
bukan , bukan itu jawaban yg ingin adrian dengar , tapi dia tak mau bertanya lg , dan mungkin sebaiknya dia tak mempermasalahkan lg , karna percuma Revan pasti akan menjawabnya dengan singkat atau bahkan tak menjawab sama sekali ,
jujur saja , Dita yg mendengar jawaban Revan begitu malu , mungkin saja saat ini pipinya sudah merona , sementara Adrian mencoba untuk santai ,
Adrian hanya bisa menatap punggung dita hingga menghilang di balik pintu ,
" kalau suka perjuangin , " celetuk Revan, membuat Adrian melotot menatap sahabatnya itu ,
" si , siapa yg suka , gue hanya merasa bersalah saja padanya , ja , jadi gue minta maaf , " alasan Adrian , padahal matanya saat menatap dita begitu berbeda , dan Revan tau , jika sahabatnya ini pasti mempunyai perasaan lebih pada Dita ,
selama mereka bersahabat , Adrian memang tipe lelaki yg kaku kalau soal wanita , dan tak mudah mengungkapkan perasaanya , dia tertinggal jauh dari kedua sahabatnya yg memang tau soal wanita , apalagi farel , jangan tanya lagi , lelaki itu pemain wanita ,
" yakin Lo nggak punya sedikit perasaan pada Dita , gue lihat dia lumayan cantik , " ucap Revan , masih mencoba memancing perasaan Adrian ,
" seandainya gue belum nikah , mungkin _ ,
__ADS_1
" Lo mau nikahi Dita begitu maksud Lo , " sela Adrian , entah kenapa kali ini perkataan Revan sedikit mengganggu perasaannya , ya walaupun dia tau Revan tipe lelaki yg penyayang dan setia ,
sementara Revan hanya tersenyum kecil melihat tingkah Adrian , yg langsung menyela ucapannya,
" mungkin , " jawab Revan singkat , dan sukses membuat adrian menatap tajam kearahnya ,
" jangan main-main Lo Van , Kirana itu wanita baik - baik , dan juga sekarang kalian sudah punya Azka kan , jadi jangan berpikir untuk menduakannya , " bukannya marah , Revan malah tertawa mendengar jawaban Adrian , mana mungkin dia akan menduakan wanita yg sudah memberikan putra yg lucu seperti Azka ,
Adrian benar - benar bingung melihat Revan , sahabat nya ini begitu sulit di tebak ,
" kalau Lo suka sama Dita , perjuangin, jangan sampai Lo keduluan orang lain , " ucap Revan , dan langsung meninggalkan Adrian , yg masih di penuhi tanda tanya ,
" Van , Revan , " panggil Adrian , tapi lelaki beranak satu itu tak menghiraukan panggilan Adrian , malah dia menyuruhnya pulang ,
" ada apa dengannya " gumam Adrian menatap kepergian Revan yg sudah tak terlihat ,
sesampainya di kamar , Kirana heran melihat sang suami yg terus tersenyum ,
" ada apa , " tanya Kirana ,
bukannya menjawab , Revan malah menciumi wajah Kirana , membuat sang istri bertambah bingung ,
" gimana kalau kita jodohkan Adrian dengan Dita , " tanya Revan yg sukses membuat Kirana terkejut .
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Apa jawaban Kirana ,
setuju atau menolak , mengingat hubungan dokter muda itu dengan sahabatnya yg kurang baik .
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak 😊