
Sesuai perjanjian , siang ini Dita datang menjemput Kirana untuk mengantarkannya ke puskesmas , tapi di saat bersamaan vemas datang menghampiri ,
" kak vemas , kapan pulang dari luar negri , " tanya Kirana , melihat vemas turun dari mobil ,
" kemarin , maaf saya baru datang menjengukmu , soalnya kemarin saya cape , jadi nggak sempat datang di sini , " ucap vemas , yg sebenarnya dia tak pernah pergi ke luar negri ,
" Dita mana , " tanya vemas , yg tak melihat Dita padahal mobilnya di depan rumah ,
" Dita lagi ngambil berkas di kamar , " jawab Kirana , karena waktu Dita datang , dita pamit mau ke kamarnya mengambil berkas yg sempat ketinggalan pagi tadi , dan Dita akan membawa berkasnya ke rumah sakit setelah pulang dari puskesmas ,
" itu Dita , " ucap Kirana melihat Dita turun dari tangga ,
" loh kak vemas , tumben ke sini , " tanya Dita menghampiri ,
Kirana heran mendengar pertanyaan Dita , bukannya Dita tau juga vemas ke luar negri ,
" maksud kamu apa , tumben ke sini , emangnya kak vemas selama ini ada di rumah , " tanya Kirana , membuat Dita gelagapan ,
Dita baru ingat , kalau vemas pura - pura ke luar negri , biar Kirana bisa tinggal di rumah Dita ,
" a , iya , maksud aku , tumben kak vemas baru datang sekarang , soalnya kan sudah pulang dari luar negri , tapi baru datang di sini , " ucap Dita meralat ucapannya ,
Kirana hanya beroh saja , mendengar jawaban Dita ,
" untung saja Kirana percaya , hampir saja ketahuan , " batin Dita legah ,
" ana , bisa tolong buatkan teh jahe , soalnya kak vemas kangen banget teh jahe buatanmu , kalau mau suruh Dita , pasti dia nggak tau , " ucap vemas , beralasan menyuruh membuatkan minuman biar bisa bicara berdua dengan Dita ,
" iya , ana , sekalian dengan aku ya , hehehe , " ucap Dita , memperlihatkan deretan giginya ,
Kirana mengiyakan dan langsung menuju ke dapur membuatkan minuman untuk vemas dan Dita ,
setelah kepergian Kirana , vemas langsung mengutarakan maksud kedatangannya di rumah Dita ,
__ADS_1
" Dita , apa Kirana tak pernah curiga , kalau kamu sering melarangnya ke rumah sakit , " tanya vemas ,
" tidak , aku beralasan di sana banyak pasien , jadi tak bisa memeriksakan kandungannya , dan aku lihat Kirana percaya saja , " jawab Dita , mengingat selama ini alasan terus di percayai oleh Kirana ,
" Dita , saya berencana setelah Kirana lahiran , saya ingin kamu dan kirana ke luar negri , " ucap vemas ,
sudah jauh hari vemas merencanakan ini , mengingat Revan yg sepertinya tak pernah berhenti mencari Kirana ,
" emangnya kenapa harus ke luar negri , " tanya Dita bingung ,
" Revan tak berhenti mencari Kirana , selama beberapa bulan ini , Revan selalu datang di rumahku mencari Kirana , saya takut cepat atau lambat dia menemukan Kirana nanti , karena sepertinya Revan akan terus mencari keberadaan Kirana , " jawab vemas , mengingat ucapan Revan pagi tadi ,
Dita hanya diam mendengar ucapan vemas ,
" Dita , hanya kamu yg bisa membujuk Kirana , masalah pekerjaan kamu tenang saja , saya sudah memasukan kamu di rumah sakit yg lebih besar dari rumah sakit Revan , dan gajinya jauh lebih tinggi , " ucap vemas meyakinkan ,
" tapi kalau Kirana nggak setuju gimana , biar bagaimanapun Kirana begitu mencintai Revan , dan nggak mungkin memisahkan Revan dan anaknya , " ucap Dita yg kurang setuju dengan usul vemas ,
" Dita , keberadaan Kirana hanya kita berdua yg tau , jadi saya mohon tolong bujuk Kirana , agar mau ke luar negri , " ucap vemas , berharap Dita mau membujuk Kirana ,
" tapi kak , aku , " ucap Dita terhenti ,
prangkk
Dita dan vemas begitu terkejut mendengar bunyi gelas jatuh , dan di sana Kirana sudah berdiri dengan air mata yg mengalir di pipinya ,
" jadi kalian berencana memisahkan aku dengan mas Revan , " tanya Kirana berkaca- kaca ,
" Kirana , maksud saya , "
" cukup , kalian berdua tega membohongiku , " ucap kirana menyela ucapan vemas ,
" selama ini aku percaya sama kalian , aku sudah anggap kalian berdua keluargaku , tapi kalian tega ingin memisahkan aku dengan suamiku , " ucap Kirana , yg tak menyangka vemas dan Dita bekerja sama untuk memisahkannya dengan revan ,
__ADS_1
" Kirana , aku mohon dengarkan penjelas ku dulu , " ucap Dita , berharap Kirana akan mendengarkan penjelasannya ,
kali ini Kirana benar - benar tak memberi waktu bicara untuk vemas ataupun Dita ,
hati Kirana hancur mengetahui kedua orang yg selama ini dia anggap keluarga tega membohonginya ,
" apa yg harus aku dengar dari kamu Dita , jadi ini alasanmu terus melarangku ke rumah sakit , agar aku tak bertemu dengan suamiku , " tanya Kirana berapi - api ,
" apa kamu juga mau bilang , aku harus keluar negri dan memisahkan anakku dengan ayahnya , begitu maksud kamu , katakan Dita , katakan , " ucap Kirana , kali ini nada suaranya meninggi ,
" Kirana , tolong dengarkan aku dulu , " ucap Dita memohon ,
" cukup , aku tidak ingin mendengar penjelasan dari kalian lagi , kalian berdua benar - benar buat aku kecewa , aku ben , aaagh , " ucap Kirana terhenti ,
vemas dan Dita begitu panik melihat Kirana yg kesakitan , memegang perutnya ,
" aaagh , " ringis Kirana , terus memegang perutnya ,
" Kirana , " panggil Dita khawatir ,
" Dita perutku , aaghh , " ucap Kirana menahan sakit di perutnya ,
" Dita , ayo kita bawa Kirana ke rumah sakit , " ucap vemas , langsung menggendong Kirana ,
" tapi kak , "
" Dita , ini bukan saat yg tepat membahas itu , yg terpenting keselamatan Kirana , " ucap vemas menyela ucapan Dita ,
Dita hanya pasrah mendengar ucapan vemas , karena memang yg terpenting saat ini adalah keselamatan Kirana dan bayinya .
🌼....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1