ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
51


__ADS_3

Kirana mendengar suara berisik di luar , tanpa pikir panjang , diapun melihat siapa yg datang , dan terlihat dua orang lelaki tampan sedang berjalan menuju pintu utama , ya siapa lagi kalau bukan adrian dan farel ,


ferel yg melihat kirana yg datang menghampiri , mulai menebar pesona dan memperbaiki pakaiannya yg sedari tadi sudah rapi , tak lupa tatanan rambutnya juga , sedangkan adrian hanya memutar bola mata malas melihat tingkah farel , maklum saja playboy cap kodok , hehehe ,


" selamat pagi dokter adrian , tuan farel , " sapa kirana tersenyum ,


" pagi juga cantik , " balas farel , membuat kirana malu ,


" panggil kirana saja tuan , " ucap kirana , karna nggak suka dengan panggilan farel padanya ,


" ok , kirana , nama yg cantik , secantik orangnya , " ucap farel mulai mengeluarkan rayuannya, tapi kirana bukannya senang malah tambah malas melihat farel ,


" dasar playboy cap kodok , " batin kirana jengah , "


" oy cantik , revan ada kan , " tanya farel mengedipkan seblah mata ,


" oy tuan , matamu kenapa apa lagi sakit mata , " ucap kirana , menatap jengkel ke arah farel ,


bukannya marah , farel malah tertawa , melihat kirana yg terlihat cuek ,


" waduh , kayaknya rayuanku nggak mampan nih , jadi tertantang untuk dapatkan hatinya , " batin farel tersenyum menatap kirana ,


" hehehe , nggak , cuma kelilipan saja , pagi - pagi sudah dapat sarapan yg segar , " ucap farel tersenyum ,


sementara adrian hanya duduk diam , tanpa menghiraukan farel yg sibuk menggombal , farel begitu genjar menggombal kirana , tanpa di sadari sepasang mata yg sedari tadi menatap tajam ke arahnya ,


" ehemm , " deheman revan membuat farel terkejut dan bungkam , sedangkan adrian hanya menatap revan dengan tatapan yg sulit di artikan ,


kirana yg melihat revan datang menghampiri , segra berlalu ke dapur , untuk menyiapkan minuman , dan cemilan ,


" eh van , gimana kabar lo , " sapa farel basa basi , untuk menghilangkan kegugupannya ,


" seperti yg lo lihat , ada apa lo pagi - pagi ke rumah gue , " tanya revan , masih dengan tatapan dinginnya ,

__ADS_1


" ya buat ketemu lo lah , sekalian kenalan sama pembantu lo , " jawab farel nyengir ,


" ayolah bro , gue minta restu sama lo , gue janji , setelah gue dapatin kirana , gue akan insyaf , dan membuang semua cewe - cewe gue , gue serius bro , " ucap farel dengan serius ,


" lo nggak usa dekat sama kirana , dia milik gue , " ucap revan , seakan menekankan kalau kirana miliknya , tanpa di sadari dia sudah mengatakan yg sebenarnya ,


adrian dan farel bingung mendengar ucapan revan ,


" maksud lo van , kirana , , " ucap farel terpotong ,


" kalau nggak ada lagi yg perlu di bicarakan , lo pulang saja , gue mau istrahat , " ucap revan , seakan mengusir ,


revan benar - benar tak menghiraukan keberadaan adrian yg sedari tadi menatapnya ,


melihat adrian diam tanpa membela , membuat farel bingung , pasalnya sejak masuk ke dalam rumah , adrian banyak diam , nggak seperti biasanya ,


saat revan hendak pergi , adrian yg sedari tadi diam , mulai membuka suara ,


" van , " panggil adrian , membuat revan balik menatapnya , masih terkesan dingin ,


" sepertinya ada yg nggak beres sama mereka berdua " batin farel curiga ,


" van , maaf , " ucap adrian , hanya kata itu yg bisa keluar dari mulutnya , seakan mulutnya tercekik untuk melanjutkan kata - katanya ,


revan hanya diam , tanpa menjawab ataupun melihat adrian ,


" van , gue tau , gue salah karna sudah menyembunyikan semua ini dari lo , tapi asal lo tau , gue lakuin ini , demi lo , gue nggak mau , lo terpuruk kalau tau yg sebenarnya , jadi gue mencoba untuk merahasiakan ini dari lo van , " ucap adrian panjang lebar , seraya mendekati revan ,


sebagai sahabat , yg sudah lama mengenal karakter revan , adrian tak ingin revan menjadi terpuruk , adrian mengingat betul , betapa hancurnya revan saat melda meninggalkannya ,


flash back


adrian ke rumah revan , seperti biasa mengantarkan laporan bulanan rumah sakit ,

__ADS_1


saat sampai di rumah ,, adrian mendapati revan , dengan penampilan yg tak teratur , bau alkohol menyeruak di kamar revan ,


" melda , kenapa kamu tega padaku , apakah pekerjaanmu lebih penting dari hubungan kita , " ucap revan , memukul foto melda ,


" hahaha , ya , memang aku nggak penting lagi buatmu , hingga kamu pergi tanpa memikirkan bagaimana perasaanku , " ucap revan tertawa , dengan botol minuman di tangannya ,


adrian yg melihat revan , hanya bisa menenangkan sahabtnya itu ,


" van , lo jangan kayak gini , ayo bangun " ucap revan mencoba membangunkan revan ,


" lo tau kan , gue sayang banget sama dia , lo tau kan , gue nggak bisa hidup tanpa dia , tapi lihatlah gue hancur sekarang , hancur , hahaha , " ucap revan tertawa ,


adrian hanya bisa menatap iba melihat revan , betapa sakitnya perasaan revan saat itu ,


flash off


kirana yg hendak menghampiri tiga sahabat itu , mengurungkan niatnya , karna dia benar - benar nggak nyangka revan dan adrian lagi nggak baikan ,


" pantas saja dari tadi dokter adrian diam saja , aku nggak nyangka , segitu besarnya cinta revan sama melda , " batin kirana menatap revan ,


" tunggu - tunggu , kalian berdua , van , yan , ada apa ini , " tanya farel penasaran menatap revan dan adrian bergantian ,


bukannya menjawab , revan malah pergi meninggalkan adrian dan farel , yg terus memanggilnya ,


" van , van , " panggil adrian , namun revan tak menghiraukan panggilan itu ,


farel bertambah bingung melihat kedua sahabatnya yg bersiteru ,


" yan , gue butuh penjalasan dari lo , " ucap farel melirik adrian , tapi yg dilirik malah pergi meninggalkannya ,


adrian meninggalkan farel yg mematung , dengan banyak pertanyaan di otaknya ,


🌼.....🌼

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak , 😊


Maaf 🙏 pembaca karya MENGAPA AKU BERBEDA belum di rilis lagi , karna masih terfokus dengan karya ISTRI YG TAK DI INGINKAN , .🙂


__ADS_2