
Lily bergegas menuju beranda dimana kami bertiga bercengkrama, sedangkan Mas Arga masih sibuk memasukan mobilnya ke garasi samping. Lily menyunggingkan semyum manisnya itu.
"Ini Lily ya yang dulu masuk tim cheerleaders Smk Taruna Harapan" ucap Albi memastikan.
"Iya, ini ka Albi ya ketua basket yang jadi incaran cewek-cewek" sahut Lily antusias, aku masih diam melihat ekspresi gembira mereka setelah sekian lama tak bertemu.
"Hemmm ternyata dunia ini sesempit daun katu ya" ujar Sarah genit yang membuat obrolan Lily dan Albi berhenti. Lily memandang Sarah kemudian tersenyum.
"Kenalin, Sarah sahabat Ratih. Ini Mbak Lily ya?" nina memperkenalkan dirinya sendiri "Cantik, semoga hatinya juga cantik" ucap Sarah ketus.
"Ih mbak Sarah bercanda terus daritadi" ucap Albi menengahi "Jangan dimasukin ke hati, mbak Sarah emang gitu orangnya" lanjut Albi pada Lily, membuat Lily tersenyum canggung.
"Oiya minta no WA nya dong nanti aku masukin Grup Alumni" ucap Albi riang.
Albi dan Lily asik mengobrol bernostalgia tentang masa-masa sekolahnya, sedangkan aku dan Sarah hanya diam saja memperhatilan mereka berdua.
"Ehem ehem" Mas arga berdeham, ia berdiri dan melipat tangan di dada memandang sinis ke arah Lily dan Albi yang membiat Lily jadi salah tingkah.
"Wah kelihatannya seru nih ngobrolnya" Seru Mas arga ketus kemudian ia memandang ke arah sarah "Sar udah dari tadi?" tanya Mas Arga pada Sarah.
"Ya lumayan sih" jawab sarah datar.
"Dan..." ucap Mas Arga menoleh ke arah Albi.
"Barusan aja ko mas" ucap Albi kikuk, seolah mengerti arti pandangan Mas Arga. Hp Sarah bergetar tanda pesan masuk dan ia pun segera membukanya.
"Ehmmm kayaknya saya balik dulu deh udah di jemput sama suami"
Ujar Sarah sambil memasukan handphone kedalam tas nya, aku mengantar Sarah sampai depan pintu pagar.
"Inget ya kamu ga boleh gegabah menghadapi Lily. Kamu harus kuat, Rival kamu berat lhoo" bisik Sarah padaku, aku hanya mengangguk tanda mengerti. Kemudian Sarah pergi setelah suaminya datang menjemputnya.
__ADS_1
"Mbak aku pamit juga deh" ucap Albi menyusul pamit undur diri.
"Lho mau pulang juga, buru-buru amat sih" sahutku basa basi.
"Udah sore waktunya jemput Farel, Lily aku duluan ya, mari Mas Mbak" Albi berlalu setelah pamitan.
------------------
Kini tinggal aku Lily dan Mas Arga, Hening.
"Bagaimana keadaan ibumu?" tanyaku pada Lily memecahkan keheningan.
"Ibu masih di rawat" jawabnya gugup.
"Lalu ngapain kesini? Bukannya jagain ibumu malah kelayapan ke rumah orang"
"Aku ada perlu sama Mbak"
"Aku harap Mbak Ratih tak menghiraukan permintaan ibu"
"Manis sekali kata-katamu, kau datang kesini membawa ibumu lalu meminta suamiku setelah itu kau datang dan bicara kepadaku untuk tak menghiraukan kata-kata ibumu"
"Ratih" Mas Arga mendedis.
"Kenapa Mas? Kamu takut wanitamu tersakiti?" sinisku pada Mas Arga "Sekarang waktunya kamu pilih Mas antara aku dan anak-anak atau dia? Tidak sulit kan tinggal bilang" ucapku datar tanpa ekspresi, aku sudah lelah atas semua keadaan ini.
"Mbak aku mohon aku ga mau Mbak dan Mas Arga pisah aku mohon" ada sedikit kesungguhan yang terpancar dari mata bulatnya, aktingnya bagus.
"Kau ingin aku tak berpisah tapi kau selalu hadir di tengah tengah kami...." ucapku yang di potong oleh Mas Arga
"Ratih.." ucap Mas Arga kesal dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Dia datang kesini untuk meminta agar kamu tidak menghiraukan permintaan ibunya tapi kamu malah menerima dia seperti itu. Kamu terlalu di butakan oleh perasaan benci Ratih" ucap Mas Arga datar ada rasa sakit di hatiku saat dia jelas-jelas membela wanita lain.
"Jika memang perceraian yang kamu inginkan baik akan ku kabulkan dan mulai saat ini detik ini aku Arga Nofta Suryadinata mentalak kamu Ratih" ucap Mas Arga tegas yang membuat aku dan Lily tesontak kaget tak percaya,
Usai sudah cinta dan kasih sayang yang aku perjuangkan selama delapan tahun ini. Rasa sakit dalam dadaku tak kuat aku tahan sendiri. Sesakit ini rasanya di talak suami di hadapan wanitanya.
"Kau terlalu di butakan oleh rasa cintamu kepada wanita lain daripada istri dan anak-anakmu Mas" ucapku dan mulai berdiri dan berjalan sekuat tenaga kepalaku yang sedari tadi terasa amat sakit.
Aku langsung pergi ke kamar Alya dan membawa Alya beserta perlengkapan nya keluar untuk pergi dari rumah ini, rasa hatiku menolak untuk pergi namun aku juga tak bisa menahan rasa sakit ini sendiri.
Di saat Mas Arga mentalakku di saat itu juga aku bertekad akan membahagiakan anak-anaku sendiri.
"Alya sayang ayoo nak ikut mama yaa" ucapku pada Alya yang masih tertidur ada rasa sakit yang mendalam 'maafkan mama nak' batinku
Aku berusaha kuat untuk menghadapi semua ini, air mata yang terus saja membanjiri pipi ku dan disaat aku melewati ruang tamu disana masi ada Lily dan Mas Arga.
"Ratih.." ucap Mas Arga nampak penyesalan disana.
"Mau kau ucap apalagi Mas. Selesai sudah semua yang aku tanam selama ini dan aku menuainya sekarang, segampang itu kau mengucapkan talak padaku dan membela wanita ini di depan ku dimana hatimu Mas dan aku tak akan meminta apapun padamu hanya anak-anak yang akan ku bawa. Dan buat kau Lily semoga kau tak akan pernah merasakan sakit yang aku rasakan hari ini, sudah puas kalian berdua kan" ucapku dengan nada datar dan berlalu keluar dari rumah yang telah aku tempati bersama Mas Arga dan kedua malaikat kecilku ini.
Ya Allah beri aku kekuatan untuk membesarkan anak-anakku, aku dan anak-anak akan membuka lembaran baru sekarang.
-------------------
Yaaaaah ternyata Ratih di talak juga akhirnya.
author aja ikutan nyesek iniii ☹️☹️☹️☹️
hibur authornya doooooong dengan cara tinggalkan jejak di komen like dan vote yaaa para pembaca terzeyeeeng 🤣😉
di tunggu komentar nya yaaa karena di komentar komentar kalian teselip juga inspirasi buat author looooh....
__ADS_1
terus pantengin novel nya yaa💕💕💕