
Kirana mendengar suara berisik di luar , tanpa pikir panjang , diapun melihat siapa yg datang , dan terlihat dua orang lelaki tampan sedang berjalan menuju pintu utama , ya siapa lagi kalau bukan adrian dan farel ,
ferel yg melihat kirana yg datang menghampiri , mulai menebar pesona dan memperbaiki pakaiannya yg sedari tadi sudah rapi , tak lupa tatanan rambutnya juga , sedangkan adrian hanya memutar bola mata malas melihat tingkah farel , maklum saja playboy cap kodok , hehehe ,
" selamat pagi dokter adrian , tuan farel , " sapa kirana tersenyum ,
" pagi juga cantik , " balas farel , membuat kirana malu ,
" panggil kirana saja tuan , " ucap kirana , karna nggak suka dengan panggilan farel padanya ,
" ok , kirana , nama yg cantik , secantik orangnya , " ucap farel mulai mengeluarkan rayuannya, tapi kirana bukannya senang malah tambah malas melihat farel ,
" dasar playboy cap kodok , " batin kirana jengah , "
" oy cantik , revan ada kan , " tanya farel mengedipkan seblah mata ,
" oy tuan , matamu kenapa apa lagi sakit mata , " ucap kirana , menatap jengkel ke arah farel ,
bukannya marah , farel malah tertawa , melihat kirana yg terlihat cuek ,
" waduh , kayaknya rayuanku nggak mampan nih , jadi tertantang untuk dapatkan hatinya , " batin farel tersenyum menatap kirana ,
" hehehe , nggak , cuma kelilipan saja , pagi - pagi sudah dapat sarapan yg segar , " ucap farel tersenyum ,
sementara adrian hanya duduk diam , tanpa menghiraukan farel yg sibuk menggombal , farel begitu genjar menggombal kirana , tanpa di sadari sepasang mata yg sedari tadi menatap tajam ke arahnya ,
" ehemm , " deheman revan membuat farel terkejut dan bungkam , sedangkan adrian hanya menatap revan dengan tatapan yg sulit di artikan ,
kirana yg melihat revan datang menghampiri , segra berlalu ke dapur , untuk menyiapkan minuman , dan cemilan ,
" eh van , gimana kabar lo , " sapa farel basa basi , untuk menghilangkan kegugupannya ,
" seperti yg lo lihat , ada apa lo pagi - pagi ke rumah gue , " tanya revan , masih dengan tatapan dinginnya ,
__ADS_1
" ya buat ketemu lo lah , sekalian kenalan sama pembantu lo , " jawab farel nyengir ,
" ayolah bro , gue minta restu sama lo , gue janji , setelah gue dapatin kirana , gue akan insyaf , dan membuang semua cewe - cewe gue , gue serius bro , " ucap farel dengan serius ,
" lo nggak usa dekat sama kirana , dia milik gue , " ucap revan , seakan menekankan kalau kirana miliknya , tanpa di sadari dia sudah mengatakan yg sebenarnya ,
adrian dan farel bingung mendengar ucapan revan ,
" maksud lo van , kirana , , " ucap farel terpotong ,
" kalau nggak ada lagi yg perlu di bicarakan , lo pulang saja , gue mau istrahat , " ucap revan , seakan mengusir ,
revan benar - benar tak menghiraukan keberadaan adrian yg sedari tadi menatapnya ,
melihat adrian diam tanpa membela , membuat farel bingung , pasalnya sejak masuk ke dalam rumah , adrian banyak diam , nggak seperti biasanya ,
saat revan hendak pergi , adrian yg sedari tadi diam , mulai membuka suara ,
" van , " panggil adrian , membuat revan balik menatapnya , masih terkesan dingin ,
" sepertinya ada yg nggak beres sama mereka berdua " batin farel curiga ,
" van , maaf , " ucap adrian , hanya kata itu yg bisa keluar dari mulutnya , seakan mulutnya tercekik untuk melanjutkan kata - katanya ,
revan hanya diam , tanpa menjawab ataupun melihat adrian ,
" van , gue tau , gue salah karna sudah menyembunyikan semua ini dari lo , tapi asal lo tau , gue lakuin ini , demi lo , gue nggak mau , lo terpuruk kalau tau yg sebenarnya , jadi gue mencoba untuk merahasiakan ini dari lo van , " ucap adrian panjang lebar , seraya mendekati revan ,
sebagai sahabat , yg sudah lama mengenal karakter revan , adrian tak ingin revan menjadi terpuruk , adrian mengingat betul , betapa hancurnya revan saat melda meninggalkannya ,
flash back
adrian ke rumah revan , seperti biasa mengantarkan laporan bulanan rumah sakit ,
__ADS_1
saat sampai di rumah ,, adrian mendapati revan , dengan penampilan yg tak teratur , bau alkohol menyeruak di kamar revan ,
" melda , kenapa kamu tega padaku , apakah pekerjaanmu lebih penting dari hubungan kita , " ucap revan , memukul foto melda ,
" hahaha , ya , memang aku nggak penting lagi buatmu , hingga kamu pergi tanpa memikirkan bagaimana perasaanku , " ucap revan tertawa , dengan botol minuman di tangannya ,
adrian yg melihat revan , hanya bisa menenangkan sahabtnya itu ,
" van , lo jangan kayak gini , ayo bangun " ucap revan mencoba membangunkan revan ,
" lo tau kan , gue sayang banget sama dia , lo tau kan , gue nggak bisa hidup tanpa dia , tapi lihatlah gue hancur sekarang , hancur , hahaha , " ucap revan tertawa ,
adrian hanya bisa menatap iba melihat revan , betapa sakitnya perasaan revan saat itu ,
flash off
kirana yg hendak menghampiri tiga sahabat itu , mengurungkan niatnya , karna dia benar - benar nggak nyangka revan dan adrian lagi nggak baikan ,
" pantas saja dari tadi dokter adrian diam saja , aku nggak nyangka , segitu besarnya cinta revan sama melda , " batin kirana menatap revan ,
" tunggu - tunggu , kalian berdua , van , yan , ada apa ini , " tanya farel penasaran menatap revan dan adrian bergantian ,
bukannya menjawab , revan malah pergi meninggalkan adrian dan farel , yg terus memanggilnya ,
" van , van , " panggil adrian , namun revan tak menghiraukan panggilan itu ,
farel bertambah bingung melihat kedua sahabatnya yg bersiteru ,
" yan , gue butuh penjalasan dari lo , " ucap farel melirik adrian , tapi yg dilirik malah pergi meninggalkannya ,
adrian meninggalkan farel yg mematung , dengan banyak pertanyaan di otaknya ,
🌼.....🌼
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak , 😊
Maaf 🙏 pembaca karya MENGAPA AKU BERBEDA belum di rilis lagi , karna masih terfokus dengan karya ISTRI YG TAK DI INGINKAN , .🙂