
Saya tau saya salah trus aja janji mau up tapi saya emang serius ada halangan tangan kanan saya tiba tiba sakit ga bisa gerak jadi saya ga bisa ngetik buat lanjut up.
Saya mohon maaf sebanyak-banyak nya 🙏😘
----------------------------------
Kini aku tengah berada di suatu butik yang dan salah satu langganan mama dulu.
"Eh Sarah ya" tanya seseorang dan twrnyata itu Tante Yanti pemilik butik tersebut.
"Eh Tante Yanti"
"Gimana kabarmu dan mama?"
"Alhamdulillah tante kabarku dan mama baik ko, kabar Tante sendiri gimana"tanyaku.
"Syukur alhamdulillah kalau gitu, alhamdulillah kabar tante juga baik, lagi cari apa Sar"
"Ini mbak beberapa hari lagi aku ada acara jadi aku mampir ke butik tante buat cari gaun yang bisa aku pakai"
"Oh tentu aja tante ada, sini mbak tunjukan gaun yang cocok untuk kamu pakai"
Tante Yanti pun memegang tanganku dan membawaku menuju gaun yang akan tante pilihkan untuk ku pakai. dan dia pun memilihkan gaun yang cocok untukku.
"Nah ini gaun yang cocok untukmu gimana baguskan?" tante Yanti pun memperlihatkan gaun berwarna maroon dengan desain yang elegan cantik sekali dan gaun ini bisa di padu kan dengan jilbab warna hitam sepertinya cocok tak lupa di bagian lengan gaun terdapat manik manik yang menambah kesan mewah.
"Iya tante ini bagus, ehmm aku ambil yang ini aja"
"Siap sayang tunggu yaaa"
"Iya tante" ucapku.
Aku pun menuju kasir untuk membayar gaun ku, setelah semuanya selesai kini aku berjalan menuju pintu keluar dan aku memutuskan untuk pulang ke rumah.
Dalam perjalanan pulang angin malam begitu halus menerpa wajahku membutuhkan tiga puluh menit untuk sampai di rumahku.
Ah apa kabar mamah dan ibu sekarang ya? sudah satu bulan lebih aku tak mendengar kabar mereka sepertinya aku harus memberi tahu kabar perceraian ku secepatnya agar masalah selesai dengan tenang.
Tiga puluh menit berlalu kini aku sampai di depan rumah dan segera memasuki pintu utama, mungkin anak anak sudah tidur karena waktu sudah menunjukan setengah sembilan malam.
Aku pun memasuki kamar Alya dan Yaya melihat mereka tertidur lelap seketika rasa lelah ku hilang ku cium kening kedua malaikatku dan meminta maaf karena tida ada waktu untuk mereka.
Setelah itu aku menuju kamarku untuk mandi dan di lanjut istirahat.
__ADS_1
----------------
Sayup-sayup terdengar adzan subuh dan aku pun memaksakan diri untuk bersiap sholat subuh dan membangunkan Yaya untuk sekolah.
"Yaya bangun sayang ini udah pagi, ayo mandi siap-siap sekolah nak" ucapku seraya mengusap pipi Yaya.
"Ah mama udah pagi ya ma, yaudah Yaya mandi dulu" balasnya seraya mengucek mata nya.
Aku pun menyiapkan seragam Yaya yang telah bi Ati setrika di lanjut pergi ke dapur membuat mp-asi untuk Alya.
Terlihat bi Ati tengah membuat sarapan di daput dengan cekatan.
"Pagi bi" ucapku dengan senyuman, sudah ku anggap bi ati sebagai ibu ku sendiri.
"Eh nyonya" balasnya dengan senyuman khas nya.
Aku pun melanjutkan membuat mp-asi begitu pula dengan bi ati melanjutkan membuat sarapan.
setelah semuanya selesai Alya dan Yaya pun sudah duduk di kursi meja makan, aku, bi ati dan suaminya pun menyantap sarapan bersama, seperti sebuah keluarga.
"Yaya apa papa masi suka datang ke sekolah Yaya" tanyaku pada Yaya.
"Ngga ko ma Yaya ga pernah lihat Papa lagi" jawabnya sembari menggelengkan kepala.
"Iya ma siap" balasnya seraya sengacungkan jempol mungil nya itu.
Kita semua pun melanjutkan sarapan dengan tenang hinggal selesai, kini waktu menunjukan jam enam lebih lima belas menit aku pun bergegas bersama Yaya.
"Ayo Yaya kita berangkat, oiya bi aku titip Alya ya mp-asi udah aku siapin, terus kalau ada tamu yang mencurigakan bapak bisa telepon saya dulu ya"
"Baik nyonya" ucapnya bersamaan.
"Yaudah aku berangkat dulu ya bi, dah Alya" ucapku seraya mencium kening Alya.
"Mama "ucap Alya.
'Ah anaku sudah bisa memanggilku mama'
"Uh iya sayang mama berangkat kerja dulu yaa" ucapku melambaikan tangan kepada Alya.
"Ayo ya"
"Ayo ma".
__ADS_1
Kini aku sudah berada di meja kerjaku setelah tadi mengantar Yaya sekolah aku pun bergegas cepat karena takut terlambat. Tetapi sesampainya di kantor ternyata Rafka belum juga datang.
Aku pun mulai mengerjakan beberapa file dan dokumen serta jadwal rapat yang akan Rafka hadiri.
Selang beberapa waktu Rafka datang aku pun berdiri dan mengucapkan salam.
"Pagi pak Rafka" ucapku di balas anggukan.
Aku pun pergi ke pantry membuat kopi untuk Rafka.
Aku pun mengetuk pintu dan masuk ruangan Rafka.
"Pak ini kopinya" ucapku dan menaruh kopi di atas meja nya.
"Ratih acara pesta yang harus kamu hadiri itu besok jangan lupa ya" ucapnya dengan lembut.
Aku pun mengangguk, ada apa dengan nya hari ini? biasanya dia dingin dan cuek tapi ya sudahlah.
Rafka pun bergegas mendekati ku.
"Ratih kamu tau? aku sudah mencari kamu berapa lama dan akhirnya kita bertemu" ucapnya.
"Ma.. maksud bapak"
"Kamu mempunyai teman semasa kecil bernama Rafka dan itu saya"
Aku pun kaget dan menutup mulutku, teman kecilku kini menjadi bosku.
"Ah maaf pak tapi saya sudah menikah" ucapku. eh tapi sebentar kenapa aku berbicara seperti itu seolah aku menjelaskan kepadanya.
"Aku tahu kamu sudah memiliki dua anak perempuan yang cantik seperti kamu tetapi suami mu memilih wanita lain kan"
Rafka tahu semuanya apa yang aku alami dan anak-anaku.
"Lupakan lah kamu harus bahagia, besok saya jemput kamu di eumah jam tujuh malam selesai isya ya" ucap Rafka yang mrmbuat mukaku memanas.
Entah itu menahan malu karena kejadian ku dengan Mas Arga atau mungkin aku memang malu karena tindakan Rafka.
Kini waktu makan siang datang aku pun makam siang bersama Diana seperti biasa di tempat langganan kami, sebenarnya perusahaan juga menyediakan makan siang untuk para karyawan tapi Diana mengajaku untuk makan di luar.
"Ratih kamu tau ga dari sekian lama aku bekerja di perusahaan ini baru hari ini aku melihat bos tersenyum walau pun senyuman nya itu setipis kertas tetapi selembut kapas" ucap Diana secara histeris.
'aku sudah melihat senyuman itu berkali kali tetapi selalu menghilang jika aku berpapasan muka dengan nya' ucapku dalam hati.
__ADS_1
"Ah gitu ya, aku ga kuat lapar kita makan aja yuu" ucapku mengalihkan pembicaraan, hanya mengingat ucapan nya tadi bisa membuat ku merasa sangat senang, besok malam bagaimana jika Rafka bertemu anak-anaku.