
" pagi bi , " sapa vemas pada art nya yg bernama bi nunung ,
" pagi tuan , " jawab bi nunung ,
sapaan itu sudah menjadi kebiasaan di kediaman vemas , itu menjadi awal untuk memulai pembicaraan ,
" bi , gimana keadaan kirana , " tanya vemas , karna semalam dia begitu menghawatirkan keadaan kirana ,
" baik tuan , tadi bibi juga sudah antarkan sarapan di kamarnya , " jawab bi nunung ,
" oh , syukurlah , " ucap vemas legah ,
tak berapa lama muncul seorang wanita cantik , dengan setelan jas putih , yg begitu terlihat pas di badannya ,
" pagi ka vemas , " sapa sang wanita ,
" pagi , saya kira kamu nggak datang , " ucap vemas , dan menyuruh sang wanita bergabung makan dengannya ,
" gimana keadaannya , " tanya sang wanita terlihat jelas kekawatiran di wajah cantiknya ,
" baik , kamu langsung saja di kamarnya , dia ada di lantai dua , saya nggak bilang kalau kamu akan datang , " ucap vemas menyuruh sang wanita menemui kirana ,
" saya sudah nggak sabar ka , gimana ekspresinya saat melihat saya nanti , " ucap sang wanita , membayangkan wajah kirana saat melihat dirinya ,
" palingan dia kaget , ko pagi - pagi ada hantu , hahaha " ledek vemas ,
" masa cantik begini di bilang hantu , " ucap sang wanita cemberut ,
" ya sudah sana kamu periksa , dan kalau ada apa - apa langsung telfon saya , " ucap vemas , dan berlalu pergi ,
sang wanita membuka pintu kamar , dia melihat kirana sedang memandang keramaian di jalanan dari lantai dua ,
kirana tak menyadari kedatangan sang wanita karna terlalu fokus melihat jalanan yg ramai ,
" ada yg bisa saya bantu nona , " tanya sang wanita menghampiri ,
" nggak ad , " ucap kirana terhenti ,
" suara ini , seperti , " batin kirana bertanya - tanya ,
kirana langsung membalikan badannya , saat mendengar suara yg begitu tak asing di telinganya ,
" Dita , " ucap kirana terkejut ,
dita hanya tersenyum dan membuka lebar kedua tangannya ,
__ADS_1
" hikss , dita , kenapa selama ini kamu nggak pernah ngasi kabar , " tangis kirana memeluk dita ,
dita tak bisa menahan air matanya , dia juga merindukan kirana , selama di luar negri dita memang sudah nggak komunikasi lagi dengan kirana , karna terlalu fokus menyelesaikan pendidikannya,
" maafkan aku ana , aku terlalu sibuk dengan pendidikanku , " ucap dita ,
" ana , gimana keadaanmu , dan kenapa kamu ada di rumahnya ka vemas , " tanya dita penasaran ,
saat menelfon , vemas hanya memberitau dita kalau kirana ada di rumahnya , walaupun terkejut dita tak banyak bertanya , karna dia ingin menemui kirana secepatnya , dan menanyakan langsung perihal tinggalnya di rumah vemas , setau dita , selama menikah kirana kan tinggal bersama revan suaminya ,
mendengar pertanyaan dita , kirana tak dapat berkata , hanya air mata yg terus mengalir , seakan mewakilkan perasaannya saat ini ,
" maafkan aku ana , " ucap dita memeluk kirana lagi , merasa bersalah melihat kirana yg menangis karna pertanyaannya ,
" nggak apa - apa , kamu nggak perlu minta maaf , " ucap kirana ,
setelah kirana tenang , dita mencoba bertanya lagi , akhirnya kirana mulai menceritakan semuanya ,
" aku turut berduka cita , atas meninggalnya mertuamu , na , " ucap dita ,
" oy ana , apa itu anak , " ucap dita terhenti melihat tatapan kirana yg seakan ingin memakannya ,
" hehehe , apa tuan arogan itu tau kamu lagi hamil , " tanya dita lagi , masih merasa jengkel mendengar cerita kirana ,
lagi - lagi pertanyaan dita membuat kirana langsung menatap tajam ke arahnya ,
" dita , " panggil kirana kesal ,
" hehehe , ternyata bumil ini bisa kesal juga , " ucap dita , dan berhasil membuat kirana tersenyum ,
melihat senyuman dari kirana , tanpa di jawab , dita sudah yakin kalau anak dalam kandungan kirana adalah anak revan ,
" ana , mulai sekarang kamu nggak perlu sedih lagi , aku akan selalu ada buat kamu , " ucap dita memeluk kirana ,
" makasih ta , kamu memang sahabat terbaikku , " ucap kirana , membalas pelukan dita ,
💮.....💮
" yan gue ada rencana untuk berikan lo asisten , " ucap revan , memulai pembicaraan ,
" coba dari dulu lo berikan asisten , kerjaan adrian kan jadi ringan dan pastinya ada waktu buat cari pacar , " sela farel ,
" hahaha , lo bahas pacar , bagaimana dengan lo , apa lo punya pacar , jangan bilang lo masih mengharapkan wanita itu , " tanya adrian menyindir ,
farel terdiam , ucapan adrian bagaikan senjata makan tuan , sedangkan revan , mendengar ucapan farel , membuatnya diam , entah apa yg dia pikirkan ,
__ADS_1
" kenapa lo diam , emang lo uda punya pacar , " tanya adrian lagi ,
" punya , tapi , "
" tapi pergi disaat lagi sayang - sayangnya , hahaha " sela adrian tertawa , kali ini farel kena perangkapnya sendiri ,
mendengar ucapan adrian , farel jadi teringat pada ayu , wanita yg membawa separuh hatinya , dan berhasil membuat sang penjahat kelamin itu tak dapat jatuh cinta lagi pada wanita lain ,
farel masih sibuk dengan pikirannya , berbeda dengan revan , sejak farel membahas pacar , revan banyak diam , dan tak ikut menimpali ucapan kedua sahabatnya ,
" van , lo mau kemana " tanya adrian tiba - tiba , melihat revan berdiri ,
" gue ada urusan , " jawab revan berlalu pergi , tapi sebelum pergi dia menyimpan beberapa lembar uang , untuk membayar makanan yg mereka makan ,
" rel , revan kenapa ya , kenapa tiba - tiba dia pergi , " tanya adrian , membuyarkan lamuna farel ,
" mana gue tau , mungkin dia emang banyak urusan , bos kan begitu , pekerjaan menumpuk , " jawab farel , yg memang juga tak mengerti dengan revan ,
" lah , lo kan juga bos , ko nggak banyak urusan , " tanya adrian nyindir ,
" gue kan beda , gue bos bebas , semua pekerjaan asisten yg urus , gue mah tau beres , " jawab farel santai ,
" lo memang nggak cocok jadi bos , untung saja gue nggak kerja sama lo , kalau nggak , mungkin gue bisa stres punya bos macam lo , " ucap adrian ,
" cih , gue juga nggak sudi kali punya karyawan kayak lo , " ucap farel tak mau kalah ,
" trus ngapain lo tawarin gue kerja di tempat lo , " tanya adrian kesal ,
" ya itu hanya siasat gue aja biar lo nggak pergi , " ucap farel ,
" sialan lo , nawari pekerjaan tapi nggak ikhlas , " kesal adrian lagi ,
" bukannya nggak ikhlas , tapi , masa profesi dokter , jadi ob , kan nggak nyambung , " ucap farel , membuat adrian langsung memukul lengannya ,
" aww , " ringis farel ,
" lo apaan mukulin gue , " tanya farel tak terima di pukul ,
" lo benar - benar sahabat pelit , cogan kayak gue mau di jadikan ob , " ucap adrian tak terima akan di jadikan ob , jika bekerja di perusahaan farel ,
" hahaha , gue akui lo memang cocok jadi seorang dokter , benar kata revan , dunia membutuhkan dokter seperti lo , dan gue butuh sahabat terbaik seperti lo , " ucap farel , membuat adrian tersenyum ,
senyuman yg ingin dilihat farel sedari kemarin , karna selama bertengkar dengan revan , adrian jarang tersenyum , bahkan sering menyendiri , sekalipun farel ingin menemuinya , tapi hari ini farel senang akhirnya senyuman itu kembali lagi , semoga kedepannya tak ada lagi pertengkaran , itulah harapan farel .
🌼.....🌼
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊