
Setelah insiden ciuman pertama di kediaman revan , dita terlihat cuek , bahkan jika oprasi bersama adrian pun dita tak banyak bicara , membuat adrian semakin merasa bersalah , begitupun di kediaman revan , jika adrian datang dita akan pergi , seperti hari ini ,
" ana , aku pulang dulu ya , " pamit dita , karna melihat keempat sahabat itu sedang berbincang di ruang tamu ,
" ko kamu pulang , bukannya kamu bilang mau makan malam di sini , kita kan sudah masak banyak hari ini , " ucap kirana ,
setelah pulang dari rumah sakit , dita menyempatkan diri menemui kirana , dan mereka memasak bersama , tanpa ART yg membantu ,
" maaf ana , aku baru ingat kalau ada janji sama mama , " alasan dita yg tetap kekeh ingin pergi karna melihat keberadaan adrian ,
walaupun sedikit kecewa , kirana tak ingin memaksa dita karna dia mengerti apa yg di rasakan dita saat ini ,
" ya sudah , lain kali kita makan bersama , " ucap kirana pasrah , sekalipun dia memaksa dita akan tetap pergi , apalagi melihat adrian ,
sementara di ruang tamu keempat sahabat itu sedang berbincang masalah pekerjaan , tapi sepertinya adrian tak fokus di situ , perasaan bersalah pada dita masih menyelimuti hatinya , apalagi mengingat dita yg terus menghindarinya ,
" yan kamu kenapa dari tadi diam saja , apa ada masalah , " tanya vemas , yg sedari tadi melihat adrian diam ,
" tidak , " jawab adrian singkat ,
vemas tak ingin bertanya lagi , mungkin saja adrian banyak masalah dan tak ingin bercerita ,
tak lama dita muncul bersama kirana , melihat itu adrian langsung berdiri mendengar dita yg berpamitan pulang ,
" dita tunggu , " panggil adrian ,
dita tak menghiraukan panggilan adrian , dia langsung bergegas naik ke mobil nya , sedangkan adrian hanya menatap nanar kepergian dita , lagi - lagi dita mengabaikan dirinya ,
" mereka berdua ada masalah apa , " tanya vemas , yg memang tak mengetahui inti permasalahan yg terjadi antara adrian dan dita ,
revan dan farel hanya mengangkat bahu bersama , mereka berdua juga tak tau sebenarnya apa yg terjadi antara sahabatnya itu dan dita , apalagi adrian sama sekali belum menceritakan masalahnya ,
" yan , bukannya saya ingin ikut campur urusanmu , tapi sebelumnya dita tak pernah bersikap seperti itu jika tak ada masalah , " ucap vemas ,
" sebenarnya kamu ada masalah apa sama dita , kenapa dita terlihat menghindar dari kamu , " tanya vemas penasaran ,
vemas tau dita akan bersikap cuek jika ada yg melukai di hatinya , dan vemas yakin kali ini kesalahan adrian pasti sangat meyakinkan bagi dita ,
Adrian hanya diam saja mendengar pertanyaan vemas , ingin rasanya adrian menceritakan semuanya , tapi mengingat kejadian itu rasanya sungguh memalukan apalagi adrian tak pernah seberani itu pada wanita ,
diam - diam , revan dan farel juga penasaran yg terjadi antara adrian dan dita , mereka berdua tak sabar ingin mendengar jawaban dari mulut adrian ,
" yan , lo cerita saja sama kami , siapa tau kami bisa bantu , kita kan sahabat , jadi apapun masalahmu itu menjadi masalah untuk kami juga , semua ," ucap revan ,
" iya yan , lo cerita saja , biar kami semua tau , " ucap farel ikut menimpali ,
walaupun berat hati , akhirnya adrian menceritakan semua yg terjadi , dan ya ketiga sahabat itu benar - benar terkejut mendengar semuanya terutama farel , dia tak hentinya meledek adrian , seperti sekarang ini ,
" gue pikir lo anak yg polos yan , bahkan gue berpikir lo itu nggak normal , ternyata , cikk , ciikk, " ucap farel menjeda ucapannya sambil menggelengkan kepalanya ,
Adrian begitu kesal mendengar ucapan farel , tapi dia tak dapat membalas ucapan farel , dia hanya diam saja , inilah alasannya tak ingin menceritakan masalahnya , apalagi jika ada farel , itu akan menjadi senjata farel untuk terus meledek adrian ,
__ADS_1
" tapi jujur gue penasaran , gimana gaya lo saat mencium bibir dita , dan gue yakin itu ciuman pertama lo kan , " ucap farel terus meledek ,
sepertinya hari ini farel begitu menikmati ekspresi wajah adrian , biasanya adrian yg terus meledeknya , sedangkan revan dan vemas hanya tersenyum , mereka tak ingin ikut meledek adrian ,
adrian tak tahan lagi mendengar ledekan farel , diapun pergi meninggalkan ketiga sahabatnya ,
ketiga sahabat itu hanya tertawa melihat adrian yg pergi tanpa berpamitan , tapi mereka juga senang akhirnya mereka tau inti permasalahan adrian dan dita di dan mereka akan berusaha membantu adrian .
🏵️.....🏵️
" bagaimana , " tanya pak sanjaya di balik telfon ,
" tuan muda belum mengetahuinya bos , "
" bagus , tetap pantau wanita itu , " ucap pak sanjaya mengakhiri sambungan telfonnya ,
" papa nelfon siapa , " tanya ibu tina , tiba - tiba datang menghampiri ,
" bukan siapa - siapa , hanya rekan kerja saja , " jawab pak sanjaya ,
" mana farel , " tanya pak sanjaya karna dari tadi menunggu farel yg tak kunjung turun untuk sarapan bersama ,
" masih di kamar , paling sebentar juga anaknya muncul " jawab ibu tina ,
" nah itu anak kesayangan mama , " ucap ibu tina yg melihat farel turun dari tangga ,
" rel , ayo makan sayang , mama sudah siapkan makanan kesukaanmu , " ucap ibu tina , mengajak makan ,
" farel , " panggil pak sanjaya , membuat langkah farel terhenti ,
" malam ini pertunanganmu dengan risa , jadi jangan telat pulang , " ucap pak sanjaya mengingatkan ,
farel tak menjawab , malas juga membahas masalah pertunangannya dengan risa , diapun berlalu pergi meninggalkan pak sanjaya dan ibu tina ,
" loh papah mau kemana , " tanya ibu tina , tiba - tiba melihat pak sanjaya berdiri ,
" papah ada urusan , " jawab pak sanjaya ,
ibu tina heran pagi - pagi begini suaminya itu sudah ada urusan , tapi dia tak ingin banyak bertanya lagi , mungkin saja suaminya itu memang benar ada urusan ,
" ya sudah papa pergi dulu , jangan lupa telfon farel , jangan sampai anak itu lupa pertunangannya malam ini , " ucap pak sanjaya mengingatkan , bukan tanpa alasan pak sanjaya berkata begitu , karna pak Sanjaya tau , farel akan banyak alasan untuk telat pulang , agar pertunangannya gagal ,
ibu tina hanya mengangguk , mendengar ucapan suaminya , memang benar ucapan pak sanjaya , farel punya seribu alasan untuk berniat membatalkan pertunangannya , dan jika itu terjadi maka keluarga sanjaya akan malu ,
setelah menelfon tadi , pak sanjaya memang sudah memutuskan untuk menemui seseorang , agar rencana yg dia siapkan tidak berantakan ,
" saya harus mengurus wanita itu , jangan sampai dia mengagalkan semua rencanaku , " gumam pak sanjaya dan melajukan mobilnya ,
.....
sementara di sebuah toko kue , seorang wanita dengan motor metiknya sedang menyiapkan pesanan kue yg harus di antar hari ini , siapa lagi kalau bukan ayu , wanita cantik dengan rambut panjangnya di ikat asal tapi tidak memudarkan kecantikannya ,
__ADS_1
" alisa, kakak berangkat dulu ya , " pamit ayu siap - siap naik di atas motor ,
" iya kak , hati - hati , " ucap alisa tersenyum ,
ayu menjalankan motornya , dengan hati - hati apalagi jalanan yg di lalui nya jalanan kota yg ramai ,
saat motornya akan berbelok arah tiba - tiba harus terhenti , karna di depannya ada mobil mewah berhenti tepat di depan motornya , ayu turun dari motornya dan menghampiri mobil yg menghalangi jalannya ,
" maaf pak , bisa minggirkan sebentar mobilnya , " ucap ayu ramah menyuruh orang yg ada di dalam mobil , sementara di dalam mobil seorang lelaki paruhbaya sedang tersenyum miring ,
ayu heran melihat mobil yg tidak ingin menyingkir bahkan orang di dalamnya juga tak merespon ucapannya ,
ayu yg akan mengetuk kaca mobil terkejut saat tiba - tiba seorang lelaki paruhbaya dengan gagahnya turun dari mobil itu ,
lelaki paruh baya itu menghampiri ayu tanpa bicara langsung meleparkan sebuah kertas yg ternyata cek dengan nominal yg lumayan tinggi ,
" ambil itu dan segera pergi dari kota ini , " ucap lelaki paruhbaya itu yg tak lain adalah pak sanjaya ,
" saya tau wanita sepertimu pasti butuh uang banyak , " ucap pak sanjaya lagi ,
ayu yg mendengar ucapan pak sanjaya merasa bingung , tapi ayu juga tak menapik setelah melihat wajah pak sanjaya begitu mirip dengan farel ,
" maksud bapak , " tanya ayu , yg masih kelihatan bingung ,
" nggak usa pura - pura tanya , ambil dan jauhi putraku , saya tidak ingin farel memilih wanita rendahan seperti kamu , " tegas pak sanjaya ,
ayu begitu terkejut , hatinya begitu sakit , ternyata lelaki paruhbaya di depannya ini memang benar ayah dari orang yg dia cintai ,
pak sanjaya tersenyum miring melihat ekspresi ayu ,
" jika kurang kamu tinggal bilang , saya akan mengirimkan uang yg kamu minta , asal kamu menjauhi farel , " ucap pak sanjaya dan berlalu pergi ,
masih dengan rasa sakit , ayu berjalan menghampiri pak sanjaya yg akan membuka pintu mobil ,
" saya memang miskin , tapi saya masih punya harga diri , saya tidak butuh uang anda , " ucap ayu , memberikan cek itu ,
mendengar ucapan ayu , pak sanjaya hanya tersenyum , seolah mengejek lawan bicaranya ,
" cih , sombong sekali , kamu bahkan berani mengatakan harga diri di depanku , seolah kamu masih suci , wanita sepertimu tidak pantas bicara soal harga diri , dan saya yakin sudah banyak lelaki yg tidur dengan kamu , " ucap pak sanjaya sinis ,
" ingat wanita sepertimu tidak pantas menjadi menantuku , camkan itu , " ucap pak sanjaya lagi dan masuk ke mobil meninggalkan ayu yg mematung dengan deraian air mata ,
ayu tak dapat berkata apa-apa mendengar ucapan pak sanjaya yg begitu menyakitkan , segitu hinanya ayu di matanya ,
ayu menjalankan motornya dan bergegas pulang , rasanya hari ini bukan hanya hati yg sakit , tapi kaki dan tangannya pun tak dapat lagi menopang tubuhnya , kata - kata pak sanjaya sungguh melukai hatinya .
☀️.....☀️
Maaf baru up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Berhubung akan secepatnya menamatkan novelku , jadi revan dan kirana tak terlalu banyak di bahas , mungkin akan lebih banyak membahas masalah antara ayu dan farel , adrian dan dita serta vemas dan seseorang (?) .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊