ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
54


__ADS_3

Pagi mulai menyambut , mentari menyinari begitu terangnya , tapi seorang leleki masih betah di alam mimpi ,


kirana mulai menyiapkan sarapan , dan membuat teh untuk sang tuan muda ,


tak lama seorang wanita cantik , putih , bak model papan rumah hehehe , datang dengan baju yg seksi ,


kirana terkejut melihat melda datang pagi - pagi , entah apa yg membawanya datang ke rumah revan dan tanpa malu langsung berjalan menuju ke kamar revan ,


kirana yg melihat melda yg akan pergi ke kamar tuannya datang menghampiri ,


" nona , maaf , tuan revan lagi tidur , dan nggak boleh di ganggu , " ucap kirana lembut , sebenarnya dia begitu geram melihat melda , apalagi memakai pakaian yg kurang bahan ,


melda menatap sinis , karna tak terima ucapan kirana , walaupun terdengar lembut , tapi seakan kata- kata itu melarangnya untuk bertemu revan ,


" lo itu hanya pembantu , gue ini adalah kekasih revan dan sebentar lagi akan menjadi istrinya , jadi lo nggak ada hak untuk melarang gue ketemu sama calon suami gue " jawab melda menatap sinis kirana ,


" tapi nona , tuan revan , " ucap kirana terpotong karna melda sudah menarik rambutnya ,


" aghh , sakit nona , tolong lepaskan tangannya , " ringis kirana menahan sakit ,


sementara revan begitu kaget melihat melda yg menarik rambut kirana , hingga membuatnya meringis ,


" lepaskan tangan kotormu itu , " hardik revan dengan tatapan tajam ke arah melda ,


melda dan kirana begitu terkejut , mendengar suara revan yg tiba - tiba muncul , dari arah tangga ,


melda mulai melepaskan tangannya dari rambut kirana , dan mengahampiri revan dengan senyum seksinya ,


" sayang , kamu ko nggak pernah kabari aku lagi , aku kan kangen sama kamu , " ucap melda bergelut manja , sementara kirana begitu kesal melihat tingkah melda ,


revan langsung menepis tangan melda dengan kasar ,


" siapa yg nyuruh lo datang di rumah gue , apa lo nggak punya malu mendatangi rumah suami orang , " tanya revan , masih dengan wajah merah padam ,


melda terkejut mendengar ucapan revan , sementara kirana jangan di tanya lagi , mulutnya seakan terkunci oleh ucapan revan , tapi dalam hatinya begitu senang ,


" sayang , maksud kamu apa , suami , ? suami siapa sayang , aku tau aku salah , tapi kamu nggak perlu bercanda seperti ini , ini nggak lucu sayang, , " jawab melda , yg masih tak percaya ucapan revan ,

__ADS_1


" apa kamu tau , wanita yg kamu sebut pembantu itu adalah istriku , " ucap revan dengan senyum menyeringai ,


" a , apa , pembantu itu istrimu , sayang , aku mohon jangan bercanda lagi , aku , " ucap melda terpotong , dia masih tak percaya ,


" apa kamu perlu bukti , kalau pembantu yg kamu hina , dan tarik rambutnya itu adalah NYONYA REVAN ADITIA WIGUNA , " ucap revan dengan lantang , dan menghampiri kirana ,


kirana begitu terkejut dan tak percaya apa yg di dengarnya dari mulut revan , apalagi revan mengatakan di depan melda , wanita yg pernah di cintainya , saat revan mulai mendekatinya , kirana begitu panik , aroma maskulin tercium begitu dekat ,


" tu , " ucap kirana gugup , belum juga bilang tuan , bibirnya sudah di bungkam oleh revan ,


kirana terkejut , matanya melotot tak percaya revan menciumnya , di tambah dengan jantungnya yg mulai berpacu kencang , beradu dengan detak jantung revan yg begitu terdengar ,


deg , deg , deg ,


" ciuman pertamaku " batin kirana ,


nggak tau saja kirana , kalau itu bukan ciuman pertama lagi , tapi ciuman ke berapa ya 🤔 , author juga lupa , hanya revan yg tau , hehehe ,


revan begitu menikmati bibir kirana , sudah lama , bibir ranum itu tak di ciumnya , hingga tak sadar kalau melda masih ada di situ , sedang menatap marah , kesal , dan emosi ,


" tu , tuan , " ucap kirana yg sudah hampir kehabisan napas ,


" van kamu , " kesal melda , kali ini , dia tak memanggil revan dengan sebutan sayang lagi ,


" ya , kirana adalah istriku , jadi aku harap kamu , tidak mengangguku lagi , jadi tolong angkat kaki dari rumahku , dan kamu pasti tau , di mana pintu keluarnya kan , " usir revan , samabil menunjuk pintu utama ,


melda keluar dengan perasaan yg begitu marah ,


" awas saja kamu kirana , aku nggak akan biarkan kamu bahagia , kalau aku nggak bisa dapatkan revan , orang lainpun nggak akan bisa dapatkan revan , termaksud kamu , " ucap melda dengan mengepalkan tangannya ,


💮.....💮


sepeninggal melda , kirana masih setia mematung , dengan pikiran yg masih mengingat kejadian pagi ini , hingga tak menyadari kepergian revan untuk sarapan , karna memang sedari tadi dia sudah lapar , tapi kedatangan melda , membuat nafsu makannya hilang ,


dari meja makan terdengar suara revan yg berdehem , tapi sepertinya kirana tak mendengarnya , pak deden yg melihat kirana melamun dan mulai menghampirinya ,


" non , tuan revan minta di temani makan , " ucap pak deden membuyarkan lamunan kirana ,

__ADS_1


" eh , iya , pak deden sejak kapan di sini , " tanya kirana terkejut , dan tak melihat keberadaan revan ,


" sejak nona melamun , " ucap pak deden tersenyum ,


" hehehe , maaf , tadi , umm , tuan , " ucap kirana dan langsung di potong ,


" tuan revan ada di meja makan , sedang menunggu anda nona , " ucap pak deden , dan kirana jadi panik ,


kirana berjalan dengan cepat menuju meja makan , dan benar saja revan sedang menunggunya ,


" sudah melamunnya , " ucap revan , membuat kirana salah tingkah ,


" a , , i, iya tuan , " jawab kirana gugup , dan langsung duduk ,


" siapa yg nyuruh kamu duduk , " tanya revan dengan tatapan dingin ,


" a , anu tuan , maaf , " jawab kirana menunduk dan sebelum kirana berdiri revan sudah menyuruhnya untuk duduk lagi ,


" duduklah , temani aku makan ," ucap revan tersenyum menatap kirana ,


entah kenapa melihat kirana yg terlihat gugup , menjadi kesenangan tersendiri bagi revan ,


kirana langsung duduk , dengan perasaan tak karuan ,


" apa - apaan dia ini ,apa dia nggak tau , jantungku hampir saja keluar , " batin kirana kesal ,


revan dan kirana makan dalam keadaan diam , hanya suara garpu dan sendok yg beradu di dalam mulut , sesekali revan melirik kirana , membuat kirana menjadi gugup karna merasa revan memperhatikannya walaupun kirana tak melihatnya ,


" kirana kalau kamu kurang enak badan istrahatlah , sepertinya dari tadi aku perhatikan kamu melamun saja , aku nggak mau karna kamu sakit rumah nggak ke urus , " ucap revan tersenyum ,


" a , i , iya tuan , " jawab kirana terbata - bata ,


" aku pergi dulu , " pamit revan ,


" hati - hati tuan , " ucap kirana ,


revan hanya mengangguk tersenyum dan berlalu pergi , meninggalkan kirana , dengan perasaan bahagia ,

__ADS_1


🌼....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak ,😊


__ADS_2