
Pagi mulai menyambut , mentari menyinari begitu terangnya , tapi seorang leleki masih betah di alam mimpi ,
kirana mulai menyiapkan sarapan , dan membuat teh untuk sang tuan muda ,
tak lama seorang wanita cantik , putih , bak model papan rumah hehehe , datang dengan baju yg seksi ,
kirana terkejut melihat melda datang pagi - pagi , entah apa yg membawanya datang ke rumah revan dan tanpa malu langsung berjalan menuju ke kamar revan ,
kirana yg melihat melda yg akan pergi ke kamar tuannya datang menghampiri ,
" nona , maaf , tuan revan lagi tidur , dan nggak boleh di ganggu , " ucap kirana lembut , sebenarnya dia begitu geram melihat melda , apalagi memakai pakaian yg kurang bahan ,
melda menatap sinis , karna tak terima ucapan kirana , walaupun terdengar lembut , tapi seakan kata- kata itu melarangnya untuk bertemu revan ,
" lo itu hanya pembantu , gue ini adalah kekasih revan dan sebentar lagi akan menjadi istrinya , jadi lo nggak ada hak untuk melarang gue ketemu sama calon suami gue " jawab melda menatap sinis kirana ,
" tapi nona , tuan revan , " ucap kirana terpotong karna melda sudah menarik rambutnya ,
" aghh , sakit nona , tolong lepaskan tangannya , " ringis kirana menahan sakit ,
sementara revan begitu kaget melihat melda yg menarik rambut kirana , hingga membuatnya meringis ,
" lepaskan tangan kotormu itu , " hardik revan dengan tatapan tajam ke arah melda ,
melda dan kirana begitu terkejut , mendengar suara revan yg tiba - tiba muncul , dari arah tangga ,
melda mulai melepaskan tangannya dari rambut kirana , dan mengahampiri revan dengan senyum seksinya ,
" sayang , kamu ko nggak pernah kabari aku lagi , aku kan kangen sama kamu , " ucap melda bergelut manja , sementara kirana begitu kesal melihat tingkah melda ,
revan langsung menepis tangan melda dengan kasar ,
" siapa yg nyuruh lo datang di rumah gue , apa lo nggak punya malu mendatangi rumah suami orang , " tanya revan , masih dengan wajah merah padam ,
melda terkejut mendengar ucapan revan , sementara kirana jangan di tanya lagi , mulutnya seakan terkunci oleh ucapan revan , tapi dalam hatinya begitu senang ,
" sayang , maksud kamu apa , suami , ? suami siapa sayang , aku tau aku salah , tapi kamu nggak perlu bercanda seperti ini , ini nggak lucu sayang, , " jawab melda , yg masih tak percaya ucapan revan ,
__ADS_1
" apa kamu tau , wanita yg kamu sebut pembantu itu adalah istriku , " ucap revan dengan senyum menyeringai ,
" a , apa , pembantu itu istrimu , sayang , aku mohon jangan bercanda lagi , aku , " ucap melda terpotong , dia masih tak percaya ,
" apa kamu perlu bukti , kalau pembantu yg kamu hina , dan tarik rambutnya itu adalah NYONYA REVAN ADITIA WIGUNA , " ucap revan dengan lantang , dan menghampiri kirana ,
kirana begitu terkejut dan tak percaya apa yg di dengarnya dari mulut revan , apalagi revan mengatakan di depan melda , wanita yg pernah di cintainya , saat revan mulai mendekatinya , kirana begitu panik , aroma maskulin tercium begitu dekat ,
" tu , " ucap kirana gugup , belum juga bilang tuan , bibirnya sudah di bungkam oleh revan ,
kirana terkejut , matanya melotot tak percaya revan menciumnya , di tambah dengan jantungnya yg mulai berpacu kencang , beradu dengan detak jantung revan yg begitu terdengar ,
deg , deg , deg ,
" ciuman pertamaku " batin kirana ,
nggak tau saja kirana , kalau itu bukan ciuman pertama lagi , tapi ciuman ke berapa ya 🤔 , author juga lupa , hanya revan yg tau , hehehe ,
revan begitu menikmati bibir kirana , sudah lama , bibir ranum itu tak di ciumnya , hingga tak sadar kalau melda masih ada di situ , sedang menatap marah , kesal , dan emosi ,
" tu , tuan , " ucap kirana yg sudah hampir kehabisan napas ,
" van kamu , " kesal melda , kali ini , dia tak memanggil revan dengan sebutan sayang lagi ,
" ya , kirana adalah istriku , jadi aku harap kamu , tidak mengangguku lagi , jadi tolong angkat kaki dari rumahku , dan kamu pasti tau , di mana pintu keluarnya kan , " usir revan , samabil menunjuk pintu utama ,
melda keluar dengan perasaan yg begitu marah ,
" awas saja kamu kirana , aku nggak akan biarkan kamu bahagia , kalau aku nggak bisa dapatkan revan , orang lainpun nggak akan bisa dapatkan revan , termaksud kamu , " ucap melda dengan mengepalkan tangannya ,
💮.....💮
sepeninggal melda , kirana masih setia mematung , dengan pikiran yg masih mengingat kejadian pagi ini , hingga tak menyadari kepergian revan untuk sarapan , karna memang sedari tadi dia sudah lapar , tapi kedatangan melda , membuat nafsu makannya hilang ,
dari meja makan terdengar suara revan yg berdehem , tapi sepertinya kirana tak mendengarnya , pak deden yg melihat kirana melamun dan mulai menghampirinya ,
" non , tuan revan minta di temani makan , " ucap pak deden membuyarkan lamunan kirana ,
__ADS_1
" eh , iya , pak deden sejak kapan di sini , " tanya kirana terkejut , dan tak melihat keberadaan revan ,
" sejak nona melamun , " ucap pak deden tersenyum ,
" hehehe , maaf , tadi , umm , tuan , " ucap kirana dan langsung di potong ,
" tuan revan ada di meja makan , sedang menunggu anda nona , " ucap pak deden , dan kirana jadi panik ,
kirana berjalan dengan cepat menuju meja makan , dan benar saja revan sedang menunggunya ,
" sudah melamunnya , " ucap revan , membuat kirana salah tingkah ,
" a , , i, iya tuan , " jawab kirana gugup , dan langsung duduk ,
" siapa yg nyuruh kamu duduk , " tanya revan dengan tatapan dingin ,
" a , anu tuan , maaf , " jawab kirana menunduk dan sebelum kirana berdiri revan sudah menyuruhnya untuk duduk lagi ,
" duduklah , temani aku makan ," ucap revan tersenyum menatap kirana ,
entah kenapa melihat kirana yg terlihat gugup , menjadi kesenangan tersendiri bagi revan ,
kirana langsung duduk , dengan perasaan tak karuan ,
" apa - apaan dia ini ,apa dia nggak tau , jantungku hampir saja keluar , " batin kirana kesal ,
revan dan kirana makan dalam keadaan diam , hanya suara garpu dan sendok yg beradu di dalam mulut , sesekali revan melirik kirana , membuat kirana menjadi gugup karna merasa revan memperhatikannya walaupun kirana tak melihatnya ,
" kirana kalau kamu kurang enak badan istrahatlah , sepertinya dari tadi aku perhatikan kamu melamun saja , aku nggak mau karna kamu sakit rumah nggak ke urus , " ucap revan tersenyum ,
" a , i , iya tuan , " jawab kirana terbata - bata ,
" aku pergi dulu , " pamit revan ,
" hati - hati tuan , " ucap kirana ,
revan hanya mengangguk tersenyum dan berlalu pergi , meninggalkan kirana , dengan perasaan bahagia ,
__ADS_1
🌼....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak ,😊